Call Me Queen

Call Me Queen
Blue


__ADS_3

Chacha berlalu meninggalkan ruang pemeriksaan menuju lantai paling atas di mansion itu. Ya kenapa mansion? Karena markas Black Rose merupakan sebuah mansion. Lantai atas merupakan wilayah pribadi King dan Queen Black Rose. King adalah pendiri sekaligus pemimpin Black Rose dan mengangkat Chacha sebagai Queen karena suatu alasan.


Chacha merebahkan tubuhnya di kasur empuknya. Memejamkan matanya sejenak lalu beranjak dari tempat tidurnya dirinya keluar dari kamar tersebut dan masuk ke kamar disebelahnya.


Saat memasuki kamar tersebut indera penciuman Chacha langsung dimanjakan dengan aroma khas pria. Dia berjalan ke arah sofa. Duduk dan menyenderkan kepalanya.


"King aku rindu" lirihnya.


Dirinya mulai memejamkan matanya. Kamar ini adalah pelariannya ketika dia jenuh dengan masalahnya. Kamar ini akan membuat dirinya tenang meskipun pemiliknya ada di bagian negara lain.


Cukup lama Chacha beristirahat dikamar itu. Dia membuka matanya dan berjalan keluar. Dirinya turun ke lantai bawah disana ternyata sudah banyak para mafioso yang berkumpul walau hanya sekedar berbincang bahkan hingga bercanda. Ini memang kemauannya mereka tidak kaku antara satu sama lain.


"Nona" ucap salah satu mafioso disana. Chacha hanya mengangguk lalu duduk disofa.


"Queen" sapa seseorang disampingnya.


"Kak Ardan ngapain disini?" tanya Chacha sambil menyenderkan kepalanya di bahu pria yang dipanggil Ardan.


"Adik kecil kakak habis bunuh orang jadi kakak khawatir" jawabnya lembut.


Ardan salah satu pemimpin mafia sadis yang Chacha taklukkan tanpa pertumpahan darah. Pemimpin mafia yang tak kenal kelembutan berubah sejak mengenal gadis mungil itu. Dia lebih bisa mengontrol emosinya dan meledakkan diwaktu yang tepat. Bahkan sejak Chacha diseret pulang paksa oleh sang Ayah dia sudah dipercayai untuk memimpin salah satu perusahaan Chacha. Tentu saja perusahaan yang dipimpinnya tak akan goyang dengan mudah meskipun dia masih harus belajar dalam berbisnis karena dukungan dari dunia bawah begitu kuat apalagi dia sebagai salah satu pemimpin mafia.


Para mafia yang Chacha taklukkan akan tetap berjalan sebagaimana mestinya hanya saja dibawah naungannya. Bahkan dirinya tak segan memperkerjakan para mafia di perusahaannya dengan kemampuan mereka tentunya.


"Hanya tikus kecil berkhianat kak"


"Lalu?"


"Dark Devil. Dia bekerja padanya"


"Lalu keluarganya?"


"Tanpa keluarga. Aku sudah mencari identitas nya sejak dia bergabung tapi memang dia besar di panti asuhan lalu ya jadi berandalan"

__ADS_1


"Kau apakan Dark Devil?"


"Membiarkan para mafioso ku bertamu dengan Bang Rey"


"Biarkan Dark Devil jadi urusan kakak setelah ini. Fokuslah pada tujuanmu Queen.


"Emmm aku tau kak. Aku harus cepat selesaikan ini atau aku tak bisa tenang.


"Bagaimana identitasnya?"


"Untuk King tak akan ada yang mengenalinya meskipun dia keluar masuk negara ini karena tak ada yang menyangka dia akan hidup"


"Tuan besar hadir disaat yang tepat"


"Yah aku tak menyangka jika kakek akan menungguku seperti perkiraan nenek. Karena jika kakek yang membongkar saat itu akan lebih banyak korban"


"Kau memang sudah digariskan Queen"


"Ya kakek pernah bercerita jika nenek dulu sebelum meninggal pernah berpesan bahwa Bunda akan hamil dan bayinya perempuan saat itu kakek harus segera menutupi segala kemungkinan yang menunjukkan bahwa aku pewaris utama keluarga Izhaka"


"Makasih kak" Chacha memeluk tubuh Ardan.


"Queen apa tak sebaiknya kamu aktifkan sistem yang pernah kamu buat?"


"Aku akan aktifkan kak maka dari itu beritahu semua karena sistem ku sudah tertanam dimana aset ku berdiri, kakak paham maksudku kan?"


"Ya kau akan membuat perlindungan secara mendadak jika ada serangan"


"Ya aku keruang kontrol sekarang"


Dirinya bangkit meninggalkan Ardan diruang tamu dengan para mafiosonya. Chacha naik lagi ke lantai paling atas ke wilayah pribadinya. Dirinya masuk ke kamarnya langsung menuju lemari kecil di samping tempat tidurnya, lalu mengambil sebuah kotak berisi aksesoris lengkap anting, kalung, cincin, dan gelang. Aksesoris tersebut yang menghubungkan dengan sistem yang dia buat. Chacha memilih cincin memakainya dijari telunjuk sebelah kirinya.


"Selamat datang kembali nona. Blue siap menerima perintah" sistem tersebut bersuara membuat Chacha tersenyum.

__ADS_1


"Mulai saat ini kau ku aktifkan kembali Blue. Jadi bersiaplah menerima perintah dadakan" ucapnya seraya tersenyum.


"Blue siap kapanpun nona" jawab Blue.


Chacha meletakkan kembali kotak berisi aksesoris yang tersisa ditempatnya lalu dia turun lagi untuk menemui Ardan dibawah. Ternyata Rey sudah tiba di sana dengan mafioso yang lain.


"Bagaimana?" tanyanya setelah sampai di samping Rey. Rey menoleh melihat siapa yang berbicara.


"Hanya beberapa yang mati lalu ketuanya langsung keluar ya kau tau lah" jawab Rey.


"Lalu dimana sekarang dia?"


"Diurus Ardan. Abang tau kamu pasti ingin dia jadi bawahan mu kan"


"Emmm" Chacha hanya menganggukkan kepalanya.


"Biarkan Ardan yang mengurus kau jangan terlalu sering menunjukkan wajah didepan mereka tanpa topeng Queen"


"Abang tau aku hanya menunjukkan wajahku didepan orang-orang ku saja" jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ya sudah ayo kita pulang. Ayah sama bunda pasti nunggu di rumah" Chacha mengangguk lalu berjalan mengikuti Rey.


"Bang Chacha nebeng motor tinggal sini ya capek" ucapnya manja.


"Iya untung tadi bawa mobil Abang" Rey langsung masuk kedalam mobil diikuti Chacha. Rey langsung melajukan mobilnya.


"Blue tingkatkan keamanan mansion selama tak ada aku" perintahnya Chacha.


"Baik nona"


"Kamu sudah aktifkan Blue dek?" tanya Rey.


"Iya bang, Chacha tak mau gedung Chacha diledakkan orang lagi itu menjengkelkan"

__ADS_1


"Gedungmu yang diledakkan hanya satu tapi kamu malah membalasnya dengan meledakkan gedung pusat dan cabang utama mereka"


"Jika mereka cari masalah sama Queen Black Rose maka hanya cabang utama yang akan meledak tapi mereka cari masalah sama Queen Death Rose jadi ya gedung pusat juga jadi sasaran. Tapi Abang tenang aja setelah Chacha ledakkan Chacha langsung bangun ulang biar karyawan mereka gak kehilangan pekerjaan tapi ya perusahaan itu jadi milik Chacha" ucapnya santai Rey hanya menggelengkan kepala dengan jawaban enteng sang adik.


__ADS_2