
Siangnya ruangan tempat Chacha dirawat lumayan ramai dengan kedatangan sang kakak dan tunangannya serta mertua sang kakak.
"Bagaimana keadaanmu nak?" tanya Nyonya Pandey.
"Mendingan tante" singkat saja.
"Om salut sama keberanian kamu" kali ini Tuan Pandey.
Chacha hanya menyunggingkan senyum tipis dirinya masih disibukkan dengan ponselnya sedari tadi.
"Kalo ada orang tua ngajakin ngomong tuh diperhatikan bukan dicuekin" sindir Audy pada adiknya
Chacha masih enggan mengangkat kepalanya dari ponselnya. Dirinya masih asyik memeriksa laporan bawahannya dengan semua perintah yang ia berikan sebelumnya.
"Cha" suara lembut Bu Ratu mampu membuat Chacha mengangkat pandangannya.
"Bentar lagi selesai bunda" jawabnya sambil memberikam senyum terbaiknya.
Beberapa menit setelahnya Chacha meletakkan ponselnya diatas nakas.
"Ayah" suara lembut Chacha saat memanggil sang ayah membuat semuanya menoleh tak percaya.
"Ada apa. Apa kau butuh sesuatu?" tanya Ayah Gun mendekati brankar Chacha.
"Bisakah ayah meredam semua berita itu" pintanya dengan puppy eyesnya membuat sang ayah tersenyum sikap manja putrinya mulai kembali.
"Tapi kenapa?"
"Ayah ingin diceramahi kakek dan nenek?" ucapan Chacha membuat dirinya tersadar.
"Chacha tak mau kakek dan nenek khawatir dengan keadaan Chacha" Ayah Gun mengangguk menanggapi permintaan bungsunya itu.
Ayah Gun langsung menyuruh orang-orangnya untuk meredam berita yang saat ini sedang hangat-hangatnya di khalayak ramai tersebut.
Setelah selesai Ayah Gun menoleh pada Chacha. "Ada lagi?" tanyanya.
Chacha hanya tersenyum sembari menggeleng. Sikap Ayah Gun yang memanjakan Chacha membuat Audy menahan amarahnya.
__ADS_1
Suasana diruangan itu mulai menghangat ketika Chacha mulai tak bersikap dingin lagi ketika ditanya. Hingga...
"Chacha, Karina datang" teriakan Karin menggema diruangan itu.
"Rumah sakit woy" teriak yang lainnya dibelakang.
Yaps. Karin tak datang sendiri melainkan formasi lengkap FF BOYS dan FF GIRL.
"Eh ada tamu. Maap ya om tante Karin gak tau kalo ada om sama tante Karin kira cuma ada ayah sama bunda" ucap Karin cengengesan yang hanya mendapat gelengan dari yang lainnya.
"Keadaan lo gimana?" tanya Zeze.
"Seperti yang lo liat gue udah mendingan"
"Coba sini liat" ucap Levy.
Levy mendekat lalu menekan sedikit luka Chacha untuk melihat reaksi Chacha membuat yang lain melotot tak percaya.
"Lev lo apaan sih itu pasti sakit" sentak Fany pada Levy.
"Resep obatnya udah aku kirim, palingan ntar sore sudah ada disini jangan lupa diminum. Salepnya juga ada biar gak bekas" Chacha hanya mengangguk mendengarkan apa yang Levy ucapkan.
"Biasa aja liatnya. Gue cuma ngetes dia karena obat yang dia pake dosisnya lebih tinggi dari biasanya kalo gak gitu gak bakal ada efeknya" ucap Levy menjelaskan pada yang lainnya karena mereka masih bingung dengan tindakan Levy itu.
"Kamu yang yang semalem kan?" tanya Bu Ratu.
"Ah iya tante"
"Wajahmu tak asing. Siapa nama lengkapmu nak?" tanya Tuan Pandey.
"Haruskah?" tanya Levy sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Tak apa jika kau keberatan" ucap Tuan Pandey tak enak hati.
"Levy Rahardian" jawabnya singkat.
Yang lain hanya menahan nafas saat Lev menyebutkan nama lengkapnya kecuali para sahabatnya tentunya. Tiba-tiba saja suasana menjadi canggung diruangan itu.
__ADS_1
"Lele" suara lembut tapi terkesan manja mengalihkan pandangan semuanya.
"Ada apa hmm?"
"Mendekatlah"
Setelah Levy mendekat Chacha mulai membisikkan sesuatu yang membuat Levy terkekeh.
"Baiklah tuan putri tunggu sebentar pangeran ini akan mencarinya" Levy langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Chacha.
"Alay" kompak lainnya membuat para orang tua terkekeh.
Jangan tanyakan Audy dan Kevin mereka hanya diam sedari tadi.
"Lo bisikin apaan sih Cha?" tanya Nena penasaran yang diangguki oleh lainnya.
"Ke-po" jawab Chacha dengan nada yang ditekan.
"Gak asik" timpal Putra.
"Eh itu luka emang gak sakit Cha?" tanya Kinos dengan watadosnya yang langsung mendapat geplakan manja dari Nena yang kebetulan ada disampingnya.
"Mana ada luka kagak sakit. Jangan Ngadi-ngadi deh lu Nos" timpal Putra
"Ya lagian ditekan sama si Levy dia kagak ada respon apapun kan gue penasaran" dengan wajah cemberutnya.
"Apaan tuh wajah"
"Geli gue liatnya"
"Jijik gue"
"Kagak cocok tampang lo gitu Nos"
"Sok banget nih muka" toyoran gratis Kinos dapatkam dari Nena.
"Lo penasaran. Mau coba" ucap Chacha dengan senyum jailnya membuat yang lain melongo tak percaya apalagi Kinos yang sudah pucat pasi.
__ADS_1