
"Dan dia adalah kakak ipar ku"
"Maksud kamu apa? " tanya Tony dengan nada yang tak enak didengar.
"Jelaskan, Vin. Jangan sampai Chacha yang turun tangan" ucap Levy santai namun masih terdengar dingin.
Keadaan hening, tak ada yang ingin membuka suara. Sebagian dari mereka masih menatap Tiara dan Kevin secara intens.
"Bicaralah" ucap oma.
"Tiara" panggil Levy. "Kamu mau bicara disini atau aku seret lagi ke kantor polisi? "
Mendengar perkataan Levy membuat semuanya melotot kaget, pasalnya orang tuanya langsung meminta Levy mencabut laporannya saat tahu Tiara adalah sepupunya.
"Baiklah biarkan oma yang bertanya. Pemuda di samping kamu ini siapa? "
"Saya... "
"Biarkan Tiara yang menjawab, sebagai keturunan Rahardian, dia harus memiliki sikap tanggung jawab dalam dirinya" kata oma dengan tegas.
"Dia Kevin Pandey, oma" Tiara akhirnya bersuara meskipun nadanya terdengar bergetar karena gugup.
"Siapa dia bagimu? "
"Kekasihku"
"Benar kata papa kamu, kalau kalian akan bertunangan? "
"Iya"
Levy menghela napas panjang, apa jadinya jika Chacha mendengar hal ini. Bisa mengamuk dia disini. Levy tak bisa memikirkan itu.
"Kau begitu terburu-buru untuk tidur di jalanan rupanya, Kevin"
Semuanya langsung menoleh ke arah sumber suara, terlihat Chacha berdiri dengan santai menyandar pada penyangga tangga.
"Nona Tiara, anda belum amnesia bukan, jika Kevin adalah kakak ipar saya? "
"Kamu jangan mengada-ngada. Kamu hanya iri kan" hardik Tina.
"Buat apa saya iri, jika saya mau, malam ini juga saya bisa menendang keluarga dia dari tempat terhormat nya" berjalan santai untuk bergabung ke arah keluarga yang berkumpul.
"Jangan terlalu sombong, kamu hanya wanita beruntung yang dinikahi oleh ponakan saya yang kaya. Kalau tidak bagaimana kamu bisa hidup enak" sinis Tina.
Mendengar perkataan Tina, membuat Lena melotot tak percaya. Adik iparnya ini ternyata sangat bodoh dan kurang update sebagai istri pengusaha terkenal.
"Terjawab sudah dari mana asal kepongahan mu nona Tiara. Kau mengatakan jika kakak saya wanita murahan, lalu apa kabar dengan dirimu yang berkencan dengan suami orang? " ucap Chacha dingin.
Opa dan oma langsung menatap Tiara tajam. Sedangkan yang lainnya menatap Tiara penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Saya masih mengingat jelas perkataan anda yang mengatakan jika kakak saya seorang ja*ang. Jika Audy seorang ******, lalu apa sebutannya untuk anda yang keluar masuk hotel dengan laki-laki yang berbeda? "
Tubuh Tiara bergetar, kaget dengan penuturan Chacha. Takut dengan reaksi keluarganya, dan bimbang harus menjawab apa?
"Jaga omongan mu" hardik Tony.
"Maaf om, jika om meminta bukti dengan hati saya bisa memberikannya"
"Tiara itu anak baik, kamu jangan membuat fitnah ya" Tina melotot kesal pada Chacha.
"Itu di hadapan kalian. Dan lo Kevin, jika terbukti anak dalam kandungan Audy anak lo, bersiaplah. Siapapun yang ikut andil dari retaknya rumah tangga lo, gue balas satu per satu. Apalagi sampai menghina keturunan dari Effendy" ucap Chacha dingin.
Kevin masih terdiam, tak menjawab ataupun membantah. Dia hanya bisa diam saat ini.
"Tiara jika kamu berpikir saya akan membantu, kamu salah" ucap Levy.
"Tiara? "
"Iya, opa? "
"Kamu membuat opa kecewa"
"Belum ada bukti pa, siapa tahu dia hanya membual" Tina masih saja membela Tiara.
"Jadi kau berpikir jika cucu menantuku membual? " tanya oma yang diangguki oleh Tina. "Kau tak mengenal siapa dia? "
"Hanya gadis beruntung yang di nikahi oleh Levy"
"Tiara? " panggil Lenardi.
"Iya, om? "
"Berangkat ke luar negeri dan tinggalkan Kevin. Dia pria beristri, lanjutkan kuliah mu di sana. Om akan tanggung semua biayanya"
"Jangan, pa. Biarkan aku yang menanggung nya" ucap Chacha. "Silahkan pilih universitas dan fakultas yang kamu mau, jika memang ingin kuliah di luar negeri. Aku bisa menutup rapat semua informasi kamu. Tapi dengan satu syarat hentikan semua hal gila yang biasa kamu lakukan"
Semuanya mengernyit bingung, Chacha seakan tau semuanya.
"Tapi aku mencintai Kevin" lirih Tiara.
"Cinta? Sekarang aku tanya Tiara, jika Kevin menjadi suamimu dan dia meninggalkan mu dalam keadaan hamil, lebih memilih selingkuhannya. Apa yang kamu rasakan? "
Tiara terdiam mendengar pertanyaan Chacha. Tiara membayangkan bagaimana jika dirinya ada di posisi Audy, sanggupkah dirinya bertahan.
"Keputusan ada di tangan mu Tiara, kau boleh terus bersama Kevin. Maka tepat dengan keluarnya bukti DNA nanti, bersiaplah aku akan menendang Kevin dan keluarganya dari kursi kehormatannya selama ini. Begitu juga keluarga mu. Aku tak pandang bulu pada siapapun yang menghina keturunan Effendy secara langsung"
"Bocah miskin seperti tau apa? "
"Hentikan Tina" ucap Lenardi tegas. "Cukup menghina menantu ku, beginikah sikapmu terhadap anggota keluarga yang lain. Bukannya memberi contoh yang baik kamu malah menghardiknya habis-habisan. Biarkan dia bicara. Jika Tiara memang tak bersalah, tanpa kamu membela pun dia akan tetap benar" Tina dibuat diam oleh kakak iparnya.
__ADS_1
"Chacha jelaskan maksud kamu sejak tadi menghakimi Tiara" pinta opa.
"Aku disini sebagai adik dari Audy Shalsabila Effendy, istri sah dari Kevin Pandey" Tina dan Tony melotot mendengar ucapan Chacha.
"Sebenarnya aku sudah tau cukup lama jika rumah tangga kakak ku tidak baik-baik saja. Namun aku memilih diam, karena Audy tak pernah membuka sedikitpun masalah rumah tangganya. Berulang kali anak buah maupun sahabat ku, memergoki kakak ipar ku bersama wanita lain. Aku tau kau memang brengsek Kevin" Chacha tersenyum miring.
"Hingga akhirnya aku memaksa Audy untuk membeberkan semua masalahnya, aku dan bunda tau apa yang sedang terjadi. Masa lalu Audy menjadi bahan cemoohan untuknya di rumah mertuanya. Bahkan kerap kali mereka merendahkan kakak ku. Aku menutup mata dan menulikan telinga meskipun tau semuanya, karena Audy masih berusaha merajut kembali rumah tangganya. Hingga akhirnya aku memergoki sendiri kakak ipar ku bersama dengan sepupu dari suamiku sendiri. Aku melihatnya namun tidak dengan mereka. Bodohnya lagi mereka tak tau jika sering keluar masuk apartemen ku yang pernah di tempati Audy. Kalian berbuat hal kotor di apartemen milik orang"
"Fitnah, kau memfitnah putri ku terlalu kejam" teriak Tina, sedangkan Tiara sudah banjir keringat dingin, sama halnya dengan Kevin.
Tanpa banyak bicara Chacha langsung mengeluarkan beberapa foto dari dalam tasnya, meletakkannya di meja secara pelan.
"Itu foto yang aku ambil langsung. Aku tak mempermasalahkan ketika kalian menyakiti kakak ku dengan bermain di belakang, aku pikir Kevin sedang bosan karena Audy hamil"
"Jadi kakak kamu hamil? " tanya Oma. Chacha tersenyum seraya mengangguk.
"Namun, siapa sangka jika seorang Tiara akan meminta lebih. Bahkan dengan beraninya kamu menghina kakak ku sendiri, mengatakan kakak ku ja*ang dan meragukan anak siapa dalam kandungan kakak ku. Tau kah kamu Tiara, bahwa aku selalu mengawasi gerak-gerik anggota keluarga ku 24 jam? " Kevin melotot kaget, dirinya salah langkah dengan menantang Chacha kali ini.
"Cukup kamu merendahkan kakak ku, merendahkannya sama saja kamu merendahkan seluruh keluarga Effendy. Bukannya meminta maaf kamu berulang kali meneror Audy, aku cukup berbaik hati sampai sekarang Tiara. Karena aku melihat om sebagai keluarga dari suamiku. Tapi melihat kau dan Kevin di sini, maaf aku bukan wanita yang selalu berbaik hati. Mungkin papa mu mengenalku dengan identitas lain, dia akan tau betapa kejamnya aku ketika bertindak"
Chacha berdiri dari duduknya.
"Maaf om tante, jika selama ini Chacha belum memperkenalkan diri dengan baik. Sekali lagi perkenalkan, nama saya Queen Danisha Izhaka. Cucu satu-satunya dalam keluarga Izhaka. Jadi jika anda membandingkan Tiara dengan saya, saya rasa tidak cocok. Om Tony, om belum lupa bagaimana Chacha membantai musuh om tepat didepan om sendiri kan? "
"Pikirkan baik-baik kedepannya, ingat om apa yang aku katakan dulu. Mata dibalas dengan mata, nyawa dibalas dengan nyawa. Maka penghinaan akan dibalas pula dengan penghinaan. Aku rela menjadi kejam dan dibenci seluruh dunia, asal keluarga ku bahagia. Terutama Bunda" Chacha pergi dari ruangan itu menuju kamarnya kembali, dia takut tak bisa mengontrol emosinya yang menggebu.
"Kevin, pulanglah. Jangan pernah temui Tiara lagi" ucap opa tegas.
"Tapi, opa... "
"Tiara, opa akan mencabut marga rahardian di balik nama mu, sampai Levy sendiri nanti yang menyematkan kembali nama itu"
"Pa, itu gak adil"
"Sudah Tina" ucap Tony dingin. Setelah kepergian Chacha, rupanya menantunya itu mengirimkan semua bukti perilaku Tiara selama ini.
"Tapi, Mas"
"Kevin kamu keluar, urus masalah mu dengan istri mu. Jangan pernah temui Tiara lagi. Ini peringatan pertama dan terakhir, jika kau nekat. Om serahkan semuanya pada Levy"
Tiara masih menahan Kevin, dirinya tak bisa berpisah dengan Kevin. Meskipun ia tahu ini tidak benar.
"Lepaskan dia Tiara, jangan buat papi semakin malu" dengan terpaksa Tiara melepaskan tangan Kevin, Kevin langsung berpamitan untuk pergi dari rumah itu. Setelah kepergian Kevin kini giliran Tiara.
"Tony, urus anak mu. Didik dia kembali, jangan harap dia akan mendapatkan nama Rahardian lagi dibelakang namanya jika tak berubah" Opa langsung bangkit dan meninggalkan ruangan itu bersama oma.
"Tiara, lusa kamu berangkat ke luar negeri. Lanjutkan studi mu di sana, anak buah papi akan menemani kamu di sana"
"Tiara gak mau pi, mi.. “
__ADS_1
" Apa papi membuat pilihan? Jangan membantah, dan jangan berusaha kabur. Kamu dalam pengawasan papi langsung kali ini" Tony langsung pergi menuju kamarnya, tanpa melihat wajah berontak Tiara.