Call Me Queen

Call Me Queen
Kebenaran Audy


__ADS_3

"Karena lo anak haram, betulkan Tuan Gunawan? "


"Sejak tadi lo manggil gue anak haram mulu, pengen gue cekik lo" semua kaget saat Audy mengeluarkan sifat aslinya. Berbeda dengan Chacha yang tertawa.


"Well, keluar juga kan aslinya" Chacha tersenyum miring, membuat Audy semakin terbakar amarah.


"Ayah katakan kalau apa yang diucapkan Chacha itu bohong" Ayah Gun tetap diam.


"Gun, jelaskan biar masalah ini tak berlarut" ucap sang mama lembut. Karena dirinya tau, putranya itu terguncang dengan apa yang terjadi hari ini.


"Lama, gue butuh istirahat, jadi gue persingkat saja. Audy lo emang anak haram keluarga Effendy. Ayah lo emang Tuan Gunawan tapi dia bukan ibu kandung lo" tunjuk nya pada Bu Ratu.


"Sorry gue harus bongkar ini dihari bahagia lo, biar lo tau gimana rasanya sakit. Biar lo belajar dari semua kesalahan lo"


"Lo ngiri kan sama gue makanya lo buat drama kayak gini" teriak Audy.


"Ngiri ke lo? Apa pula yang buat gue iri ke lo. Mau tau satu hal Audy"


"Apa? "


"Mama lo seorang, *****"


"Sialan lo"


"Well, buah jatuh gak jauh dari pohonnya. Emaknya ja*ang ya anaknya malah ngikut jejaknya"


"Cukup, Cha" bentak Ayah Gun.


"Kenapa? "


"Audy gak tau apa-apa masalah ini. Dia bahkan tak bersalah dalam hal ini"


Chacha terdiam, emosinya mulai muncul ke permukaan. Dirinya benci harus mengetahui semuanya saat itu. Harusnya dia jadi gadis bodoh saja yang tak tau apa-apa. Mungkin hidupnya akan tenang saat ini.


Yang lain hanya mengernyit heran. Ada sesuatu yang tidak ketahui disini. Tapi apa yang mereka lewatkan?


"Ya dia tak tau apa-apa. Dia hadir tanpa disengaja itu menurut anda. Tapi satu hal yang anda tak ketahui, dia sengaja dihadirkan untuk masuk ke keluarga Effendy. Apa anda tahu, ja*ang itu sengaja ingin mengoyak keharmonisan keluarga anda dengan hadirnya anak haram ini" Chacha masih mampu menahan emosinya agar tak meledak.


Plak...


Lagi, Ayah Gun lagi-lagi menampar Chacha. Bahkan kali tangannya gemetar setelah menampar Chacha, entah untuk keberapa kalinya tangan itu ia gunakan untuk menampar putri kecilnya.


"Jika anda pikir saya akan berhenti karena tamparan ini, anda salah. Saya sudah melewati perjalanan hidup dan mati, ini hanya sebagian kecil teman perjalanan saya" Chacha berubah menjadi sangat dingin kali ini.


"Kau pantas mendapatkannya. Perilakumu tak mencerminkan bahwa kau anak konglomerat"


"Apa setiap anak konglomerat harus bersikap layaknya anak haram mu itu? Ingat dia tak memiliki tempat di keluarga Effendy. Dengan sangat apik anda membawa dia ke pangkuan bunda ku dengan beralasan mengangkat seorang putri, padahal kau hanya ingin melindungi anak dari hasil hubungan gelap"

__ADS_1


"Hentikan"


"Apanya yang hentikan, aku harus mendapatkan keadilan untuk bundaku. Apa kurangnya dia, dia yang menemanimu dari nol hingga kau sukses. Tapi apa kau mengkhianati nya dengan ja*ang murahan itu"


Plak...


Chacha memejamkan matanya saat tamparan itu kembali mendarat di pipinya. Emosinya benar-benar memuncak kali ini.


"Kau membelanya? Kau tak terima aku memanggilnya ja*ang murahan? Lalu apa sebutannya untuk wanita yang menggoda suami orang hah? " teriaknya Chacha.


"Dan bodohnya anda tergoda hingga memiliki anak, padahal saat itu kau baru kehilangan abang ku. Dimana otak anda"


"Bahkan kau beralasan ke kantor padahal kau sedang menemui ja*ng itu. Kau juga sangat tergesa-gesa saat ja*ang itu akan melahirkan anak haram mu, bahkan kau berbohong akan perjalanan ke luar kota"


Bu Ratu menutup mulutnya dengan tangan air matanya jatuh sejak mengetahui fakta ini. Dirinya benar-benar tak menyangka bahwa masalahnya begitu rumit. Dia juga tak menyangka bahwa suaminya mengkhianati nya. Bahkan dulu dia dengan sukarela menerima perjodohan ini meskipun dirinya memiliki laki-laki yang ia sukai sendiri.


"Katakan Tuan Gunawan apa aku benar? "


Plak...


Plak...


Plak...


Ayah Gun mendapat tiga tamparan sekaligus. Pertama mamanya yang sudah emosi sejak mengetahui siapa Audy dari cucu kecilnya barusan, kedua, ibu mertuanya, dirinya emosi karena Ayah Gun telah mengkhianati anaknya. Ketiga, kakak iparnya, dirinya tak terima dengan semua kebenaran ini.


"Iya kau benar, aku memang ayah yang buruk, suami yang buruk" Ayah Gun tertunduk, mengelak juga percuma.


"Maksud kamu apa, nak? "


"Katakan padanya, berhenti mengusik duniaku jika dia masih ingin hidup dengan tenang. Jangan sekali-sekali menyentuh duniaku jika tak ingin meninggalkan kemewahan yang kau berikan. Jangankan dia, aku juga bisa menendangmu keluar dari tahta kepemimpinan di perusahaan" jawabnya dingin.


"Ayah jadi semua itu benar" Audy bertanya dengan gemetar menahan tangis. Ayah Gun hanya mengangguk.


Tubuh Audy merosot ke lantai. Hancur sudah kali ini. Dia yang begitu bangga memamerkan bahwa dirinya nona muda, tak lebih dari sampah sekarang. Kenyataan bahwa dirinya hanya anak haram membuat dirinya malu untuk mengangkut kepalanya. Hancur sudah harga dirinya. Bahkan keluarga mertuanya hanya terdiam karena terlalu shock.


Ratih dan suaminya sibuk menenangkan Bu Ratu yang menangis tanpa henti, bahkan tubuhnya kali ini sudah melemas.


"Papa kecewa sama kamu, Gun"


"Maafin Gun, pa, ma"


"Kamu tak seharusnya minta maaf sama kita, Gun. Tapi istri kamu" Ayah Gun seolah melupakan jika istrinya ada disana.


"Bunda maafin ayah, bunda" dirinya berlutut di depan sangat istri kali ini.


"Siapa dia? "

__ADS_1


"Hah? "


"Siapa ibu kandung Audy? "


"Dia... "


"Cinta pertama ku. Ck, susah amat bilang gitu" gerutu Chacha.


Semua orang sontak kaget mendengar hal itu. Terlebih orang tua Ayah Gun.


"Kau masih berhubungan dengannya, Gun? "


"Waktu itu... "


"Papa tak mau mendengar alasannya, Gun. Dia sudah mengingkari ucapannya sendiri. Benar kata cucu ku dasar ja*ang murahan"


"Maksud papa apa? " Ayah Gun masih tak terima jika ibu kandung Audy disalahkan.


"Kamu tahu, saat kamu akan dijodohkan dengan Ratu, kami berdua menemui wanita itu. Hanya untuk mengujinya saja, kami menawarkan cek senilai 1 M dengan pilihan dia meninggalkan mu, mama juga memberi tau bahwa bukan kamu penerus keluarga Effendy selanjutnya, tapi kakak kamu" Ayah Gun kaget mendengar hal ini. Dirinya benar-benar tak menyangka jika orang tuanya sudah menemui mantan kekasihnya dulu.


"Dan dia lebih memilih cek itu daripada dirimu"


"Jadi mama dan papa yang buat aku sama dia kepisah, tega banget"


"Kau masih mencintainya? " tanya Bu Ratu.


"Hah? Apa? "


"Kamu masih mencintainya? "


"Bunda ngomong apa? Cuma bunda yang ada di hati ayah"


"Jika memang sepeti itu tak akan pernah ada anak haram ini" cibir Chacha, dia mulai kembali ke sikap menyebalkannya.


"Ceraikan aku" ucap Bu Ratu dengan pelan.


"Bunda apa sih, gak ada. Sampai kapanpun itu gak akan pernah terjadi"


"Ayah tahu sendiri bukan, bunda paling benci penghianatan. Itu juga sudah bunda katakan sejak awal hubungan kita"


"Tapi, bun... "


"Jika tak ada Audy mungkin aku bisa memafkan, tapi anak yang selama ini aku sayangi ternyata anak maduku"


"Bunda"


"Aku tunggu surat keputusan darimu"

__ADS_1


Semuanya masih terdiam setalah kaget mendengar kenyataan pahit yang harus diterima Audy, kini mereka dikejutkan lagi oleh keputusan Bu Ratu yang mendadak. Bahkan kedua orang tuanya juga kaget.


Chacha yang mendengar Bu Ratu meminta cerai, seketika otaknya kosong. Dirinya tak berpikir sampai kesana. Dirinya juga tak menyangka jika bunda nya akan meminta cerai dari sang ayah.


__ADS_2