
"Bosen gila" seru Karin di kamar Chacha. Sesuai kesepakatan kemarin mereka berempat menginap di mansion Chacha sesuai permintaannya.
"Lah ini anak dari kemarin molor mulu kagak capek apa tuh badan"
"Dia butuh istirahat lebih kali, Ze" tambah Fany.
"Kita mandi duluan aja. Lo duluan gih Rin, lo kan lama kalo mandi" seru Nena.
"Nah iya, kita kebawah dulu siapa tau ada yang bisa dibantu" tambah Fany.
Karin langsung masuk kedalam kamar mandi dan yang lainnya berjalan keluar kamar meninggalkan sang tuan rumah yang terlelap tanpa terganggu sedikitpun. Sesampainya di lantai bawah, ketiganya langsung menuju dapur. Karena pagi ini mereka berniat membantu membuat sarapan.
"Eh non, ngapain? " tanya salah satu pelayan saat melihat Zeze yang hendak memegang pisau.
"Mau bantuin"
"Gak usah non, mending non bertiga bersantai saja, nanti kalo sudah selesai saya panggilkan"
"Tapi kami ingin membantu" kekeh Nena.
"Tapi non.. "
"Biarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan" Chacha tiba-tiba bersuara membuat semua yang ada di dapur kaget.
"Kebiasaan deh muncul gak ada suaranya, tiba-tiba ngomong untung gak punya riwayat jantung"
"Gak usah ngedumel, Ze. Lo gak cocok" Zeze cemberut mendengar perkataan Chacha
"Kok udah bangun perasaan tadi masih nyenyak banget" Fany heran dengan sahabatnya yang satu ini. Ajaib.
__ADS_1
"Kalian kurang keras nutup pintunya" jawaban Chacha membuat ketiganya meringis. Apa mereka terlalu keras saat menutup pintu tadi. pikiran mereka sama.
"Cha bosen nih" gerutu Nena. Mereka sudah berpindah ke taman belakang. Menikmati pagi ini dengan berjemur dibawah hangatnya sinar matahari.
"Baru bangun juga udah bosen. Maksud lo bosen bangun gitu dari tidur lo? "
"Mati dong gue" Nena mendelik menjawab perkataan Chacha.
"Mau kemana ayo. Gue turutin"
"Serius? "
"Iya"
"Lo bandar"
"Kapan lagi coba morotin bos besar" cengir Zeze. Chacha hanya mendelik.
"Mau kemana? " pada akhirnya dia menuruti kemauan para sahabatnya juga.
"Mall aja kali ya"saran Zeze.
" Yakin? " Chacha memastikan.
"Kenapa? " Fany malah balik bertanya.
"Dengan karir Karin sebagai publik figur"
"Ya ampun lupa gue. Bisa gak shoping kita malah main petak umpet sama fans dia" Nena menepuk jidatnya.
__ADS_1
"Mau liburan ke villa gue" tawar Chacha.
"Mau" mereka serempak dengan mata berbinar.
"Fix kalian emang butuh holiday" Chacha menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa sahabatnya ini terlihat seperti orang kurang liburan.
"Kita jarang liburan semenjak gak ada lo. Fokus sama tujuan kita masing-masing" jelas Fany. Chacha hanya mencebik.
"Kita punya tekad setelah kepergian lo. Kita harus sukses dan kuat, kalo perlu jadi orang berpengaruh sekalian, biar bisa lindungi lo dari fitnah netizen julid kayak di ulang tahun lo itu" Tambah Zeze membuat Chacha menampilkan senyuman manisnya.
"Terimakasih kalian memang sahabat rasa sodara. Kalian terbaik" Chacha mengangkat kedua jempolnya.
"Jadi kapan liburannya? " tanya Fany memastikan.
"Sabtu berangkat minggu balek, mau? "
"Boleh. Ajak para jantan gak? "
"Kayaknya gak usah deh, Na. Kita quality time aja berlima" saran Zeze.
"Terserah kalian. Nanti gue info lagi"
"Harus jadi, gak sabar pengen holiday"
"Lo ada masalah, Na? "tanya Chacha.
" Gak ada sih. Cuma gue pengen istirahat beneran deh walau cuma sebentar gitu. Otak gue butuh refreshing" jawab Nena sekenanya.
"Ya udah terserah kalian, gue masuk duluan. Kalian bisa kamar mandi lain kalo emang mau mandi. Tapi gue saranin mandi. Mana ada perawan males mandi gak dapet jodoh mampus lo" ucap Chacha sambil berlalu meninggalkan para sahabatnya yang termangu.
__ADS_1