
Levy yang kaget dengan bunyi ledakan langsung keluar dari rumah yang ia tempati. Melihat ke arah layar besar, tak tampak disana tentang ledakan yang baru saja terjadi. Namun drone hanya merekam aksi enam mobil yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Levy tau ada yang tidak beres. Tanpa pikir panjang dirinya langsung masuk ke mobil yang Chacha gunakan untuk balapan dengan Alexsa tadi. Karena Levy sendiri tak membawa mobil.
Yang lainnya juga menyusul mengikuti Levy, guna memastikan apa yang terjadi. Mereka cukup panik saat melihat banyak mobil sport yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arah ledakan. Apalagi sebagian dari mobil itu adalah anak buah Chacha.
Fany dan lainnya sudah sampai di lokasi ledakan. Mereka cukup lega karena melihat bluewy yang terparkir sembarangan. Namun, mereka tak menemukan Chacha di dalam mobil. Jadi dugaan sementara ini bukan kecelakaan, tapi sengaja diledakkan atau meledakkan.
Fany mencoba menghubungi Karin yang masih berputar di atas.
"Rin, kirim info"
"Kehilangan jejak" Ucap Karin singkat.
Mendengar ucapan Karin mereka mematung sejenak, kehilangan jejak siapa yang Karin maksud. Musuh atau Chacha. Karena mereka benar-benar tak melihat adanya pergerakan dari sekitarnya.
Mereka masih tak bergerak. Hanya mengawasi sekitar, mereka tak ingin bergerak gegabah karena keselamatan Chacha yang mereka pertaruhkan. Hingga Levy dan lainnya sampai di sana dengan wajah bingung.
"Ada apa? "
"Tadi ada ledakan disini, tapi pas sampek gak ada jejak" Jawab Nena.
"Chacha mana? "
"Masalahnya, Chacha juga gak ada ditempat, bluewy terparkir disitu" Tunjuk Zeze pada bluewy.
Sorot mata Levy menunjukkan kecemasan dan kemarahan disaat yang bersamaan. Andai dirinya tak meninggalkan istrinya demi sebuah pekerjaan mungkin dirinya tak akan kehilangan seperti ini.
"Karin masih diatas? " Tanya Levy.
"Karin masih berputar"
"Suruh Karin terbang lebih rendah, biar dia melihat dengan jelas dari atas"
"Oke"
"Kalian pakai earpiece dari Chacha bukan? " Fany mengangguk. Kali ini Levy benar-benar menunjukkan siapa dirinya.
"Fany, lo lacak keberadaan Chacha pakai earpiece itu. Karena setiap earpiece yang dia gunakan ada sistem khususnya"
"Oke"
"Ze, lo sama Kinos bisa berputar satu kali lagi. Temukan kejanggalan lain, gue yakin masih ada yang lain di arena ini"
"Na, lo sama Putra sisir sekitar sini. Cari petunjuk apapun yang mengarah pada hilangnya Chacha"
__ADS_1
"Kalian berempat bisa ke ruang kontrol, cek setiap CCTV di setiap belokan, bilang sama orang di sana kirim ke nomor gue. Bilang aja gue Levy gitu" Tanpa pikir panjang empat pemuda yang sejak tadi berbicara dengan Chacha sebelum test drive itu langsung meninggalkan lokasi.
Levy masih terdiam menatap sekitarnya dengan tajam. Matanya meneliti setiap jejak yang ada. Levy tak ingin terjadi sesuatu dengan istrinya itu. Meskipun tahu istrinya adalah wanita tangguh, namun tak menutup kemungkinan hal buruk akan terjadi. Bagaimanapun Chacha masih seorang wanita.
"Susul ke alamat yang sudah dikirim"
"Baik tuan"
Levy langsung mengerahkan anak buahnya untuk menyusul. Levy sendiri masih tak bergerak dari tempatnya, dia tak bisa bertindak gegabah. Dirinya tak tau musuh macam apa yang kali ini di hadapi Chacha dan apa tujuannya.
"Bagaimana? "
"Posisi yang gue dapet menuju ke jurang sana" Tunjuk Fany dengan nada sedikit bergetar.
"Hubungi ruang kontrol. Gunakan drone untuk melihat kebawah"
"Kenapa tak langsung kita aja? "
"Kita gak tau medan, Fan. Bisa aja bukan nolong kita malah ngantar nyawa. Ini jurang bukan tempat bermain" Levy berucap dengan nada dingin.
"Tapi, Chacha? "
"Gue yakin, Chacha menguasai medan disini. Sekarang hubungi ruang kontrol suruh mereka turunkan drone ke dalam jurang"
"Pakai infrared, Fany" Fany tak menjawab dirinya langsung saja melakukan apa yang Levy perintahkan.
Tak selang berapa lama anak buah Levy datang. Zeze dan lainnya juga sudah kembali ke tempat menghilangnya Chacha. Mereka melotot tak percaya saat melihat anak buah Levy, Levy ada di jalur yang sama dengan Chacha. Levy yang terlihat dingin dan santai itu, siapa yang akan menyangka jika dirinya juga salah satu pemimpin mafia yang ditakuti.
Anak buah Levy juga tak kalah terkejutnya melihat Fany dan lainnya. Siapa yang tak mengenal para sahabat Chacha. Iblis berwajah malaikat itu tak akan memberi ampun pada siapa saja yang melanggar aturan yang dibuat oleh Chacha.
"Siapa yang biasa keluar masuk hutan? " Tanya Levy pada anak buahnya.
"Saya tuan"
"Bisa melihat dalam gelap"
"Siap bisa"
"Good, turun dan periksa. Nyonya kalian kemungkinan ada disana"
Tanpa menunggu perintah lagi, beberapa orang langsung turun setelah mempersiapkan semua alat yang mereka butuhkan. Karena sebelumnya Levy juga sudah mengirim lokasi dan kondisi misi kali ini.
Setelah menunggu setengah jam, anak buah Levy kembali ke permukaan untuk melapor.
__ADS_1
"Bagaimana? "
"Tapi yang kita pakai kurang panjang tuan, tapi Sena masih berusaha turun tanpa tali"
"Sial, kalian sisir tempat ini. Fam, carikan peta tempat ini selengkapnya. Gue minta dalam dua menit"
Fany tak banyak bicara, jemarinya menari lincah diatas papan keyboard. Saat memeriksa bluewy dirinya menemukan laptop Chacha di dalam mobil. Entah ketinggalan atau apa, tapi yang pasti ini menguntungkan Fany. Karena kecanggihan laptop Chacha mempermudah Fany dalam melacak apapun.
"Kamu dimana, Sayang" Batin Levy cemas.
"Done, Lev" Seru Fany.
Levy langsung membuka ponselnya, rupanya Fany mengirim peta yang Levy butuhkan langsung ke ponselnya. Levy mengamati setiap jengkal dari peta tersebut.
"Siapkan tiga helikopter, pakai helikopter dari markas terdekat. Apapun caranya saya mau dala lima menit mereka sudah ada diatas saya" Perintah Levy yang langsung dikerjakan oleh anak buahnya. Mereka tak berani membantah jika Levy dalam kode serius seperti ini. Tuan mereka akan sangat kejam jika menyangkut orang terdekatnya.
"Dimana Karin? "
"Masih di atas"
"Elang lo gabung sama Karin. Setelah helikopter gue dateng, lo bisa suruh Karin terbang lebih tinggi. Gue bakal turun" Elang langsung mengangguk dan menghubungi Karin jika dirinya akan bergabung.
"Fan, terus pantau posisi Chacha"
"Na, lo bisa amanin temen-temen gue dulu, kan? " Nena hanya mengangguk. Malas menjawab.
"Ze, lo fokus dengerin apa yang Karin lihat dari atas. Nanti gue bakal kasih kode dari bawah. Jika kode biru berarti gue temuin Chacha. Jika merah lo langsung beri perintah anak buah gue buat susul gue ke bawah dengan cara apapun"
"Tapi itu bahaya Lev "
"Gue bakal gabung di helikopter. Kalian bisa pantau disini saja. Awasi sekitar, jika ada yang mencurigakan gue rasa kalian tahu apa yang harus kalian lakuin"
"Gak usah panik gitu, Lev. Gue yakin Chacha gak kenapa-napa" Ucap Fany saat melihat kepanikan di mata Levy, namun Levy masih berusaha bersikap tenang.
"Seyakin itu? "
"Chacha punya tanda khusus jika dirinya dalam bahaya"
"Maksudnya? "
"Lo liat tanda ini" Fany menunjukkan tanda biru di ponselnya. "Ini tanda milik Chacha, jika ini berubah menjadi merah dengan cepat berarti Chacha terluka. Jika tanda ini berubah menjadi biru kemerahan berarti Chacha dalam bahaya. Semua bawahannya dapat melihat tanda milik Chacha. Jadi jika terjadi sesuatu pasti tim elit milik Chacha akan datang kesini" Jelas Fany
"Gue harap kita nemuin Chacha sebelum tanda itu berubah warna" Ucap Levy.
__ADS_1