Call Me Queen

Call Me Queen
Acara Pertunangan


__ADS_3

Acara yang ditunggu-tunggu Audy akhirnya tiba, yaitu pertunangannya. Meskipun bukan digelar di hotel bergengsi sekelas Izhaka dia masih mampu menyombongkan dirinya dihadapan teman-temannya nanti.


Satu persatu undangan telah hadir ditempat acara. Tampak di sana keluarga Effendy sedang berkumpul dengan rekan kerja Ayah Gun.


Audy terlihat anggun dengan memakai gaun berwarna navy dengan segala aksesoris mahal yang dikenakannya. Dirinya terus mendongakkan kepalanya tanda bahwa dia ratunya malam ini.


Sedangkan Bu Ratu hanya bisa menghela napas melihat kelakuan anak sulungnya itu. Bahkan dirinya harus duduk di kursi roda agar dapat menghadiri acara tersebut.


Mendekati acara dimulai rombongan keluarga Pandey datang membuat suasana menjadi riuh. Kevin yang menggunakan pakaian dengan warna senada dengan Audy tampak pas ditubuhnya. Audy hanya tersenyum malu-malu ketika Kevin melemparkan senyum manis padanya.


"Beruntung sekali nona sulung keluarga Effendy bisa bertunangan dengan tuan muda keluarga Pandey, lihatlah betapa tampannya dia" ucap salah satu tamu yang yang hadir.


"Iya,aku jadi iri melihatnya"


"Bayangkan saja, bagaimana jika mereka menikah nanti dan memiliki anak. Betapa lucunya"


"Yang satu tampan, yang satu cantik. Pasangan serasi"


Bisikan-bisikan tersebut membuat Audy semakin di atas angin. Dirinya merasa bangga karena banyak yang memujinya.


Setelah keadaan cukup tenang, ruangan tersebut kembali dihebohkan dengan datangnya pemuda tampan dengan penuh karisma memasuki ruangan tersebut. Pemuda tersebut langsung menghampiri sang tuan acara.


"Maaf kalau saya datang terlambat Tuan Gunawan" ucap pemuda itu


"Oh tidak apa-apa Tuan King, acara belum dimulai" jawab Ayah Gun.

__ADS_1


Audy terdiam kaku melihat orang yang dipanggil King oleh sang ayah. Dirinya terpesona oleh ketampanan pemuda tersebut, dengan pembawaan yang tenang serta percaya diri tinggi membuat Audy semakin tertarik.


Dia adalah King, pemuda yang menemui Chacha di sekolahnya.


"Ya tuhan dia kah direktur Izhaka itu?"


"Tampan sekali"


"Andai aku dekat dengannya"


King hanya diam dengan wajah dingin namun tenang mendengar bisikan-bisikan memuji dirinya.


Tak selang berapa lama ruangan tersebut kembali dibuat heboh dengan sekumpulan remaja yang datang ke acara tersebut. Siapa lagi kalau bukan Chacha dan lainnya.


"Maaf nona dia datang bersamaku malam ini" jawab Levy dingin.


"Emang lo siapa hah? Security" teriak Audy membuat keadaan hening seketika.


Sedangkan para remaja tersebut tetap berdiri dengan tenang. Bu Ratu yang melihat kejadian itu hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan putri sulungnya. Ayah Gun kaget dengan kedatangan Chacha dan sahabatnya karena Audy melarang siapapun untuk mengundang mereka.


"Ya nona ada yang bisa saya bantu"


"Siapa yang membiarkan mereka masuk?" tanya Audy menahan amarahnya.


"Mereka masuk dengan undangan nona"

__ADS_1


"Tidak mungkin"


Para remaja tersebut secara serempak mengeluarkan undangan dan disodorkan pada Audy. Melihat nama yang tertera membuat Audy tak percaya.


"Kalo lo pikir. Lo segalanya di atas gue lo salah. Mereka memang masih remaja tapi mereka gak pakai trik murahan buat sampai diposisi tinggi" bisik Chacha ditelinga Audy lalu meninggalkannya. Dirinya memilih menyapa sang bunda.


Bu Ratu tersenyum lembut melihat bungsunya dan lainnya berjalan kearahnya. Dirinya bahkan dibuat takjub dengan penampilan Chacha. Gaun putih dibawah lutut, rambut digerai dengan jepitan kecil menghiasi rambutnya membuat dirinya tampak seperti anak kecil, dan yang membuat Bu Ratu terkekeh adalah bungsunya masih menghindari yang namanya sepatu hak tinggi. Chacha lebih nyaman menggunakan sepatu kets.


"Bunda kira kamu bakalan pakai sandal jepit Cha" goda Bu Ratu langsung saat bungsunya tiba didepannya.


Chacha memandang kearah kakinya dan menatap bundanya. Tampak semburat merah muncul dikedua pipinya.


"Ceila lu tau malu juga Cha" celetuk Karin yang melihat muka Chacha memerah.


"Gue bukan lo yang gak tau malu Karin" balasnya sambil mendelik membuat semua lainnya terkekeh. Perdebatan antar sahabat itu selalu membuat Bu Ratu tersenyum sendiri melihat kelakuan mereka.


"Dia siapa Cha?" tanya Bu Ratu menunjuk Levy.


"Levy tante, saya menggantikan papa saya untuk hadir" jawab Levy. Bu Ratu mengangguk puas.


Mereka terlibat perbincangan ringan, sesekali terdengar suara tawa dari kelompok mereka membuat tamu lainnya menoleh karena penasaran. Ada juga yang takjub dengan kehangatan yang mereka ciptakan.


Tak selang berapa lama acara dimulai. Mulai dari sambutan Ayah Gun sebagai pemilik acara malam ini hingga acara tukar cincin pun berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Namun, tiba-tiba


Dorr...

__ADS_1


__ADS_2