
Kali ini kantin terlihat lebih ramai dari biasanya. Karena para siswa banyak yang berkumpul di kantin setelah melakukan ujian akhir.
"Gila gak nyangka gue tar lagi lulus" ujar Putra.
"Yakin banget bakalan lulus lo Put"
"Jangan gitu lah pak bos, aminin kek" Putra menekuk wajahnya setelah mendengar candaan Levy.
"Mana nih para betina tumben lamban?" tanya Kinos yang baru datang dengan beberapa cemilan ditangannya.
"Toilet"
"Ke toilet berjamaah pula"
"Lu ngatain kita Nos" Zeze memasang muka sangarnya setelah dirinya tak sengaja mendengar perkataan Kinos.
"Ampun bang jago"
"Lu kira gue abang-abang apa"
"Debat teros jodoh tau rasa" ucap Karin dengan santainya membuat mereka berdua bungkam.
"Lev lo kapan berangkat?" tanya Elang.
"Lusa"
"Cepet banget sih Le" Chacha cemberut mendengar jawaban Levy.
"Diundur juga boleh…" Levy menggantung ucapannya.
"Beneran?" tanya Chacha dengan mata berbinar.
"Baliknya juga lambat" jawaban Levy memebuat Chacha mencebik kesal. Levy hanya tersenyum menanggapinya.
"Kita anterin ke bandara pak bos" usul Putra.
"Terserah lo pada asal gak ngerepotin gue mah bebas"
"Lele se mobil bareng gue" keputusan mutlak Chacha membuat semuanya menoleh.
"Gak bakalan ada yang rebut aku dari kamu sweety" Levy mengelus pelan kepala Chacha sambil terkekeh.
__ADS_1
"Heran gue sama sikap lo sejak pulang dari mall" Nena mulai angkat suara.
"Heran kenapa?" tanya Chacha dengan polosnya.
"Lu posesive sama si Levy" cibir Karin.
"Bodoh amat"
"Lah nih anak kerasukan kali ya" Fany memegang dahi Chacha lalu menggeleng.
"Kenapa Fan?"
"Sakit dia" ucapan Fany membuat semuanya tertawa. Chacha hanya mencebik kesal lalu masuk kedalam pelukan Levy.
"Lo sendiri berangkat kapan Cha?" tanya Karin mulai serius.
"Tergantung mood gue sih"
"Habis ultah lo aja gimana. Kita rayain ultah lo bareng"
"Gak asik gak ada Lele"
"Pengen gue cemplungin ke parit nih anak deh serius" gemas Elang.
"Rencananya gue bakalan buat acara di mansion. Tapi kita liat ntar lah, takutnya ayah sama bunda juga buat acara kan bentrok ntar"
"Kita tunggu kabar dari lo aja"
"Lusa ultah bunda kerumah yes" ajak Chacha pada lainnya.
"Kan kita antar pak bos" Putra dengan wajah cengonya.
"Pulangnya gubluk" satu sentilan manis mendarat apik didahi Putra.
Putra mendelik sinis melihat sang pelaku yang tak lain adalah Nena. "Untung cantik"
"Ape lu kata?" tanya Nena.
"Gue ganteng gue diem" Putra langsung diam tanpa suara.
"Ganteng dari bagian mana sih nih anak?" tanya Kinos sambil memegang wajah Putra dan memperhatikan dengan seksama.
__ADS_1
"Ketemu gak Nos?"
"Gak ada Ze, rusak kali otaknya nih anak" lainnya tertawa dengan keras kali ini mengundang perhatian beberapa siswa lainnya.
"Puas lu pada ngejek gue"
"Kagak usah ngegas, selow yes" Nena dengan suara lembut sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Mau ku culek mata kau"
"Kampret" lainnya tertawa lagi melihat keduanya berdebat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Chacha memasuki rumahnya dengan wajah ditekuk membuat penghuni rumah heran.
"Non cantik kenapa ditekuk mukanya" tanya bi Asih.
Si Mbok sekarang sudah tak bekerja di kediaman Effendy lagi tapi Chacha tetap menunjang semua kebutuhannya.
"Mager mau ke atas. Abang belum pulang?" lalu menghempaskan dirinya ke sofa.
"Abang mu masih di kantor, Cha" jawab Bu Ratu.
"Tumben biasanya jam segini dah ribut nih rumah"
"Kan lo yang biasanya bikin rumah ribut" sinis Audy.
Chacha hanya mendelik menanggapi ucapan Audy.
"Chacha cantik Chacha diem" ucapnya cukup lantang lalu dirinya diam sambil memainkan ponselnya.
"Gimana ujian kamu nak?" tanya Bu Ratu.
"Lancar kok bun"
"Syukurlah. Cha lusa lan bunda dan kakak mu ulang tahun"
"Acaranya dimana?"
"Dirumah ini. Kan tak lama setelahnya ultah kamu, ayah sama bunda bakal buat acara kamu di hotel"
__ADS_1
Audy melotot tak percaya dengan apa yang dikatakan bundanya.
"Chacha buat acara di mansion aja" lalu meninggalkan ruang tamu berlalu ke kamarnya.