
Setelah kepergian dokter tersebut semuanya menatap Chacha dengan pandangan sulit diartikan kecuali satu orang yang begitu percaya dengan kemampuan gadisnya. Siapa lagi kalau bukan Levy.
"Dimana Dokter Jimmy?" tanya Chacha memecah keheningan.
"Dokter Jimmy sedang di Singapura nona muda" jawab salah satu suster tersebut.
"Tolong bawa ini pada Dokter Burhan katakan saya tunggu laporannya hari ini juga" perintahnya sambil menyerahkan sampel darah bundanya pada suster tersebut.
"Jangan lupa laporan obat yang diberikan sebelumnya pada Bunda saya tunggu di ruangan saya" ucapnya lalu berlalu meninggalkan ruangan tersebut membuat tanda tanya besar di benak semua orang.
Suster tersebut merapikan selimut Bu Ratu dan mengecek jalannya cairan infus baru keluar dari ruangan tersebut.
Di ruangan tersebut keheningan terjadi cukup lama. Mereka masih terkejut dengan kejutan yang Chacha lancarkan barusan.
"Audy" Ayah Gun memecah keheningan.
"Ya Ayah"
"Gimana kalau acara pertunangan kalian diundur sampai Bunda sehat dulu?" tanya Ayah Gun.
"Diundur Yah?" tanya Audy tak percaya.
"Tak apa sayang, Bunda kamu masih sakit nak" ucap Nyonya Pandey menenangkan.
"Tapi..."
"Bunda" teriakan Karin menghentikan ucapan Audy membuat semuanya menoleh ke arah Bu Ratu. Bu Ratu hanya tersenyum merespon teriakan Karin.
"Bunda gimana keadaannya sekarang, apa yang dirasa, apanya yang sakit?" Karin berlari menuju Bu Ratu lalu memberondong dengan segala macam pertanyaan membuat Bu Ratu terkekeh melihat tingkahnya.
__ADS_1
Pletak...
"Satu-satu nanyanya Karin Bunda baru sadar" gerutu Nena setelah memukul kening Karin.
"Lama-lama gue karungin lo, Rin" tambah Kinos.
"Kan gue speechless Bunda sadar gitu loh"
"Lebay" ucap mereka bersamaan membuat yang lain hanya tersenyum melihat aksi para remaja itu.
"Kalian bareng anak Bunda kesini kan?" tanya Bu Ratu tiba-tiba. Mereka kompak mengangguk membuat Bu Ratu tersenyum.
"Dimana princess Bunda?"
"Chacha tadi keluar setelah meriksa Bunda" jawab Fany.
"Anak itu masih sama saja" ucap Bu Ratu sambil menggelengkan kepala.
Bu Ratu hanya tersenyum menanggapi suaminya, itu sudah membuat Ayah Gun lega karena istrinya tak lagi bersikap dingin padanya.
"Bunda kan udah sadar jadi pertunangan Audy gak diundur kan, Yah" celetuk Audy tiba-tiba.
"Tapi Audy Bunda belum sehat betul nak" jawab Ayah Gun.
"Lanjutin Bunda gak papa kok" ucap Bu Ratu dengan nada cukup dingin.
"Tapi Bunda belum sehat" sanggah Ayah Gun.
"Lanjutkan Bunda pasti hadir kok"
__ADS_1
"Tuh kan Yah" desak Audy.
Ayah Gun hanya mengangguk lemah. Ini hasil didikannya sendiri yang terlalu memanjakan sulungnya.
Audy tersenyum cerah karena acara pertunangannya tidak jadi diundur. Karena dia sudah berniat memamerkan bahwa acaranya akan menjadi acara paling meriah di negara ini.
Cklek...
"Bunda makan dulu ya" ucap Chacha lembut setelah membuka pintu.
Bu Ratu hanya mengangguk. Melihat anak bungsunya baik-baik saja meskipun jauh dari jangkauannya membuat dirinya bangga.
"Habis itu Bunda minum obat. Jangan telat makan lagi kedepannya belum tentu Chacha bisa langsung nangani Bunda" Bu Ratu hanya tersenyum melihat bungsunya mulai mengomel.
"Princess kan bentar lagi mau balik ke luar negeri kalau Bunda gak jaga kesehatan disini princess bisa loh langsung pulang tanpa pikir panjang" Bu Ratu tetap tersenyum, dirinya rindu bungsunya itu bicara panjang lebar tanpa jeda.
"Karin suapi Bunda dulu, kalau sudah selesai obat yang ini kasih Bunda, pastikan Bunda habiskan makanannya"
"Bunda disuapi Karin dulu princess ketemu Dokter Burhan dulu. Jangan aneh-aneh" dengan tatapan penuh selidik pada Bu Ratu membuat sang bunda terkekeh geli melihat tingkahnya.
Yang lain hanya menatap Chacha dengan pandangan berbeda-beda. Para sahabatnya memandang dengan tatapan bangga pada dirinya. Tuan dan Nyonya Pandey masih bingung dengan sikap Chacha dari tadi.
"Maaf sebelumnya Gun, itu anakmu emangnya ngerti soal kedokteran" tanya Tuan Pandey yang penasaran sejak tadi.
"Aku..." ucapan Ayah Gun terpotong oleh perkataan Levy.
"Apa yang tak bisa dia lakukan? Saya rasa dia mampu segalanya. Tapi satu hal selagi dia merendah dan tenang jangan usik ketenangannya, karena ketika dia lepas kendali tak akan ada yang mampu menghentikannya" jawab Levy dengan tenang.
"Gue susul princess dulu" pamit Levy pada sahabatnya.
__ADS_1
"Gayamu" ucap lainnya kompak lalu tertawa.
Ayah Gun dan yang lainnya merasa bingung melihat para sahabat anak bungsunya itu, mereka begitu santai melihat tingkah Chacha seakan mereka tau bahwa Chacha berbeda dari yang lain.