Call Me Queen

Call Me Queen
Kembalinya Nyonya Besar 3


__ADS_3

"Mas Ibra? "


"Mama"


Semua orang di ruang tamu kaget melihat sosok yang beberapa tahun silam ini dikatakan meninggal. Anggap saja sekitar kurang lebih dua puluh empat tahun yang lalu. Tapi apa ini sekarang, sosok tersebut berdiri dengan anggun dalam keadaan baik-baik saja.


Tuan Ibra maju dan merengkuh istrinya kedalam pelukannya. Menyalurkan segala rindu selama ini. Hampir dua puluh empat tahun berpisah akhirnya takdir mempertemukan mereka. Tuan Ibra membawa istrinya duduk.


"Ambilkan kotak obat dulu, anak muda ini terluka" ucap Nyonya Besar Izhaka.


"Kalian kenapa? "


"Hehehe, biasa kek, tadi main bentar. Eh kegores si kuning emas dikit" jawab Zeze.


"Tunggu ini kenapa kalian sampai ikut semua" Tuan Ibra kaget saat melihat semua sahabat cucunya berkumpul. Bahkan dua diantaranya terluka.


"Tuan Besar" sapa Chiara penuh hormat karena baru tiba.


"Panggil aku kakek Chiara. Jangan terlalu kaku, kamu juga cucuku"


"Baik"


"Kenapa kalian terlihat seperti orang bodoh seperti itu? " tanya Tuan Ibra.


"Ini beneran mama? " tanya Ratih memastikan.


"Ini Mama sayang, kamu tak rindu? " suara lembut itu membuat air mata dua wanita beda usia meluncur tanpa aba-aba. Ratih dan Bu Ratu langsung berhambur memeluk sang mama. Menangis di pelukannya.


Sedangkan para sahabat Chacha hanya diam, memilih membantu mengobati luka Fany dan Zeze. Mereka juga tidak duduk di sofa, seperti biasa mereka lebih suka duduk dibawah dengan beralaskan karpet.


"Ceritakan pada kami, bagaimana ini semua terjadi" tuntut Ratih membuat sang mama terkekeh. Anaknya ini sudah memiliki anak namun kelakuannya masih seperti anak gadis saja.


"Oke akan mama ceritakan tapi bisa bawakan Mama air dulu, Mama haus anak nakal itu bahkan tak menawarkan Mama minum, bicara saja tidak"


"Ah, maafkan aku nek" dengan spontan Elang menjawab.


"Nenek hanya menggoda mu, nenek tahu kamu masih canggung, karena kamu bahkan tak pernah bertemu dengan nenek"


Setelah meminum air yang dibawakan oleh pelayan Nyonya Besar Izhaka memulai ceritanya.


"Apa yang kalian ketahui tentang Mama saat itu? "


"Mama terbunuh saat menolong Danial" jawab Bu Ratu.


"Apa kalian pernah melihat jasad Mama? " mereka menggeleng serempak.


"Kalian tahu Mama tak meninggal, salah satu dari mereka menolong Mama, mencoba menyembuhkan Mama dengan berbagai cara"


"Tapi kenapa tak memberi tahu kita? " tanya Ratih penuh tuntunan.


"Kalian tahu dia menyembunyikan Mama karena Mama adalah salah satu kunci membuka harta karun itu"


"Dengan kata lain dia memanfaatkan Mama? "


"Bisa dibilang begitu"


"Apa dia menyiksa Mama"


"Awalnya iya, namun lima tahun terakhir dia banyak berubah, bahkan dia sudah seperti anak Mama"


"Maksud Mama? "


"Kalian tahu, dia mungkin kejam diluar, tapi dia selalu mengirimkan kabar Mama pada Papa. Awalnya hanya untuk mengancam Papa"


"Mengancam? "


"Agar Papa memberikan kunci harta karun itu" jawab Tuan Ibra.


"Bukannya tempat itu hanya bisa dibuka oleh Mama tapi kenapa Papa? "


"Karena Mama merubah polanya, hanya akan ada satu orang yang bisa membuka tempat itu, siapapun yang beruntung Mama sudah pasrah"


"Maksud Mama"


"Selain menggunakan darah Mama, Mama juga menambahkan keamanan berlapis lainnya. Semua hanya bisa dibuka sela lima menit, jika gagal maka kalian harus mencoba. Setiap kali gagal maka keamanan akan semakin berlapis"


Keren. Batin para sahabat Chacha semua.


"Tak ada yang bisa menembus itu, mereka frustasi hingga akhirnya menemukan Mama selamat. Kembali meminta Mama memecahkan pola itu. Namun percaya tidak percaya Mama membuat keamanan itu otomatis jadi Mama juga tak tau seperti apa cara memecahkannya" setelah mengatakan hal itu Nyonya besar Izhaka tertawa keras, sedangkan yang lainnya hanya bengong.


"Bagaimana saat mereka tahu Mama tak bisa memecahkan pola itu? "


"Mereka kembali menyiksa Mama, Mama digilir ke setiap tempat untuk disiksa. Namun mereka tak membiarkan Mama mati. Cukup menyakitkan. Namun Mama yakin jika Mama bisa bebas"

__ADS_1


"Ratih gak habis pikir, dari mana Mama bisa dapat keyakinan seperti itu? "


"Kamu tahu Ratih, saat Mama melihat Danial tergolek lemas karena kehilangan banyak darah saat dia diculik, hati Mama marah, Mama hanya dipenuhi niat balas dendam"


"Saat berhasil menyelamatkan Danial dari tempat itu, Danial sudah berpesan pada Mama. Kalian ingin tahu apa katanya, dia berkata 'jangan balas dendam, nek. Aku akan memiliki tuan putri yang cantik, nenek harus merawat dia'. Awalnya nenek bingung mau menanggapi seperti apa tentang pernyataan ngawur Danial saat itu"


"Hingga tiba di rumah sakit, Mama menyuruh Papa untuk menyembunyikan bahwa Danial telah ditemukan, Mama tak ingin membuat musuh menculik lagi. Karena apa? Karena Danial bisa membuka tempat itu juga saat itu"


"Sesaat Danial masih di dalam ruang operasi, perkataannya terus berputar di kepala Mama hingga Mama berpikir apakah benar akan hadir seorang gadis di dalam keluarga ku"


"Seperti yang kalian lihat nenek kalian hanya melahirkan anak laki-laki, Mama hanya melahirkan anak perempuan, lalu kalian hanya melahirkan anak laki-laki, jadi Mama berpikir bagaimana jika Danial benar. Entah apa yang merasuki pikiran Mama saat itu, hingga Mama memutuskan nama untuk cucu perempuan Mama, memutuskan segalanya tentang dia. Dan Papa juga setuju"


"Setelah semua berkas siap Mama kembali melakukan balas dendam, meskipun Papa kalian sudah melarang Mama tetap berangkat. Mungkin ini karma, karena Mama tak menuruti kata suami. Mama tertangkap dan mengenaskan. Hingga lima tahun terakhir seorang gadis datang ke tempat Mama, mengatakan jika dirinya adalah cucu mama" mereka menahan nafas saat mendengar kalimat terakhir yang terucap.


"Entah apa yang dilakukan dirinya hingga membuat pemimpin mafia itu berubah menyayangi Mama, bahkan memperlakukan Mama selayaknya ibunya sendiri.Mama berangsur-angsur pulih dibawah perawatannya, dibawah pengawasan ketatnya, dia mengerahkan seluruh dokter terbaik"


"Tinggal bersamanya mengingat kan Mama pada Rania. Dia tak jauh berbeda dengan anak nakal Mama itu" Bu Ratu menunduk, dirinya sadar siapa yang sedang menjadi objek pembicaraan saat itu. Putrinya, anak bungsunya.


"Sekarang Mama ingin bertanya, kenapa dia harus menanggung beban seberat itu sebelum usianya genap dua puluh tahun? " aura intimidasi menyebar, Nyonya Besar Izhaka tak kehilangan aura kepemimpinan penuh intimidasi meskipun lama menghilang.


"Itu Ma.. " Ratih ragu untuk menjawab.


"Chacha difitnah nek" dengan santai Karin menjawab pertanyaan itu.


"Ya, padahal saat itu adalah ulang tahunnya. Difitnah dengan kejam, diusir, dan dicoret dari daftar keluarga. Hah memikirkan ini jadi emosi sendiri" tambah Elang sambil menyerahkan ponselnya yang sedang menayang video lima tahun lalu.


"Gak ada yang fitnah dia, itu semua kebenarannya" sinis Audy.


"Kakak Audy yang terhormat Chacha itu adik anda, bukannya membela kenapa malah terkesan menjatuhkan"


"Jadi curiga"


"Iya" perkataan sahabat Chacha membuat Audy sadar jika iya terus beradu mulut dengan mereka tak akan ada habisnya, jadi dirinya memilih bungkam.


"Kalian keterlaluan. Ratu apa pernah Mama mendidik kamu menjadi ibu yang tak berguna seperti ini? " tanyanya dengan marah. Bu Ratu hanya bisa menunduk.


"Mama benar-benar tak habis pikir, bagaimana bisa kalian tak memahami anak kalian sendiri"


"Sejak berumur lima tahun Chacha sudah diasuh kami" jawab Nyonya Effendy.


"Kamu keterlaluan Ratu. Mama tak habis pikir dengan jalan pikiran kalian" Nyonya Besar Izhaka bahkan memijit pelipisnya karena ini.


"Apa kalian tahu apa yang dialami anak itu selama lima tahun terakhir? " mereka menggeleng kompak.


"Dia mempertaruhkan hidupnya untuk melindungi keluarga ini. Apa kalian tahu, berapa kali dia harus masuk ruang operasi hanya karena ingin kalian hidup damai. Hah? " bentaknya dengan kasar. Amarahnya kini sedang menguasainya, Tuan Ibra hanya bisa menenangkan.


"Apa kalian tahu apa yang dia lakukan untuk melindungi keluarga ini. Di umurnya yang begitu muda dia bahkan membekukan peredaran bisnis keluarga Izhaka agar tak bocor keluar. Dia juga mengatur semuanya. Kemampuan IT nya tak bisa diragukan lagi"


"Langkah awal yang sangat tepat, padahal Danial saat itu juga tak terpikirkan akan ini. Setelah sukses dia mulai mencari tahu semua musuh keluarga Izhaka"


"Lima tahun terakhir adalah puncaknya dia membalas perbuatan mereka. Jika kalian tak percaya tanya saja pada Chiara bagaimana dia bertindak"


"Eh kenapa jadi Chia, nek? "


"Kamu yang paling tahu bagaimana sepak terjang dia lima tahun lalu"


"Emmm. Jujur Chia kasihan padanya nek, dirinya rela menjauhkan diri dari berbagai macam alat elektronik untuk menempa fisiknya. Pelatihan tertutup yang diberikan Baba benar-benar menyiksa nek"


"Bukannya kamu juga melakukan itu? "


"Ya, Chia mundur saat leher Chia tergores pedang musuh saat bertarung didalam ruang gelap. Tapi beda dengan Queen berulang kali hampir mati, berulang kali dia mencoba untuk lebih baik"


"Chia"


"Ya kek? "


"Bagaimana dia menaklukkan pemimpin mafia tertinggi yang sedang menyekap nenek saat itu? " ini yang membuat mereka penasaran sejak tadi.


"Queen hanya meminta bertarung satu lawan satu" mereka melotot tak percaya dengan penuturan Chiara. "Bahkan Queen memainkan emosi lawan agar bisa bertarung. Hingga akhirnya pertarungan terjadi, Queen hanya denganku saat itu, Chia berpikir ini adalah akhir. Tak apa mati disini itu pikir ku" lanjutnya.


"Hingga Chia mendapat informasi bahwa yang melawan Queen adalah anak dari orang yang menyekap nenek saat itu. Dengan kata lain dia penerusnya. Yang membuat lebih kaget lagi dia menyukai anak kedua nenek"


"Apa katamu? "


"Itu benar nek, dia menyukai Nyonya Ratu. Saat bertarung dengannya Queen sudah mencapai batasnya, saat akan membunuh Queen, gerakannya terhenti karena kalimat panjang Queen"


"Kalimat apa? " tanya Tuan Ibra bingung. Yang lain nampaknya masih asik menjadi pendengar setia.


"Queen berkata 'harusnya aku terlahir menjadi anakmu dan bunda, harusnya aku tak bertarung denganmu, harusnya aku bahagia dengan menjadi keturunanmu, harusnya kamu menikahi bundaku saat itu' setelah mengatakan itu Queen pingsan, sedangkan pemimpin mafia itu terdiam setelah mendengar perkataan Queen"


"Bahkan dia juga merawat Queen sendiri, Chia heran memberanikan diri bertanya saat itu. Jawabannya malah membuat Chia terkejut setengah mati"


"Apa katanya? "

__ADS_1


"Dia berkata 'mulai sekarang gadis ini anakku, tak peduli apa kata orang dia adalah anakku' tapi Chia tak sembarangan menerima. Setelah beradu argumen dia mulai membuka tabirnya. Melihat tatapan terakhir Queen sebelum menutup mata mengingatkan dirinya akan mendiang istrinya, itu salah satu alasannya. Lalu, dia juga bilang kalau Queen mengembalikan jati dirinya yang telah lama hilang sejak Queen bernegosiasi dengannya"


"Aneh mungkin tapi itu kenyatannya. Chia menangkap kasih sayang yang dia berikan tulus buat Queen, dimana dia benar-benar menyesal saat tahu Queen mengalami koma setelah bertarung dengannya. Dia mengutuk kebodohannya saat itu"


"Kenapa nenek tak yakin Chiara? "


"Yakinlah nek, bahkan Queen menolaknya berkali-kali tapi dirinya tetap kukuh pada pendiriannya"


"Apa alasan cucu nenek menerimanya? "


"Queen nyaris mati saat itu saat melawan mafia terakhir sebelum kembali ke negara ini. Dia datang sebagai tameng hidup untuk Queen, layaknya seorang ayah yang melindungi putrinya dia gak membiarkan Queen bergerak saat itu. Mengerahkan seluruh tenaganya untuk melindungi Queen, pada akhirnya dia terluka, saat terluka dia malah berkata 'putri Baba yang cantik tak apa kan? Ya kamu tak apa. Terima kasih sudah memberiku kesempatan menjadi ayahmu' tepat setelah mengatakan kata terakhir peluru melesat hampir mengenai jantungnya"


"Queen yang kaget melupakan semua lukanya, menyerang membabi buta tak menyisakan satu pun yang lolos, lalu pergi ke rumah sakit, bahkan luka ditubuhnya tak ia hiraukan, dia juga memimpin sendiri jalannya operasi pengangkatan peluru pada tubuhnya"


"Setelah selesai Queen menangis, ini pertama kali selama kami bersama, dia hanya menangisi sosoknya yang rela berkorban demi dirinya"


"Hah bahkan orang lain mengorbankan diri untuknya, orang tuanya sendiri malah membuangnya"


"Ma? "


"Apa Ratu, berikan Mama alasan yang tepat kali ini. Apa kamu pikir tanpa dirinya kami bisa hidup tenang sampai sekarang, kalian tak akan pernah tahu bagaimana bahaya mengintai kalian setiap saat. Karena Papa kalian masih melindungi kalian semua"


"Sudah dulu ma, kita bahas nanti, sebaiknya Mama istirahat saja dulu" bujuk Ratih, dirinya tak ingin melihat raut wajah mamanya yang marah.


"Sekarang Mama mau kenalin semua cucu Mama"


Ratih memberi kode pada Erland karena dirinya adalah anak tertua di keluarga jadi harus dari dirinya yang memperkenalkan diri. Dengan percaya diri Erland memperkenalkan diri beserta calon istrinya, disusul dengan Elang. Lalu Audy setelahnya. Nyonya Besar Izhaka tak merubah raut wajahnya saat mereka memperkenalkan diri, membuat mereka gugup setengah mati.


"Dimana Rey? "


"Bang Rey kalau gak salah kata Chacha itu lagi ke luar kota, nek" Karin menjawab.


"Ya, tindak lanjut perusahaanya" tambah Nena.


"Danial? "


"Nial masih di luar negeri, Ma" jawab Tuan Ibra.


"Oh, Bang Danial di Manhattan" celetuk Zeze.


"Ngapain dia disana, nenek kan udah disini"


"Loh Bang Danial kan dampingi Chacha buat rebut lencana mafia tertinggi" jawab Karin membuat Chiara dan Elang menepuk jidat bersamaan.


"Papa kenapa gak kasih tahu Mama soal ini dari tadi? "


"Eh kok jadi Papa yang kena"


"Papa gak tau gimana bahaya nya. Tahun lalu Nisha juga ikut, berhasil menduduki posisi kedua"


"Bagus dong, Ma"


"Bagus apaan setelahnya dia koma" Chiara mencebik.


"Siapa Nisha? " tanya mereka hampir serempak.


"Queen Danisha Izhaka alias Chacha" jawab Elang santai membuat mereka melotot tak percaya.


"Jadi nama Chacha itu Danisha? "


"Ya, jadi mengetahui identitas aslinya? "


"Maaf nek, Elang lancang membuka berkas itu"


"Takdir meminta melalui tanganmu, Elang. Siapa yang menemaninya selain Danial, karena nenek yakin kali ini lebih berbahaya. Meskipun ada ayah angkatnya. Namun ini perebutan mafia tertinggi dunia" kali ini mereka benar-benar tak percaya apa yang ada dipikiran Chacha, gadis itu benar-benar mencari kematiannya sendiri.


"Pandu nek"


"Kenapa bukan kamu, Chiara? "


"Chiara menunggu instruksi untuk menyusul nek"


"Apa kita bisa terhubung dengannya? "


"Bisa setelah dia mendarat nek"


"Baiklah"


"Sebaiknya Mama istirahat dulu, kalian juga istirahat lah dikamar tamu. Kita sambung nanti lagi" Ratih memberi perintah kali ini.


Bu Ratu dan Ayah Gun sedari tadi hanya menunduk tak berani mengangkat kepalanya. Mendengar kenyataan tentang putri mereka cukup membuat hati mereka terluka. Apalagi Ayah Gun, dirinya ayahnya tapi malah membiarkan putrinya mengalami kemalangan diluar sana. Bahkan orang lain saja mempertaruhkan hidup untuk nya. Lalu apa ia pantas disebut sebagai ayah dari gadis yang menjadi anaknya itu.


...****************...

__ADS_1


2000 kata sayang, langsung disatuin gak usah double up ya. Maaf update di jam pocong. Karena real life author cukup sibuk jadi mohon dimaklumi.


see you next chapter all ❤


__ADS_2