Call Me Queen

Call Me Queen
Speak Up 2


__ADS_3

"Ini soal Chiara" Tak hanya Narendra, kini Maya juga dibanjiri dengan keringat dingin ditubuhnya.


"Apa anak saya membuat masalah lagi dengan anda, nona? " Tanya Narendra pelan.


Chacha menaikkan sebelah alisnya. "Kenapa kau bisa bertanya apakah dia membuat masalah atau tidak? " Tanya Chacha kemudian.


"Karena dia biang masalah, aib keluarga" Kini Maya kembali berucap dengan nada sinisnya.


"Bukankah itu ulah anda nyonya? "


"Jangan asal menuduh kamu ya" Hardik Maya.


"Papa Mama, biarkan masalah ini Chacha dan Mas Levy yang menyelesaikan"


"Baiklah, mama dan papa ke atas dulu. Nanti kalau Leon cari Mama suruh ke atas aja" Jawab Lena, langsung berdiri meninggalkan mantan besannya itu. Bahkan dirinya enggan berpamitan pada keduanya, dia masih terlalu shock saat Maya dengan mudahnya menghina menantu sekaligus anak baginya.


Setelah kedua orang tua Levy tak terlihat lagi, barulah Chacha memasang tampang dingin tak tersentuh nya, bahkan Levy hanya diam. Dia hanya ada untuk mengawasi, karena setiap tindakan yang diambil oleh sang istri adalah tanggung jawabnya. Setiap sikap yang diambil oleh sang istri adalah tanggung jawabnya.


"Jelaskan tentang anak-anakmu Narendra" Pinta Chacha dengan nada yang begitu dingin membuat Narendra merinding sendiri.


"Baik Nona. Chiara putri sulung saya, namun bukan dengan Maya. Dengan mantan istri saya, mami Chiara bukan dari kalangan orang terpandang dia hanya kalangan menengah ke bawah, dia.. "


"Apa kasta begitu penting dalam keluarga mu? Aku menyuruh mengatakan tentang anak-anakmu mu bukan tentang yang lainnya" Potong Chacha dengan cepat, jika Narendra sampai membahas mami Anna bisa-bisa dia murka saat ini juga. Karena sejatinya Chacha tau cerita yang sebenarnya terjadi pada keluarga Narendra itu.


"Maaf Nona. Chiara memiliki sifat yang susah diatur, bahkan dia sering keluar masuk klub hampir tiap malam saat masih bersekolah dulu. Saya sudah memperingatinya dengan tegas namun hanya dianggap angin lalu olehnya. Hingga setelah lulus sekolah, saya mengirimnya ke luar negeri untuk melanjutkan studinya di sana nona. Dan dia kembali setelah lima tahun di luar negeri"


"Angel, putri kedua saya. Dia memiliki kebalikan sikap dari Chiara. Angel anak yang penurut dan manis. Dia selalu patuh pada apa yang saya dan maminya ucapkan. Saat ini selain menjadi aktris, Angel juga berkuliah semester akhir. Tapi sudah hampir satu bulan ini dirinya tak kembali ke rumah"


"Oke, Chiara putri pertama mu dan Angel putri kedua mu"


"Benar nona"


"Jika disuruh memilih, kau akan memilih yang mana? "


"Maksud nona? "


"Jika aku meminta kau memilih penerus mu, siapa yang akan kau pilih? " Meskipun Chacha sudah tau jawaban apa yang akan diambil oleh Narendra, namun ia ingin memastikan sekali lagi.

__ADS_1


"Angel Nona"


"Kau yakin? "


"Yakin, Nona"


"Berikan aku alasan"


"Karena Angel bisa diandalkan nona, daripada Chiara yang kerjaannya hanya membuat masalah. Bahkan dia terlihat tidak bekerja, kerjaannya hanya malas-malasan saja di rumah" Jawab Narendra membuat Chacha menaikkan sebelah alisnya.


"Narendra katakan dengan jujur, kemana Chiara lima tahun yang lalu? " Chacha kembali melontarkan pertanyaan yang membuat Narendra dan Maya gelagapan.


"Ma-maksud nona? "


"Aku tak suka mengulang pertanyaan Narendra. Kau mengatakan lima tahun yang lalu Chiara sedang berkuliah bukan? "


"Be-benar nona"


"Apa kau pikir aku begitu bodoh hingga mudah kau tipu. Aku tak bodoh Narendra. Chiara hilang lima tahun yang lalu, dan kau tak mencarinya. Bahkan seolah acuh tak acuh dengan ada dan tidak adanya Chiara bukan? " Narendra semakin gelagapan dibuatnya.


"Bahkan kau tak menanyakan sedikitpun soal anak mu yang tak ada kabar. Apa karena dia anak dari mantan istri mu yang menjadi wanita malam? "


"Narendra apa kau pernah menyelidiki bagaimana perempuan baik-baik seperti mantan istri mu menjadi wanita malam? " Chacha memberikan pandangan menusuk pada Maya. Pandangan yang membuat Maya enggan mengeluarkan suaranya.


"Kau bodoh Narendra, kau laki-laki harusnya kau bisa mengambil keputusan tanpa bisa di goyahkan oleh siapapun. Harusnya sebagai kepala keluarga kau bisa tegas pada anggota keluarga mu. Bukankah mantan istrimu rela di madu? Bahkan dirinya juga rela tak diakui oleh publik karena ingin terus bersama mu? Otak mu kau letakkan disebelah mana, hingga istri pertama mu kau perlakukan layaknya simpanan? "


"Sebenarnya ini bukan urusan ku untuk mencampuri masalah keluarga mu, namun aku cukup terganggu dengan masalah ini. Pertama, mantan istri mu, dia wanita baik-baik. Meskipun dari kalangan menengah kebawah dia adalah wanita terhormat berbeda dengan istrimu yang sekarang. Jangan memotong perkataan ku" Chacha langsung memberi peringatan saat melihat Maya akan buka suara.


"Dia tak pernah atau bahkan tidak pernah berpikiran untuk menjadi wanita malam. Jika bukan karena sebuah ancaman dan siksaan yang membuat dirinya berakhir ditangan mucikari sadis" Narendra terbelalak kaget saat mendengar pernyataan Chacha.


"Demi melihat buah hatinya mendapatkan kehidupan yang layak dia rela menanggung deritanya seorang diri. Jika kau tanya alasannya, tanyakan pada wanita serakah di samping mu itu. Kenapa dia yang notabene nya sesama seorang wanita rela mendorong rekannya ke jurang sengsara. Apa karena hanya menjadi yang kedua? Atau dia tak ingin berbagi, lalu kenapa kau menjadi yang kedua jika tak ingin berbagi? " Narendra menatap Maya dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Kau bingung? Akan ku perjelas. Nyonya Maya ini yang menyerahkan istri pertama mu ke tangan mucikari. Dia menjadikan istri pertama seorang ja*ang, wanita malam. Lalu membuat skenario seakan-akan dia prihatin padamu, dan membawamu untuk memergokinya. Aku akui caranya berhasil, namun bodohnya lagi kau dan keluarga mu tak tau se liar apa wanita ini "


"Jangan memotong pembicaraan ku"


"Aku takjub dengan skenario yang dibuatnya. Kau tak pernah tau bagaimana menderitanya istri pertama mu di sana bukan? Dia hanya berharap kau menyayangi Chiara dengan sepenuh hati. Namun, ternyata dia salah, kejadian yang sama terulang kembali"

__ADS_1


"Chiara tak menghilang. Namun, dia hendak dijual kembali oleh istri tercinta mu itu Narendra. Sejak sekolah dia sudah sering ditawarkan oleh istrimu. Hingga ada orang baik yang menolongnya. Namun saat kontrak itu habis, dia kembali dijual. Beruntung saat itu dia kabur dan menabrak mobil ku. Aku menolongnya, aku membawanya "


"Kau tahu Narendra, malam saat aku menolong Chiara. Malam itu juga aku menghanguskan satu bar ternama karena menolong istri pertama mu"


"Jika kau mengatakan dia berkuliah, itu benar tapi dia menjadi bawahan ku. Aku yang memulihkan mentalnya. Dan saat kembali aku kira dia akan mendapat sambutan baik. Namun aku salah, kau malah menyiram bensin di api yang belum sepenuhnya padam"


"Untuk lebih jelas kau bisa bertanya pada Chiara, aku tak mau memberitahu secara menyeluruh karena aku bisa membunuhmu saat ini juga"


"Untuk Angel. Jika kau berpikir dia masih gadis kau salah. Dia tak lebih dari wanita malam yang begitu liar. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Bahkan dia menjadi top 5 wanita paling dicari karena permainan ranjangnya"


"Kau terlalu memujinya, hingga kau tak tau betapa liarnya anak itu. Kau mengatakan dia kuliah, tanyakan dia berkuliah atau menjadi simpanan dosen di kampusnya"


"Dia bisa naik daun dengan mudah, tanyakan dia bekerja atau menjadi penghangat ranjang manager dan produser nya"


"Ingat Narendra, anak mu tak hanya Angel tapi Chiara juga. Masa depannya hancur gara-gara istri mu, istri pertama mu menjadi hina karena istri kedua mu"


"Jika kau bertanya kenapa aku begitu membela Chiara, itu karena dia anak buah ku. Tangan kanan ku, sekali kau berbuat menyakitinya makan aku sendiri yang akan turun tangan untuk membalasnya"


Narendra masih diam mematung, dia terlalu shock dengan fakta-fakta yang baru dirinya ketahui. Hingga suara bariton milik Levy menyadarkan lamunannya.


"Pergilah, selesaikan urusan keluarga kalian terlebih dahulu. Setelah itu saya akan bantu mencari Angel" Ucap Levy.


Tanpa basa-basi, Narendra langsung menarik kasar tangan Maya. Bahkan Maya harus sedikit berlari karena terseok-seok dengan langkah besar milik Narendra.


...****************...


Yuhuu, akhirnya bisa triple up. alhamdulilah sekali bocil bisa diajak kompromi biar bisa ngetik malam ini.


Makasih juga buat semangat yang kalian tularkan, komenan kalian moodbooster author buat sering up, meskipun terkendala dengan mentok ide. tapi author paksa buat nemu ide😁


Makasih juga buat Kakak Ningsih Gustia tercinta. Matur sembah nuwun Kak koinnya, jangan bosen-bosen 😁 (ngelunjak nih ceritanya 🀣)


Yuk ah jangan lupa LIKE, KOMEN dan VOTE ya dear.


Jangan lupa juga kenalan bareng ZAKIA di JANDA KEMBANG ya


HAPPY READING ALL πŸ’™

__ADS_1


__ADS_2