Call Me Queen

Call Me Queen
Pengen Rujak


__ADS_3

Jangan lupa kasih tanda bila ada typo cintaaa 🥰, kasih kritik dan saran monggo author Terima dengan senang hati Hapy Reading all


...****************...


Lima hari sejak menghilangnya Chacha, membuat semua orang kelimpungan mencarinya. Pasalnya Cila, hacker didikannya langsung juga tak bisa melacak keberadaannya. Apalagi penyebabnya, jika bukan Chacha sendiri yang membuat benteng untuk menutupi dimana keberadaan dirinya.


Sahabatnya sudah menghentikan pencariannya pada hari ketiga, karena mereka menyimpulkan bahwa Chacha dalam keadaan yang aman. Mereka saja kelimpungan, tapi kenapa tim elit milik Chacha seakan tenang-tenang saja. Tim elit yang mereka kenal salah satunya adalah Caesar, dia masih santai di luar negeri menjalankan tugasnya meskipun sudah mendengar kabar bahwa Chacha menghilang.


Hanya Levy yang masih setia ke sana kemari mencari istrinya. Mencari ke tempat-tempat yang biasa dikunjungi oleh istrinya. Bahkan tanpa takut dirinya bertandang ke markas besar milik istrinya. Namun nihil, bahkan Levy juga mendapat pertanyaan apakah Chacha sudah ditemukan.


"Kamu dimana, sayang? " lirihnya sambil menyenderkan kepalanya pada setir mobil.


Levy bahkan tak pulang selama lima hari ini, dirinya hanya akan berganti baju di pom bensin, makan jika lapar. Penampilannya saja tak terawat, tubuhnya sedikit kurus. Jika bertemu dengan Chacha pasti akan mengomel panjang lebar.


Lamunan Levy terhenti saat ponselnya berdering.


"Ya, ma? " dirinya mengangkat panggilan dengan malas.


"Lusa acara empat bulanan Mutia, kamu gak lupa kan? "


"Nggak kok, ma. Bisa mama dan apapun saja yang ke sana. Aku masih mau cari istri aku ma"


Di ujung sana air mata Lena menetes saat mendengar suara lirih putranya. Levy bagai kehilangan arah karena kepergian istrinya.


Bangkitlah nak, mama yakin istrimu hanya menenangkan diri. Batinnya berteriak.


"Ma? "


"Ah, iya iya nanti mama bilang sama papa. Istirahat lah Lev. Jangan forsir tenaga kamu"


"Aku harus menemukan Chacha segera ma, aku tak ingin terjadi sesuatu padanya dan calon anakku"


"Mama mengerti nak, mama paham. Tapi dengan kamu yang kurang tidur kamu bisa membahayakan nyawa kamu, jika kamu tetap memaksa berkendara dalam keadaan kacau seperti itu"


"Pentingkah ma, bahkan jiwaku sudah ikut pergi bersama istri dan calon anak ku ma. Ayah macam apa aku ini ma" Levy menangis lagi, dirinya tak kuasa menahan sesak di dadanya.


"Pulanglah nak, mama tunggu di rumah"


"Tidak ma, semakin aku pulang, semakin aku rindu pada istriku ma"


Levy memang sengaja tak pulang, bahkan dirinya hanya tertidur di mobil jika lelah sudah sangat menguasai dirinya. Levy tak pulang ke rumahnya karena takut akan bayang-bayang istrinya di rumah nya. Levy takut tak bisa beranjak dari sana karena rindu yang membuncah.

__ADS_1


"Mama mohon Levy"


"Maaf, ma aku tak bisa. Miss you, mom" Levy langsung mematikan sambungannya begitu saja.


"Kau tau cinta, aku merindukanmu, apa kau juga merindukan ku? " tanyanya pada foto Chacha yang terpampang di ponselnya.


"Anak papa jaga mama baik-baik ya nak, papa pasti akan menjemput kalian. Papa sayang kalian"


Levy mulai menarik nafasnya dan menghembuskan perlahan. Dirinya harus bisa menguasai emosinya. Jika tidak, dirinya tak akan menemukan dimana keberadaan istrinya.


Levy mulai melajukan kendaraannya perlahan, kini dirinya akan ke luar kota. Mengecek keberadaan istrinya di cabang perusahaannya.


Namun, ditengah perjalanan ponselnya berdering kembali, Levy terpaksa menepikan mobilnya sebentar.


"Ya, umi? "


"Kamu mau kesini kapan? "


"Mama dan papa yang ke sana umi, Levy belum pasti. Kerjaan Levy masih banyak"


"Kamu lagi ada masalah? "


Ini yang Levy suka dari ibu angkatnya, uminya akan langsung menebak jika dirinya ada masalah. Entah darimana dirinya tahu, yang pasti tebakannya selalu benar.


"Anak lanang umi gak jago bohong kok. Ada apa cerita sama umi? "


"Gak ada umi? "


"Kalau emang lagi gak ada masalah, bisa kesini sekarang umi ada penting sama kamu. Kalau kamu berangkat pakai mobil harusnya besok pagi sampai sini kan? "


"Tapi umi.. "


"Umi mohon Levy"


"Iya Levy berangkat sekarang"


Setelah mematikan sambungannya Levy langsung memutar balik arah yang ditujunya, dirinya ingin mengambil beberapa baju dulu di apartemennya. Namun siapa sangka jika dari arah berlawanan ada mobil sport sedang melaju dengan kecepatan tinggi hingga tabrakan tak terhindarkan.


Brak...


Levy yang sadar langsung membanting setir mobilnya. Meskipun terkena senggol sedikit, dan membuat dahinya terbentur setir cukup kuat, namun Levy mampu menguasai mobilnya kembali agar tidak oleng dan terbalik.

__ADS_1


Pandangan Levy sedikit buram karena kepalanya terbentur cukup kuat, bahkan darah mengalir di pelipisnya. Namun, dirinya memilih keluar dan mengecek keadaan orang yang menabraknya. Karena mobilnya langsung menabrak pembatas jalan.


Levy berjalan sedikit oleng ke arah mobil itu. Setelah sampai Levy langsung mengecek keadaan pengemudi mobil, rupanya seorang wanita. Dia masih memiliki kesadaran walau sedikit terluka di bagian kening.


Levy membantu membuka pintu mobilnya yang ternyata macet. Bagaimana tidak, mobilnya ringsek parah. Setelah berhasil Levy hanya memberi kode wanita itu untuk keluar. Tampak wanita itu keluar dengan tubuh gemetar.


Levy langsung menghubungi pihak berwajib untuk mengurus masalah ini, dan menghubungi bawahannya untuk membawakan mobil baru untuknya.


"Tuan, terimakasih" Levy hanya mengangguk.


"Perkenalkan nama saya Tiara, dan maaf saya telah menabrak anda. Saya bersedia membawa anda ke rumah sakit dan membayar biaya pengobatan nya" ucapnya dengan semangat mengabaikan lukanya sendiri, apalagi jika bukan terpesona dengan wajah tampan Levy.


Wanita bernama Tiara itu mencoba mendekat untuk membersihkan darah yang mengalir di wajah Levy, namun belum juga mendekat Levy sudah memasang tameng dinginnya lagi.


"Jangan mendekat"


"Tapi tuan? "


"Kau urus saja mobilmu, dan pikirkan alasan apa yang akan kau berikan pada polisi nanti"


Tiara membulatkan matanya saat mendengar kata polisi. Dirinya tak menyangka jika Levy akan menghubungi polisi.


Levy tak memperdulikan wajah cemas Tiara, dirinya melihat jika anak buahnya sudah sampai, dengan cepat berjalan ke arah anak buahnya.


"Ambilkan tisu di mobil" perintahnya.


Levy langsung membersihkan lukanya hanya dengan tisu yang ada di mobilnya.


"Tuan anda harus ke rumah sakit"


"Tidak, John. Saya harus segera pergi. Urus masalah disini, di sana ada CCTV kau bisa pelajari dulu jika gadis itu berulah dan memutar balikkan keadaan"


"Baik tuan"


Levy langsung meninggalkan tempat itu dengan mobil yang baru, dirinya langsung bergegas menuju tempat uminya tanpa mempedulikan darah yang masih menetes di keningnya. Levy melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, meskipun badannya tak fit karena kurangnya asupan makanan. Namun Levy bertekad dirinya harus segera sampai dan menyelesaikan permintaan ibu angkatnya, agar lekas mencari Chacha kembali.


...****************...


"Pengen rujak, ish" seorang wanita tengah mengerucutkan bibirnya.


"Untung punya pohonnya, hehehe" berjalan ke arah halaman yang terdapat pohon mangga.

__ADS_1


"Yuk panen, yuk panen, yuk panen"


__ADS_2