
"Pagi my princess. Ayo kita berangkat"
Levy mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Bibirnya tak henti-hentinya menyunggingkan senyum.
"Kenapa?" ucap Chacha memecah keheningan.
"Eh, kenapa?"
"Kenapa senyum-senyum gak jelas"
"Seneng aja" jawabnya seraya tersenyum lagi.
"Seneng kenapa?" tanya Chacha heran.
"Akhirnya kita ketemu lagi. Kau tau aku bingung cari kamu tau nggak"
"Setelah kepindahan kamu aku juga ikutan pindah"
"Pantes aku cari ke rumah yang lama gak ketemu"
Chacha hanya menyunggingkan senyum manisnya.
"Jangan tersenyum, sweety"
"Kenapa?" Chacha mengernyit heran.
"Aku bisa diabetes nanti" jawabnya sambil cengengesan.
"Kau tak cocok menggombal, prince" Chacha tertawa.
...****************...
Pagi ini SMA Harapan dibuat gempar pasalnya salah satu. Bukan. Salah dua the most wanted SMA Harapan. Dimana peristiwa langka terjadi. Chacha turun dari mobil yang sama dengan Levy. Mereka berjalan beriringan menuju kelasnya. Yang bikin aneh adalah Levy, pria yang biasa dingin pada segala hal kini terlihat hangat dan tersenyum pada Chacha. Melihat senyuman Levy membuat beberapa siswi yang melihat menjerit.
"Kayaknya kemarin masih panggil babe sama bule di lapangan basket. Eh sekarang udah main sama yang lain lagi" cerca Chiara membuat Chacha yang baru melangkah beberapa langkah terhenti dan menoleh pada Chiara.
"Yang penting kan gak murah. Pake trik murahan biar bisa gabung pesta" Chacha mendekat dan berbisik ditelinga Chiara "Gue tau semua kartu lo j****g. Kalo lo pengen aman sekolah disini jangan kebanyakan tingkah" lalu Chacha berbalik arah dan keluar dari kelas padahal dirinya baru saja masuk ke dalam kelas.
"Gila lo ya Lev pacar temen sendiri lo embat juga"
__ADS_1
"Lo gak tau apa-apa mending diem deh mak lampir" jawab Levy malas lalu keluar dari kelas menuju kantin. Seketika seisi kelas gempar dengan tawa karena Levy menyebut Chiara dengan sebutan mak lampir.
Sesampainya di kantin Levy tak sengaja melihat Chacha dan keempat sahabatnya jangan lupakan Putra dan lainnya juga.
"Kau tak sarapan, sweety" tanya Levy mengagetkan semuanya.
Chacha mendongak menatap Levy "No, aku takut telat dan sekarang aku lapar" jawabnya.
Levy mengangguk lalu pergi dari meja yang ditempati Chacha dan lainnya menuju stand penjual makanan. Dirinya juga tak sarapan karena harus menjemput Chacha yang berbeda arah.
Setelah memesan Levy kembali ke tempat Chacha dan yang lainnya duduk. Dia duduk tepat didepan Chacha yang belum selesai memakan sarapannya. Hingga tak lama kemudian pesanan Levy datang.
"Kau juga tak sarapan, prince?" tanya Chacha.
"Aku berangkat pagi karena kita beda arah" jawabnya sambil menyuap makanannya.
"Harusnya kau tak menjemput ku" lirihnya.
"Everything for you, princess"
"Tunggu deh ini ada apa kenapa manggilnya jadi aku kamu sweety, prince, princess. Ada berita apa ketinggalan apa gue Lev" tanya Karin penasaran.
"Gue?" tanya Fany heran pasalnya Chacha jarang menyebut dirinya gue saat bersama sahabatnya.
"Eh... Maksudnya aku"
"Jadi dirimu sendiri, sweety. Jangan dipaksa buat jadi orang lain" timpal Levy tanpa mengangkat pandangannya dari makanannya.
"Maksud lo apaan Lev?" tanya Fany.
"Gue heran kenapa cewek petakilan kayak dia bisa jadi kayak gini" jawab Levy yang langsung digeplak oleh Chacha.
"Sakit princess" keluhnya.
"Rasain salah sendiri ngomong seenak jidat" jawabnya sewot.
"Lah kan emang bener. Lupa kamu kalo aku dulu sering dijadikan samsak kalo lagi kesel"
"Eh mana ada jangan ngarang deh" jawabnya.
__ADS_1
"Kenyataan sweety" goda Levy.
"Cukup deh cukup gue gak paham tau sama kalian berdua. Dibilang pacaran lo masih pacaran sama bule kemaren itu kan Cha?" tanya Nena.
"Ho'o" jawabnya.
"Terus ini?" tanya Zeze.
Lalu mereka menceritakan tentang masa kecil mereka hingga awal mereka dipertemukan kembali semalam.
"Paham gue" jawab Karin.
"Maka dari itu gue mau dia balik jadi dia yang dulu, gak cocok tau sok dingin gitu sweety" timpal Levy sambil menatap Chacha.
Chacha hanya menjawab dengan senyum diwajahnya karena dirinya tau tak akan pernah menang jika berdebat dengan tuan muda Rahardian ini.
"Baiklah tuan muda".
Tak lama berselang bel masuk berbunyi.
" Lomba kali ini apaan?" tanya Chacha.
"Masih penyisihan" jawab Putra.
"Ntar istirahat gue tunggu di rooftop yes" tambah Chacha.
Lalu Chacha menelfon seseorang.
"Gimana?"
" .... "
"Atas nama aku kan?"
" .... "
"Oke thank you"
"Gue ke ruang kepsek dulu" ucapnya meninggalkan meja kantin tersebut.
__ADS_1