Call Me Queen

Call Me Queen
Mall Lagi Lagi


__ADS_3

"Mama… Tante…"


Kedua orang yang awalnya dibully menoleh kearah suara yang mereka kenal. Menatapnya tak percaya.


"Mama ngapain disini? Dan ini maksudnya apa?" tanya Karin bingung.


Sedangkan sang mama dan tantenya bingung harus menjawab apa.


"Oh... jadi ini anak kamu. He… denger ya, bilangin tuh sama mama kamu kalo miskin ya miskin aja gak usah sok ngemall pake acara pengen beli sepatu mahal lagi" ucap wanita paruh baya yang sejak tadi menghakimi mama Karin.


Karin yang mendengar ucapan wanita itu hanya mengernyitkan dahinya. Hingga detik berikutnya dirinya mengangguk sambil terkekeh menatap wanita tersebut.


"Wah anak sama ibu sama-sama stress kayaknya gara-gara bangkrut" cibir wanita tersebut.


Sedangkan yang lain hanya menahan emosi mendengar ucapan wanita itu kecuali Chacha dan Levy yang terlihat santai.


"Maaf nona muda" ucap sang manager yang datang lagi dengan tergesa-gesa.


Chacha hanya menaikkan sebelah alisnya menunggu jawaban sanh manager.


"Dari hasil pemeriksaan CCTV ibu ini duluan yang memilih sepatu ini" sang manager menunjuk sopan pada mama Karin.


Ucapan sang manager membuat wanita tadi mematung menahan emosi, Chacha yang melihat itu hanya menampilkan senyum manisnya.


"Didik kembali pegawai mu. Seleksi ulang semua pegawai disini, pastikan mereka memiliki etiket yang baik dalam bekerja. Saya tidak mau kejadian ini terulang lagi" kata Chacha pada sang manager.


Pegawai yang tadinya dengan mantap membela wanita angkuh itu langsung merasa lemas karena pekerjaannya ada diujung tanduk. Dirinya masih berpikir siapa gadis didepannya bahkan sang manager yang terkenal tegas rela meminta maaf pada dirinya.


"Saya akan bayar dua kali lipat sepatu itu" ucap wanita itu lantang karena merasa tak terima dirinya dipermalukan.

__ADS_1


"Tiga kali lipat" tantang Chacha dengan senyum manisnya.


"Lima kali lipat"


"Bungkus buat dia pastikan dia bayar lima kali lipat ya" ucap Chacha sambil mengedipkan sebelah matanya pada wanita tersebut.


Dirinya berbalik menatap pegawai lain yang ada disana. "Layani ibu ini dan berikan barang yang dia mau" ucap Chacha sambil menyerahkan gold cardnya membuat yang lain menahan nafas karena tau kalau hanya orang tertentu yang memiliki kartu tersebut.


Sedangkan wanita tadi menatap Chacha dengan tatapan tak terbaca antara emosi, kagum, dan penasaran dengan jati diri gadis yang telah mempermalukannya tersebut.


"Kalian udah dapet?" tanya Chacha setelah dirinya menjatuhkan dirinya disofa tak jauh dari tempatnya berdiri tadi.


"Udah dikasir barangnya tinggal bayar doang" jawab Nena.


"Jadikan satu sama mamanya Karin aja"


"Mana tuh anak petakilan" tanya Elang.


"Cha lu kenal emak-emak tadi?" tanya Kinos.


"Emaknya Karin?"


"Ish bukan"


"Oh… Istrinya partner kerja ayah" jawabnya santai.


"Lo kenal dia kok dia gak kenal lo?" tanya Putra penasaran.


"Gue tau bukan kenal"

__ADS_1


"Tau dari mana?"


"Pas kunjungan ke perusahaan suaminya ada foto keluarga diruangan direkturnya salah satunya muka dia sama tuh muka disebelahnya" jelasnya.


"Eh tau nggak. Gadis disamping emak-emak yang tadi bully mamanya si Karin mandangin Levy sama Elang tanpa kedip" heboh Nena.


"Iyalah secara gue tampan" jawab Elang dengan narsisnya. Sedangkan Levy hanya diam tak berekspresi menanggapi ucapan Nena.


"Selama dia gak ganggu ketenangan kalian gue rasa dia masih bisa aman damai sejahtera deh" celetuk Chacha.


"Maksud lo?"


"Ya coba aja kalian suruh dia usik ketenangan kalian, dia bakal tau kalo mending jadi anak baik daripada berhadapan sama gue"


"Lo kenape jadi posesif gini" tanya Zeze.


Chacha hanya mengangkat bahunya acuh. Levy yang melihat kelakuan kekasihnya mengacak rambutnya gemas.


"Ish Lele kan berantakan" ucapnya sambil cemberut.


Tanpa berucap Levy membenarkan rambut Chacha dengan sayang.


"Romantisan mulu kapan jadian coba" sindir Putra.


"Bentar lagi kalian pisah gak ada niat ngiket dia Lev?" tanya Kinos.


"Lo kira gue kambing diiket" sinis Chacha membuat yang lain terkekeh.


"Gue pergi cari modal buat ngiket dia disamping gue" jawab Levy santai.

__ADS_1


"Lu kan holang kaya" jawab Putra.


"Nyokap bokap gue yang kaya bukan gue"


__ADS_2