Call Me Queen

Call Me Queen
Temenin Tidur


__ADS_3

Setelah selesai mengobati luka Chacha, Levy duduk di samping Chacha. Mendekap erat tubuh istrinya. Melihat penampilan istrinya Levy berdecak kesal.


"Kenapa, By"


"Jangan pake celana ini lagi atau ku buang"


"Sok atuh kalo mau dibuang"


"Beneran? " Chacha hanya mengangguk.


"Masih banyak kok di rumah"


"Sama aja bohong kalo gitu mah"


"Celana ini gak salah, By. Kenapa harus di buang? "


"Sayang kamu itu istri aku, kamu niat pamer paha ke siapa, hah? "


"Gak ada niat pamer tuh" Chacha memajukan bibirnya membuat Levy gemas dibuatnya.


"Terus ini apa kalo gak dipamerin" tunjuk Levy pada paha mulus Chacha yang terekspos.


"Ya kan emang celananya pendek, By"


"Intinya aku gak suka kalo kamu pake baju terbuka, Yang. Aku gak suka kamu pamer badan ke orang lain"


"Karungin aja sekalian akunya, By"


"Ya gak gitu juga, Yang. Maksud aku itu, kamu jangan pakai pakaian yang terbuka. Aku suami kamu, aku punya hak larang kamu"


"Aku ngerti, By. ngerti sengerti-ngertinya. Pakai ini juga gara-gara gak ada lagi"


"Maksudnya? "


"Cuma ini yang ada di mobil"


"Kamu gak pulang semalem? " Chacha hanya menggeleng. "Kenapa telfon aku gak diangkat semalem? "


"Hpnya mode silent, By. Maaf ya, aku terlalu fokus semalem"


"Jangan gitu lagi ya. Aku khawatir tau"


"Maaf" Chacha makin masuk dalam dekapan Levy, dirinya tau jika sang suami tengah kecewa pada dirinya.


"Gak papa sayang, aku ngerti kok. Lain kali jangan diulangi ya"


"Iya By"


"Aku udah nyuruh asisten aku buat daftarin pernikahan kita ke KUA"


"Kamu dapat kelengkapan aku dari mana? "


"Bang Danial"


"Beneran? "


"Emang mau dari mana lagi sayang, yah meskipun aku harus dapat ceramah sampai tiga jam lamanya"


"What, tiga jam? "


"Ya, aku rasa itu belum cukup. Aku yakin jika kita bertemu Bang Danial aku bakal dihajar habis-habisan, belum lagi Bang Rey"


"Ada aku tenang aja"


"Gak papa kalo mereka emang mau ngehajar aku, aku terima kok, Yang"


"Kok gitu? "


"Ya karena salah aku juga, bukannya cari kamu minta penjelasan malah ditinggal tunangan. Malah sekarang dinikahin dengan status aku masih tunangan orang"


"Maaf, pikirku dengan menutup semua akses tentang identitas ku akan membuat semuanya lebih mudah. Tapi malah percintaan ku yang semrawut"

__ADS_1


"Kamu tak salah, sayang. Akunya aja yang bodoh malah kemakan omongan Si Angel"


"Maksud kamu, By? "


"Secara gosip kamu itu selalu jadi topik hangat dikalangan pebisnis. Bahkan kamu juga dikeluarkan dari KK Effendy bukan? " Chacha hanya mengangguk.


"Tapi udah diurus kok, aku ikut kakek sama Bang Nial"


"Aku tau. Maka dari itu, Angel ambil kesempatan buat ngejelekin kamu didepan aku. Kamu ini lah, kamu itulah. Kadang aku heran kenal kamu aja nggak, kenapa bisa tau banyak" Chacha hanya tergelak mendengar penuturan Levy.


"Urus dia secepatnya, By. Kalo kamu lama biar aku yang urus kamu tinggal lanjutin sisanya"


"Biar aku yang urus, Yang"


"Bulan depan aku pelatihan tertutup, setalah itu langsung perebutan lencana terakhir. Aku harap aku dapat kabar bahagia setelahnya"


"Aku usahakan ya, aku susah menembus benteng pertahanan informasi Angel"


"Aku bisa bobol kapan saja kalau aku mau, kalau orang mu tak bisa, minta Fany melakukannya" Levy bukannya tak bisa, namun dia tak secanggih Chacha dalam meretas sesuatu.


"Aku tau, tapi aku harus memikirkan lainnya juga, Yang. Aku tak mau ada pihak yang dirugikan"


"Aku tau, kamu menanam saham di agensi yang menaungi Angel? " Levy mengangguk.


"Kata mama demi keamanan dia, agar dihormati"


"Atas nama siapa kamu menanam saham itu? "


"Atas nama ku"


"Aku beli, urus jadi namaku biar aku yang urus"


"Akan ku berikan padamu sayang. Tak harus kamu beli, biar aku yang urus.Kamu fokus sama pelatihan kamu saja, pastikan kembali untukku, Yang"


"Aku tak bisa berjanji, By. Apapun bisa terjadi padaku nanti"


"Kamu pasti didampingi oleh anak buah mu kan? "


"Apa kamu tak berniat kembali? "


"Itu harus, By. Awalnya aku hanya akan bertarung untuk mendapatkan lencana saja. Namun, kali ini aku harus menang karena tujuan lain"


"Tujuan lain? Apa itu? "


"Aku harus kembali dengan selamat karena suamiku pasti akan meratakan tempat itu jika terjadi sesuatu padaku" Levy tersenyum saat mendengar penuturan Chacha, dirinya gemas sekali pada istrinya ini. Bahkan Levy sampai mencium pipi Chacha berkali-kali.


Ketukan pintu menghentikan keromantisan mereka. Mereka berdua dipanggil untuk ke depan, karena akad nikah akan segera di mulai.


"Ayo ke depan"


"Gak mau"


"Loh kok gak mau? "


"Ya gak mau aja"


"Kenapa sayang? "


"Takut iri"


"Iri kenapa? "


"Akad nikah kita gak sama kayak akad nikah Mutia" mendengar itu Levy langsung tertawa terbahak-bahak.


"Berhenti, By. Nanti dikira kenapa lagi" Chacha mencubit lengan suaminya.


"Iya ampun, Yang ampun. Lagian kamu ada-ada aja sih"


"Kan emang iya, By. Akad nikah kita bukan dapat pandangan bahagia dan rasa syukur malah dapat pandangan mencemooh"


"Yang lalu biarlah berlalu, Yang. Yang penting sekarang gimana kitanya menjalani hubungan ini kedepannya"

__ADS_1


"Iya By"


"Kedepan yok"


"Gak mau"


"Loh kok masih gak mau? "


"Aku ngantuk" rengek Chacha pada Levy.


"Jangan tidur disini atuh sayang. Ini kan kamar pengantin"


"Kenapa? "


"Bisa rusak duluan kalo ditempati kamu"


"Kan aku tidurnya di sofa"


"Nanti badan kamu pegal. Ayo tidur di kamar aku aja"


"Emang gak papa? "


"Kami istri aku, udah ayo"


"Kalo Abah sama Umi nanya gimana? "


"Aku udah jelasin sama mereka semalem"


"Responnya gimana, By"


"Udah nanti lagi ceritanya aku mau ke depan, ayo aku antar ke kamar dulu"


Levy mengantar Chacha ke kamarnya, agar istrinya dapat beristirahat dengan nyaman. Karena Levy tau Chacha tak tidur semalaman, terlihat dari kantong mata Chacha.


"Beneran gak papa, By? "


"Gak papa sayang"


"Aku masuk ya"


"Sana masuk, Yang. Atau mau aku temenin dulu tidurnya? " tentang Levy dengan wajah jahilnya.


"Beneran mau ditemenin tidur? " tanya Chacha dengan wajah berbinar.


"Ya kalau kamu mau"


"Tapi kamu kan mau ke depan"


"Abah sama Umi pasti ngerti, kok" Levy masih betah dengan senyuman jahilnya, melihat Chacha yang lambat nyambungnya.


"Temenin tidur sama dengan Abah sama Umi ngerti. Sek kok aneh" Chacha masih berpikir. Otaknya lelet seketika. "Gak gak jadi ditemenin, By"


"Loh kenapa? "


"Kalo mau minta hak kamu, liat tempat dulu. Bisa baku hantam aku sama Angel" Chacha terkikik geli memikirkan itu semua.


"Ah gagal deh"


"Mesum, udah sana ke depan"


"Kiss dulu kek, Yang"


"Gak ada, udah sana" Chacha langsung membuka pintu dan hendak masuk, namun dengan sigap Levy langsung membalik badannya dan membungkam bibirnya yang hendak berteriak karena kaget.


"Ish, untung gak ada orang. Malah seenaknya nyosor" Ucap Chacha setelah ciuman mereka terlepas. Jangan ditanya tersangka utamanya kemana, Levy sudah lebih dulu kabur.


...****************...


Jangan lupa like, coment and vote ya. Biar author makin semangat upnya.


jangan lupa tinggalkan jejak buat kalian yang setia baca cerita author. jangan jadi Ghost reader ya sayang.

__ADS_1


Hari ini author cuma bisa update satu doang, karena disibukkan dengan pembagian bansos, harap maklum ya


__ADS_2