Call Me Queen

Call Me Queen
Chiara


__ADS_3

Berbeda dengan Chacha yang tengah menata kembali emosinya. Chiara kini tengah duduk di sofa tunggal di ruang tamu rumahnya. Disaksikan seluruh anggota keluarganya. Chiara membuka sosok gelapnya yang selama ini tersimpan rapat.


Chiara duduk dengan santai, namun tatapan matanya menatap tajam pada seseorang yang tengah terduduk dengan kondisi luka lebam di seluruh tubuhnya.


"Lo mau buka suara atau gue sendiri? " Tanya Chiara masih dengan posisinya.


"Ini ada apa sebenarnya Chiara? " Tanya Narendra bingung. Karena Chiara secara mendadak mengumpulkan seluruh keluarga besarnya dengan paksa.


"Kejutan Papi, diam dan nikmati apa yang anak mu ini tampilkan. Chia sarankan jaga keamanan jantung kalian masing-masing" Chiara terkekeh kecil, namun itu tampak mengerikan saat dilihat orang lain.


"Dimana Angel? " Tanya Chiara saat tak mendapati sosok adik tirinya di sana.


"Dia ada di kamarnya" Jawab Maya dengan nada gugup.


"Tolong panggil kan ya, Mami tiri ku" Chiara sengaja menekan nada bicaranya.


Maya hanya bisa menurut sekarang. Tak mungkin untuk dirinya melawan Chiara, saat Chiara membiarkan dirinya tetap menyandang status Nyonya Narendra setelah perilaku buruknya dibongkar habis oleh Chacha. Namun, satu hal yang Maya syukuri saat itu, laki-laki yang menjadi mucikari sekaligus kekasih gelapnya itu tidak tertangkap oleh Chacha. Namun, siapa sangka jika saat ini malah dihadirkan oleh anak tirinya.


Tak lama kemudian Maya turun bersama Angel yang tampaknya baru bangun dari tidur nyenyaknya. Terbukti saat Angel menguap beberapa kali saat menuruni anak tangga, itu semua tak lepas dari pengamatan seorang Chiara.


"Duduklah" Chiara sengaja bersuara untuk menarik kesadaran Angel.


Tubuh Angel langsung mematung ditempatnya saat melihat siapa yang tengah terduduk di lantai itu. Keringat dingin mulai membasahi tubuhnya, Angel benar-benar bingung sekarang. Namun, otaknya mulai merancang sesuatu.


"Karena semuanya sudah berkumpul, mari kita mulai sidang kedua ini" Chiara terkekeh kecil saat mengatakan itu.

__ADS_1


Anggota keluarganya hanya bisa mengernyitkan dahi heran. Mereka tidak lagi berani menyenggol Chiara. Gadis yang selama ini mereka tindas tampaknya menjadi iblis setelah lima tahun kepergiannya. Mereka mencari jalan aman dengan tidak memberontak pada Chiara, karena mereka yakin jika Chiara akan melakukan aksi balas dendam pada keluarganya. Sekalipun itu keluarga kandungnya.


"Papi, jika Papi bertanya siapa laki-laki yang terduduk di lantai ini, maka akan Chia jawab dia adalah mucikari yang menerima Mami Anna. Bahkan dia yang pertama menyentuh Mami Anna saat sampai ditempat sialan itu" Chiara menjawab dengan begitu santai.


Narendra melebarkan matanya tak percaya. Tanpa basa-basi dirinya langsung menghantam tubuh pria itu dengan membabi buta. Chiara hanya terdiam menikmati kejadian di depan matanya. Setelah dirasa cukup barulah dirinya melerai sang ayah untuk berhenti memukuli pria yang selama ini ingin dirinya lenyapkan.


"Cukup, Pi. Papi bisa membunuh mainan Chiara" Ucapnya kesal saat Narendra masih memberontak saat dirinya seret untuk menjauh.


Anggota keluarganya langsung tertegun saat Chiara mengatakan jika pria itu adalah mainannya. Mereka bergidik ngeri saat mengetahui jika Chiara adalah calon psikopat. Andai mereka tahu jika Chiara adalah psikopat sesungguhnya.


"Biarkan Papi menghajarnya Chiara"


"Apa dengan Papi menghajarnya bisa memulihkan keadaan. Bisa membalik keadaan dan membuat Mami Anna tidak berada di tempat sialan itu? " Tanya Chiara.


"Dan yang kedua, dia adalah selingkuhan istri dan menantu kebanggaan kalian ini" Chiara kembali duduk di sofa tunggal.


Tubuhnya bersandar menunjukkan seberapa malas dia menghadapi masalah ini sebenarnya. Namun, dirinya harus melaksanakan ini atau atasannya itu akan menghajarnya hingga babak belur.


Jika Chiara memperlihatkan betapa malasnya dirinya, berbeda dengan anggota keluarganya yang menatap dirinya horor. Mereka berpikir jika masalah Maya sudah berakhir, namun tampaknya Chiara belum sepenuhnya melepas masalah Maya. Entah apa tujuan gadis cantik yang satu ini sebenarnya.


"Ketiga, dia juga salah satu pria yang menikmati tubuh Angel, mengajari dan menjadikan Angel top 5 wanita paling dicari di kerjaan bisnis sialan miliknya" ucapan Chiara kali ini berhasil memukul titik shock terdalam bagi keluarga Narendra.


"Kalau kalian bertanya kenapa masalah ini gak kelar-kelar, akan Chia beberkan alasannya. Pertama, Aku hanya ingin menunjukkan pada kalian jika Mami Anna, ibu kandung ku tidak bersalah dan murni dia korban"


"Kedua, aku ingin menunjukkan jika selama ini kalian terlalu menyanjung wanita ular ini, aku hanya ingin menunjukkan bagaimana kelakuannya selama ini"

__ADS_1


"Ketiga, aku ingin membersihkan nama ku sendiri. Kalian yang biasa menyebut ku murahan tanpa sadar jika cucu kebanggaan kalian lah murahan yang sesungguhnya"


"Ngomong-ngomong soal Angel yang hilang selama sebulan itu, biar aku jelasin. Dia nggak hilang, tapi dia lagi kencan dengan pria bule bernama Lucas" Chiara melirik Angel yang terlihat terkejut.


"Aish, kenapa kalian diam saja. Bukankah selama ini kalian lebih senang memotong pembicaraan orang lain. Kenapa sekarang mendadak bisu? " Chiara menaikkan sebelah alisnya.


"Aih, kalian membuat ku jengkel. Aku tak akan melakukan apapun pada kalian yang sudah menyakiti Mami kandung ku. Karena aku yakin berita di luar sana sudah cukup membuat nama Narendra hancur" Semua nya melotot tak percaya dengan ucapan Chiara.


"Kau mau menghancurkan nama Narendra? " tanya wanita sepuh di sebrang Chiara.


Chiara menatap orang yang selama ini dirinya panggil nenek itu. Tidak ada kenangan manis saat bersama wanita tua itu, yang ada hanya cacian dan makian yang Chiara ingat. Sejak kecil Chiara sudah dikucilkan di keluarga nya sendiri, wajar jika saat Chiara tak mementingkan nama keluarga yang selama ini dirinya sandang.


"Ada masalah? " Chiara malah balik bertanya.


"Kau akan menghancurkan nama keluarga mu sendiri, hah? Kau menghancurkan seluruh usaha ku selama ini, bocah sialan" Teriaknya.


"Jaga nada bicaramu pada ku, nenek" Chiara bersuara dengan nada dingin dan tatapan membunuh. "Apa kau lupa jika tidak akan ada nama Narendra di dunia bisnis jika bukan karena Nona Queen? Apa kalian mulai menjadi kacang lupa kulitnya saat berada di puncak? Ingat, tanpa Nona Queen kalian bukan siapa-siapa di dunia bisnis"


"Soal aku menghancurkan nama Narendra atau tidaknya, itu urusanku. Anggap saja ini pelajaran buat kalian agar lebih baik kedepannya. Silahkan selesaikan masalah keluarga kalian dan jangan lupa, ucapkan selamat tinggal pada kemewahan kalian" Chiara bangkit dan berlalu dari rumah itu, namun langkahnya terhenti.


Dorr....


Semua orang kaget saat mendengar suara pistol, namun mereka lebih kaget lagi saat tubuh pria yang Chiara bawa ambruk dengan kepala penuh darah yang mengotori lantai.


"Pria tak berguna"

__ADS_1


__ADS_2