Call Me Queen

Call Me Queen
Curiga


__ADS_3

"Mas, ih" Levy tetap tak merespon. Dirinya bahkan menutupi wajahnya dengan guling, karena merasa terganggu.


"Mas, ehh. Gek ndang tangi" Chacha malah merengek karena Levy cukup susah dibangunkan.


"Tak tinggal rabi maneh ae lek ora tangi" perkataan Chacha kali ini langsung membuat Levy bangun dan duduk. Langsung Chacha hadiahi dengan senyum manisnya.


Levy sebenarnya sudah bangun sejak Chacha menepuk pipinya untuk pertama kalinya. Namun, dirinya memilih tetap terpejam dan menjahili istri cantiknya itu. Tapi siapa sangka jika Chacha akan mengatakan hal ekstrem untuk membangunkannya.


Chacha berani mengatakan itu karena dirinya yakin hanya Levy yang mengerti maksud ucapannya barusan. Karena para sahabatnya itu tidak tau bahasa jawa.


"Gih mandi"


"Males" Levy menyandarkan punggung nya pada sandaran kasur. Kembali memejamkan matanya.


"Mandi goblok, satu jam lagi acaranya mulai" ucap Elang, jangan lupakan tatapan sinis nya itu.


"Masih sejam lagi, kasih tidur tiga puluh menit lagi ya" pinta Levy dengan tatapan memohon pada Chacha.


"No, ayo Mas mandi. Chacha keluar bentar"


"Ngapain lo keluar? "


"Haus kampret, ya kali kalian abisin minum gue"


"Nungguin lo bangun ya kita minum lah"


"Ya udah gue keluar, Mas ayo mandi. Awas aku masuk lagi kamu belum mandi"


"Iya iya" Levy berjalan dengan gontai menuju kamar mandi.


Chacha keluar dari kamar setelah melihat Levy masuk ke dalam kamar mandi. Belum sampai lima menit dirinya keluar dari kamar dia sudah kembali lagi dengan penampilan yg berbeda. Bajunya kotor.


"Lo habis ngapain, Cha? " Chacha hanya mencebik mendengar pertanyaan Karin.


"Habis ngegedubrak gue bareng pelayan di bawah"


"Maksud lo? "


"Gue gak tau kalo didepan gue ada pelayan bawa makanan, karena gak liat jalan gue tabrakan sama dia"


"Ya udah sana ganti baju"


"Mau mandi lagi, ya kali begini bau makanan langsung ganti baju"


"Semerdeka lo aja deh, Cha"


Chacha masih berdiri sambil memainkan ponselnya. Karena tak memungkinkan dirinya untuk duduk, bajunya penuh dengan makanan. Yang ada malah mengotori sofa di kamarnya.


"Kamu kenapa? " tanya Levy yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Kok gak ganti baju, Mas? " bukannya menjawab malah bertanya balik.


"Emang ada baju ganti aku disini? "


"Eh, iya ya. Udah ah aku mandi dulu. Gue udah bilang ke Mbak Ida tadi dibawah buat anterin makan sama minum ke sini. Kalo ada yang ketuk pintu dibuka ya" Chacha langsung melenggang pergi ke kamar mandi.


Levy mendudukkan dirinya di tepi kasur, sambil memainkan ponselnya. Yang lain hanya menatap dirinya penuh penasaran. Beberapa kali membuka mulut untuk bertanya namun selalu diurungkan.


"Kalo ada yang mau diomongin, ngomong aja" ucap Levy tiba-tiba membuat mereka kaget.

__ADS_1


"Kalo kalian nanya hubungan gue sama Chacha, sekarang bukan waktunya kalian tahu. Sabar sebentar lagi aja"


"Yang pasti gue sama Chacha bukan menjalin hubungan terlarang seperti yang ada di otak lo, Lang" Elang yang ditembak langsung oleh Levy langsung gelagapan.


"Jadi kamu mikir yang enggak-enggak tentang mereka berdua, Ay? " tanya Karin.


"Bukan gitu, Ay. Aku itu anu"


"Anu apa, Ay? " Karin tak sabaran. Yang lain hanya tertawa melihat tingkah Elang.


"Belum diantar makanannya? " tanya Chacha yang sudah membersihkan diri.


"Belum"


"Gue laper" Chacha berlalu, saat sampai di pintu dirinya berhenti karena suara Levy menginterupsi nya.


"Kamu mau kemana? "


"Mau keluar, Mas. Laper ini loh" Levy mendekat sambil menenteng jas yang tadi ia kenakan.


"Jangan kebiasaan keluar pake baju beginian lagi" sambil memakaikan jasnya di badan Chacha.


"Cuma dasteran doang loh Mas, di dalam rumah juga, masa gak boleh" Chacha cemberut melihat sikap posesif suaminya.


"Gak ada yang salah sama daster nya. Cuma sebagian punggung kamu kelihatan. Aku gak suka"


"Biasanya juga aku pake tanktop kamu biasa aja"


"Kan kalo keluar pake tanktop kamu juga pake blazer atau jaket luarnya"


"Ini kan masih di dalam rumah Mas. Aku cuma keluar kamar loh"


"Pamer apa sih, Mas. Gak gitu" Chacha mengerucut sebal.


"Kita berasa lagi nonton drama ya"


"Ho'o drama pasutri ini mah"


"Lucu ya mereka berdua kalo lagi debat"


"Iya yang jantan santai kelewatan, yang betina jawabnya gemesin. Baper gue ah" kesal Nena.


"Lo kenapa, Na? "


"Diem ah"


"Masih jomblo ya, Na? "


"Kita bertiga jomblo semua. Sesama jomblo jangan menghina. Tolong"


"Ya udah sana keluar katanya laper, tiga puluh menit lagi acaranya mulai. Kamu masih harus siap-siap kan"


"Mas ih" Chacha membenarkan rambutnya yang diacak-acak oleh Levy. Levy hanya tersenyum melihat istrinya berlalu dengan wajah kesalnya.


"Udah nontonnya? " Levy memiringkan kepalanya melihat ke arah sahabatnya.


"Uwu banget sih kalian berdua"


"Gue curiga sama hubungan kalian berdua" selidik Elang.

__ADS_1


"Curiga apa enggak itu hak lo"


"Gak tau lah bingung gue sama kalian berdua"


"Apa yang lo bingungin, Ze? "


"Nih ya Lev. Waktu Chacha baru balik lo itu sinisnya minta ampun ke Chacha, gak sampek sebulan lo berubah hangat lagi sama Chacha. Kan bingung gue"


"Karena kalian gak jelasin gimana kejadian sebenarnya ke gue. Lo gak tau gimana kalang kabutnya gue buat nekan berita itu. Gimana frustasi nya gue cari kebenaran tentang dia"


"Terus apa yang bikin lo sinis sama dia? "


"Gue dapet video, mukanya mirip banget sama Chacha. Tapi gue yakin itu bukan Chacha, karena gue tau gimana Chacha"


"Video apa? " kompak mereka.


"Ya video nananina"


"Gila, niat banget jatuhin reputasi Chacha" geram Fany.


"Maka dari itu, gue harus pura-pura kalau gue benci sama dia. Biar gue nemuin siapa dalang dibalik ini. Mana informasi tentang Chacha sulit banget ditembus lagi"


"Hasilnya lo dapet gak siapa orangnya? " tanya Elang.


"Dapet satu"


"Maksud lo dapet satu? "


"Karena dalangnya gak cuma satu"


"Maksudnya gak cuma satu orang yang buat reputasi Chacha hancur" Levy hanya mengangguk menjawab perkataan Nena.


"Pantesan susah banget ngilangin berita negatif tentang Chacha. Ibarat kata mati satu tumbuh seribu tuh berita sialan"


"Kalian tenang aja. Chacha udah mulai bales satu per satu dari mereka"


"Maksudnya? "


"Dimulai dari para hacker yang buat kalian gak bisa hapus berita itu dulu"


"Para media online yg memuat berita nya gimana? "


"Itu nanti jadi bagian gue"


"Kita juga mau ikut main-main" Fany mengeluarkan senyum sinisnya.


"Kalian akan dapat bagian. Tenang aja"


Ting...


Elang langsung membuka ponselnya. Melihat ada notifikasi masuk.


"Putra sama Kinos udah sampek, ayo Ay kedepan. Beberapa tamu juga udah pada datang"


"Males" rengek Karin.


"Aku kan tuan rumah, Ay. Kamu juga tunangan aku, masa aku sendirian"


"Temenin, Rin. Ini resepsi gak yakin gue kalo si Elang gak dilirik calon pelakor diluaran sana" serius Nena.

__ADS_1


"Ayok, Ay" Karin langsung menggandeng lengan Elang dan menariknya keluar dari kamar Chacha.


__ADS_2