Call Me Queen

Call Me Queen
Pembelaan untuk Chacha


__ADS_3

Setelah kelelahan karena acara semalam, kali ini para sahabat Chacha sukses dibuat kelimpungan karena mencari dirinya. Bagaimana tidak subuh-subuh buta Chacha sudah menghilang dari rumahnya. Hingga akhirnya mereka mendapat kabar jika Chacha kembali ke rumah Bu Kades lagi.


Seperti pagi ini, mereka beriringan menuju rumah Bu Kades dengan berjalan kaki tentunya. Hitung-hitung olahraga pikir mereka. Sesampainya di rumah Bu Kades sudah terlihat beberapa warga yang datang untuk membantu merombak tenda dan beberapa pekerjaan lainnya. Di bagian belakang juga tampak ibu-ibu sedang mengerjakan sesuatu.


Sebelum mereka bergabung membantu para warga, terlebih dahulu mereka mencari sahabat mereka yang menghilang tadi subuh. Siapa lagi kalau bukan Chacha. Mereka melangkahkan kakinya menuju ruang tamu Bu Kades guna mengecek Chacha disana. Karena tak mungkin gadis itu akan berada di ruangan lain. Apalagi masih ada Angel di rumah ini, sebisa mungkin Chacha akan menghindari pertengkaran dengan manusia itu.


Setelah menginjakkan kaki diruang tamu rumah Bu Kades mereka dibuat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Bagaimana tidak, mereka melihat Chacha tidur bersama dengan Levy. Bukan tidur bersama dalam artian sebagai sepasang suami istri, namun mereka hanya tidur di tempat yang sama dan bantal yang sama.Namun, badan mereka berlawanan arah. Kaki Chacha disebelah utara, kaki Levy disebelah selatan. Kepala mereka menyatu dalam satu bantal.


Bahkan mereka berdua terlihat tidur cukup pulas, hingga tak terusik dengan beberapa kegaduhan yang terjadi diluar dan didalam. Apalagi sejak tadi banyak orang sedang berlalu lalang.


"Eh, kalian sudah datang" seru Bu Kades saat melihat mereka hanya menatap dua sosok manusia yang tergeletak dilantai beralaskan karpet cukup tebal itu.


"Sudah, Umi" jawab Karim sopan.


"Maaf kalau Chacha buat kalian khawatir, semalam Umi yang telfon. Gaun yang dipakai Mutia gak bisa dilepas, karyawannya juga kebingungan jadi terpaksa Umi telfon Chacha" jelas Bu Kades pada mereka.


"Gak papa kok, Umi. Kami mengerti, gak mungkin Mutia tidur menggunakan gaun pesta" balas Nena maklum.


"Ya sudah Umi ke dapur dulu"


"Kita ikut, Umi. Kalian bantu didepan aja ya" ucap Zeze diangguki lainnya.


Mereka mulai membantu apa yang mereka bisa. Para wanita membantu di dapur sedangkan para pria membantu didepan membongkar tenda dan membereskan sisa acara semalam. Mereka bekerja dengan diselingi canda tawa, membuat ruang keakraban terbentuk dengan sendirinya.

__ADS_1


"Mbak Chacha mana, kok Mbak-Mbaknya cuma berlima? "


"Chacha masih tidur, Bu. Diruang tamu"


"Loh tumben, biasane Mbak Chacha kae seng paling awal tangine"


"Hehehe, Bu kita gak ngerti, jangan pakai bahasa Jawa dong Bu" ibu-ibu yang mengajak mereka berbicara hanya tertawa mendengar rengekan salah satunya karena tak mengerti dengan apa yang dia tanyakan.


"Kok tumben, biasanya Mbak Chacha yang paling awal bangunnya" ulang ibu tadi menggunakan bahasa Indonesia.


"Habis pulang dari sini semalem Chacha ditelfon sama Umi, katanya gaun Mutia susah dilepas, jadi Chacha kesini buat bantu ngelepasnya"


"Oh iya, semalem emang gak bisa lepas katanya gaun yang dipakai Mutia terakhir. Ribet katanya"


"Mbak kita mau tanya? "


"Mbak Chacha sama Mas Levy itu ada hubungan apa sih, kok Mbak Angel kayak yang gimana gitu? " tanya salah satu dari ibu-ibu yang ada disana karena penasaran.


"Ngegosip dong kita ini" jawab Zeze sambil terkekeh.


"Eh maaf"


"Gak papa, Bu. Biar sekalian saya lurusin, saya gak mau nama baik sahabat saya malah tercemar. Gini ya Bu, sebenernya itu Chacha sama Levy udah kenal dari kecil, hubungan mereka memang dibilang dekat kayaknya sepasang kekasih. Itu yang kamu lihat dan rasakan dari keduanya. Hingga akhirnya mereka berpisah dan Levy memilih bertunangan dengan Angel. Soal rumor yang menimpa Chacha, itu tak benar. Tapi kembali lagi pada pendapat diri sendiri. Menurut kami itu hanya ulah seseorang yang iri atau benci pada Chacha "

__ADS_1


"Tapi kami yakin seratus persen kalau sahabat kami itu masih segel, dalam artian masih gadis. Karena kami tau, itu anak tak pernah berdekatan dengan lawan jenis selain keluarga dan orang-orang terdekatnya saja. Bahkan dengan sahabat laki-lakinya saja, mungkin dekat namun tak sedekat layaknya para sahabat pada umumnya. Chacha hanya lebih dekat dengan Levy" Nena menimpali perkataan Zeze.


"Jika kalian bertanya apakah Chacha memiliki hubungan Levy? Jawabannya kami tidak tahu, karena itu urusan pribadi mereka. Terlepas dari kejadian Angel yang membuat ulah, kami yakin jika hubungan keduanya memang baik. Karena sebelumnya mereka berdua sempat bersitegang" tambah Karin.


"Mungkin Angel hanya cemburu pada Chacha yang begitu mendapat perhatian Levy. Angel merasa bahwa Chacha akan merebut Levy dari dirinya. Cara berpikir Angel masih labil, dia terlalu muda untuk menyerang Chacha yang sudah mengenal banyak orang" tambah Fany.


"Kedepannya ibu-ibu jangan heran kalau melihat Chacha yang manja pada Levy, atau bahkan keduanya terlihat romantis. Itu adalah hal yang biasa mereka lakukan. Dan Angel pasti salah mengartikan itu semua. Levy memiliki tanggung jawab agar Chacha baik-baik saja"


"Kita sebenarnya gak ragu sama sikap dan kepribadian Mbak Chacha, cuma kita kaget aja dengan sikap Mbak Angel yang berbeda dengan rumor yang beredar"


"Maksudnya? "


"Ya kak banyak rumor yang beredar kalau Mbak Angel itu lembut, baik hati dan sebagainya"


"Sebagai publik figur kita harus bisa memainkan peran agar tetap pada posisi yang kita inginkan, Bu"


"Tapi Mbak Karin nggak tuh, yang saya lihat malah Mbak Karin apa adanya"


"Saya gak mau jadi orang lain, Bu. Itu mengapa jika gak suka saya katakan gak suka, jika suka maka saya akan mengatakan suka. Karena apa? Saya tak pandai bermuka dua. Satu aja ribet apalagi dua" Karin secara tak langsung menyindir Angel yang sedang berlalu dari sana.


"Iya Mbak Karin menjadi diri sendiri itu lebih baik"


"Saya juga gak mau fans saya menyukai sikap palsu saya, yang saya mau jika mereka suka dengan saya karena apa adanya saya, dengan segala sikap saya yang kadang tak sopan dan apalah saya tek peduli, asal saya nyaman saja. Itu yang Chacha katakan pada kita semua"

__ADS_1


"Orang-orang yang tulus akan menyukai kami dengan apa adanya yang ada dalam diri kamu. Bukan menilai dari luar saja. Karena apa? Banyak tampilan luar yang menipu"


"Chacha juga sering bilang, jika jadi diri sendiri itu lebih nyaman, karena apa kita bisa bebas berekspresi tanpa harus memperhatikanmu ini dan itu" jelas Karin panjang lebar pada ibu-ibu disana.


__ADS_2