Call Me Queen

Call Me Queen
Kalah telak


__ADS_3

Sesuai prediksi Chacha akan Kevin jika akan berbuat ulah pada Audy. Kali ini Kevin melaporkan Audy karena menyembunyikan anaknya. Bahkan menuduh Audy bersekongkol dengan Ardan untuk menyembunyikan anaknya. Audy juga dilaporkan selingkuh, dengan meminta hak asuh Mahavir karena menurutnya Audy tidak bisa mencukupi kebutuhan Mahavir jika tidak bekerja.


Karena tidak ingin masalah ini berlarut dan memancing pihak lain mengambil keuntungan, Chacha langsung meminta untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya. Rupanya keluarga Pandey sengaja menyewa beberapa wartawan dari stasiun swasta untuk menayangkan acara tatap muka ini.


Chacha geram bukan main, awalnya dia masih berbaik hati dengan keluarga Pandey karena Audy masih memohon untuk tidak terlalu keras. Namun, kelakuan keluarga Pandey membuat Chacha sakit kepala sendiri.


Disinilah mereka berada sekarang. Audy, Ayah Gun, Bu Ratu, dan Chacha. Ardan juga diajak karena dia masih mengawal Audy sebagaimana mestinya.


Mereka tampak memasuki sebuah ruangan yang ternyata sudah berkumpul anggota keluarga Pandey. Bahkan Chacha dapat melihat tatapan mengejek dari mereka. Apalagi saat melihat Audy yang berjalan dengan Ardan, membuat mereka semakin menatap rendah pada Audy.


Chacha menampilkan ekspresi datar. Para wartawan segera menyorot keluarga Effendy yang baru tiba di tengah-tengah acara tersebut. Para wartawan malah dibuat kaget saat melihat Chacha juga duduk diantara keluarga Effendy. Bagaimana tidak, wajah Chacha sudah tidak asing lagi dalam dunia bisnis. Membuat wajahnya kerap kali bersanding dengan wajah suaminya di majalah bisnis sebagai pengusaha muda tersukses.


Acara ini lebih mirip acara gosip daripada penyelesaian masalah menurut Chacha. Tapi, ini cukup menguntungkan. Chacha bisa langsung mendepak keluarga Pandey dari kursi kehormatannya saat ini juga.


"Jadi menurut tuan Kevin, mantan istri anda ini sengaja menyembunyikan kehamilannya dan kabur bersama selingkuhannya itu? " Tanya seorang wanita yang bertugas sebagai penengah, namun beralih menjadi host talk show itu.


"Iya, awalnya saya pikir dia sudah menikah karena saya tidak sengaja melihatnya di supermarket sedang menggendong bayi. Tapi ketika dipikir lagi, perkiraan besar bayi nya tidak sama dengan usia pernikahan mereka. Karena bahkan surat cerainya baru keluar beberapa bulan yang lalu. Jadi saya terpaksa meminta anak buah saya menyelidiki semuanya" Jawab Kevin tegas.


Keluarga Effendy hanya menatap datar tanpa ekspresi, membuat anggota keluarga Pandey bingung. Jika mereka tidak bersalah harusnya mereka emosi, jika mereka salah harusnya mereka malu. Namun, mereka malah tidak beraksi apapun.


"Bagaimana tanggapan anda nona Audy? "


"Jika saya mengatakan itu tidak benar apa anda akan percaya? " Bukannya menjawab Audy malah balik bertanya membuat semuanya bungkam.


Ini sidang mediasi atau acara gosip sebenarnya. Batin Chacha bertanya.

__ADS_1


"Tidak usah tegang begitu saya hanya bertanya bukan? Oke, back to topic. Saya tidak akan menanggapi apapun, jika tuan Kevin berniat membawa ini ke jalur hukum. Saya siap bertemu di meja pengadilan"


"Tapi, nona Audy. Tuan Kevin berkata jika dirinya memiliki bukti, apa anda tidak memikirkan nasib anak anda kedepannya? "


"Dia anakku, kenapa anda yang repot? Sebenarnya bukti apa yang dia miliki? Tes DNA jika putra ku adalah anaknya? Lalu bukti jika aku berselingkuh dengan pria di sampingku ini? Harusnya dia berkenalan pada pria di samping ku, atau harusnya dia berterima kasih, karena jika tidak ada pria di samping ku ini, mungkin aku dan anaknya tidak akan ada di dunia ini"


"Tapi bagaimanapun, anak anda adalah putra dan cucu dari keluarga Pandey, bukan? "


"Anda begitu membelanya, apa anda salah satu wanitanya? " Ditembak begitu saja membuat wanita itu gelagapan sendiri. Audy hanya menampilkan senyum mengejek ke arah keluarga Pandey.


"Stop" Chacha berdiri dari duduknya saat melihat Nyonya Pandey akan membuka suara. "Ini sebenarnya acara apa? Kalian membuang waktu berharga ku saja. Langsung pada intinya saja. Apa mau kalian sebenarnya?" Tanya Chacha langsung menatap keluarga Pandey.


"Kau diam, biarkan aku mengambil alih situasi kali ini" Ucap Chacha lagi setelah melihat wanita yang tadi mencecar Audy dengan berbagai pertanyaan tak bermutu.


"Sekarang kalian bisa menjawab pertanyaan ku? "


"Dengan alasan apa kalian ingin memisahkan anak dan ibunya? "


"Audy tidak akan mampu menghidupi anaknya, karena dia hanya seorang pengangguran" Jawab nyonya Pandey dengan nada merendahkan. Namun, lihatlah ekspresi tenang Audy, membuat yang lain melongo. Jika saja mereka tahu jika Audy sudah diancam oleh Chacha agar tidak mengeluarkan ekspresi apapun selain datar ketika ada orang yang merendahkan dirinya.


"Apa anda lupa jika dia masih memiliki orang tua yang sanggup menghidupi nya, apa anda lupa jika dia masih memiliki kakak laki-laki yang lebih dari bisa untuk memberinya hidup mewah? Soal materi sekarang terselesaikan, karena anak Audy tidak akan kekurangan apapun selama dia berada dalam lingkup keluarga Pandey. Ada lagi? "


"Bagaimanapun anak mereka membutuhkan sosok ayah disampingnya. Ayah kandungnya, bukan ayah sambung"


"Naikkan perkara ini ke pengadilan, kita akan bertemu di meja hukum. Kalian memperebutkan hak asuhnya bukan? Sayang sekali, hak asuh anak Audy ada ditangan ku. Jadi jangan khawatir jika anak Audy akan kekurangan kasih sayang. Dia tidak akan kehilangan sosok ayah dalam hidupnya. Satu hal lagi, Audy belum menikah, jadi anaknya belum memiliki ayah sambung"

__ADS_1


Anggota keluarga Pandey melotot, mereka terpojok saat ini. Jika mereka melanjutkan perkara ini, mereka hanya kan menjadi lelucon.


"Tapi Kevin masih ada hak atas anak itu" Rupanya Nyonya Pandey masih tidak ingin mengaku kalah.


"Hak apa yang anda maksud, Nyonya? Apa anda lupa, jika anda dan keluarga anda tidak mengakui jika kakak saya sedang mengandung keturunan keluarga Pandey. Bukankah dengan gampangnya kalian mengatakan kakak saya sebagai wanita murahan. Lalu sekarang hak apa yang kalian maksud? "


"Kalian menuduh kakak saya berselingkuh, lelucon macam ini? Tuan Kevin anda habis terbentur dimana hingga mengatakan kakak saya berselingkuh dengan pria disampingnya. Apakah anda tahu jika dia anak buah saya yang saya tugaskan untuk mengawal kakak saya"


"Apa anda terbentur begitu parah hingga lupa dimana malam itu anda dan selingkuhan anda menghina kakak saya? "


Keadaan hening seketika, jika tadi banyak bisik-bisik mengenai keluarga Effendy. Kini keadaan berbalik ketika Chacha mulai angkat bicara, mereka lebih tepatnya terkejut.


"Bukankah malam itu anda juga menghina kakak saya dengan sebutan ja*ang, Nyonya? "


"Dan anda tuan Kevin, membiarkan selingkuhan anda menampar istri anda tepat didepan mata anda sendiri. Apa anda gila? "


"Anda memutar balikkan fakta seolah-olah kakak saya yang berselingkuh, tapi menutup diri jika sebenarnya anda yang bermain ali dibelakang kakak saya. Parahnya lagi keluarga anda mengetahuinya"


"Mungkin anda melupakan sesuatu tuan Kevin. Anda mengenal saya lebih dulu dibanding kakak saya, anda juga tahu jika saya tidak pernah diam jika seseorang menghina atau merendahkan orang terdekat saya"


Kevin mendongak menatap netra biru Chacha. Kevin baru ingat jika Chacha bisa berubah menjadi menyerah jika sedang marah. Dan ini kebodohannya, sibuk mencari pembelaan hingga melupakan keberadaan singa betina yang sesungguhnya.


"Saya dengar anda sudah memasukkan perkara ini ke persidangan. Secara terbuka saya hadirkan semua bukti yang saya punya selama anda menjadi suami kakak saya" Chacha menyodorkan sebuah flashdisk ke arah operator yang sudah Ardan panggil terlebih dahulu.


"Terakhir dari saya. Sesuai ucapan saya malam itu, jika kalian akan saya lengserkan dari perusahaan Pandey. Hari ini juga, perusahaan Pandey resmi menjadi milik saya. Yang nantinya akan dipimpin langsung oleh anak anda tuan Kevin. Kalian seluruh karyawan perusahaan Pandey, ingat pemimpin masa depan kalian bernama Adyatma Mahavir Pandey. Saya permisi"

__ADS_1


"Ayo pulang, jangan terlalu lama disini. Kalian bisa menikmati tontonan dari bukti yang saya hadirkan" Setelah mengatakan itu Chacha langsung meninggalkan ruangan tersebut diikuti lainnya.


Setelah kepergian Chacha, wartawan sibuk menyorot ke arah layar besar yang menampilkan semua bukti. Mulai dari perselingkuhan yang Kevin lakukan hingga berakhir di ranjang hotel, perlakuan buruk kepada Audy. Semuanya tersaji begitu apik. Dan penutup nya adalah hasil tes DNA antara Kevin dan Mahavir. Chacha yakin jika berita ini akan pecah dan menjadi trending topik beberapa hari ke depan.


__ADS_2