Call Me Queen

Call Me Queen
Reyhan Pratama


__ADS_3

"Om Gun..." sapa seorang pemuda membuat rombongan itu berhenti.


"Loh..." Ayah Gun kaget.


Bu Ratu langsung menjewer telinga pemuda itu.


"Masih aja bandel. Panggil Ayah sama Bunda bukan om sama tante" ucap Bu Ratu tetap menjewer telinganya.


"Ampun bunda, sakit, lepas dulu" ucap pemuda itu.


"Kamu kapan pulang kenapa tak menghubungi kami dulu?" tanya Ayah Gun.


"Baru sampai tadi langsung ke rumah tapi kata mbok Ayah sama Bunda disini jadi aku susul kesini" jawabnya.


"Kamu pasti lelah, ayo pulang" ucap Bu Ratu.


"Ya udah Bun, kami pamit duluan" ucap Fany.


"Eh... Sampek lupa kalau ada kalian. Kenalin ini kakaknya anak Ayah yang bandel itu" ucap Ayah Gun terkekeh.


"Oh gitu, jadi Chacha bandel nih" ucap Chacha yang telah sadar dan memunculkan kepalanya dari dalam mobil.


"My little Queen" ucap pemuda itu berjalan menuju Chacha dan langsung memeluknya ketika Chacha keluar dari mobilnya.


"Abang jahat, katanya mau temenin Chacha kemanapun. Tapi, waktu Ayah narik Chacha kesini abang gak nolongin Chacha" ucap Chacha mulai terisak dalam pelukan pemuda itu.


"Sssttt... Abang minta maaf Queen" ucap pemuda itu mendekap Chacha erat.


"Padahal abang tahu Chacha gak salah, kenapa abang diem aja gak belain Chacha" ucapnya lagi dengan air mata yang mengalir deras.


Semua yang menyaksikan adegan itu diam. Bahkan ke empat sahabatnya kaget saat melihat tingkah manja Chacha pada pemuda itu terlebih lagi Chacha menangis tanpa sebab karena mereka tak dapat mendengar percakapan Chacha dan pemuda itu.


Bu Ratu menyeka air matanya, ia sudah lama tak melihat putrinya yang manja. Saat suaminya membawa pulang paksa Chacha, gadis itu berubah menjadi pendiam dan kini kehadiran pemuda itu mampu mengembalikan sifat Chacha yang dulu. Manja.


"Queen kan tahu, belum saatnya Ayah tahu kalau Queen mampu mendirikan perusahaan sendiri" ucap pemuda itu.


"Tapi Chacha dibentak sama Ayah, Bang. Abang tahu Chacha gak pernah dimarahi apalagi dibentak. Chacha kecewa sama Abang yang cuma diem aja"


"Abang kan juga dimarahi sama Ayah Queen. Abang dikira gak bisa jagain kamu. Sudah gak usah diingat lagi" pemuda itu menangkup kedua pipi Chacha dan membersihkan sisa air mata yang mengalir di pipinya.


"Abang bawa oleh-oleh buat Queen tapi ada di rumah" ucapnya menenangkan Chacha. Belum sempat Chacha menjawab Bu Ratu menginterupsi.


"Sudah lanjutkan di rumah saja peluk-pelukannya, Bunda sudah pegal nih berdiri terus"


"Siapa juga yang menyuruh Bunda berdiri" jawab Chacha.


"Bang kenalin, ini sahabat Chacha yang waktu itu Chacha ceritakan ke Abang" ucap Chacha.


"Halo, abangnya Queen" ucap pemuda itu sambil mengulurkan tangan.


"Zefana"

__ADS_1


"Zefany"


"Karin"


"Nena"


"Kenalannya lanjut besok lagi. Besok kita makan malam bersama, kalian berempat ikut juga, oke"


"Beres Yah" ucap mereka serempak..


"Ya sudah ayo pulang, kalian berempat hati-hati ya" ucap Bu Ratu.


"Siap komandan" jawab mereka serempak.


"Mobil baru lagi, Queen?" tanya pemuda itu setelah duduk di kursi kemudi dan Chacha duduk di kursi penumpang.


"Hmm. Bang Rey kenapa pulang gak kabari aku?" tanya Chacha.


"Kejutan sayang" jawab Reyhan.


Reyhan Pratama. Anak dari pasangan Bayu Pratama dan Putri Rania Izhaka. Reyhan adalah sepupu Chacha, mama Reyhan adalah adik kandung Bu Ratu. Reyhan diangkat menjadi anak Ayah Gun dan Bu Ratu ketika kedua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan. Reyhan langsung dikirim untuk menemani Chacha di luar negeri dan melanjutkan pendidikannya di sana.


Kali ini, Reyhan kembali karena Ayah Gun merasa dia sudah mampu menjalankan perusahaan yang ditinggalkan papanya.


"Abang akan menetap atau kembali lagi?" tanya Chacha.


"Menetap disini" jawabnya tetap fokus mengemudi.


"Abang sudah siap memimpin perusahaan Papa Bayu?"


"Kenapa tidak mungkin?"


"Ayah juga harus mengurus perusahaannya sendiri, sampai kakakmu itu kembali"


"Entahlah, aku merasa kakak terlalu senang belajar hingga lupa untuk pulang" ucapnya sambil terkekeh.


"Bukankah itu bagus, jadi dirimu tak perlu galau harus berdebat" goda Rey membuat Chacha tertawa seketika.


...****************...


"Pagi Ayah, Bunda, eh.. Dimana Abang?" tanya Chacha yang baru tiba di meja makan dengan ceria berbeda dengan pagi sebelumnya.


"Abang disini Queen" Chacha memutar kepalanya melihat sosok pemuda tampan dengan balutan kemeja putih.


"Udah rapi aja, mau ke kantor sekarang Bang?" tanyanya.


"Cuma liat-liat aja Queen, sebelum penyerahan itu" jawabnya membuat Chacha manggut-manggut sambil mengolesi roti dengan selai.


"Tumben makam roti, nak?" tanya Bu Ratu.


"Hari ini aku mau main volly bun. Gak asik dong kalo kekenyangan" jawabnya.

__ADS_1


"Putri" kali ini Ayah Gun.


"Iya, yah"


"Apa yang kamu lakukan semalam?" tanya Ayah Gun.


"Tanpa aku menjelaskan ayah pasti sudah tahu jawabannya" jawabnya sambil memasukkan potongan roti ke dalam mulutnya.


"Tapi tak harus seperti itu, nak" Ayah Gun melunak melihat Chacha yang mulai terpancing emosinya. Dia sangat tahu tipikal anaknya yang keras kepala itu.


"Apa yang Chacha lakuin itu belum seberapa yang dia lakukan pada korbannya" jawabnya lagi.


"Tunggu! Kamu berkelahi Queen?" tanya Reyhan.


"Tidak, Rey. Adikmu hanya memberikan sedikit pelajaran pada temannya" jawab Bu Ratu.


"Apa yang dia lakukan, Bun?"


"Hanya menamparnya saja" jawab Bu Ratu sambil menghela napas.


"Queen kamu harus ingat negara ini berbeda, kamu bisa masuk penjara." ucap Rey pada Chacha yang nampak tak peduli.


"Jika dia menjebloskan ku ke penjara ku pastikan dia juga ikut menemaniku di penjara" jawabnya santai.


"Maksudmu apa?" tanya Ayah Gun.


"Jika dia menyeret ku ke kantor polisi, aku pun akan menyeret juga ke kantor polisi, aku sudah memiliki bukti saat dia berulang kali melakukan bullying pada siswa lainnya bahkan tak jarang dia juga menyiram dan menampar para korbannya."


"Baiklah, kalau kau butuh bantuan Ayah jika anak itu melaporkanmu, katakan saja" ucap Ayah Gun.


"Aku akan menyelesaikan sendiri, Yah" ucap Chacha.


"Baiklah, Ayah percaya padamu."


"Abang katanya bawa oleh-oleh buat Chacha, mana?" tanya Chacha pada Rey.


"Ayo ikut Abang ke kamar" ajak Rey.


"Ayah tunggu di depan Rey" ucap Ayah Gun berlalu ke ruang tamu.


"Ini..." ucap Chacha tak percaya setelah Rey menyodorkan benda pipih di kamarnya.


"Abang tahu, kau mengincar laptop canggih super tipis ini melanjutkan hobi meretas mu itu" jawab Rey tersenyum.


"Abang terima kasih. Abang selalu tahu apa yang Chacha mau" ucapnya sambil memeluk Rey.


"Apa yang abang tak tahu tentang ratu kecil Abang ini, hmm" mendekap erat adik kecilnya itu.


"Baiklah sebagai hadiah untuk abang aku akan membuatkan aplikasi agar file-file abang aman dari para hacker saat abang mengambil alih perusahaan nanti" ucap Chacha melepas pelukannya.


"Lakukan sesukamu sayang" ucap Reyhan.

__ADS_1


"Abang bawa mobil aku aja ke kantor. Pulangnya sekalian jemput aku" ucapnya.


"Oke ratu kecilku" jawabnya sambil mengacak rambut Chacha dan berlalu keluar.


__ADS_2