
Malam pun tiba di kediaman Effendy semuanya sudah siap kecuali satu orang. Chacha. Dirinya tengah sibuk dengan berkas-berkas di mejanya sebelum meeting dilakukan.
Dibawah tak lama kemudian dua mobil terparkir apik didepan rumah, keluarga Effendy sudah siap menyambut sang tamu.
"Tuan Pandey?" ucap Ayah Gun.
"Loh Tuan Effendy" ucap sang tamu. Lalu mereka berpelukan layaknya teman lama.
"Gak nyangka kalo anak mu Gun yang buat anakku klepek-klepek" ucap Tuan Pandey lagi.
"Siapa juga yang tahu Sean, anakku aja gak bilang kalo itu kamu" jawab Ayah Gun.
Sedangkan yang dibicarakan hanya tersenyum malu-malu. Kadang-kadang melirik sebentar kearah pemuda blasteran yang dia sebut kekasihnya itu.
"Ayo masuk Tuan Nyonya. Ayah kok malah ngajak tamu ngobrol didepan pintu" Bu Ratu menginterupsi.
"Eh lupa. Ayo-ayo masuk"
Mereka semua masuk kedalam dan duduk diruang tamu. Tak lama mereka berbincang Rey datang.
"Ayah bunda Rey pulang. Eh ada tamu maaf" ucap Rey canggung dirinya lupa kalau malam ini ada pertemuan keluarga.
"Kok baru pulang jam segini Rey?" Bu Ratu langsung menodong Rey dengan pertanyaan.
"Mobil Ayah mogok Bun, jadinya telat sampek rumah kan. Ya udah Rey bersih-bersih dulu. Mari om tante" Tuan Pandey dan Nyonya Pandey hanya mengangguk melihat kepergian Rey.
"Bukannya kamu punya dua putri Gun?" tanya tuan Pandey.
"Ya dia sedang sibuk di kamarnya. Maaf dia gak bisa bergabung saat ini"
"Nona bungsu Effendy si jenius itu pa?" tanya Nyonya Pandey heboh pada suaminya.
"Iya ma. Santai dong ma" jawab Tuan Pandey. Sedangkan yang lain hanya terkekeh melihat sikap tamunya.
"Eh maaf" ucapnya malu.
"Gak papa kok gak usah malu" timpal Bu Ratu.
Setelah hening beberapa saat, akhirnya sang tamu angkat bicara. Membicarakan tujuan utamanya datang bertamu ke kediaman keluarga Effendy.
"Jadi gini Gun maksud dan tujuan kami datang kesini untuk melamar putri sulung mu untuk putra semata wayang ku" ucap Tuan Pandey to the point.
"Kalau aku pribadi setuju saja tapi semua keputusan ada ditangan sang pemeran utama malam ini" jawab Ayah Gun. Sedangkan Audy hanya tersenyum malu-malu.
"Gimana nak. Kamu setuju apa nggak?" ucap Bu Ratu lembut sambil mengusap rambut anaknya.
__ADS_1
Audy hanya mengangguk pelan lalu berucap "Audy mau yah"
"Nah Audy sudah memutuskan jadi mulai saat ini saya serahkan keamanan Audy sama kamu. Siapa nama kamu?" tanya Ayah Gun.
"Gimana sih sama calon mantu sendiri kok gak tau namanya" cibir Bu Ratu.
"Nama saya Kevin om" jawab pemuda yang sedari tadi diam.
Ya dia adalah Kevin Pandey yang tak lain dan tak bukan adalah mantan kekasih Chacha. Adik dari calon tunangannya.
"Ya karena sudah sama-sama setuju gimana kalau kita langsung tentukan tanggal pertunangan mereka" usul Ayah Gun.
"Kalian berdua gak keberatan kan?" tanya Bu Ratu kali ini.
"Kami ngikut aja Yah Bun" jawab Audy.
Belum lagi Ayah Gun mengucapkan kata lagi seseorang turun dari tangga menarik perhatian orang-orang yang sedang berkumpul di ruang tamu.
Chacha. Ya yang sedang menuruni tangga adalah Chacha. Dengan balutan celana hotpants dan baju kebesarannya membuat dirinya makin terlihat mungil. Kaki kecilnya menuruni tangga dengan apiknya tanpa dirinya sadari bahwa dia menjadi pusat perhatian orang-orang di ruang tamu.
"Lo bukannya nanya kabar gue malah nanyain oleh-oleh" ucapnya yang masih terdengar sampai ruang tamu.
"...."
Semua orang yang ada di ruang tamu hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Chacha kecuali satu orang. Kevin. Dirinya terdiam kaku ketika melihat gadis kecilnya ada di rumah ini. Berarti dia memiliki identitas tak biasa. Bahkan mamanya sangat mengaguminya.
"Anak itu kebiasaan asal nyelonong aja. Maafkan anak bungsuku ya Sean" ucap Ayah Gun.
"Dia anak bungsu mu?" tanya Tuan Pandey lagi hanya dijawab anggukan oleh Ayah Gun.
"Cantik ya pa" ucap Nyonya Pandey antusias.
Sedangkan Audy jangan ditanya lagi mukanya sudah memerah karena menahan amarah. Lagi-lagi Chacha merebut perhatian yang harusnya ditujukan pada dirinya.
"Menantu kita juga tak kalah cantik kok ma" timpal Tuan Pandey.
"Sudah waktunya makan malam. Mari semua ke meja makan" ajak Bu Ratu yang langsung disetujui oleh semuanya.
"Mbok panggil Rey sama Chacha biar gabung sama kita" Bu Ratu menyuruh Si Mbok.
"Baik Nya"
Lalu si mbok berjalan menuju kamar Rey terlebih dahulu baru ke kamar Chacha. Namun ketika sampai di kamar Rey Si Mbok tak menemukan keberadaan sang pemilik kamar jadi Si Mbok langsung ke kamar Chacha.
tok.. tok... tok...
__ADS_1
"Non cantik dipanggil Nyonya untuk makan malam" ucap Si Mbok dari luar kamar.
Chacha membuka pintu dan menyembulkan kepalanya saja. "Oke Mbok bentar lagi Chacha turun" ucapnya langsung menutup pintu lagi.
Tak selang berapa lama Chacha keluar dengan tampilan berbeda dari yang tadi. Kali ini dirinya memakai jeans panjang di padukan dengan kaus berwarna putih ditambah jaket hitam. Dirinya turun dengan beberapa paper bag ditangannya.
"Tuan muda gak ada di kamarnya Nya" ucap si mbok.
"Loh kok bisa?" tanya Ayah Gun pasalnya dirinya tak melihat Reyhan keluar.
"Kenapa Mbok?" tanya Chacha sesampainya di meja makan.
"Itu non, tuan muda gak ada di kamarnya"
"Gedor aja kamar mandinya dia kalo kecapekan biasanya ketiduran sambil berendem" jawab Chacha langsung diangguki oleh Si Mbok.
"Ayah Bunda ini oleh-oleh dari Chacha maaf Chacha kasih disini Chacha kali ini nginep di rumah mama sama papa ya. Chacha mau ngecek rumah itu dulu sebelum direnovasi"
"Loh kata siapa mau direnovasi, nak?" tanya Bu Ratu.
"Abang, sebelum nikah harus sudah selesai katanya. Bikin orang repot aja tuh emang"
"Kamu gak capek?" tanya Ayah Gun hanya dijawab gelengan kepala oleh Chacha.
"Dan ini untuk om sama tante maaf kalau kurang pas soalnya Chacha juga belinya random" sambil menyodorkan paper bag ke arah tuan dan nyonya pandey. Audy yang melihat itu hanya tersenyum sinis. Pencitraan pikirnya.
"Ini buat lo kagak usah ngiri sama mobil gue. Balikin mobil Abang" ucapnya sambil melempar sebuah kunci mobil kearah Audy.
"Chacha berangkat Yah Bun. Mari om tante" pamitnya langsung pergi begitu saja. Membuat kedua orang tuanya hanya geleng kepala saja.
Disisi lain Kevin memandang Chacha dengan pandangan rumit. Dia tak menyangka kalau mantan kekasihnya adalah adik dari calon tunangannya.
"Kok balik lagi Cha?" tanya Bu Ratu yang melihat Chacha masuk lagi kedalam rumah dan akan menaiki tangga.
"Salah ambil kunci mobil, Bun" jawabnya sambil nyengir lalu menaiki tangga dengan cepat.
"Oh ya mereka berdua akan tunangan kan?" tanya Chacha saat turun tangga.
"Iya nak"
"Chacha urus gedungnya ya. Chacha pastikan gak akan mengecewakan anggap aja Chacha nyumbang gitu" ucapnya sambil terkekeh langsung berlari kedepan.
"Ada-ada saja bungsu mu itu Gun"
"Sikapnya kembali lagi. Ini yang aku harapkan"
__ADS_1