
Tak terasa usia si kembar sudah memasuki bulan ke empat. Karin juga sudah melahirkan seorang putra tampan yang diberi nama Geffie Danu Anderson.
Rutinitas mereka masih tak berubah. Chacha masih dengan kegiatannya menjadi ibu rumah tangga, meskipun terkadang dirinya juga bekerja dari rumah, atau sesekali melakukan rapat via video dengan para koleganya. Karena Chacha sudah mulai menunjukkan jati dirinya sebagai pemilik perusahaan.
Namun, siang ini ketenangannya terusik dengan notif khusus dari Chila. Dirinya langsung duduk di depan meja kerja yang tersedia di kamar si kembar. Karena sementara Chacha dan Levy masih tidur di kamar si kembar.
Untung saja si kembar sedang tertidur pulas. Membuat Chacha lebih leluasa untuk melakukan kegiatannya. Wajah lembut seorang ibu kini kembali dalam mode serius yang membahayakan dalam mode pemimpin mafia tertinggi.
Chacha duduk di depan meja kerja dengan laptop super canggih yang sedang menyala di hadapannya. Earpiece khusus sudah terpasang di telinganya. Jemari lentiknya bergerak lincah di atas tuts keyboard.
"Kak, kita akan mulai dari mana? " Baru kali ini si genius Chila kebingungan. Pasalnya masalah yang dihadapi Chacha bukan hanya rumit, tapi terlalu rumit. Benang kusut itu benar-benar kusut, butuh kesabaran tingkat tinggi untuk membongkar seluruh belitan benang itu.
"Aku sudah mengirimkan datanya. Pindai semua akses yang berhubungan dengannya. Aku tunggu informasinya dalam satu jam"
"Siap Kak"
"Blue"
"Siap Queen"
"Hubungkan para hacker padaku"
"Diproses dalam 1 menit"
Sembari menunggu para hacker didikannya berkumpul, Chacha masih menggerakkan jemarinya dengan cepat. Sesekali dirinya juga menoleh ke samping untuk melihat buah hatinya.
"Caesar? "
"Siap menerima perintah, Queen" Ucap Caesar diujung sana.
Caesar, pria tampan seumuran dengannya. Memiliki mata setajam Elang dengan sikap flat yang berlebihan. Dia hanya akan bersikap hangat pada triple C yang menurutnya saudaranya. Chacha, Chiara dan Chila.
Caesar, pria yang berdarah dingin, kejam serta sadis. Itu semua hasil dari didikan seorang Chacha. Membuat Caesar menjadi bayang-bayangnya adalah hal beresiko tinggi, namun Chacha tak memiliki pilihan lain. Ketika dalam lima tahun nyawanya menjadi taruhan hidupnya. Caesar, menjadi tameng dalam kegelapan sebagai bentuk balas budinya. Berulang kali berakhir di meja operasi bersama Chacha, berulang kali juga keduanya selamat dari maut. Caesar salah satu orang yang paling ditakuti di dunia bawah. Banyak organisasi yang ingin merekrutnya, bahkan ingin menjadikannya pemimpin. Namun sayang, dia sudah terpatri memiliki atasan seorang Chacha. Menurutnya tak akan ada atasan seperti sang Queen, yang tenang bagai hiu di lautan dan ganas bagaikan singa dihutan liar.
"Kirimkan data ku minta sekarang"
"Baik Queen"
"Kau dimana? "
"Di apartemen"
"Perketat penjagaan, siapkan tim bayangan untuk selalu mengawasi ku 24 jam. Aku bisa menyerang kapan saja. Siapkan mereka yang siap menggantikan aku di medan perang jika keadaan mendesak"
__ADS_1
"Biar aku saja"
"Tidak, kau harus menjaga si kembar untukku"
Di ujung sana Caesar tampak memejamkan matanya. Tak tahu lah Chacha jika dirinya sekarang sangat khawatir.
"Tapi, Queen? "
"Kirimkan datanya sekarang. Tim ku sudah berkumpul, aku akan mengambil langkah cepat"
"Baiklah. Katakan jika kau akan menyerang, aku harus ke luar negeri"
"Untuk? "
"Senjata baru mu sudah selesai di buat. Aku akan menjemputnya sendiri"
"Baguslah, berangkatlah gunakan salah jet pribadiku. Dan aku tak menerima penolakan. Aku tutup"
Chacha langsung kembali dalam forum bersama tim hacker yang sudah siap menerima perintah atasan sekaligus gurunya itu.
"Sudah siap menerima perintah? "
"Siap Queen" Jawab mereka serempak.
Chacha menekan tombol enter pada keyboard. Seketika itu juga banyak data-data terkirim ke setiap para hacker didikannya.
Chacha juga fokus mencari semua informasi yang dibutuhkan. Dia harus menuntaskan dendam ini. Tak hanya dendam sang bunda pada selingkuhan ayahnya. Namun, juga dendam pada keturunan dari beberapa pemimpin mafia yang terlibat dengan neneknya dulu.
"Kak, ada informasi yang janggal disini"
"Katakan"
"Selingkuhan ayah kakak ternyata memiliki anak lain"
"Apa itu penting? Kau mengajak ki bergosip Chila? "
Di seberang sana Chila tersedak ludahnya sendiri mendengar pertanyaan Chacha. Dia merutuki kebodohannya kali ini.
"Ah bukan seperti itu maksud ku, Kak. Satu tahun setelah lahirnya nona Audy, dia menikah dengan kondisi hamil Kak. Seharusnya anaknya seumuran dengan Kakak. Tapi sang suami yang saat ini tidak tahu, jika anak yang besarkan bukan anaknya. Aku tak bisa menembus informasinya karena di lindungi oleh sistem Blood Rose. Kakak sendiri yang memperingati untuk tak menyentuh Blood Rose"
"Itu akan menjadi urusan ku"
"Baik Kak. Selingkuhan ayah anda termasuk orang yang licik. Dia sengaja menggunakan identitas palsu, menyulitkan kita untuk melacak nya. Dan orang yang meneror nona Audy adalah orang yang sama"
__ADS_1
"Bodoh"
"Wanita itu juga dulunya sering berada di club yang pernah kakak hanguskan untuk menolong ibu Kak Chia"
Kali ini Chacha terdiam, pikirannya tak ingin menebak. Karena hati dan pikirannya sedang tak sejalan, Chacha memilih diam di tempat.
"Kirimkan kodenya, aku akan melacaknya sendiri"
"Baik, Kak"
Masalah Audy, hampir selesai. Setelah itu langsung baru selesaikan masalah wanita sialan ayah itu. Terakhir kita perang. Batin Chacha.
Setelah mendapat kode yang Chila kirimkan Chacha langsung memisahkan kode itu. Dia lebih mengutamakan data yang dikirimkan oleh Caesar. Tak heran jika posisi Chacha tak mudah digoyah kan. Karena semua tangan kanannya dibekali dengan ilmu IT tingkat tinggi. Setidaknya mereka bisa meretas perusahaan berskala internasional, baru bisa menjadi tangan kanan sang Queen. Sejauh ini baru tiga orang yang mampu memenuhi targetnya. Adapun Pandu, kembaran Chiara itu hanya mampu meretas perusahaan berskala Asia, namun dia lebih unggul dalam bagian adu tembak. Tak heran jika Pandu memegang kendali ruang persenjataan milik Death Rose.
Chacha tampak menghela napas pelan saat melihat titik merah di layar laptopnya. Rupanya musuhnya malah menggunakan bawahannya untuk menyerangnya.
"Caesar, berikan peringatan pada mereka sebelum aku mengirim para mafioso terbaikku untuk bertamu pada mereka" Perintah Chacha dingin. Caesar mematung diujung sana. Namun, saat hendak protes panggilannya sudah berakhir.
"Wanita sialan, tak mendapat ayah ku kau berniat menghancurkan seluruh keluarga Effendy. Kau menjelma menjadi wanita kelas atas di siang hari dan berubah menjadi kupu-kupu malam di malam hari. Kau berubah menjadi wanita terhormat di depan keluarga besar suamimu, dan berubah menjadi wanita rendahan di depan rekan bisnis mu. Kau membuat rasa haus darah ku kembali" Chacha terkekeh sendiri melihat seluruh data yang ia peroleh.
"Bodohnya lagi kau malah mengincar Mahavir untuk kau jadikan umpan, kau bodoh jika mengusik salah satu putraku" Seringai kejam tersungging di wajah cantiknya.
"Tenanglah, bersenang-senang lah terlebih dahulu. Aku memberi mu waktu lebih lama lagi, karena jika langsung terjatuh ke dasar jurang dengan teriakan menyakitkan itu sangat merdu di telinga ku"
Kini iblis di dalam tubuh Chacha benar-benar bangkit. Tak akan ada seorang pun yang bisa menghentikan tindakannya ini.
"Chiara? " Chacha langsung menghubungi Chiara untuk melaksanakan semua rencananya secepatnya.
"Ya Queen? "
"Jemput Mami Anna segera. Kita akan menyelesaikan masalah mu di acara pertunangan Pandu, bebaskan Angel. Lucas harus segera kembali ke negaranya. Aku sudah bosan dengan keluh kesahnya" Chiara tampak terkekeh di sebarang sana saat mendengar Lucas si player mengeluh.
"Baik Queen"
...****************...
Neng tunggu sawerannya ya😌 jangan lupa like komen and vote yang kenceng 😅. Kalau gak kenceng nanti aku gagal montok 🤣
Minggir gendut, Kakak juga mau nyapa para aunty online 🤪
__ADS_1
Berisik 😒