
Setelah Naufal selesai mandi, Naufal langsung melaksanakan sholat bersama Gia.
Beberapa menit mereka sholat, Gia mencium tangan suaminya seperti biasa.
Naufal memandang haru Gia, dan Naufal meraih tengkuk kepala istrinya lalu dia mencium keningnya.
Naufal mencium lama kening Gia, Gia mencoba untuk menarik kepalanya, tapi Naufal terus menahannya sampai tangan Gia kesemutan menyangga badan yang menompang ke arah depan.
"Mas," panggil Gia yang di hiraukan oleh Naufal.
"Kesemutan nih, udah dong," keluh Gia.
Naufal langsung melepaskan Gia.
"Ah kamu, gak bisa so sweet deh, masak iya ada pake acara kesemutan sih Sayang," rengek Naufal sambil melepas kopyahnya.
"Kok kamu nyalahin aku, aku kesemutan ya udah takdir dong, masak iya aku bisa ngontrol, hey kamu jangan kesemutan? ya gak bisa lah, ngaco kamu," ucap Gia sambil memonyongkan mulutnya.
"Hehehe ya gak gitu juga Gia, susah ya ngomong sama anak kecil," ejek Naufal.
"Anak kecil katamu? Dasar ya kamu," kata Gia sambil memukul halus Naufal.
"I love you too," ejek Naufal lagi.
"Kok I love you too?" tanya Gia.
"Kan tadi kita udah buat aturan setiap satu pukulan..," ucap Naufal terpotong oleh Gia.
"Ya ya ya stop, aku udah tau, gak usah di terusin," kata Gia sambil melipat mukenahnya.
"Wkwkwkwk, pukul aja terus Gi akunya, ikhlas banget malah," tawar Naufal.
"Ogah, weeeekkk," ejek Gia ganti.
"Sok sok an ogah kamu mah, paling juga nanti..." kata Naufal yang langsung di bungkam oleh Gia sampai-sampai mereka terjatuh bersama.
Mereka saling memandang, saling menatap mata satu sama lain, mereka saling mendengarkan debaran jantung mereka masing-masing.
"Gini aja terus Gi? Kenapa? Nyaman ya? wkwkwkwk," ucap Naufal sambil menertawakan Gia yang sekarang terjatuh bersamanya.
Gia langsung melepas bungkaman dari mulut Naufal dan bergegas untuk bangun.
"Husssttt udah diem, PD banget sih jadi orang," kata Gia sambil berdiri menuju sofa.
"Eleh kamu mah pake acara malu-malu segala," goda Naufal yang membuat wajah Gia memerah.
"Makin lama kamu kok makin kayak gini sih Mas, iiih serem jadi takut," ejek Gia yang mengerjai suaminya.
"Ya ini tandanya aku makin cinta sama kamu, nanti aja kalo aku berurusan sama cewek lain kamu nya ngambek-ngambek, marah-marah, nangis, cemburu," ucap Naufal.
"Oh gitu, gak terima? Ya udah sana terserah kamu mau ngapain aja," ujar Gia.
"Wkwkwkwk becanda Sayang, jangan ngambek dong, aku gak mau sama yang lain, maunya cuman sama kamu doang," rayu Naufal.
"Masak iya," ucap Gia.
"Iya lah," jawab Naufal.
__ADS_1
"Udah cepetan kamu ganti baju, habis ini kita turun sarapan," tutur Gia.
"Kamu aja belum siap-siap, awas loh kamu inget harus deket-deket terus sama aku, gantinya kemaren," ancaman Naufal.
"Kok jadi manja gini sih kamu?" kata Gia sambil mengernyitkan kedua alisnya.
"Dokter Gia yang terhormat tidak boleh bawel, titik," perintah Naufal.
"Huuufttt ya ya ya," kata Gia.
Gia berjalan membuka almarinya, lalu Naufal dengan cepat mengambilkan gamis yang senada dengan kemejanya.
"Kamu pake yang ini aja," perintah Naufal sambil membawa gamis Gia.
"Huuffttt aduh apa lagi sih? Ini kan kemaren udah aku pake," rengek Gia.
"Gia, inget, gak boleh bawel, harus nurut!" ujar Naufal.
"Oke, kali ini aku kalah sama kamu, tapi lihat aja ya lain kali, kamu yang bakal aku buat kayak gini," ancam Gia ganti.
"Sayangggggg kan gak boleh balas dendam, gak baik loh," tutur Naufal.
"Lihat saja nanti," gumam Gia dalam hati.
Setelah beberapa menit mereka selesai bersiap-siap.
Saat mereka berjalan menuruni anak tangga. Naufal kembali mengerjai istrinya.
"Gandeng aku dong Gi," rengek Naufal.
"Malu nanti di lihatin orang-orang di bawah," keluh Gia.
"Gitu aja terus, ngancem mulu, iya iya aku gandeng, udah diem jangan berisik," perintah Gia yang langsung menggandengkan tangannya pada suaminya.
Dalam hati Naufal menertawakan sikap jengkel Gia.
"Wkwkkwkwkwkw makin lucu banget sih Gi kamu kalo kayak gini," gumam dalam hati Naufal.
***(di Ruang Makan)
Saat mereka di ruang makan, tampaknya Pak Joko, Bi Sarah dan Pak Rusdi sudah menunggunya disana.
Gia duduk di samping Naufal.
"Bi maaf ya, Gia gak bantu Bibi tadi," kata Gia.
"Mbak Gia gak perlu minta maaf, memang ini sudah pekerjaan saya Mbak," ucap Bi Sarah sambil menuangkan segelas susu untuk Gia dan Naufal.
"Iya Bi soalnya tadi malam aku gak....." ucapan Naufal terbungkam kembali.
"Eeemm...emm tadi malem Mas Naufal lupa Bi gak bangunin Gia, alarm Gia mati," kata Gia malu jika sampai Bi Sarah mengetahuinya.
"Sayang, kok kamu masih malu-malu," bisik Naufal di telinga Gia.
"Mbak Mas silahkan makan," ucap Bi Sarah.
"Iya Bi," jawab Gia.
__ADS_1
"Mari semua makan," kata Naufal pada semua pekerja di rumahnya.
Mereka semua langsung menyantap aneka hidangan yang dipersiapkan di meja makan.
Setelah beberapa menit mereka selesai makan, sepasang suami istri itu berpamitan untuk berangkat bekerja bersama.
***(di Rumah Sakit)
Di parkiran rumah sakit, Gia kembali menggandeng suaminya karena terpaksa Naufal telah menghukumnya.
Mereka berjalan menuju lorong, semua orang yang berada di rumah sakit tengah melotot melihat Gia dan Naufal yang sedang bergandengan tangan.
Saat itu Gia sangat malu, apalagi Bastian datang untuk mengejek mereka.
"Ehem udah baikan nih kayaknya," ejek Bastian yang berjalan di belakang mereka.
"Kita kan emang gak bisa diem lama-lama ya Gi," kata Naufal sambil menoleh ke arah Gia.
Gia hanya tersenyum pada Naufal.
"Maka nya Lo segera nikah, biar halal , bisa cepet ginian kayak Gue, tuh pegangan tangan bebas," ejek Naufal ganti.
"Lo bisa aja Fal, kalo sama Gue bawaannya Lo nyuruh nikah aja," bantah Bastian.
"Kan Gue seneng kalo Lo udah ada yang ngerawat, kayak Gue nih, udah ada yang nyiapin sarapan, baju, ya kan Sayang?" ucap Naufal.
Gia langsung mencubit halus pinggang Naufal.
"Iiih kamu ngaco deh, Sayang-sayang disini, kalo kedengeran gimana," bisik Gia.
"Aaaww sakit tau," keluh Naufal becanda.
"Udah Gi, gak usah malu, Naufal tuh memang gitu orangnya, aku nih udah maklumin banget," goda Bastian.
Gia semakin malu karena bisikannya di dengar oleh Bastian.
Tiba di tengah-tengah lorong, Gia melepas genggaman tangannya karena harus berpisah ruangan dengan suaminya.
"Semangat kerja Sayang," bisik Naufal sambil tersenyum manis.
Wajah Gia memerah seperti kepiting rebus, Gia malu-malu sambil mempercepat langkahnya.
Naufal semakin gemas jika melihat istrinya yang malu-malu padanya.
Naufal memandangi Gia sampai Gia masuk dalam ruangan, karena ingin memastikan bahwa istrinya aman.
"Udah Fal udah, gak bakal di culik istri Lo," ejek Bastian lagi.
"Siapa tau Bas, Gua mastiin aja," kata Naufal yang sangat-sangat jatuh cinta pada Gia.
"Udah yok masuk," ajak Bastian.
Naufal dan Bastian berjalan menuju ruangannya.
Bersambung.......
Terima kasih readers🖤 atas vote, like, kritik dan sarannya, Author makin semangat nulisnya.😊
__ADS_1
Jangan lupa selalu kasih masukan buat Author ya, jangan lupa juga like , komen, dan vote nya🙏😁
See you di next episode.