Cinta dari GIA

Cinta dari GIA
Episode 17 (Time is Family)


__ADS_3

Setelah setengah jam di dalam pasar, Gia dan Bi Sarah keluar dari pasar dan menuju ke mobil untuk pulang.


"Bi pesenan belanjaan Mama banyak banget, kan hari ini kita makan di luar," tanya Gia.


"Iya Mbak, katanya Ibuk buat persediaan," jawab Bi Sarah.


Di dalam mobil mereka berbincang-bincang kembali. Sampai tak terasa sudah di depan rumah. Gia memarkirkan mobilnya di halaman depan rumahnya yang lumayan luas.


***(di Rumah)


"Bi, Gia ke kamar dulu ya, mau mandi," ucap Gia.


"Iya Mbak monggo, Bibi mau ke dapur dulu," jawab Bi Sarah.


***(di Kamar Gia)


Beberapa menit setelah Gia mandi, rupanya Mamanya memanggi-manggil namanya.


"Gi, Gia," panggil Mama Gia.


"Iya Ma," jawab Gia yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Habis ini sarapan dulu, terus berangkat," ucap Mama Gia.


"Yang lain memangnya udah siapya Ma?" tanya Gia.


"Udah nungguin kamu di bawah semua, mau sarapan tapi belum lengkapgak ada kamu," jawab Mama Gia.


"Yauda habis ini Gia turun Ma," kata Gia.


"Mama tunggu di bawah ya Nak," ucap Mama Gia dan meninggalkan kamar Gia.


Gia memilih-milih koleksi gamisnya yang ada di almari, setelah Gia mantap memilih satu set gamis warna biru, Gia langsung memakainya dan sedikit memoles bulu matanya dengan maskara, lalu Gia turun ke bawah.


***(di Ruang Makan)


Gia duduk di sebelah Adiknya yang sepertinya sudah melahap habis 4 potong roti.


"Pa, kita nanti perginya ke mana dulu?" tanya Gia.


"Ke Dufan dulu aja Kak," sahut Johan.


"Itu udah di jawab sama Adik kamu," jawab Papa Gia.


"Beneran Pa ke Dufan dulu?" tanya Gia lagi.


"Iya Nak habis itu kita ke Mall," ucap Mama Gia.


"Ya udah ayo makan dulu," kata Mama Gia.


Mereka menyantap sarapan pagi yang sudah disiapkan Mama Gia.


Setelah sarapan mereka bergegas untuk pergi bersenang-senang.


Mama dan Papa Gia duduk di kursi depan, Gia duduk di kursi belakang dengan Bi Sarah dan Joha.


Jarak rumah mereka ke Dufan lumayan jauh, memakan waktu hampir 2 jam.


Papa Gia mendengarkan adzan yang berkumandang di ponselnya.


"Ma, cari masjid dulu ya kita sholat," ucap Papa Gia.


"Iya Pa," jawab Mama Gia.


Setelah menemukan masjid yang hampir dekat dengan Dufan, semua rombongan keluarga Gia turun dari mobil, dan sholat dhuhur bersama. Setelah selesai sholat mereka melanjutkan perjalanannya.


***(di Dufan)


Sesampai di Dufan, Mereka langsung menuju ke tempat loket untuk membeli tiket, Gia terus menggandeng tangan Adiknya.


"Kak naik itu yuk," ajak Johan.


"Memangnya kamu berani?" tanya Gia.


"Ya berani lah Kak cuman gituan aja," ucap Johan meremehkan.


"Oke, Mama sama Papa nggak ikut naik juga?" tanya Gia.


"Enggak lah Nak, Mama sama Papa udah tua nanti pusing malahan," jawab Mama Gia.


"Bibi nggak ikut?" tanya Gia lagi.


"Enggak Mbak, Bibi disini aja sama Ibuk sama Bapak," jawab Bi sarah.


"Ya udah Gia kesana dulu ya Ma," ucap Gia.


"Iya Nak, Mama tunggu di tempat makan itu," jawab Mama Gia sambil jarinya menunjuk ke arah tempat makan.

__ADS_1


Gia dan Johan menaiki wahana ekstrim itu, mereka mencoba hampir semua wahana di sana, tak lupa mereka berfoto-foto disana.


Adzan ashar berkumandang, mereka menuju ke masjid yang tersedia disana, lalu mereka sholat. Setelah sholat mereka memutuskan untuk keluar dari Dufan dan melanjutkan perjalanan selanjutnya untuk pergi ke Mall.


***(di Mall)


Sesampai mereka di Mall, Papa Gia antri untuk memarkirkan mobilnya. Setelah selesai memarkirkan mobil, mereka langsung menuju tempat makan yang terkenal disana.


Di tempat makan mereka duduk di meja nomor 9, Gia memesan iga bakar kesukaanya, Johan memesan cumi asam manis, Mama dan Papa selalu memilih menu yang sama yaitu bebek peking, sedangkan Bibi memilih menu yang sama dengan Gia.


"Ma andai saja kita gini terus tiap hari, makan bareng-bareng," rengek Gia.


"Ya gak bisa lah Nak, Papa kamu kerja, Kamu kuliah, bentar lagi Adikmu kuliah, meskipun kuliahnya di kota sendiri tapi tetep aja gak bisa Nak," jawab Mama gia.


"Iya sih Ma," ucap Gia sambil mengernyitkan kedua alisnya.


Pelayan sedang meletakkan makanan di atas meja mereka. Mereka langsung menyantap makanannya masing-masing dan saling mencicipi.


Setelah setengah jam mereka berada di tempat makan, mereka beranjak dari tempat makan dan berjalan-jalan mengelilingi Mall.


Gia melihat baju koko putih yang sepertinya cocok untuk Papanya.


"Ma, baju koko itu bagus kayaknya Ma kalo di pake Papa," rayu Gia.


"Mana Nak?" tanya Mama Gia.


"Itu Ma yang dipajang," jawab Gia sambil jarinya menunjuk ke arah baju tersebut.


"Coba kesana barangkali Papa mau," ucap Mama Gia sambil menggiring mereka semua ke butik itu.


"Ada yang bisa saya bantu Buk," ucap Pegawai butik.


"Coba lihat baju yang itu Mbak," jawab Mama Gia sambil jarinya menunjuk ke arah baju tersebut.


Pegawai Butik mengambilkan baju tersebut lalu diberikan pada Mama gia.


"Ini ada ukuran yang lain Mbak?" tanya Gia pada Pegawai Butik.


"Ada Mbak, sebentar saya ambilkan," jawab Pegawai Butik.


Pegawai Butik berjalan dengan membawa baju koko yang ukurannya agak kecil.


"Ini Mbak," ucap Pegawai Butik sambil menyodorkan bajunya ke Gia.


"Halus ya Mbak," ucap Bi Sarah yang mengelus-elus kain baju koko itu.


"Ee...enggak Buk," jawab Bi Sarah sambil tersenyum malu.


"Belikan aja Ma buat suaminya Bi Sarah di kampung," sahut Papa Gia.


"Enggak usah Pak, Nggak usah," cegah Bi Sarah.


"Udah Bi gak papa," sahut Gia.


"Udah Ma belikan aja," ucap Gia lagi.


"Ini untuk siapa sih Kak?" tanya Johan pada Kakaknya yang memegang baju koko tadi.


"Untuk calon suami Kakak ya?" tanya Johan lagi.


Mama Gia dan Bi Sarah tersenyum melihat kelakuan mereka berdua.


"Husstt apa sih, ini tuh untuk kamu, biar samaan sama Papa," ucap Gia yang agakkesal dengan adiknya.


"Kirain Kak, aku sih mau mau aja," jawab Johan sambil menertawakan Kakaknya.


"Jo..Jo suka banget usilin Kakaknya," sahut Papa Gia.


"Ya udah ini Mbak, tambah satu lagi ya Mbak yang ukuran XL," kata Mama Gia sambil menyodorkan semua baju ke Pegawai Butik.


"Baik Buk, bayarnya cash apa debit?" tanya Pegawai Butik.


"Debit aja Mbak," jawab Mama Gia.


"Silahkan ditunggu disini ya Buk," perintah Pegawai Butik.


Setelah Mama Gia membayar semua baju yang di beli, mereka lanjut jalan mengelilingi Mall, lantai per lantai mereka lewat. Dan langkah Mama Gia terhenti di Butik khusus Wanita.


"Gi, bagus ini Gi kayaknya buat Mama," rayu Mama Gia.


"Iya Ma bagus kayaknya," jawab Gia.


Mereka semua ke Butik tersebut, Papa Gia dan Johan duduk-duduk sambil menunggu istri dan anaknya memilih-milih gamis.


"Mbak boleh lihat ini?" tanya Mama Gia pada Pegawai Butik.


Pegawai Butik melepas gamis yang dipajang di manekin. Lalu Pegawai Butik memberikan gamisnya pada Mama Gia.

__ADS_1


"Boleh di coba Buk, silahkan," ucap Pegawai Butik.


Gia dan Mamanya menuju ruang ganti baju, sedangkan Bi Sarah memilih-milih baju yang diinginkan atas perintah Mama Gia.


Di dalam ruang ganti baju, Mama Gia langsung mencoba gamis tersebut di depan kaca yang sudah tersedia.


"Ma, kok bagus ya, Gia juga mau kembaran sama Mama," rengek Gia.


"Tapi ini warna pink loh Nak, kamu kan udah punya banyak gamis warna pink," ucap Mama Gia.


"Gak papa Ma, Gia pengen, bagus soalnya," rayu Gia.


"Ya udah iya kalo kamu suka ya gak papa Nak," jawa Mama Gia.


Setelah selesai mencoba bajunya, mereka langsung menghampiri Bi Sarah.


"Gimana Bi, udah ada baju yang Bibi suka?" tanya Mama Gia.


"Udah Buk, menurut Ibuk sama Mbak Gia gimana?" tanya Bi Sarah balik.


"Bagus kok Bi," jawab Mama Gia.


"Iya bagus kok Bi, selagi Bibi suka gak papa ambil aja Bi," ucap Gia.


"Ya udah saya ini aja Buk," ucap Bi Sarah pada Mama Gia.


Mama Gia memberikan semua gamis dan baju yang dibeli ke Pegawai Butik, lalu membayarnya.


Setelah mereka keluar dari Butik tersebut, rupanya semuanya sudah capek dan ingin pulang. Tak lupa sebelum pulang mereka menyempatkan untuk sholat magrib disana. Setelah sholat mereka langsung menuju ke parkiran mobil dan menancap gas untuk pulang.


Di dalam mobil, semua rombongan tertidur kecuali Papa Gia yang sedang memegang kendali mobil.


Beberapa jam kemudian, akhirnya mereka sampai di depan rumah. Papa Gia memarkirkan mobilnya di halaman rumah dan membangunkan istrinya.


"Ma, udah sampe," ucap Papa Gia.


Mama Gia bangun dari tidur pulasnya karena kecapek an.


"Gia, Johan bangun Nak," perintah Mama Gia.


Mereka tak kunjung bangun, tetapi malah Bi Sarah yang terbangun. Jadi Bi Sarah yang membangunkan Gia dan Adiknya.


"Mbak Gia, Mas Johan, bangun udah sampe," ucap Bi Sarah sambil mengelus lengan keduanya.


Akhirnya mereka terbangun, semua rombongan turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


"Kalian jangan lupa sholat isya'," perintah Papa Gia pada kedua anaknya.


"Iya Pa," jawab mereka sama-sama.


Mereka semua masuk ke kamarnya masing-masing.


Gia masuk ke dalam kamarnya, langsung mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat isya'. Setelah sholat Gia ganti baju tidur.


"Tidur ke kamar Johan ah, ini kan malam terakhir aku di rumah," gumam Gia dalam hatinya.


***(di Kamar Johan)


Tok....tok....tok.


"Dek," panggil Gia sambil menenteng boneka minionnya.


"Apa Kak, masuk aja," jawab Johan.


Gia membuka pintu Kamar Johan dan melihat Adiknya yang sepertinya sedang melipat sajadahnya.


"Kakak tidur sini ya sama kamu," rengek Gia yang duduk di atas ranjang Johan.


"Kan malam ini malam terakhir Kakak bisa tidur sama kamu," sahut Gia lagi.


"Oo iya kan Kakak nanti akan menikah," ejek Johan sambil tertawa.


"Ah apa sih kamu, udah ayo tidur," perintah Gia yang merebahkan badannya di atas ranjang Johan.


Setelah merapikan sajadah dan sarungnya, Johan tidur di samping Kakaknya, Johan tidak menyangka bahwa Kakaknya tidur secepat ini, padahal hanya ditinggal johan melipat sarung dan meletakkannya di dalam almari, eh tau tau Kakaknya udah tidur. Dan dia juga memutuskan untuk tidur karena sangat capek untuk hari ini.


Bersambung....


Tunggu episode selanjutnya Kakak🙏😁


jangan lupa like, komen, vote dan gabung ke grup ya🖤😊


Terima kasih untuk Kakak yang sudah like , komen, vote dan selalu setia membaca novel ini.


Pasti akan ada kejutan tak terduga lagi.


See You..

__ADS_1


__ADS_2