Call Me Queen

Call Me Queen
Amarah Queen


__ADS_3

Sesampainya dirumahnya Chacha langsung memasukkan mobilnya ke garasi lalu dirinya sengaja memilih jalan memutar dengan lewat pintu depan lagi, padahal di garasi sudah dia modifikasi untuk langsung ke kamarnya menggunakan tangga.


"Mbok" ucap Chacha langsung menuju dapur karena melihat rumahnya sepi.


"Eh non cantik sudah pulang, tho"


"Ayah sama Bunda kemana, kok sepi?" tanya Chacha.


"Tuan ke kantor, Nyonya baru aja keluar non" jawab si mbok.


"Ya udah Chacha ke atas dulu mau istirahat" Si Mbok hanya mengangguk sebagai jawaban ucapan Chacha.


Sesampainya dikamar dia langsung membanting dirinya ke kasur.


"Capek banget ya ampun" keluhnya.


Drrrt.... drrrt... drrrt...


Ponselnya bergetar cukup lama. Dia meraba tasnya lalu mengambil ponselnya untuk melihat si penelpon.


"Halo"


"Jadi renovasi nggak tuh rumah, Bang?" tanya Chacha to the point.


"Jadi Queen. Abang kirim rinciannya ya"


"Emmm, Chacha buat sekarang desainnya" langsung mematikan ponselnya. Sedangkan diujung sana Rey hanya menghela napas melihat tingkah adiknya itu.


Chacha mengangkat tubuhnya dari kasur melawan rasa lelahnya dia menuju meja kerjanya untuk melakukan janjinya pada Rey.


Di kamarnya memang terdapat dua meja khusus. Yang satu meja untuknya bekerja dan yang satunya lagi meja untuk belajar. Kedua orang tuanya tak ada yang tahu kalau di kamarnya ada dua meja. Karena kunci kamarnya menggunakan sensor sidik jari, jadi tak sembarangan orang bisa masuk ke kamarnya.


"Aiya ini hampir semua direnovasi. Kenapa gak dirombak sekalian tuh rumah" keluhnya saat melihat rincian yang Rey kirim lewat emailnya.


Chacha mulai mempelajari ulang dan memikirkan akan ia buat seperti apa rumah Rey kedepannya. Dirinya tak kesusahan karena pada dasarnya otak cantiknya mampu berpikir diluar nalar. Akhirnya dia memulai dengan pensil dan penggarisnya.


Karena keasyikan merancang ulang rumah Rey dia melupakan waktu makan siang bahkan dirinya tak menyadari jika matahari sudah terbenam.

__ADS_1


Tok... tok... tok...


Chacha mengangkat pandangannya lalu berjalan untuk membuka pintu.


"Eh Bunda, perlu bantuan Chacha?" tanya nya langsung setelah melihat siapa yang didepan pintu.


"Turun, sudah waktunya makan malam nak"


"Eh iya kah bunda?"


"Kamu mulai tadi ngapain aja sampai lupa waktu" Chacha hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil nyengir kuda.


"Bunda tunggu dibawah" Bu Ratu langsung berlalu dari kamar Chacha.


Chacha langsung bergegas masuk kembali ke kamarnya dan langsung mandi dengan kilat. Setelah selesai dirinya langsung memakai piyama kesayangannya dan turun untuk bergabung makan malam.


"Maaf Chacha telat"


"Langsung duduk aja, nak" ucap Bu Ratu. Sedangkan Audy hanya menatap sinis kearahnya.


"Ngapain aja sih Queen sampek lupa waktu?" tanya Rey.


"Kan gak harus dikerjain sekarang juga sayang"


"Udah selesai kok. Kapan makan kok jadi sesi tanya jawab udah laper ini" keluhnya. Yang lain hanya terkekeh melihat tingkah Chacha.


Lalu keluarga tersebut memulai acara makan malam dengan tenang tanpa pembicaraan sedikit pun. Setelah selesai mereka berkumpul di ruang keluarga. Ini adalah kebiasaan keluarga Effendy.


"Cha udah dapet gedung buat acara kakak kamu?" tanya Ayah Gun pada Chacha.


"Udah kok Yah. Undangannya berapa banyak?"


"Belum tau. Dari keluarga besan belum menyerahkan nama-nama yang mau diundang"


"Cepet banget lo dapet" sinis Audy.


"Orang kalo punya otak encer mah beda" jawab Chacha lalu meninggalkan mereka menuju kamarnya.

__ADS_1


"Audy kamu kenapa sih sama Chacha gitu amat, dia adik kamu loh" tegur Bu Ratu.


"Bunda jangan manjain dia mulu dong. Bunda gak tau kan kelakuan dia selama di luar negeri"


"Cukup Audy jangan dibahas lagi. Itu sudah berlalu" Audy hanya mendengus mendengar ucapan ayahnya.


Tak lama Chacha turun membawa berkas ditangannya.


"FF hotel Yah tempatnya, kalau gak cukup nampung orang nanti bilang ke Chacha" sambil menyerahkan berkasnya pada Ayah Gun.


"FF Hotel?" tanya Audy melotot. "Dapet uang dari mana lo bisa nyewa hotel begituan buat gue tunangan?" tanya Audy penuh selidik.


"Bisa gak sih lo gak curigaan sama gue" jawabnya sambil menyandarkan kepalanya disandaran kursi sambil memijit pangkal hidungnya.


Rey yang melihat tingkah Chacha dirinya yakin kalau adiknya itu sedang kelelahan. Kebiasaan Chacha dengan memijit pangkal hidungnya ketika lelah berpikir atau kalut.


"Ya kali gue gak mau ya kalo lo nyewa hotel pake uang haram hasil lo ngej****g" ucap Audy membuat Bu Ratu, Ayah Gun, dan Rey melotot tak percaya akan ucapan Audy.


Chacha masih setia memejamkan matanya akan tetapi mendengar ucapan Audy dirinya langsung membuka matanya.


Chacha mengambil berkas yang sebelumnya diberikan pada ayahnya. Membacanya sekilas sambil menampilkan smirknya.


Sreett....


Semuanya melotot saat Chacha merobek berkas itu.


"Gue berbaik hati milihin lo hotel berkualitas terbaik karena gue tau gaya hidup lo yang sok sosialita itu. Tapi lo tanpa tau terima kasih seenaknya ngatain gue. Sehebat apa sih lo" ucapnya sambil menekan setiap kata yang dia ucapkan agar emosinya terkendali.


"Kan gue cuma nanya gak usah sewot dong" ucap Audy tanpa dosa. Dirinya tak menyadari bahwa ucapannya melukai harga diri Chacha yang selama ini menjaga nama baik keluarga Effendy.


Chacha menelpon seseorang " Masukkan keluarga Effendy dan keluar Pandey dalam blacklist hotel FF, Izhaka, dan QI tanpa persetujuan saya secara langsung jangan ada yang mengizinkan mereka menyewa ataupun menginjakkan kakinya di hotel saya"


" .... "


"Tanda tangan persetujuan harus dengan tanda tangan dan stempel dari saya selain itu tidak sah" Chacha langsung mematikan sambungannya secara sepihak.


"Gue berbaik hati sama lo selama ini bukan berarti gue gak tau apa yang lo lakuin ke gue Audy. Gue bungkam karena lo anak kesayangan Ayah, gue gak mau nyakitin hati Ayah, kalau dia tau seperti apa kelakuan lo selama ini" teriaknya. Chacha mulai tak bisa mengendalikan dirinya karena emosinya mulai memuncak.

__ADS_1


Ayah Gun dan Bu Ratu masih syok dengan semua penuturan Chacha. Sedangkan Rey langsung memeluk adiknya untuk menenangkannya.


__ADS_2