
Dorr...
Suasana yang awalnya meriah berubah menjadi riuh ketika suara tembakan terdengar.
Suara tembakan itu membuat Chacha tersentak kaget. Sial, batinnya.
"Kenapa tiba-tiba ada suara tembakan" seru Bu Ratu.
Chacha hanya menggeleng, dirinya mengawasi setiap sudut ruangan itu.
"Blue kirim pesan ke Black Rose untuk masuk sekarang" instruksi Chacha.
"Baik Queen" jawab Blue.
"Siapa Blue?" tanya Bu Ratu yang diangguki lainnya.
"Sistem yang Chacha buat bunda" jawabnya tenang.
"Kau berhasil membuatnya?" tanya Levy.
"Yaps aku berhasil" Levy hanya tersenyum sambil mengelus kepala Chacha.
"*Mereka sudah bergerak Queen"
"Beritahu King juga"
"Baik Queen*"
Tiba-tiba sekelompok orang bersenjata masuk dengan langsung menodongkan pistol mrmbuat semua tamu kaget bahkan ada yang berteriak histeris.
Audy langsung Berlari kearah bundanya karena ketakutan diikuti oleh Kevin dibelakangnya.
"Bunda kakak takut" ucapnya.
Bu Ratu hanya mengelus pundak Audy untuk menenangkan.
"Dimana ayah?" tanya Chacha entah pada siapa.
"Disana" tunjuk Karin.
__ADS_1
Chacha berjongkok sambil membuka sepatunya dia mengeluarkan beberapa barang yang lainnya tak tau apa itu. Dengan Cepat Chacha menyatukan barang-barang tadi menjadi sebuah pistol.
"Pakai ini lindungi bunda sama yang lainnya" ucap Chacha pada Levy sambil memasang kembali sepatunya.
"Tapi..."
"Nyawa bunda diatas segalanya Le" ucap Chacha dengan tatapan memohon.
"Baiklah"
"Blue *percepat anggota Black Rose memasuki ruangan kita kalah start"
"Baik Queen"
"Putuskan Komunikasi di hotel ini dan beri kode pada Kak Shiro untuk membawa tim jaga-jaga ada yang terluka"
"Baik Queen*"
"Kalian saling jaga satu sama lain, Chacha selametin ayah dulu"
Chacha langsung bergegas menuju ke arah ayahnya sambil mencari informasi orang-orang yang mengacau di acara kakaknya.
"Ck sialan ayah terlalu jauh dan pemimpinnya sudah masuk" batin Chacha.
Belum lagi orang itu berkata sekelompok bersenjata lainnya masuk. Chacha memejamkan matanya lalu melangkah ke tengah-tengah ruangan.
"Para tamu yang terhormat bisa kalian menyingkir menjadi satu dengan sang pemilik acara" ucap Chacha.
Para tamu lalu bergerak secara perlahan, Chacha mengawasi dengan teliti pergerakan musuh. Beberapa orang bersenjata yang baru masuk mendekati Chacha sambil menyerahkan sebuah pistol berukiran mawar hitam.
"Jaga mereka" ucap Chacha pada bawahannya. Salah satu orang bersenjata adalah anggota Black Rose.
"Apa yang anak itu lakuin, cari mati dia" ucap Audy berkomentar yang melihat Chacha mencepol asal rambutnya hingga nampak anting setangkai mawar hitam menjuntai manis ditelinganya membuat musuh yang melihatnya melotot.
"Kak Audy yang terhormat lo kalo gak tau kemampuan adik lo mending diem deh" sinis Karin.
"Ayah dimana?" tanya Zeze.
"Masih disana" tunjuk Fany.
__ADS_1
Lainnya hanya menghela napas karena ayah terlalu jauh dari Chacha dan terlalu dekat dengan musuh.
"Apa mau kalian?" tanya Chacha langsung
"Anak kecil ngapain lo hah, gue butuh sama Gunawan Effendy"
"Ada urusan apa lo sama Tuan Effendy" setelah Chacha mengatakan itu Ayah Gun yang melihat adegan itu merasa aneh ketika Chacha tak menyebutnya ayah.
"Gara-gara dia kakak gue masuk penjara"
"Terus?"
"Ya gue kesini mau buat hancur acara ini lah"
"Balas dendam? murahan"
"*Blue kirim pesan agar anggota dua menuju markas Black Devil"
"Baik Queen*"
"Gue yang masukin kakak lo ke penjara karena kesalahan dia sendiri"
"Siapa lo sebenernya?" tanya orang itu.
"Gue? Lo gak perlu tau siapa gue"
"Kenapa lo pake identitas Queen dari Black Rose?"
"Bukan urusan lo"
"Kamu adiknya Firman" tiba-tiba Ayah Gun berjalan ke tengah-tengah.
"Hahaha akhirnya anda keluar juga" ucap orang itu lalu menodongkan pistolnya ke arah AYAH Gun.
Dorr...
"Ayah...."
"Cha..."
__ADS_1