Call Me Queen

Call Me Queen
Acara pertunangan 3


__ADS_3

Dorr...


"Ayah"


"Cha..."


Teriakan menggema diruangan itu setelah mendengar bunyi tembakan kedua kali yang diarahkan ke Ayah Gun bahkan ada yang memejamkan mata.


Tak luput Bu Ratu dan lainnya juga berteriak, mereka kaget ketika penjahat itu menodongkan pistol dan langsung menembaknya.


"Princess" teriak Bu Ratu dan Levy bersamaan membuat beberapa orang yang memejamkan mata dan mengalihkan pandangannya pada Chacha dan Ayah Gun.


Benar saja gaun bagian belakangnya mulai berwarna merah. Di sisi lain Bu Ratu memberontak ingin ke arah Chacha namun dihalangi oleh anggota Black Rose.


"Bergabunglah dengan yang lain" ucap Chacha pada Ayah Gun.


"Tapi.. luka kamu"


"Meskipun anda mengusir saya dari rumah tapi anda tetap ayah saya, karena saya ada juga karena anda. Melindungi anda dan bunda adalah kewajiban saya" setelah mengatakan itu Chacha memberi kode bawahannya untuk membawa Ayah Gun berkumpul dengan bundanya.


"Maaf anda salah sasaran om" ucap Chacha pada musuh dengan gaya usilnya.


Para tamu meringis ngilu ketika melihat darah mulai membasahi gaun Chacha, satu yang mereka pikirkan bagaimana sakitnya. Seorang gadis remaja masih mampu berdiri tegak tanpa ekspresi sakit setelah tertembak.


"Siapa lo sebenernya kenapa lo ngelindungi dia" ucap sang penembak tadi.


Chacha memberi kode pada anggotanya untuk bergerak perlahan mengelilingi anggota Black Devil. Setelah melihat anggotanya pada posisi seharusnya Chacha mulai memainkan pistolnya kembali dengan senyum usilnya.


"Lo mau tau siapa gue kan" Chacha maju satu langkah.


Dorr...


Tanpa perasaan Chacha menembak salah satu lengan musuhnya hingga pistol yang dipegangnya terjatuh.


"Kenalin gue Queen Shalsabila Putri Effendy. Nona muda kedua keluarga Effendy"


Dorr..


"Itu untuk lo yang sudah dengan berani nembak ayah gue"


Dorr...

__ADS_1


"Untuk bunda gue, karena lo hampir buat dia drop lagi"


"Kenapa kalian diam saja, tembak dia" perintahnya pada bawahannya.


"Cek anak buah lo sebelum beri perintah" ucapnya dengan nada mengejek.


Pemimpin Black Devil menoleh kebelakang, benar saja bawahannya tak berani menembak Chacha. Bagaimana bisa menembak jika pistol bawah Chacha mengarah pada kepala mereka semua.


Chacha maju ke depan mendekati orang yang dia tembaki sejak tadi lalu berjongkok dan berbisik.


"Terakhir perkenalan dari gue. Kenalin gue Queen of Black Rose dan satu yang pasti lo tau jika gue Queen Black Rose otomatis gue juga Queen of Death Rose" Chacha berdiri dan menjauh dengan langkah yang mulai oleng dirinya sudah kehilangan banyak darah mukanya juga sudah tampak pucat.


Pemimpin Black Devil melotot mendengar pernyataan yang Chacha lontarkan. Dirinya tak tau menahu jika nona kedua keluarga Effendy adalah pemimpin mafia terbesar.


Di sisi lain dua pemuda tampan berjalan dengan setengah berlari setelah mendapat kode dari sistem khusus yang dirancang adiknya untuk situasi tertentu.


"Harusnya gue tetap ada di acara itu" ucap salah satunya setelah mereka tiba di dalam lift.


"Tak usah menyalahkan diri King gue yakin Queen mampu hadapi mereka" jawab Rey.


Kedua pemuda itu adalah King dan Rey yang sengaja memilih menjauh dari keramaian dan memilih ruangan tersendiri. Tapi tanpa mereka duga kalau acara ini akan ada penyerangan.


"Bawa mereka ke markas dulu" perintahnya pada bawahannya.


Chacha menyerahkan pistolnya pada bawahannya bertepatan dengan keluarnya King dan Rey dari lift.


"Queen" teriak mereka bersamaan ketika melihat punggung Chacha penuh darah.


Mendengar teriakan itu Chacha hanya tersenyum perlahan menutup matanya dirinya sudah berusaha untuk kuat sejak tadi.


King berlari untuk menangkap tubuh Chacha agar tak jatuh membentur lantai. Levy dan lainnya juga sudah berhasil lolos dari penjagaan anggota Black Rose.


"Siapa yang buat Queen seperti ini" tanya King pada bawahannya dengan nada dingin.


Bawahannya menjelaskan apa yang terjadi King hanya mengangguk menanggapi penjelasan bawahannya.


"Siapkan mobil dan kawal kita ke rumah sakit sekarang. Hubungi Shiro untuk langsung ke rumah sakit" perintah King pada bawahannya.


Bu Ratu dan Ayah Gun hanya kaget hingga tak mampu berbuat apa-apa ketika melihat tubuh bungsunya pucat di pangkuan King.


"Pangeran kecil lepas pegang Princess terlebih dahulu"

__ADS_1


Levy langsung mengganti posisi King. King membuka jasnya dan menyelimuti Chacha karena tubuhnya mulai dingin.


"Lo yang buat dia seperti itu" tanya King pada orang yang menerima tiga kali tembakan dari Chacha.


Lalu dirinya mengulurkan tangannya seperti meminta sesuatu pada bawahannya. Bawahannya langsung memberikan pistol yang Chacha pakai tadi pada King.


Dorr...


"Bawa dia ke markas, jangan harap lo tenang sebelum Chacha pulih"


"King dimana Queen" tanya seseorang dengan tergesa-gesa memasuki ruangan tersebut.


"Gue nyuruh lo di rumah sakit"


"Chacha udah ngasih gue perintah buat kesini duluan"


"Kak Shiro hentikan pendarahan princess dulu" teriak Levy memecah perdebatan King dan Shiro.


Shiro langsung berlari ke arah Levy yang memangku Chacha.


"Queen harus di operasi. Dia tertembak dengan salah satu peluru modifikasinya sendiri" tutur Shiro setelah berhasil mengeluarkan pecahan peluru.


"Ini peluru modifikasinya sendiri dia akan pecah setelah mengenai sasarannya kita harus cepat" ucap Shiro membuat semuanya tersadar dari lamunan mereka karena kaget.


Levy langsung mengangkat Chacha ala bridal style.


"Princess mulai dingin bang kita harus cepat" seru Levy pada King.


Setengah berlari Levy mulai keluar dari ruangan itu bersama King diikuti anggotanya dan lainnya.


Di luar beberapa mobil mewah dengan kecepatan tinggi sudah disiapkan.


"Kosongkan jalan dalam lima menit nyawa Queen dalam bahaya" setelah menelfon King lalu masuk dan duduk di kursi kemudi di barisan mobil kedua diikuti Levy disampingnya sambil memeluk Chacha yang semakin pucat.


Tak luput pula para sahabat Chacha juga membawa Bu Ratu dan Ayah Gun untuk memasuki setiap mobil yang akan mengantarkan Chacha sampai di rumah sakit.


Dalam hitungan menit mobil-mobil tersebut menghilang dari halaman hotel membuat para tamu yang tersadar takjub dengan iring-iringan mobil mewah itu.


Para tamu di sana juga mulai mengomentari aksi Chacha yang terbilang berani dan kuat. Bahkan tanpa takut melawan penjahat itu.


Audy yang mendengar itu langsung mengerutkan alis tak suka, dirinya berharap adiknya itu gak tertolong agar hanya dirinya yang menjadi pusat perhatian semua orang.

__ADS_1


__ADS_2