Call Me Queen

Call Me Queen
Tahan Nafas


__ADS_3

Jam setengah sepuluh mereka sudah berkumpul kembali di arena balap. Siapa yang menyangka jika akan ramai seperti ini. Rupanya kabar Chacha akan mencoba sirkuit pribadinya bocor, alhasil banyak pembalap maupun anak muda yang suka menonton balapan berkumpul semuanya disini.


Banyak mobil sport yang terparkir rapi di sana membuat teman-teman Levy takjub. Layar besar juga sudah menyala di sana menunjukkan lokasi yang akan dilalui nanti.


Chacha hanya bisa menghela napas melihat banyaknya penonton yang hadir. Bukannya tak suka hanya saja ini malah memancing musuh untuk mendekat ke sini. Chacha merutuki kebodohan bawahannya yang ceroboh membocorkan informasi. Pasalnya Chacha belum memperbarui sistem keamanan disini, bisa saja musuh membobol pertahanannya bukan.


Chacha melihat Alexsa dan lainnya mendekat ke arahnya. Mobil yang akan mereka gunakan juga sudah di posisi start. Alexsa takjub, Chacha mengatur sedemikian rupa untuk balapan kali ini.


"Total belokan ada 29 belokan dengan 1 jalur maut. Itu lihat" Chacha menunjuk layar besar yang sedang menampilkan rute yang akan dilaluinya nanti.


Alexsa melotot tak percaya melihat lintasan yang dimiliki Chacha. Ini sama saja bertamu pada malaikat. Jalur maut yang Chacha maksud adalah belokan seratus delapan puluh derajat, itu pun dibawahnya jurang. Karena posisi sirkuit yang dimiliki Chacha terletak di kaki gunung.


"Kita akan melakukan tiga putaran saja. Kau siap? "


Alexsa tak langsung menjawab, dirinya bimbang. Rute yang dimiliki Chacha benar-benar menakutkan. Kini dirinya benar-benar menyumpahi Michelle akan kebodohannya. Jika saja ia tahu rutenya menantang maut seperti ini, pasti dia tak akan menerima.


"Kau bisa mencoba satu putaran dulu. Aku akan bersiap" Alexsa hanya mengangguk dan memasuki mobil Karin. Yang lainnya memberi semangat padanya.


"Lo gak coba juga? " Tanya Fany. Mereka masih berdiri di samping mobil Chacha.


"Kagak, gue udah paham rutenya tanpa gue coba"


"Jadi balapan nanti adalah percobaan pertama mu? " Tanya Chloe.


"Ya. Tak adil jika aku mencoba juga, karena bisa jadi aku akan menguasai medan melebihi Alexsa bagaimanapun ini buatan ku"


Chacha melihat Alexsa melaju kencang dengan mobil Karin, Chacha fokus ke arah layar yang menampilkan pergerakan Alexsa yang mencoba rute.

__ADS_1


"Not bad" Komentar Chacha lalu berlalu dari sana.


"Sombong banget sih. Gak tau apa kalo si Al itu ratunya sirkuit" Sinis Michelle.


"Udah deh, lo gak liat ini beda dengan rute yang biasanya Al buat balapan. Salah sedikit ini bisa membunuh Al tau gak lo"


Para sahabat Chacha yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Kegiatan kompak mereka terlihat jelas oleh teman-teman Levy.


"Mereka bilang Alexsa ratunya balapan di sirkuit. Terus Chacha apa dong, balap liar dia juaranya balapan gini pun dia menang" Ucap Karin sengaja dikeraskan agar teman-teman Levy mendengarnya.


Tak selang berapa lama Alexsa kembali. Tampaknya wajahnya sedikit memucat, teman-temannya langsung memberikan air putih padanya. Saat mereka bertanya Alexsa hanya menggeleng pelan.


Jam sepuluh kurang lima menit Chacha kembali ke arena, tak ada yang berubah dari penampilannya. Hanya saja sepatu yang tadi dirinya pakai sudah berganti dengan sandal jepit kesayangannya. Nona muda yang satu ini memang memiliki ciri khas tersendiri. Mana ada orang balapan menggunakan sandal jepit?


"Bagaimana, puas dengan rutenya? " Tanya Chacha pada Alexsa yang berdiri di samping mobil milik Karin.


"Lawan aku dengan sungguh-sungguh. Jangan karena identitas ku kau tak mengerahkan seluruh kemampuan mu. Kau bisa jadi lelucon disini nona Alexsa Scott. Chacha menekan suaranya saat mengatakan nama lengkap Alexsa.


Alexsa menegang saat Chacha menyebut nama lengkapnya. Ya Tuhan darimana dia tahu.


" Al, ayo masuk" Seru Michelle saat melihat Alexsa masih diam di tempatnya, sedangkan Chacha sudah masuk ke dalam mobilnya.


Hitung mundur dari jam yang ditentukan, keduanya sama-sama menghidupkan mobil. Tepat detik terakhir Alexsa melaju dengan kecepatan tinggi, sedangkan Chacha masih ditempatnya. Dirinya terlihat membuka atap mobilnya. Tampaknya Chacha yang sedang menunduk seperti mencari sesuatu. Yang lain hanya mengernyit bingung.


"Lo cari apaan, Cha? " Teriak Nena.


"HP gue jatoh" jawab Chacha dengan berteriak juga.

__ADS_1


Chacha mendongak menatap ke layar besar. Rupanya Alexsa sudah separuh jalan, Chacha hanya tersenyum smirk.


Teman-teman Levy asik mencibir Chacha yang tak kunjung melajukan mobilnya. Tepat saat mereka akan menghina Chacha kembali, mobil yang dikemudikan Chacha melesat. Bahkan Chacha tak menurunkan kecepatan mobilnya saat belokan. Itu membuat yang lainnya tahan nafas.


Mereka membelalak tak percaya saat Chacha bisa menyusul Alexsa yang jauh di depannya. Mereka kembali menahan nafas, apa Chacha berniat mendahului Alexsa di jalur maut. Tidak, itu terlalu bahaya. Salah satunya bisa celaka. Teman-teman Levy sudah menjerit tak karuan.


Namun, Chacha malah enjoy bahkan dirinya dengan sengaja menambah kecepatannya. Dirinya tak bodoh untuk mendahului Alexsa di jalur maut. Alexsa bisa dalam bahaya jika tak memahami jalur itu, meskipun sudah mencobanya tapi Chacha tak yakin. Pasalnya Saat melewati jalur ini Alexsa menurunkan kecepatannya.


Tepat satu meter hampir menyentuh jalur maut, Chacha langsung mendahului alexsa. Bahkan dirinya tak menurunkan kecepatannya saat melewati jalur maut. Mereka yang melihat hanya bisa menelan ludah kasar. Terutama Michelle, dirinya pucat pasi melihat cara Chacha mengendalikan mobil.


Melihat Chacha berhasil mendahului Michelle yang lain langsung bersorak heboh, bagaimanapun adegan ini yang mereka tunggu-tunggu. Dimana Chacha akan melakukan manufer berbahaya untuk menekan psikis musuh saat berhadapan dengannya di arena balap, entah itu di sirkuit ataupun balap liar.


Chacha melaju dengan cepat, menyelesaikan tiga putaran dengan begitu cepat. Saat melihat Chacha sudah selesai dengan putaran nya. Chacha meng drift mobilnya dengan begitu cantik. Bahkan Chacha meng drift mobilnya dengan satu tangan. Benar-benar gila.


Chacha tak langsung turun, melainkan menunggu Alexsa untuk sampai di sampingnya.


Melihat mobil yang dikendarai Alexsa mendekat Chacha langsung turun dari mobilnya dengan senyum merekah.


"Bagaimana? Lebih menantang mana, balapan di arena mu atau di arena ku? " Tanya Chacha setelah melihat Alexsa yang turun dengan wajah pucatnya. Bahkan Alexsa hanya mampu melakukan dua putaran.


Chacha berjalan menghampiri Alexsa yang sudah ditopang oleh teman-temannya.


"Untukmu nona Michelle Andrea, berhenti menjerumuskan temanmu dalam bahaya" Sarkas Chacha membuat yang lain heran.


"Bawa Alexsa ke rumah yang tadi, dia butuh istirahat"


Tanpa memperdulikan Michelle yang mematung kaget, mereka langsung membawa Alexsa ke rumah yang mereka singgahi tadi. Mereka heran kenapa Alexsa bisa pucat pasi seperti ini. Bukankah biasanya dia juga terbiasa balapan saat di negaranya?

__ADS_1


__ADS_2