Call Me Queen

Call Me Queen
Apa Abang Tahu


__ADS_3

Keadaan tiba-tiba hening saat Chacha melontarkan pertanyaan dengan nada yang tak biasa. King bahkan sampai menegakkan tubuhnya saat ditembak pertanyaan begitu saja oleh sang adik.


"Aku atau Abang yang akan menjelaskan? " Tanya Chacha lagi saat King tak kunjung membuka suaranya.


"Ini ada apa sebenarnya? Kenapa kamu bertanya seperti itu pada kakak mu? " Tanya Ayah Gun.


"Mau menjelaskan? " Chacha menegakkan tubuhnya dan memiringkan kepalanya sambil menatap sang kakak.


"Cha? " Tegur Bu Ratu.


Chacha hanya menatap bundanya dengan malas. Bahkan Chacha juga mengedarkan pandangannya pada yang lain.


"Tatapan kalian seolah-olah menghakimi Chacha" Chacha tersenyum smirk.


Keadaan kembali hening saat Chacha mengatakan itu. Mereka menunggu King untuk bersuara.


"Mama" Suara dua bocah kecil memecah keheningan yang terjadi.


Chacha langsung bangkit dan menghampiri dua jagoannya itu. Menggendong keduanya dalam satu gendongan. Dua jagoan Levy itu langsung dibawa menjauh dari ruang tamu.


"Danial, jelaskan ada apa sebenarnya. Kakek sebenarnya sudah lama ingin bertanya hal ini. Adik kamu seakan-akan menghindar setiap kali bertemu dengan kamu, kalian ada masalah? " Tanya Tuan Ibra, King hanya menggeleng.


Bukan tak ingin menjelaskan, namun King sedang kebingungan bagaimana cara menyusun kata yang benar. Dia takut malah semakin runyam.


"Sampai kapan pernikahan Abang akan di tutupi? " Tanya Chacha tiba-tiba kembali.


"Pernikahan? Pernikahan siapa, Cha? " Bu Ratu langsung menatap putri bungsunya itu. Tidak hanya Bu Ratu, tapi semua orang.


"Rin, bawa yang lain ke ruang tengah" Perintah Chacha pada Karin.


Dengan sigap Karin dan yang lain langsung berpindah ke ruang tengah. Begitupun dengan Lena yang langsung membawa Leon dari ruang tamu.


Setelah semuanya pindah ke ruang tengah, kini hanya tertinggal dua keluarga besar yang sedang berkumpul di ruang tamu. Chacha mendudukkan dirinya di sofa single, menatap King dengan tatapan rumit. Rey melihat jika masalahnya kali ini tidak bisa diterima oleh nalar Chacha, itu kenapa Rey bisa melihat tatapan kecewa di mata sang adik.

__ADS_1


"Sekarang jelaskan, pernikahan siapa yang kamu maksud, nak? Maksud di sembunyikan lagi, siapa yang menyembunyikan pernikahan? " Bu Ratu kembali angkat bicara.


"Jangan menatap Chacha Bunda, tatap putra mu. Dia yang harus kalian tanya dan berikan pencerahan agar tak menjadi lelaki pecundang yang bersembunyi dibalik kegelapan. Cukup ayah ku saja yang brengsek, aku harap Abang tidak. Nyatanya aku salah, Abang sama brengseknya dengan ayah. Namun, aku masih bersyukur jika memiliki kakak yang cukup gentle karena bertanggungjawab" Chacha berbicara menatap lurus dengan manik mata sang Abang.


"Chacha apa pantas mengatakan itu, Bunda tahu kamu kecewa dengan Ayah. Tapi bukankah kita berjanji akan melupakan masalah itu, lalu kenapa kamu juga sangkut pautkan Abang dengan Ayah, nak? " Bu Ratu melembutkan suaranya saat menyadari jika putri bungsunya mulai terbakar amarahnya.


"Iya nak, Chacha yang Mami kenal tidak seperti ini. Chacha yang Mami kenal selalu tenang, tidak termakan emosi. Calm down baby" Ratih juga ikut menenangkan berlian kebanggaan keluarga Izhaka itu.


"Aku benci mengetahui banyak hal" Chacha membuang pandangannya ke sembarang arah.


"Bukankah terakhir kali Chacha mengatakan, untuk berterus terang pada Ayah dan Bunda. Mereka pasti memberikan jalan terbaik, tapi Abang bertindak sendiri. Lihat hasilnya sekarang, istri Abang sendiri di bully. Dimana Abang? Sibuk dengan kerjaan Abang? Sibuk dengan organisasi? Chacha gak nyangka jika Aleta punya Daddy tidak bertanggung jawab seperti Abang" Chacha kembali mengeluarkan kata-katanya.


King hanya bisa menundukkan kepalanya, dia tahu seberapa kecewa sang adik. Dia juga tahu jika adiknya pasti tahu segalanya. Bohong jika Chacha tidak tahu setiap pergerakannya, Chacha dalam diamnya memiliki kemustahilan yang tidak akan mampu digapai orang-orang biasa.


"Apa setelah melihat kakak ipar terpuruk Abang baru mau mengakui keberadaannya. Apa jika tidak dituntut oleh keluarga istri Abang, Abang mau melihatnya sebagai istri? "


"Tatap mata Chacha, Bang" King mengangkatnya pandangannya, menatap netra biru sang adik. Netra yang selalu menatapnya dengan tatapan lembut kini hanya memancarkan kemarahan dan kekecewaan yang bisa King lihat.


"Cha? " Tegur Bu Ratu saat melihat Chacha terus memarahi sang kakak. Namun, Tuan Ibra memberi kode dengan menggelengkan kepalanya pelan. Tanda agar tidak mengganggunya.


Ini adalah pelajaran pertama. Jika King memiliki kesalahan dan dia tidak kunjung menyadarinya, maka Chacha adalah jalan satu-satunya untuk menarik kembali King ke jalan yang benar.


"Darimana Abang mendapat pelajaran jika istri hanya sebagai pemuas na*su Abang saja? Dari mama teori itu Abang dapatkan, coba jelaskan di hadapan Chacha? " Chacha mulai meninggikan suaranya.


Yang lain kaget saat mendengar ucapan Chacha. Mereka langsung menatap King meminta penjelasan.


"Apa karena malam itu? Bukan kah Abang sendiri yang merenggut mahkota kakak ipar ku saat mabuk? Lalu atas hak apa Abang berulang kali mengatakan Kakak ipar ku pel*cur? Aku kira Abang adalah pria berkelas yang aku kenal, ternyata aku salah, Abang sama brengseknya dengan Ayah"


"Apa Abang pernah berpikir bagaimana jika Bunda di posisi Kakak ipar, jangan Bunda. Tapi aku, adik mu yang di posisi kakak ipar. Bagaimana perasaan mu, Bang? Aku meminta restu mu saja susahnya minta ampun. Bahkan Abang menghajar habis suami ku, aku juga diam. Lantas dengan teori apa Abang memperlakukan kakak ipar ku dengan tidak baik? "


"Apa itu ajaran keluarga Izhaka yang selama ini Abang dapat? Abang tahu, aku malu Bang. Aku hampir tidak memiliki muka meminta maaf atas namamu menggantikan kedua orang tua ku. Agar apa? Agar Ayah dan Bunda tidak malu memiliki anak brengsek seperti Abang"


"Abang tahu, mertua Abang begitu baik hati. Bahkan setelah apa yang Abang lakukan pada putrinya, dia masih mau menerima Abang. Aku harus apa, Bang? Aku malu, saat itu juga aku kehilangan kepercayaan diriku yang biasanya"

__ADS_1


Bu Ratu dan Ratih menahan nafas, air matanya langsung mengalir begitu saja mendengar penuturan Chacha. Mereka masih tidak menyangka jika King akan bersikap seperti itu.


"Jangan jadikan keterpurukan ku saat suamiku hilang ingatan membuat Abang melakukan itu pada istri Abang. Apapun alasannya Chacha tidak mentoleransi"


Air mata Chacha menetes, Chacha menatap kakak iparnya yang sudah menangis sejak tadi. Wanita cantik yang sejak tadi menunduk kini menatap manik biru milik adik iparnya. Kepalanya menggeleng pelan, tangannya saling bertautan. Chacha membuang pandangannya.


"Abang tahu, bahkan istri yang Abang hina dan sakiti selalu melindungi Abang dari amarah ku. Dari ujung pistol ku yang sudah berapa kali aku arahkan pada Abang. Istri yang selalu Abang sakiti ini yang selalu mengatakan jika Abang selalu bersikap baik dan mesra. Kebohongan yang dibalut luka, menutupi kelakuan brengsek sang suami demi menjaga citranya"


Brugh...


"Cha"


Semuanya berteriak kencang saat tanpa aba-aba Chacha memberikan bogem mentah pada King. Bahkan King sampai terjatuh dari kursinya.


"Jangan ada yang mendekatinya" Peringat Chacha saat melihat kakak iparnya ingin membantu sang kakak.


King menatap adiknya dengan tatapan rumit. Sesekali dirinya melirik ke arah istrinya.


Bughh..


Bu Ratu bahkan memejamkan matanya saat melihat putri bungsunya menghajar kakak kandungnya sendiri.


"Apa Abang tahu, kakak ipar kehilangan janinnya karena terlalu stres. Abang kehilangan calon bayi Abang sendiri, karena kebodohan Abang sendiri" Teriak Chacha.


Shaldon langsung maju dan memeluk Chacha yang mulai lepas kendali.


Bughh..


Rey juga memberikan tinjunya pada King. Rey tak menyangka jika King, sosok yang selama ini dia banggakan menjadi pria brengsek.


"Kenapa bukan Ayah saja, kenapa harus Abang juga. Lalu siapa yang harus Chacha banggakan? "


"Gue gak nyangka sih lo seperti itu King, pergaulan kita memang bebas. Tapi kali ini lo keterlaluan, dan lo sebagai istrinya. Gue akui lo bodoh, harusnya dari awal lo tinggalkan dia seorang diri" Sahldon langsung menyeret Chacha dari ruang tamu. Jika tidak akan semakin runyam jika Chacha benar-benar lepas kendali.

__ADS_1


__ADS_2