
Jangan lupa mampir di janda kembang author ya, ditunggu jejaknya sayang🥰
Ceritanya masih anget loh.
...****************...
Tak sampai setengah perjalanan Alexsa menghentikan langkahnya.
"Ada apa, Al? "
"Michelle mana? " Tanya Alexsa.
Mereka kompak menoleh ke belakang, tampak Michelle masih terdiam ditempatnya dengan tatapan kosong. Mereka bingung apa yang membuat Michelle bersikap seperti itu. Alhasil mereka menghampiri Michelle kembali. Namun, sebelum menarik Michelle mereka terdiam karena mendengar percakapan Chacha dengan teman-temannya balapannya.
"Rutenya lo perpendek? " Tanya salah satu laki-laki berambut pirang.
"Nggak"
"Kok kayaknya cepet banget kalian tadi tandingnya? "
"Jalannya gue persingkat, ada pengalihan jalur. Yang gue pakai tadi jalur utama ketiga, kalo pakai jalur utama yang asli itu semakin jauh dan belokannya benar-benar menguji adrenalin, ditambah lagi gue pakai jalur maut. Bisa celaka anak orang"
"Kalo gak salah dia juga pembalap bukan? "
"Ya, di luar negeri"
"Lagian juga kenapa lo gak pakai mobil yang biasa lo buat balapan"
"Dia gak ada mobil, awalnya gue mau pakai bluewy, gue kira kalian gak bakal kesini. Tau gitu gue pinjam salah satu mobil kalian tadi"
"Ya kali kita gak kesini. Siapa yang bikin heboh dengan iring-irngan mobil sport yang keluar kota. Gue yakin itu cuma lo"
"Hahaha. Ya gimana lagi dong, sahabat gue ketularan gilanya gue yang suka koleksi mobil sport"
"Ini kenapa lo belom balik, ini bukan lo banget"
"Masih mau test drive jalur maut utama. Kali ini pakai bluewy. Itu masih proses pembukaan jalur"
"Gue ikut"
"Gue juga"
"Gue sih yes"
"Ayok lah"
__ADS_1
Chacha memutar bola matanya malas. Keempat pria ini memang gila jika soal balapan, jalur apapun akan mereka coba.
"Gue coba sendiri dulu. Kalian siap-siap aja"
"Siap-siap buat apa? "
"Mau jadi panitia atau peserta"
"Maksudnya? "
"Tiga bulan lagi, gue adain lomba balap internasional maunya, tapi kalo gak bisa ya nasional dulu. Kali ini lawannya bebas, mereka yang biasa balap liar pun boleh ikut"
"Resikonya besar"
"Lo kira gak gue pikirin apa. Nanti bakal kita bagi beberapa kategori, gue juga undang lainnya buat jadi juri di sepanjang jalur yang akan dilewati"
"Caranya? "
"Mereka akan membaur dengan penonton"
"Sanksi? "
"Pasti ada, itu kita bicarakan nanti di rapat"
"Hadiah"
"Gak salah denger ini gue? "
"Nggak, soalnya juara satunya dapet satu unit mobil"
"Mobil apaan? "
"Kepo deh"
"Sialan"
Queen pembukaan jalur selesai. Suara blue.
Chacha memencet remot yang ada ditangannya sejak tadi. Alexsa dan teman-temannya juga masih di sana, tak bergeming dari tempatnya. Bahkan sekarang Alexsa terlihat semakin pucat saat tahu Chacha tak menggunakan jalur yang sesungguhnya untuk dirinya. Semengerikan apa jalur yang dimiliki Chacha.
Hingga mereka dikagetkan dengan penampakan jalur yang terpampang di layar besar. Hingga fokus mereka teralihkan dengan mobil sport berwarna biru berjalan tanpa kemudi. Alexsa dan lainnya kaget, namun melihat teman-temannya Chacha yang terlihat biasa saja membuat mereka sedikit tenang.
Mobil itu tampak berhenti tepat didepan garis start. Chacha berjalan dengan santai menuju mobil itu. Dan ketiga sahabatnya menyusul di sampingnya.
"Jangan ada yang susul gue sebelum dapet instruksi dari Karin"
__ADS_1
"Baik"
"Fan, lo bisa pantau kanan kiri gue dari kamera di mobil gue. Tandai setiap jalur yang mencurigakan, gue akan melakukan dua putaran, gue kira kali ini lo akan bekerja keras, Fan"
"No problem" Jawab Fany santai.
"Emang kenapa sih, Cha? "
"Gue tadi gak sengaja lihat siluet cahaya yang kepantul gitu di belokan ke dua puluh tujuh"
"Kenapa gak tanya Karin? "
"Dia sembunyi di bawah pohon, jadi dari atas gak bakal keliatan. Jika memang benar itu musuh, gue bakal pancing dia keluar. Kalian standby di samping mobil kalian masing-masing aja"
"Oke. Lo juga hati-hati"
"Siap. Jangan lupakan senjata kalian sayang" Setelah itu Chacha langsung melaju dengan cepat.
Penonton bersorak ketika Chacha melesat layaknya angin. Bahkan mereka tak henti-hentinya menahan nafas saat melihat cara Chacha mengendalikan mobil. Sungguh mengerikan. Bagaimana tidak, belokan kali ini lebih tajam dari sebelumnya. Tapi Chacha bahkan melewatinya tanpa menurunkan kecepatan mobilnya. Bisa dipastikan jika ada kecelakaan menggunakan jalur ini. Kemungkinan untuk selamat adalah kecil.
Alexsa dan teman-temannya saat melihat itu hanya bisa diam seribu bahasa. Mereka yang awalnya mengejek Chacha karena menerima tantangan Alexsa sekarang dibungkam oleh kenyataan. Meskipun mereka hanya mampu mengejek dan mencemooh dalam hati, namun tetap saja mereka merasa malu. Bagaimanapun orang yang mereka ejek dan cemooh lebih baik, bahkan sangat baik dalam balapan. Tak ada keraguan dalam menginjak gas.
Fany fokus pada ponselnya, menatap dengan jeli setiap jalur yang Chacha lewati, karena dirinya hanya punya satu kali kesempatan ini membuat dia harus ekstra kali ini. Ditambah lagi kecepatan Chacha yang tak main-main saat mengendarai bluewy. Membuat Fany secara spontan menaikkan fokusnya. Menandai beberapa titik yang ia temui kejanggalan.
Nena dan Zeze fokus pada layar besar, mereka berdua tampak menikmati pemandangan Chacha yang bergerak lincah dengan mobilnya, jarang sekali melihat Chacha tampil secara all out seperti malam ini. Biasanya Chacha akan menahan diri, tapi kali ini Chacha benar-benar menjadi dirinya sendiri. Sesekali mereka berdua berkomunikasi dengan Karin yang sejak tadi mengawasi dari atas menggunakan helikopter. Jangan lupakan senjata kesayangan dirinya.
"Fan? " Zeze memanggil Fany yang terus menunduk, mereka bertanya karena Chacha hampir menyelesaikan putaran pertamanya.
Melihat Fany yang mengangguk, Zeze langsung menaiki mobilnya dan duduk di kursi kemudi dengan Fany disampingnya. Nena menggunakan mobilnya sendiri. Mereka langsung memasang sistem yang Chacha rancang untuk mobilnya. Hingga mobil mereka setara dengan bluewy.
Saat melihat Chacha memulai putaran keduanya, mereka langsung menyusul Chacha yang cukup jauh didepannya. Mereka akui meskipun mobil mereka setara dengan mobil yang dipakai Chacha. Namun, skill mereka juga masih di bawah Chacha, jadi mereka hanya bisa mengimbangi Chacha dengan apa adanya.
Mereka sampai di titik yang Fany curigai pertama, rupanya titik itu sudah diamankan Karin dari atas. Mengetahui itu Chacha langsung menambah laju kecepatan mobilnya, Chacha berencana langsung ke induk calon masalah di sirkuitnya.
Mereka yang berniat menyabotase sirkuitnya, maka harus siap jika kedepannya akan bermain dengan gadis iblis berwajah malaikat semacam Chacha ini.
Lainnya membereskan masalah di beberapa titik, sedangkan Chacha langsung menuju tempat yang ia curigai pertama kali. Belokan ke dua puluh tujuh. Karin tetap memantau pergerakan Chacha dari atas, karena drone Chacha alihkan untuk mengawasi Fany dan lainnya.
Mereka yang menonton hanya dibuat heran dengan apa yang ditampilkan di layar besar itu. Mereka tak melihat mobil Chacha, hanya dua mobil yang mengeluarkan seperti percikan api. Keempat pria yang sejak tadi bicara dengan Chacha langsung menancap gas masing-masing untuk menyusul. Mereka tahu apa yang sedang terjadi. Ini juga pernah terjadi saat Chacha membuka sirkuitnya untuk pertama kali.
Sedangkan keempat sahabat prianya, mereka sibuk dengan rapat dan urusan perusahaan yang terpaksa mereka handle jarak jauh. Belum lagi besok bukan hari untuk bersantai, jadi mereka memutuskan menyelesaikan sekarang sebelum kembali nanti. Sebelumnya mereka telah melihat kemenangan Chacha setelah itu kembali lagi ke rumah yang sudah Chacha sediakan. Jadi mereka tak tahu menahu dengan apa yang dilakukan oleh lara gadis di luas sana.
Mereka dibuat tegang saat drone menangkap Fany dan lainnya malah adu tembak dengan orang-orang yang tak dikenal. Drone tak lagi menangkap gambar Chacha. Itu yang membuat mereka bingung. Tapi sedikit lega saat melihat Karin memisahkan diri dengan mengikuti Chacha.
Duarr....
__ADS_1
Mereka kaget dengan suara ledakan yang besar. Bahkan Levy dan lainnya sampai lari keluar untuk memastikan. Fany dan lainnya langsung mempercepat laju mobilnya saat mendapati lokasi ledakan adalah tempat Chacha terakhir berhenti dengan mobilnya.