Call Me Queen

Call Me Queen
Bunda Diculik


__ADS_3

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dijalani dengan tenang tanpa masalah yang berarti. Namun, itu tak berlaku bagi seorang Chacha. Dimana dari hari ke hari dirinya dibuat sibuk dengan semua masalah yang pernah hadir. Dirinya berniat mengupas habis semuanya.


Seperti saat ini, Chacha sedang duduk dihadapan beberapa layar monitor yang menyala sekaligus. Dengan earpiece yang setia bertengger manis di salah satu telinganya. Dengan wajah serius yang sering kali membuat Levy salah fokus ketika bekerja di ruangan yang sama dengan istrinya. Beruntung saat ini Levy sedang di kantor.


"Jadi bagaimana, apa ada perkembangan? "


"Ada Queen, saya menemukan pergerakan tak biasa dari wanita yang pernah menjadi selingkuhan Ayah anda" jawab anak buah Chacha di seberang sana.


"Oke, gilir info itu pada Chila. Biarkan dia mengerahkan anak buahnya untuk memastikannya"


Chila, salah satu anak buah kesayangan Chacha. Jika Chiara ada sniper kesayang sang Queen, maka Chila adalah hacker kesayangannya. Hacker yang dia didik langsung menjadi orang yang berbahaya dengan IQ di atas rata-rata. Kemampuan tak jauh berbeda dengan Chacha. Chila ditemukan tergolek lemas saat Chacha melintas dijalanan setelah menjalani ceramah panjang dosen beberapa tahun silam. Karena iba Chacha menolongnya, siapa yang akan menyangka jika gadis kecil itu merupakan anak jalanan yang bekerja menjadi office girl di salah satu perusahaan IT terkenal di negara itu. Jadi tak heran jika Chila tak asing dengan apa yang sering Chacha lakukan.


"Baik Queen"


"Ada yang lain? "


"Soal keluarga Pandey, mereka berniat menjual saham mereka Queen"


"Tekan para pembeli. Usahakan tak ada yang membeli apapun caranya, kali ini jangan biarkan mereka lolos"


"Bagaimana jika mereka memutar balikkan fakta Queen? "


"Aku sudah mengantongi kebusukan mereka, kalian tenang saja"


"Queen soal nona Tiara"


"Ada apa? "


"Dia sudah bisa bertarung dengan jarak dekat"


"Sikapnya? "


"Sudah lebih dewasa Queen"


"Asah kemampuan dia dalam dua bulan kedepan. Setelah itu kirim dia keluar negeri untuk melanjutkan pendidikannya. Kirim satu orang untuk menjaganya dari jarak aman"


"Anda yakin Queen? "


"Sangat yakin. Berikan dia tugas mengawasi salah satu kelompok mafia yang berada dibawah naungan ku"


"Baik Queen"


"Ada lagi? "


"Tidak ada Queen"


"Oke. Lanjut yang lain"


"Perusahaan Izhaka mulai muncul konflik Queen"


"Konflik seperti apa? Tentang penerus selanjutnya? "


"Benar Queen"


"Tunggu beberapa bulan lagi. Setelah aku melahirkan, aku akan muncul kepermukaan"


"Baik Queen"


"Setelah itu kalian perketat penjagaan keluarga ku, perusahaan keluarga ku juga. Aku yakin tak sedikit yang akan menjatuhkan aku dengan cara yang licik"


"Baik Queen"


"Sampai disini dulu. Ada informasi terbaru segera kirim sinyal. Pastikan orang-orang yang kita pantau tak lepas dari pegangan kita"


"Baik Queen"


"Fiuh, akhirnya" Chacha menghembuskan napas panjang


Drrt.. Drrt.. Drrt..

__ADS_1


Siapa pula ini. Batinnya berteriak saat ponselnya bergetar.


"Iya? "


"Bunda diculik"


"Hah? " Chacha segera melihat ID si penelpon. "Abang? "


"Lacak keberadaan bunda, Abang tunggu informasi secepatnya. Abang siapkan anak buah dulu"


Chacha masih terdiam kaget saat mendengar perintah King di sebrang sana.


"Dek? "


"Ah, iya. Cek CCTV, liat perhiasan apa yang bunda pakai kali ini. Aku akan lacak lewat ponselnya terlebih dahulu"


"Abang segera kirimkan rekamannya"


"Aku tunggu"


Chacha langsung menatap kembali pada layar monitor yang sempat ia tinggalkan sejenak tadi. Berusaha menenangkan dirinya dan memfokuskan pikirannya. Menarik napas panjang dan melepaskannya. Meletakkan jemarinya diatas keyboard. Chacha memejamkan matanya sebentar lalu sesaat kemudian jemari lentiknya bergerak cepat seiring terbukanya matanya.


Chacha menatap dengan serius pada layar monitor di hadapannya. Hingga dirinya melewatkan beberapa panggilan yang masuk ke ponselnya. Dirinya benar-benar menyatu dengan pekerjaannya.


Menyalakan salah satu komputer di sampingnya lagi. Lalu secara otomatis sistem akan menyambungkan dirinya dengan anak buah yang dia inginkan.


"Chila kirim anak buah mu untuk mengecek tempat ini. Hubungkan aku dengan Caesar"


"Baik Kak"


Di sebuah kamar, gadis imut terperanjat kaget saat mendapat panggilan darurat dari orang yang dirinya anggap penting dalam hidupnya. Seseorang yang menolong dan mengajarkan banyak hal padanya. Tak heran jika dia siap mengorbankan apapun untuk kepentingannya.


Chila langsung duduk di depan komputer super canggih miliknya saat menerima sinyal darurat, bahkan beberapa email sudah masuk ke akunnya. Dengan cekatan dan lihai jemarinya menari di atas tuts keyboard.


Sedangkan Chacha melacak beberapa tempat. Setelah mendapat titik keberadaan Bu Ratu dirinya langsung melacak beberapa tempat lagi. Karena tak hanya ada satu titik yang muncul. Dirinya yakin jika Bu Ratu meninggalkan jejak untuk dirinya agar segera di ketahui. Karena bagaimanapun Bu Ratu lahir dari salah satu keturunan mafia terkuat dan berjaya di masanya.


"Caesar siap menerima perintah" suara Caesar menyapa indera pendengaran Chacha.


"Oke"


"Jangan segan untuk menembak jika mereka berani menyentuh Bunda ku"


"Dengan senang hati"


Setelah mengatur Caesar untuk berjaga di tempatnya. Kini Chacha kembali menghubungi anak buahnya. Menunggu King sampai akan memakan waktu, namun dirinya hanya akan melindungi dari balik layar. Bahaya jika musuh tau dia menyerang namun dirinya tak muncul sendiri.


"Blue hubungkan pada Chiara"


"Baik Queen"


"Ya Queen? " suara Chiara tampak serak, Chacha pastikan gadis itu baru saja bangun tidur.


"Kau sedang tidur"


"Tak usah pedulikan. Ada perintah? " Chiara tahu betul, Chacha tak akan menghubungi dirinya melalui blue jika tak sedang dalam keadaan darurat.


"Bunda diculik"


Mendengar dua kata dari Chacha, Chiara langsung sadar seketika.


"Tugas untukku? "


"Caesar pantau dari jauh, titik terakhir Bunda gue kirim ke ponsel lo. Lo pantau dari dekat. Jangan lupa beritahu Caesar jika lo lebih dekat dengan musuh"


"Siap"


"Jangan ragu untuk menembak jika mereka berlaku kurang ajar pada Bunda ku"


"Dengan senang hati"

__ADS_1


"Bergeraklah dibalik layar. Anggota Black Rose dan King yang akan bermain kali ini. Tugas kalian melindungi Bunda dan mereka"


"Siap"


"Bersiaplah, gunakan jalur khusus agar cepat sampai"


"Di mengerti" Chiara langsung berlari ke arah kamar mandi untuk sekedar mencuci mukanya.


Setelahnya Chiara hanya menyambar jaketnya lalu berlari keluar dari kamarnya menuju mobilnya yang terparkir. Bahkan teriakan sang mami tak ia hiraukan saat mendapat tugas penting dari Chacha.


Di ruangan tertentu, Chacha melirik ke arah ponselnya untuk melihat setiap notifikasi yang masuk. Menatap nama sang suami yang akan siap bergerak membantu pencarian sang Bunda. Namun dengan cepat Chacha mengirimkan balasan agar Levy tak ikut campur. Bukan apa-apa, namun Chacha meraba ada motif lain dari hilangnya sang Bunda.


"Aku hanya memantau dari jauh, Mas" ucap Chacha saat Levy menghubungi karena khawatir.


"Iya iya Mas percaya. Ini beneran Mas gak dibolehin bantu"


"Iya Mas. Aku masih berusaha mencari motif lain dari ini semua"


"Hubungi jika ada apa-apa, sayang"


"Iya sayang"


"Aku lanjut meeting ya"


"Semangat papa"


"Jangan terlalu lelah"


"Hmm, kamu juga jangan terlalu capek"


"Miss you, love"


"Miss you more, bee"


Setelah mengakhiri panggilannya Chacha langsung mengumpulkan tim IT-nya. Dimana semua anggotanya adalah hacker didikannya langsung. Tampak mereka sangat bersemangat saat Chacha memberi sinyal untuk berkumpul. Pasalnya Chacha jarang sekali menggunakan mereka. Karena memang kemampuan meretas miliknya sangat menakutkan.


Berhubung Chacha membutuhkan informasi dengan sangat cepat, dirinya harus menggunakan bawahannya untuk melacak setiap kontak yang berhubungan dengan Bu Ratu di ponselnya. Apalagi saat mengetahui Bu Ratu diculik dengan cara mengirimkan chat palsu. Semakin memudahkan Chacha untuk melacak akar masalahnya.


"Kalian siap beraksi dengan ku? "


"Siap Queen" jawab mereka kompak di sana.


"Lakukanlah"


Tampak dibeberapa tempat berbeda beberapa remaja sedang menekan jari-jarinya di atas keyboard alat elektronik yang mereka miliki. Tugas kali ini tak sulit bagi mereka. Hanya meretas sebuah ponsel adalah yang mudah. Rata-rata dari mereka dapat mengacaukan pasar saham atau paling tidak harus membobol sistem perusahaan tertentu baru bisa mencapai titik kerja sama di meja yang sama dengan Chacha, seperti saat ini.


Chacha sendiri masih mengawasi setiap titik yang bergerak. Titik anak buahnya yang sedang menjalankan tugasnya.


"Tim Cheetah masuk"


"Laporkan"


"Tempat ini benar Queen. Ada pergerakan di dalam sana. Target masih didalam. Korban kemungkinan ada di lantai dua, sudut sebelah kiri"


"Dekati dan lempar chip ke arah itu"


"Baik Queen"


"Aktifkan sinyal pada chip nya"


"Baik Queen"


"Segera mundur dan jaga di jarak aman ketika anggota Black Rose datang"


"Siap"


"Lakukan"


Chacha siap untuk sinyal baru yang dikirimkan anak buah Chila kepadanya. Saat sinyal yang diterimanya mulai kuat, Chacha langsung mengirimkan pada Chiara dan Caesar. Mereka yang akan melihat secara detail. Caesar pengendali keadaan jarak jauh. Chiara sebagai eksekusi jarak terdekat.

__ADS_1


"Kalian mendapat sesuatu? "


"Dapat" ucap salah satu anak buahnya yang asik memainkan jemarinya di atas keyboard.


__ADS_2