
IZHAKA HOSPITAL
Rumah sakit terbesar kedua itu seketika gempar ketika mendapat kode khusus dari ruang kendali. Membuat semua orang yang ada di sana melihat heran. Ruang operasi khusus telah disiapkan, dokter terbaik sudah siap ditempat hanya menunggu sang pasien yang masih dalam perjalanan.
Tak lama kemudian iring-iringan mobil memasuki halaman rumah sakit hingga satu mobil berhenti tepat didepan loby rumah sakit.
Para perawat dengan sigap mendorong brankar ke arah mobil tersebut untuk mengangkat tubuh pasien itu.
Ketika mobil tersebut terbuka muncullah sosok remaja dengan dengan menggendong seorang gadis menggunakan topeng. Setelah meletakkan Chacha di brankar Levy menjauh karena tubuh Chacha langsung dibawa keruangan untuk ditindak lanjuti. King keluar dengan menggunakan topeng langsung menuju ruangan dimana Chacha ditangani.
Rombongan Ayah Gun dan lainnya yang baru sampai kaget melihat King menggunakan topeng saat masuk kedalam rumah sakit. Terlebih Bu Ratu karena hanya penerus Izhaka lah yang bisa memakai topeng khusus tersebut. Audy saja bahkan tak memilikinya, karena sang papa hanya memberikannya pada Chacha.
Rumah sakit dijaga ketat oleh anggota Black Rose. Mereka mengikuti Levy dan King ke arah ruangan Chacha ditangani dengan tergesa-gesa.
"Nyonya" seruan tersebut menghentikan langkah Bu Ratu yang tinggal beberapa langkah lagi sampai didepan ruangan Chacha.
"Dokter Jimmy"
"Ada apa?"
"Princess" jawab Bu Ratu tertahan karena Dokter Jimmy memotongnya.
"Shiro" ucap Dokter Jimmy.
Shiro hanya mengangguk dengan langkah lebar dirinya memasuki ruangan Chacha. Dokter Jimmy tanpa berpamitan langsung menyusul Shiro kedalam ruangan untuk melihat langsung keadaan Chacha.
"Kirimkan satu set pakaian saya" seru Levy pada seseorang ditelepon.
"Kau berniat menunjukkan identitas mu pangeran kecil" tanya King pada Levy.
"Entahlah" King menatap kasihan pada Levy.
Kemeja putihnya penuh darah dengan muka putus asa nya Levy kelihatan begitu memprihatinkan.
"Sabarlah pangeran kecil, princess orang yang kuat"
Levy hanya mengangguk lemah. Sedangkan yang lainnya hanya menunduk bingung. Apa hubungan Chacha dengan King kenapa mereka menggunakan topeng yang sama bahkan terlihat begitu akrab.
"Dimana bang Rey?" tanya Karin.
"Membalas luka princess" ucap Levy masih dengan tertunduk.
"Kenapa princess mengambil jalan ini bang?"
"Kau tau, princess jadi lebih ambisius setelah kalian berpisah"
__ADS_1
"Kenapa harus jalan ini"
"Dia calon Queen masa depan jadi kekuatan dan kekuasaan harus dibawah kendalinya. Dia mengambil langkah ini hanya untuk melindungi orang tersayang nya" Levy hanya menunduk tanpa mau menatap lawan bicaranya.
"Bagaimana dengan dirimu? Kudengar kau jadi nakal setelah tak menemukan princess" ucap King dengan nada mengejek.
Levy mendongak, menyandarkan kepalanya pada dinding dibelakangnya.
"Hanya sebatas clubbing dan balapan saja bang. Aku tau lebih dari itu princess akan membenciku"
"Pangeran kecil yang baik" ucap King sambil mengacak-acak rambut Levy.
"Aku akan memilih jalanku setelah ini"
"Abang harap itu baik pangeran"
"Sesuai keinginan Princess" jawab Levy seraya tersenyum.
Tiba-tiba datang dua orang berpakaian seperti pengawal pribadi menghampiri mereka.
"Tuan muda pakaian yang anda minta" ucap salah satunya.
"Sambungkan telfon pada papa" ucapnya lalu meninggalkan kerumunan itu begitu saja dan diikuti oleh dua bodyguardnya.
Tak lama kemudian pintu ruang operasi terbuka menampilkan perawat yang setengah berlari keluar dari ruangan tersebut.
"Tante" sapa dokter muda pada Bu Ratu.
"Nisa"
"Tante ngapain disini? Siapa yang sakit?"
"Queen"
"Dimana dia?"
Bu Ratu hanya menunjuk dengan tatapan ke arah pintu ruangan Chacha. Dokter muda tersebut menegang ketika melihat ruangan tersebut.
Ruangan Khusus nona muda kesayangan sang pemilik rumah sakit.
"Dokter Anisa saya butuh persetujuan anda untuk mengambil penyimpanan darah nona muda, nona muda kehilangan banyak darah"
"Sekitar berapa kantong?"
"Lima Dok"
__ADS_1
Dokter Nisa hanya mengangguk lalu berlalu tanpa berpamitan pada Bu Ratu menuju tempat yang seharusnya.
Mendengar penuturan sang suster tubuh Bu Ratu merosot langsung ditangkap oleh Ayah Gun. Dirinya tak percaya bungsunya ada dalam bahaya untuk kesekian kalinya.
Ayah Gun hanya menunduk mendengar penuturan sang suster. Dirinya tak menyangka putri yang dia anggap tak patuh menyelamatkan dirinya dengan taruhan nyawa.
Para sahabatnya menunduk menangis dalam diam mendapati kondisi Chacha yang kritis.
"Ada apa?" tanya Levy yang baru saja tiba setelah berganti pakaian.
"Princess kehilangan banyak darah" jawab Zeze masih dengan tertunduk.
Levy menegang ditempat. Matanya terpejam berusaha menenangkan hatinya.
"Darah Queen termasuk langka bukan, King?"
King hanya mengangguk dirinya harus mengendalikan emosinya saat ini.
"Pangeran kecil ayo masuk kita tangani princess kali ini"
Levy mengangguk lalu mengikuti langkah King memasuki ruangan tersebut.
Setelah Levy dan King masuk ke ruangan tersebut tangis Bu Ratu pecah. Para sahabatnya juga mulai sesegukan karena menahan tangisnya mulai tadi. Ayah Gun semakin menundukkan kepalanya. Menyesal karena membiarkan putrinya melindungi dirinya harusnya dirinya yang menjadi tameng kebanggaan sang putri.
Sedangkan didalam ruangan ketegangan terjadi dimana detak jantung Chacha melemah. King dan Levy mengambil alih operasi yang dilakukan pada Chacha.
Jangan heran mengapa mereka berdua bisa mengambil alih operasi Chacha. Karena pada dasarnya mereka dilatih ketat di berbagai bidang oleh Tuan Besar Izhaka. Jadi tak heran jika operasi Chacha akan ditangani langsung oleh keduanya.
King tak mengeluarkan suara sedikitpun hanya memberi kode lewat tatapan mata dan anggukan pada Levy. Shiro dan Dokter Jimmy ikut serta, sedangkan yang lain menyingkir hanya menyaksikan karena proses pengeluaran pecahan peluru Chacha sangat susah.
Dengan sangat hati-hati King mulai mengeluarkan satu per satu pecahan peluru tersebut hingga akhirnya mampu ia keluarkan semua.
King melanjutkan perawatannya pada Chacha dengan tenang. Hingga dirinya dibuat menegang ketika Shiro memberi kode bahwa detak jantung Chacha semakin melemah.
Levy memutari brankar berhadapan langsung dengan King karena sejak tadi dirinya berada di samping King. Levy menunduk membisikkan sesuatu ditelinga Chacha sambil memberi kode pada King untuk melanjutkan tugasnya.
Entah apa yang dibisikkan Levy yang pasti setelah King selesai detak jantung Chacha pun kembali normal membuat semua yang ada didalam ruang operasi pun bernapas lega.
King melihat ke arah para dokter yang sebelumnya menangani Chacha membuat mereka berkeringat dingin. King hanya memberi kode untuk melanjutkan merawat Chacha dan memindahkan ke ruang rawat miliknya.
Para dokter mengangguk serempak mereka bernapas lega ketika melihat King dan Levy keluar dari ruangan tersebut.
Shiro langsung memimpin kembali untuk melanjutkan perawatan pada Chacha.
Diluar ruangan Bu Ratu dan lainnya menunggu dengan cemas karena sudah cukup lama King dan Levy belum keluar. Mereka menunggu dengan cemas dan harapan besar untuk Chacha.
__ADS_1