Call Me Queen

Call Me Queen
Awal Kehancuran Narendra


__ADS_3

"Chiara pastikan keluarga Narendra hadir seluruhnya kali ini" Titah Chacha diujung telfon.


"Baik Queen"


"Setelah acara selesai kau dan lainnya boleh masuk, sebelum itu jangan. Setidaknya biarkan si kembar bertunangan terlebih dahulu"


"Baik Queen"


"Chia? "


"Siap menerima perintah"


"Aku ingin bertanya, kau tak apa jika aku melakukan cara ini? "


"Itu rencana awal kita Queen, meskipun ada rasa tak rela, namun Mami harus mendapat keadilan. Aku tak peduli jika setelah ini aku dicoret dari keluarga Narendra"


"Baiklah, bersiaplah, setelah ini babak baru hidupmu akan berubah"


"Siap Queen" Chacha langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Chiara tampak menghembuskan napasnya pelan. Malam ini adalah malam yang akan menjadi sejarah baginya, kebenaran akan terungkap sesungguhnya. Maminya akan mendapat keadilan, Pandu saudara kembarnya akan mendapatkan marga papa kandungnya.


Alasan apa coba gue biar bisa telat datengnya ke sana. Batin Chiara bimbang.


"Oh ayolah bekerja otak, hari masih siang. Kau bisa menari alasan bukan" Chiara tampak memukul kepalanya pelan.


"Kalau gue ke salon aneh gak sih? "


"Kalau ketahuan Caesar bisa diledek abis-abisan gue" Chiara menghentak-hentakkan kakinya di lantai.


"Aih, ribet banget deh. Bodoh ah mending keluar liat situasi dulu"


Chiara tampak menuruni anak tangga dengan sedikit berlari. Ini adalah kebiasaannya sejak dulu. Dia bahkan tak takut untuk terpeleset ataupun semacamnya.


Sesampainya dibawah tampak semuanya sedang berkumandang. Meskipun Narendra masih bersikap dingin pada Maya, namun dia juga tak mungkin mengabaikan Angel yang merupakan anaknya juga.


"Pi, bisa nanti kita berangkat satu mobil saja. Mobil ku akan ku bawa ke bengkel hari ini" Pinta Chiara masih berdiri di tempatnya.


"Mobil mu kenapa, nak? Ada masalah? "


"Tidak hanya butuh di servis saja"


"Baiklah, nanti kita berangkat menggunakan satu mobil saja" Putus Narendra. Angel maupun Maya tak ada yang protes, mereka berdua tak ingin membuat Narendra lebih marah lagi.


Sedangkan Angel, dia tak ingin jika Narendra membencimu. Sungguh dirinya lupa diri saat bersama Lucas. Bahkan dirinya tak meminjam ponsel Lucas hanya untuk sekedar menghubungi mamanya. Pesona Lucas terlalu kuat untuk seorang Angel. Hingga ketika dia kembali ke kediaman Narendra, semua fasilitasnya langsung disita oleh sang ayah. Angel bahkan dijaga ketat sekarang. Meskipun aktivitas sebagai publik figurnya masih berjalan, namun dia tetap mendapat pengawalan dari bawahan Narendra.

__ADS_1


...****************...


Setelah menghubungi Chiara, kini Chacha sedang menyiapkan seluruh kebutuhan bayi besarnya. Mulai dari pakaian yang akan Levy kenakan ke kantor hingga semua aksesoris yang akan menempel ditubuhnya pun Chacha pikirkan.


"Mas jam tangan yang beli kemarin ada dimana? " Teriak Chacha, karena Levy saat ini masih berada didalam kamar mandi.


"Di meja sayang" Levy membalas juga tak kalah berteriak.


Chacha langsung mencari keberadaan jam tangan suaminya yang baru dibeli kemarin.


"Nah sudah selesai. Sekarang tinggal lihat si kembar" Monolog Chacha setelah melihat semua perlengkapan Levy selesai.


"Mas aku ke kamar si kembar ya" Tak ada sahutan dari dalam. Mungkin Levy sedang berada di bawah guyuran shower hingga tak mendengar suaranya.


Chacha melangkahkan kakinya ke kamar si kembar. Tampak kedua jagoannya sudah rapi dan harum. Chacha mengernyit saat tak melihat si montok.


"Si bontot kemana, Mbak? " Tanya Chacha.


"Mandi nyonya muda. Nona kecil masih main air" Jelas pengasuh Baby Atha.


"Ya ampun itu anak, demen banget main air" Chacha hanya menghela napasnya pelan.


"Kalian sarapan aja Mbak, saya mau menyusui Atha dulu. Si ganteng gak tidur? "


"Ya udah, tunggu papanya anak-anak kesini aja dulu ya, baru kalian sarapan"


Ketiga bayi mungil itu sudah memasuki usia 7 bulan. Tampak menggemaskan jika ketiganya sudah merangkak ke sana kemari. Baby Akmal cenderung pendiam jika bersama dengan para saudaranya, lain halnya dengan Baby Atha yang gemar sekali menggoda si montok nan seksi Baby Al. Tak tanggung-tanggung jika keduanya sedang bergelut, bahkan mereka berdua akan saling menggigit hingga salah satunya menangis. Yang pasti Baby Al yang menangis, karena sang kakak tak main-main ketika menggodanya.


Chacha masih sibuk menyusul Baby Atha seraya melihat Baby Akmal yang begitu aktif ke sana kemari dilantai yang udah dialasi dengan karpet bulu tebal itu.


"Mbak tolong lihat princess dulu, kenapa lama sekali. Bisa masuk angin nanti" Gerutu Chacha saat sang putri belum juga keluar dari kamar mandi.


Pengasuh Baby Atha pun beranjak untuk menengok ke arah kamar mandi. Benar saja Baby Al masih duduk dengan santainya, bahkan pengasuhnya kini sudah sedikit basah, mungkin ulah si montok ini.


"Nona kecil belum mandi, nyonya muda" Lapor nya pada Chacha.


"Ya ampun bocah itu"


"Kenapa cinta? " Levy masuk setelah memekai setelan kantornya. Namun jasnya tak dia pakai. Dia langsung mengambil Baby Akmal yang sedang bermain.


"Hai jagoan" Tampak Baby Akmal menepuk-nepuk pelan pipi sang papa.


"Pa, suruh adik mandi, dia belum mandi tuh"


Tanpa menjawab perkataan sang istri, Levy langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Setelah sampai disana dia hanya bisa melongo melihat keadaan putrinya. Dengan keadaan polos dan bibir mengerucut sebal langsung menjadi pemandangan pertama Levy.

__ADS_1


Levy langsung menyerahkan Baby Akmal pada pengasuhnya. Kini dirinya terjun langsung ke kamar mandi untuk memandikan sang putri. Tak peduli dengan keadaannya yang sudah rapi karena sang mama masih menyusui Baby Atha.


"Mbak ganti baju aja sana, biar saya mandikan anak cantik ini" Perintah Levy yang dituruti oleh pengasuh putrinya.


"Yuk cantik mandi sama Papa. Besok kalau Papa libur kita berenang bareng oke? "


Baby Al tampak menggerakkan tubuh montoknya dengan heboh, menepuk-nepuk air hingga membuat baju Levy sedikit basah. Bukannya marah Levy malah tertawa melihat putrinya itu.


"Ayo mandi dulu, Mama sudah menunggu" Tampak bayi montok itu terdiam patuh saat Levy menuangkan sabun di badannya. Baby Al tampak tenang hingga Levy selesai memandikan nya.


Tampak suara tawa Baby Al menggema saat dirinya keluar dengan digendong oleh Levy. Sesekali Levy menggelitik anaknya itu, hingga Baby Al bergerak heboh karena kegelian.


"Sini cantiknya Mama. Pakai baju dulu" Chacha langsung mengambil alih si montok dalam gendongan Levy. "Jagain mereka dulu, Mas. Setelah itu baru kamu ganti baju. Mbak, kalian sarapan dulu"


"Kami permisi tuan nyonya" Chacha hanya mengangguk menanggapi para pengasuh anaknya.


Chacha langsung membuka handuk yang membungkus tubuh montok putrinya itu. Chacha dengan telaten mendandani putrinya yang tak bisa diam itu. Lagi-lagi si montok harus berurusan dengan sang kakak Atha.


"Adiknya jangan digoda dulu anak manis" Peringatan Chacha pada putranya. Tampak Baby Atha hanya nyengir menampilkan dua gigi susu yang baru tumbuh.


Levy langsung mengambil Baby Atha dan mendudukkan di samping sang abang yang sedang menggigit mainannya. Tak selang berapa lama, si montok sudah cantik dengan tampilannya.


"Sana ganti baju dulu, kita tunggu disini sampai Mbak-Mbak pengasuhnya selesai"


"Anak-anak udah bisa makan kan, cinta? "


"Iya, sekalian aku buatkan MPASI buat mereka nanti. Sekarang ganti baju dulu, Pa"


"Papa langsung ke meja makan ya, Ma. Kalau ke sini lagi gak bisa lepas nanti" Chacha hanya mengangguk saja. Levy meninggalkan kamar anaknya untuk berganti baju.


"Kakak, adik gak boleh diganggu. Mbok yo meneng tho Le, dhellok Abang, ayem kae"


"Perasaan Mama gak kesel sama tante Karin deh, kok kayaknya kamu sama petakilan nya sama tante Karin nak.


" Semoga Geffie gak mirip emaknya"


...****************...



Yang kemarin nanya bapaknya Si Montok, ini dia Hot Papa kitašŸ˜…



Ketika si montok berulah di kamar mandi🤣

__ADS_1


__ADS_2