Call Me Queen

Call Me Queen
Iri


__ADS_3

part ini lebih banyak narasi daripada dialog ya. so enjoy this part guys.


...****************...


1Ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh pasangan Elang dan Karin. Dimana hari ini mereka akan mengikrarkan janji suci mereka berdua. Menyatukan dua perbedaan menjadi satu. Siapa yang akan menyangka jika Elang yang kalem dan pendiam berjodoh dengan gadis berisik nan petakilan seperti Karin. Namun, siapa yang dapat menolak takdir?


Ijab qobul akan dilaksanakan pagi ini dikediaman keluarga Anderson. Sesuai permintaan kedua mempelai, mereka ingin akad nikah mereka hanya dihadiri oleh keluarga besar dan kerabat dekat. Karena mereka menginginkan suasana yang hikmad dan sakral.


Kediaman Anderson dihias dengan nuansa putih dan gold. Karin mempercayakan urusan dekor pada Chacha dan kawan-kawannya. Tak perlu mengundang WO karena Chacha sendiri adalah pemilik WO terkenal di kota itu. Mereka bahkan tak percaya jika Chacha juga membuka usaha di bidang itu. Chacha benar-benar menyulap kediaman Anderson seperti keinginan Karin.


Sedangkan sang bintang kali ini sedang duduk manis di depan cermin yang memantulkan bayangan dirinya. Karin begitu anggun dengan kebaya putih yang menempel apik ditubuh langsingnya. Kebaya yang khusus dibuat untuk dirinya seorang, bertabur batu swarovski di bagian bahu hingga dada membuat tampilannya begitu sederhana namun glamor. Ditambah dengan ekor yang cukup panjang menjutai dibelakangnya. Jika Karin berjalan dipastikan akan menyapu lantai. Jika ditanya siapa dibalik adibusana Karin kali ini. Siapa lagi kalau bukan sahabat serba bisanya itu, Chacha. Bahkan dirinya harus meneror Chacha tiap hari hanya untuk menanyakan pakaian yang akan ia gunakan untuk pernikahannya. Mulai dari kebaya hingga gaun yang akan dikenakan. Tak lupa pula untuk anggota keluarga inti, Chacha benar-benar dibuat pusing dengan celotehan Karin.


Para sahabatnya tak kalah anggun menggunakan setelan kebaya berwarna salem, mereka akan menjadi pengiring pengantin. Hanya bertiga, Fany, Nena dan Zeze. Jika bertanya dimana Chacha, jawabannya adalah di luar. Chacha terpaksa tak bergabung, karena bagaimanapun Karin adalah sahabat sekaligus bawahannya. Nama Karin mencuat sebagai sniper andalan Chacha, membuat para musuh mengambil kesempatan ini. Jadi mau tidak mau Chacha yang memimpin penjagaan kali ini. Jangan lupakan suami yang terus berada disampingnya. Mendampingi kemanapun sang istri melangkah. Definisi bucin sesungguhnya.


Dikamar lain tak kalah menakjubkannya dengan Karin. Elang. Sang pengantin pria yang terlihat gagah dengan setelah berwarna putih. Elang sedang duduk di sofa, menyandarkan kepalanya. Tangannya memegang peci yang belum ia pakai. Memejamkan matanya sejenak. Wajahnya terlihat tenang namun sesungguhnya jantungnya berdetak dua kali lipat. Apalagi kehadiran para sahabatnya yang terus menggodanya sejak tadi.


"Gugup ya Lang? " Tanya Kinos usil.


"Jangan ditanya, Nos. Lihat tangannya dingin man" Tambah Putra.


"Sialan kalian" Umpat Elang.


"Sayang pak bos gak ada di sini" Lirih Putra.


"Nanti malam, Levy sama Chacha janji bakalan hadir di resepsi" Kata Elang.


"Lagi tuh anak kemana sih? " Kinos penasaran.


"Levy sama Chacha pegang kendali keamanan. Karena Chiara belum balik buat mimpin pasukan. Caesar masih di LA" Jelas Elang


"Eh iya ya, si Chiara lama hilang dari peredaran"

__ADS_1


"Kata Chacha lagi dikirim kemana tuh anak, buat ngurus problem si Chacha"


"Gak nyangka tau nggak si Chiara bisa akur sama Chacha, bahkan jadi tangan kanannya langsung"


"Awalnya gue juga gak percaya, tapi siapa yang bisa menebak takdir. Mereka yang dulunya musuh bebuyutan bisa jadi partner"


"Takdir memang rumit untuk dimengerti"


Obrolan receh itu dapat mengurangi tensi ketegangan yang dirasakan oleh Elang. Hingga ketukan di pintu, menghentikan obrolan mereka, wajah Elang yang semula lebih rilex kini kembali menegang. Dirinya dipanggil oleh sang kakak untuk mengucapkan janji suci, untuk mengikat gadis yang menguasai hatinya.


Elang berjalan dengan mantap menuruni anak tangga, langkahnya tegas dengan wajah yang sedikit mendongak, rupanya Elang dapat menguasai dirinya dikala kegugupan melanda. Kinos dan putra dengan setia mendampingi Elang dibelakangnya.


Dikamar yang bersebelahan dengan dengan milik Elang tadi, Karin sudah meremas tangannya saat akad akan dimulai. Dirinya masih berdiam di kamar. Menyaksikan Elang yang akan mengucapkan janjinya didepan ayahnya dan semua orang yang hadir melalui televisi yang ada didalam kamar. Karena acara Karin disiarkan langsung oleh beberapa siaran televisi. Selain sebagai model, Karin berhasil memupuk kariernya menjadi seorang aktris. Jadi tak heran jika para media meliput acaranya. Apalagi dengan posisi Elang sebagai wakil CEO di perusahaan milim Chacha, membuat reputasi Karin makin naik.


Di ruang tengah, Elang sudah duduk berhadapan dengan ayah Karin dan pak penghulu. Elang menenangkan detak jantungnya sebelum menjabat tangan orang yang sebentar lagi akan menjadi ayah mertuanya.


Dengan satu kali tarikan napas, Elang berhasil mempersunting Karin sebagai istrinya. Wanita miliknya, hanya miliknya. Kata sah, membuat Elang menghela napas lega.


Hingga tak lama kemudian, ketukan pintu melerai pelukan mereka. Menampakkan sosok Diva, istri dari Erland, kakak iparnya. Diva mengatakan jika saatnya Karin turun. Jantung Karin bertalu-talu saat ini. Gugup yang pasti, namun kehangatan dari tangan sahabatnya seakan memberi kekuatan tersendiri bagi Karin. Senyum hangat sahabatnya menular pada dirinya, hingga mereka menuntun Karin untuk menemui suaminya.


Karin turun dengan diapit oleh si kembar. Nena berjalan dibelakang membawa buket bunga milik Karin. Semua pandangan teralihkan pada sosok Karin yang sedang menuruni anak tangga. Karin memang sudah terbiasa dengan yang namanya make-up. Namun kali ini aura yang dipancarkan Karin berbeda dengan biasanya, apa mungkin gara-gara pengantin baru kali ya.


Elang tersenyum tampan menyambut kedatangan istrinya. Dirinya dengan gentle berdiri dan melangkah sedikit untuk menjemput sang istri. Karin dengan malu menyambut uluran tangan yang akan ia genggam mulai saat ini.


Setelah menandatangani berkas-berkas yang dibutuhkan. Karin langsung meminta doa restu pada kedua orang tuanya dan kedua mertuanya. Dimana mereka berdua bersimpuh dihadapan kedua orang tuanya. Tepat acara kali ini benar-benar menguras emosi, dimana banyak yang menitikkan air matanya. Melihat bagaimana ayah Karin menitipkan anak gadisnya pada Elang. Membuat hati para orang tua bergetar.


"Papa titipkan anak manja papa padamu, Lang. Jaga dia seperti papa menjaganya. Tegur dia seperti papa menegurnya. Dia berlian yang papa jaga dengan segenap jiwa dan raga papa, kini tugas itu berpindah padamu, nak. Jika suatu saat kau bosan padanya, jangan menghina atau memakinya. Apalagi melukai batin dan fisiknya. Kembalikan dia secara baik-baik pada papa, karena papa masih sanggup menghidupi nya "


Air mata Karin mengalir dengan deras mendengar perkataan sang ayah. Tak bisa dipungkiri, Karin memang gadis manja. Hingga suatu hari perusahaan ayahnya terpaksa bangkrut karena tertipu proyek bodong, Karin dengan sadar meninggalkan sifat manjanya berubah menjadi gadis mandiri. Hingga dirinya dipertemukan dengan Chacha, memberikan kembali kemewahan yang dulu sempat hilang dari dirinya. Sejak saat itu Karin menjadi begitu dengan ayahnya, nasihat dan pesan-pesan ayahnya selalu ia dengarkan. Sekarang dirinya harus berjauhan dengan ayah, guru sekaligus teman berbagi nya. Karena kehidupan baru telah menantinya.


Sedangkan di tempat lain, di sebuah ruangan kontrol sepasang suami istri sedang menyaksikan acara yang berlangsung begitu sakral itu.

__ADS_1


"Kenapa mukanya ditekuk gitu, gak suka lihat Elang nikah sama Karin? "


"Ish, mana ada coba. Aku seneng lihat mereka bersatu"


"Terus itu muka kenapa ditekuk gitu coba"


"Iri aja"


"Iri kenapa? Kenapa bukan kamu yang dinikahi gitu maksudnya?"


"Iri, karena aku dinikahin dadakan, mana cuma pakai baju kamu doang lagi, kamu juga pakai kaos. Gak ada romantis-romantisnya tau. Mana nikah karena digrebek warga lagi, ya ampun"


"Ya udah nanti kita nikah lagi"


"Mana ada gitu sih, Mas. Kami ada-ada aja deh"


"Kita belum resepsi sayang, ingat itu"


"Iya iya ih. Udah gak usah iri, bagaimana pun cara Tuhan menyatukan kita. Aku yakin takdir yang menggiring kita bersatu, meskipun cara kita bersatu cukup ekstrim"


Mereka berdua tertawa karena obrolan mereka sendiri.


...****************...


yuhuu, setelah lewat beberapa hari akhirnya luka author kering guys, maklum lah pecinta kucing macam author ini kalo gak gelud kurang asik rasanya. alhamdulillah hasilnya tangan kanan robek dikit. dikit sih tapi perihnya itu loh 😢 becanda ah, tapi emang cukup dalam sih robeknya.


maka dari itu author minta maaf karena keterlambatan up, karena emang susah buat ngetik.


so, sebelumnya author mau ngucapin makasih buat kalian yang masih stay di novel author.


jangan lupa mampir di JANDA KEMBANG author ya.

__ADS_1


__ADS_2