
Satu minggu berlalu begitu cepat. Kini Chacha mulai kembali ke aktivitasnya kembali.
"Pagi Queen"
"Pagi abang love" jawabnya.
"Jadi mau sekolah hari ini?"
"Bosen dirumah mulu, di rumah sakit malah direcokin ayah bunda suruh balik ke rumah itu lagi" jawabnya sambil cemberut.
"Ya udah gak usah cemberut gitu"
"Oh ya. Bang Rey, Chacha kok gak liat King jengukin Chacha sama sekali sih" ucapnya sambil menyuap sarapannya kedalam mulutnya.
"Malam itu setelah memastikan kondisimu baik-baik saja dia langsung pergi gitu aja tuh" jawab Rey.
"Kebiasaan yang tak bisa diubah. Awas aja kalo ketemu"
Rey hanya terkekeh geli melihat ucapan Chacha yang menggebu-gebu itu.
"Abang berangkat duluan ya. Hati-hati ntar bawa mobilnya" pamitnya pada Chacha.
"Masih pagi abaaaang" responnya kesal karena memang masih terlalu pagi untuk abangnya berangkat ke kantor.
"Masih harus muter jemput masa depan sayang" jawabnya lalu mengecup kening sang adik dan berlalu.
"Heleh gayamu" teriak Chacha pada Rey yang hanya mendapat cengiran khas dari sang abang.
Setelah kepergian Rey, Chacha yang sudah menyelesaikan sarapan paginya bergegas untuk berangkat ke sekolah.
__ADS_1
"Mbak Ida, Chacha berangkat" teriaknya meninggalkan ruang makan.
Chacha mengendarai mobilnya dengan santai karena memang masih terlalu pagi untuknya berangkat menurutnya.
Setelah sampai di sekolah Chacha langsung memarkirkan mobilnya disamping mobil para sahabatnya. Namun, dirinya tak langsung turun dari mobilnya.
"Ih keren mobilnya"
"Weh, keluaran terbaru itu"
"Anak baru kah?"
"Sultan pasti ini"
Begitulah bisikan-bisikan para siswa yang ada di area parkir tersebut.
Chiara dkk yang melihat itu penasaran siapa yang membawa mobil sport keluaran terbaru ke sekolah. Setahu dirinya hanya Chacha dan Levy yang sering mengendarai mobil sport edisi terbatas tersebut. Akan tetapi ini bukan mobil milik Levy karena dirinya sudah melihat Levy datang 15 menit yang lalu. Chiara menoleh ke kanan dan ke kiri hingga terlintas ide gila di otaknya.
"Mobil lo Chi?" tanya siswa 1.
"Iyalah lo pikir mobil siapa lagi" jawabnya angkuh.
"Hebat lo Chi bisa punya mobil ginian" tambah siswa 2.
"Gue gitu loh. Secara gue anak kepala sekolah di sini jadi gue minta apapun pasti dituruti sama bokap gue lah" jawabnya.
Yang lainnya hanya memandang kagum pada Chiara ada juga yang memandang remeh.
Chacha yang sejak tadi belum keluar dari mobilnya karena sibuk dengan ponselnya akhirnya menoleh melihat secara jelas bagaimana Chiara menyombonglan dirinya membuat jiwa usilnya bangkit.
__ADS_1
Dia terus membiarkan Chiara menyombongkan mobilnya di depan para siswa. Sedangkan dirinya hanya menikmati drama dari dalam mobilnya. Hingga akhirnya 15 menit sebelum bel berbunyi Chacha membuka pintu mobilnya.
Ketika pintu mobil terbuka yang lain dibuat kaget apalagi Chiara dkk.
Mereka lebih kaget lagi ketika melihat siapa yang keluar dari dalam mobil tersebut.
"Cha lo ngapain di dalam mobil Chiara?" tanya siswa 1.
"Mobil Chiara?" beo Chacha dengan muka polosnya.
"Iya ini mobil Chiara yang baru dibelikan pak kepsek"
Chiara sudah gugup setengah mati namun karena malu dia tetap berpura-pura kalau itu adalah mobil miliknya.
"I..iya lo ngapain di mobil gue?" tanya Chiara.
Chacha hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Chiara.
"Heh kalo ditanya tuh jawab lo budek apa bisu sih" bentak salah satu antek-antek Chiara.
"Lo yakin ini mobil lo?" tanya Chacha balik.
"I.. iya lah" jawabnya gugup.
Chacha hanya mencebikkan bibirnya lalu berjalan meninggalkan kerumunan itu. Namun, sebelum melangkah lebih jauh dirinya mengangkat tangannya dan memencet remote yang ada ditangannya hingga membuat semuanya kaget karena Chacha sedang mengunci mobilnya.
Chacha berbalik menghadap semua siswa yang masih mengerumi mobilnya.
"Sorry Chi. Itu mobil gue, halu jangan ketinggian jatoh sakit loh Chi" ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya lalu pergi dari sana.
__ADS_1
Chiara yang malu langsung pergi dari kerumunan tersebut dengan amarah yang ia tahan. Sedangkan para siswa membubarkan diri sambil berbisik-bisik membicarakan kelakuan Chiara.