
"Chiara" Panggil Narendra. Papi Chiara.
"Ya Pi? " Chiara menghentikan langkahnya saat akan menaiki anak tangga.
"Kamu lihat Angel? " Chiara hanya menaikkan sebelah alisnya. Melirik sebentar ke arah ibu tirinya.
"Nggak tuh, kenapa gak balik anak kesayangan papi? "
"Chiara"
"Mami, gak capek apa tiap hari teriak-teriak terus ke aku. Aku salah apa sih, Mi Pi. Kalian kayaknya benci banget sama aku? Papi juga, kalau kalian emang gak mau besarin aku, kenapa kalian rebut aku dari mami Anna"
"Cukup Chiara. Cukup kamu membicarakan ini terus. Papi rebut kamu karena papi gak mau kami jadi seperti mami kandung kamu"
"Seperti apa maksud papi. Jika papi tak tahu kebenarannya jangan pernah menuduh yang tidak-tidak pada mami Anna"
"Maksud kamu apa Chiara? "
"Tanya aja sama mami. Mami kan maha tau"
"Kita lagi kelimpungan cari Angel, Chiara. Kenapa kamu malah bahas Anna? "
"Bukan urusan Chia juga, Angel hilang atau nggak kan? Paling juga ngelayap di bar"
"Jaga bicara kamu Chiara" Teriak Narendra keras. Namun, Chiara hanya menanggapinya dengan santai.
"Apa pi? Bukankah itu hasil dari didikan papi selama ini? Suatu saat papi akan lihat mana didikan papi yang mengatakan Angel adalah wanita lemah lembut dan penurut, dibanding dengan Chia yang kata papi seperti preman" Chiara langsung membalik badannya dan melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Pertengkaran dan perdebatan sudah biasa terjadi pada dirinya. Sejak duduk di sekolah menengah atas, Chiara sudah biasa dimaki dan dihina oleh sang papi yang sejak kecil selalu bersikap lembut pada dirinya. Bahkan tak jarang Chiara akan bertengkar hingga berteriak dengan papinya hanya karena Angel.
Chiara bersyukur kala itu dipertemukan dengan Chacha. Dirinya terbebas dari neraka dunia berkedok keluarga bahagia di dunia liat itu. Lima tahun dirinya bebas untuk menjalani neraka latihan fisik yang Chacha ciptakan untuk membuat dirinya tangguh saat menjadi tamengnya. Awalnya Chiara hanya akan memanfaatkan Chacha untuk membebaskan mami kandungnya dari jeratan hiburan malam. Namun siapa sangka perlakuan Chacha membuat Chiara diam-diam berjanji untuk melindunginya dengan nyawanya.
Chiara baru merasakan namanya keluarga saat bersama mami Anna. Tak akan ada yang menyangka jika Chiara memiliki saudara kembar. Pandu Prasetya adalah saudara kembarnya. Mami Anna sengaja menyembunyikan keberadaan Pandu, tujuan awalnya hanya agar Chiara mendapat kasih sayang yang lebih baik. Karena mami Anna yakin jika Narendra akan tetap menyayangi Chiara terlepas dari kesalahpahaman yang terjadi. Disisi lain, Mami Anna tahu, jika keluarga Narendra membutuhkan penerus laki-laki untuk melanjutkan bisnis keluarga. Karena Narendra sendiri memilih menjadi kepala sekolah, meskipun sekarang dirinya sudah terjun ke dunia bisnis untuk mengurusi bisnis keluarganya.
Chiara dipertemukan dengan Pandu di rumah orang tua angkat Pandu. Rupanya Pandu diasuh dengan baik oleh bidan yang membantu persalinan Mami Anna. Mami Anna sengaja menitipkan Pandu pada bidan tersebut, karena Mami Anna tahu jika bidan tersebut tak memiliki seorang anak.
Bersatunya Chiara, Mami Anna dan Pandu tak lepas dari campur tangan Chacha. Maka dari itu Chiara bertekad untuk mengabdi pada Chacha untuk membalas budi ini.
"Sampai ke lubang semut pun kalian gak bakal nemuin tuh anak cabe" Sinis Chiara setelah sampai di kamarnya.
"Nikmati karma mu perlahan Papi. Maaf bukan Chia tega, namun Papi harus tahu bagaimana rasanya menjadi Mami. Papi harus tau bagaimana menderitanya Mami. Jika bukan karena Chacha mungkin sudah lama kau akan menjadi duda, pi" Chiara terkekeh mendengar kalimat terakhir nya.
Jika mengatakan soal dendam, Chiara akan menjadi orang yang berbahaya. Dia bisa melakukan apapun agar dendamnya terbalaskan. Beruntung Chacha bisa mengontrol dirinya.
*
Di sebuah apartemen yang cukup mewah, tampak seorang wanita duduk sambil menggerutu kesal.
"Kenapa gue gak boleh pegang HP sih, kan bosen gini terus"
"Televisi doang gede tapi gak bisa dinyalain"
"Gue udah kayak tawanan aja disini"
Wanita itu adalah Angel Narendra, putri bungsu keluarga Narendra. Mantan tunangan Levy Rahardian. Chacha dan Chiara sengaja tak menghukum Chiara dengan hukuman ala mafia. Gadis ular nan licin seperti Angel ini harus diberikan pelajaran dengan benar.
Namun, Chacha tak ingin buru-buru. Dia masih menghukum Angel dengan hukuman manis dulu, karena ada harga yang harus Angel bayar dari setiap air mata yang dikeluarkan Chiara, ada darah yang harus Angel bayar karena beberapa kali Chiara kehilangan kendali atas dirinya.
"Honey, kamu sudah pulang? " Sapa Angel langsung bergelayut manja di lengan lelaki yang ia panggil honey.
"Aku akan mandi dulu" Balasnya singkat.
__ADS_1
Laki-laki itu adalah bawahan Chacha. Lebih tepatnya anak buah dibawah pimpinan Chiara. Chacha sengaja membuat skenario seakan-akan Angel ditolong dan dibawa ke apartemen laki-laki itu. Chacha dan Chiara bisa mengacungkan jempol saat melihat bawahannya berakting dengan begitu natural.
Chacha meminta Lucas, nama laki-laki itu. Untuk menahan Angel beberapa hari, hanya ingin melihat bagaimana reaksi Angel saat melihat anak buah tampan Chacha yang sedang bertandang di Indonesia ini. Karena Lucas adalah anak buah yang dipanggil untuk memberikan laporan keadaan di luar negeri.
Lucas yang terbiasa dengan kehidupan bebas dapat dibaca oleh Angel. Yang tak bisa diprediksi adalah ketika Angel menyerahkan dirinya sebagai tanda terimakasih membuat Chacha dan Chiara melongo. Bagai kucing diberi ikan asin, Lucas tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencicipi gadis Asia itu. Namun, Lucas hanya mencebik saat mendapati Angel tak bersegel lagi. Itu membuat Chacha dan Chiara tak berhenti tertawa ketika mengingatnya.
Lucas sebenarnya sudah muak dengan tingkah Angel yang benar-benar seperti wanita malam. Dirinya masih tak mengerti apa tujuan pemimpin nya untuk melakukan hal ini. Dia hanya bawahan yang siap menerima perintah.
Seperti saat ini, saat baru saja keluar dari kamar mandi. Lucas sudah mendapati Angel dengan lingerie super seksi sedang mengerling nakal padanya. Lucas hanya menghela napas ringan. Tak puaskah dia hingga tiap malam selalu menggodanya? Tak puaskah dia setelah tiap malam selalu dibuat tak berdaya oleh Lucas? Apa Lucas harus menggempur nya hingga wanita itu pingsan?
Lucas tak habis pikir dengan wanita yang satu ini. Lucas masih berbaik hati melakukan se*s dengan cukup lembut dengan wanita di depannya ini. Tapi sepertinya dia malah mencandui permainannya. Apa selama ini dia tak mendapat kepuasan dengan petualangannya? Apa dia harus membawa teman-temannya untuk menggilir wanita ini? Ah tidak, bisa ditembak ditempat dia oleh pemimpinnya nanti.
"Honey aku menginginkan mu" Bisik Angel dengan nada yang sensual sambil mengelus punggung Lucas dengan nada menggoda.
Angel selaku tergoda dengan betul tubuh Lucas yang berotot dengan perut sixpack kerasnya. Apalagi ditambah dengan Lucas yang baru selesai mandi seperti saat ini. Badannya masih meninggalkan sisa air membuat dia terlihat sangat seksi di mata Angel.
Tangan Angel mulai tak bisa dikendalikan untuk menggoda Lucas. Angel yang sudah biasa memuaskan, dirinya baru benar-benar merasa terpuaskan saat melakukan penyatuan dengan Lucas. Bahkan dia selalu menggoda Lucas untuk melakukan nya berulang kali.
Lucas juga seorang pria biasa. Apalagi di luar negeri se*s adalah hal yang biasa untuknya. Lucas hanya tersenyum miring setiap kali Angel menggodanya. Namun, seperti biasa Lucas selalu diam melihat bagaimana cara Angel merayunya. Angel tak kehabisan cara, terakhir saat dia berhasil bercinta dengan Lucas adalah saat dirinya berhasil menggoda Lucas dengan membuat Lucas memejamkan mata saat Angel melakukan foreplay dengan benda keramatnya. Kali ini apa lagi?
Angel mengembangkan sedikit senyumnya saat melihat Lucas yang masih terdiam. Lucas yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya sudah membuat Angel kalang kabut. Namun, Lucas juga belum bergerak untuk menyerangnya. Angel masih memikirkan cara untuk menggoda Lucas lebih jauh lagi. Jika dipikir lagi, Angel mungkin gila. Jika dulu dia goda untuk dipuaskan, sekarang terbalik. Dirinya harus menggoda mati-matian agar hasratnya tersalurkan.
Lucas tersenyum miring saat Angel melepaskan lingerie yang dipakainya dengan gerakan menggoda. Hingga lingerie itu terlepas dan menampakkan tubuh polos miliknya. Tanpa aba-aba Angel langsung mencium Lucas dengan rakus. Lucas hanya mengikuti permainan Angel. Rupanya gadis ini benar-benar lebih liar dari perkiraan nya. Lucas membiarkan Angel memimpin sepenuhnya. Lucas tampak melihat senyum Angel saat melihat dirinya pasrah membiarkan wanita ini memimpin permainan.
Tampak Angel bergerak lincah dan liat di atas tubuh polos Lucas. Lucas dapat melihat ekspresi Angel yang sesekali memejamkan matanya, bahkan ******* tak berhenti keluar dari bibirnya.
Satu jam kemudian Angel ambruk di samping tubuh Lucas. Tampak raut lelah namun puas di wajahnya. Angel masih mencoba mengatur napasnya yang terengah-engah.
"Puas? " Tanya Lucas sambil menopang kepalanya dengan satu tangannya.
Tampak Angel mengangguk dengan senyum diwajahnya. "Sangat"
Angel terbelalak kaget, badannya sudah lelah sekali tapi Lucas masih belum puas? Bisa remuk dia jika Lucas menggempurnya lagi.
"No, aku lelah honey. Biarkan aku istirahat sejenak" Bujuk Angel.
"No, aku menginginkannya sekarang. Bukankah kau sendiri yang menggodaku sejak tadi"
"Akh" Angel memekik saat Lucas langsung melakukan penyatuan dengan cukup kasar.
"Nikmatlah, bukan kah hanya aku yang bisa memuaskan mu? " Lucas menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan gerakan sedikit kasar.
"Oh, lembut lah honey, aku benar-benar lelah" Pinta Angel.
"No, kau bisa saja tertidur. Aku ingin kau tetap terjaga hingga aku selesai" Ucap Lucas dengan senyum miringnya.
*
Berbeda dengan Angel, berbeda pula dengan Chacha. Saat ini dirinya masih terjaga namun tak melakukan apapun. Padahal tadi dia sudah terlelap. Lihatlah, bahkan Levy saja masih asik dengan dunia mimpinya.
Chacha memandang wajah tampan suaminya. Wajah lelah yang karena seharian ini bekerja dan menuruti keinginannya yang masih sering mengidam meskipun usia kehamilannya menginjak tri semester ketiga. Chacha berpikir betapa beruntungnya dirinya memiliki Levy di sampingnya, meskipun ia tahu cara mereka bersatu bisa dikatakan bukan sesuatu hal yang romantis. Bahkan terkesan memalukan.
Levy, sosok sempurna bagi seorang Chacha. Pengertian dan lembut. Levy selalu menjaga perasannya. Kekurangan Levy hanya ada pada emosinya. Itu kenapa Chacha menjadi wanita lembut saat bersama suaminya. Pikirnya, jika Levy menjadi api, maka dirinya harus menjadi air yang dapat memadamkan api amarah di hati dan pikiran suaminya.
"Eungh,, sayang" Levy meraba tempat di sampingnya. Seingatnya tadi Chacha tidur dalam dekapannya. Dan Chacha paling betah tidur dalam posisi itu.
Chacha tak menjawab Levy. Namun tangannya terulur untuk mengelus kepala Levy. Mata Levy langsung terbuka dan menoleh ke samping, Chacha memberikan senyum manisnya.
"Kenapa bangun? Butuh sesuatu atau lagi pengen sesuatu, Yang? " Levy ikutan duduk. Levy hafal betul, jika Chacha sudah terbangun tengah malam itu artinya dia sedang ngidam.
"Cuma kebangun aja, Mas. Gak lagi mau apa-apa kok"
__ADS_1
Levy merebahkan kepalanya di atas paha sangat istri. Memejamkan matanya saat elusan lembut kembali ia rasakan.
"Anak-anak Papa apa belum tidur? " Levy menghadap ke arah perut buncit istrinya.
Hati Chacha selalu menghangat ketika melihat Levy selalu berinteraksi dengan anak-anaknya yang masih berada dalam kandungan. Bahkan dia tak pernah absen untuk menyapanya. Hingga Chacha merasakan tendangan di perutnya, disusul dengan kekehan Levy.
"Anak-anak Papa lagi main apa sih? Istirahat ya nak. Kasian Mama, Mama juga butuh istirahat" Levy kembali terkekeh saat mendapat tendangan dari buah hatinya.
"Ini pasti jagoan Papa yang nendang. Jangan kenceng-kenceng nak, kasian Mama nanti sakit loh"
Mereka berdua memang sepakat untuk tak mengetahui jenis kelamin anak-anak mereka. Biarlah itu menjadi jadi kejutan nantinya. Bukankah laki-laki maupun perempuan sama saja. Levy tak terlalu mempermasalahkan soal jenis kelamin, yang terpenting untuknya adalah anak dan istrinya sehat dan selamat selama proses melahirkan. Karena Chacha masih bersikukuh untuk melahirkan normal.
"Beneran lagi gak pengen apa-apa, sayang? " Tanya Levy lagi, kini dia mendongak menatap istrinya.
"Iya Mas. Kamu kalau ngantuk tidur lagi aja"
"Gimana bisa tidur kalau kamu belum tidur, hmm"
Levy bangkit dari duduknya, lalu duduk di samping istrinya yang bersandar. Levy merengkuh tubuh berisi Chacha kedalam pelukannya. Chacha dengan senang hati melingkarkan tangannya di pinggang sang suami.
"Mas? "
"Hmmm? "
"Mansion kita sudah selesai kan? "
"Sudah cinta. Hanya tinggal menata furniture dan lainnya saja. Mau melihatnya? " Chacha menggeleng pelan.
"Biar nanti jadi kejutan untukku, aku yakin jika suami aku tak pernah mengecewakan" Levy tersenyum mendengar pujian istrinya.
"Jika kita sudah pindah, biarkan rumah ini ditempati Ardan. Biarkan dia tidur di kamar tamu. Kasihan jika dia harus bolak-balik menjaga Kak Audy"
"Aku juga berpikir seperti itu, Mas. Nanti kita bicarakan lagi dengan Kak Ardan"
"HPL Kak Audy kalau gak salah udah deket kan, sayang? "
"Iya, rencana nanti Audy bakal aku satuin satu kamar dengan bunda. Biar kita gak bolak-balik buat pantau kondisinya"
"Gimana enaknya menurut kamu deh, sayang"
"Sebenarnya aku khawatir, itu kenapa aku tak membiarkan Audy pulang. Rumah sakit sementara ini adalah tempat yang aman untuknya. Aku rasa pergerakan Audy sedang diawasi. Kak Ardan juga merasakannya"
"Biarkan anak buah Mas yang turun tangan. Jika anak buahmu yang turun tangan mereka bisa waspada"
"Tapi aku ngerepotin"
"Apa sih sayang. Kamu itu istri aku. Lagi nih, kalau kamu turunin anak buah kamu. Mereka bisa mundur, sedangkan kita butuh informasi. Jadi biarkan Mas kali ini bantu, kamu istri Mas. Jangan sungkan meminta apapun sayang"
"Aku tau, tapi kita memiliki bawahan masing-masing. Aku takut anak buahmu tak mau menuruti perintah ku"
"Sama seperti mu. Anak buah Mas juga tahu jika kita sudah menikah"
"Hah, baiklah. Aku akan memakai Blood Rose kali ini"
"Kamu menjadi pemimpin wanita dari tiga organisasi sekaligus, sayang" Chacha hanya tersenyum.
...****************...
Yuk mampir di karya author yang judulnya Janda Kembang. Ditunggu kritik dan sarannya para readers ku sekalian🥰🥰
__ADS_1