
Setelah mereka sampai di restoran mereka langsung memesan makanan.
"Bas temen Lo mana?" tanya Naufal.
"Bentar lagi juga udah nyampe Fal," jawab Bastian.
"Kok kemaren berangkatnya nggak barengan sama kita aja," ucap Naufal.
"Katanya dia nggak enak Fal sama kita," kata Bastian.
Tidak lama mereka bercengkerama akhirnya teman Bastian datang dan langsung duduk di samping Bastian tak lupa wanita itu tersenyum kepada Gia dan Naufal.
Naufal dan Gia sangat syok melihat teman Bastian itu karena ternyata selama ini teman yang dimaksud oleh Bastian adalah Vela yaitu wanita yang pernah dicintai oleh Naufal di masa lalunya.
Gia dan Naufal saling bertatap karena bingung apa yang sebenarnya terjadi.
Bastian dengan bangganya memperkenalkan Vela kepada Naufal dan Gia.
"Fal kenalin ini temen aku yang aku maksud, namanya Vela," ujar Bastian.
Vela bersikap sangat manis kepada Naufal dan Gia seakan akan Vela juga tidak mengenali mereka.
Rupanya Vela sudah move on dari Naufal dan sudah mengakhiri perasaannya untuk Naufal.
Gia dan Naufal bersikap seolah mereka tidak mengenali Vela dan baru pertama kali ini mereka berkenalan dengan Vela.
Setelah beberapa menit mereka bercengkrama dan saling bercerita, pramusaji datang membawakan makanan pesanan mereka.
Tanpa berpikir panjang mereka langsung menyantap makanan pesanannya.
Setelah mereka menyantap habis makanannya mereka langsung melanjutkan untuk pergi ke sebuah pantai disana.
***(di Pantai)
Sesampainya di pantai Vela langsung mengganti bajunya yang agak terbuka, tetapi tidak dengan Gia yang tetap nyaman memakai gamisnya.
"Ayo Gi," ucap Vela.
Gia sangat kaget dengan sikap baik Vela, Gia semakin percaya bahwa Vela benar-benar sudah berubah.
"Enn...nggak Vel," jawab Gia karena dilarang oleh suaminya.
Dengan cuaca yang sangat mendung sehingga Gia dan Naufal hanya duduk-duduk santai di pinggir pantai sambil menikmati keindahan pantai dan menikmati momment mereka berdua.
Sampai-sampai hujan turun, Bastian dan Vella masih saja bermain di bibir pantai, Gia dan Noval hanya bisa menunggunya.
Setelah hari semakin siang Naufal dan Gia mengajak Bastian dan juga Vela untuk pergi sholat terlebih dahulu.
Setelah mereka sholat mereka melanjutkan perjalanannya untuk pergi ke pusat oleh-oleh karena besok mereka harus kembali ke kotanya.
***(di Pusat Oleh-Oleh)
Sesampainya di pusat oleh-oleh mereka berpencar masing-masing pasangannya.
__ADS_1
Rupanya mata Gia terpikat oleh baju seukuran Jihan.
"Mas kayaknya bajunya bagus deh kalau buat Jihan," ucap Gia.
"Mana?" tanya Naufal.
Gia langsung menggandeng tangan Naufal dan menghampiri baju yang dimaksud Gia.
"Ini," kata Gia sambil memegang bajunya.
"Ya udah kamu ambil aja buat Jihan," tutur Naufal.
Taak lupa Gia membelikan oleh-oleh untuk semua kerabatnya di rumah termasuk Bi Sarah, Pak Joko, suami Bi Sarah dan Susi.
Setelah mereka puas mengelilingi setiap sisi ruangan Pusat Oleh-Oleh, Gia menuju kasir dan mengantri lama disana.
Karena antrian di kasir sangatlah panjang sehingga mereka baru saja bisa keluar dari pusat oleh-oleh saat senja tiba.
"Fal langsung pulang nih?" tanya Bastian.
"Ya iyalah bass kan besok kita udah balik," jawab Naufal.
Akhirnya mereka langsung masuk ke dalam mobil karena hujan juga semakin deras disertai dengan petir, Bastian langsung menancap kencang gas mobil.
***(di Hotel)
Sampainya di hotel, Vela langsung memasuki kamarnya terlebih dahulu karena kamar Vela yang terletak lumayan agak jauh dari kamar Bastian dan juga Naufal, kira-kira berjarak 5 kamar dari kamar mereka.
Gia dan Naufal langsung masuk kedalam kamarnya dan bergegas untuk membersihkan dirinya dan segera melaksanakan sholat.
Gai langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan Naufal menyusulnya.
Berhubung hujan sangat deras disertai petir sehingga Gia terus mendekap tubuh Naufal karena Gia takut.
"Gi mungkin enak ya, kalo kita sering-sering kayak gini," ujar Naufal.
"Tapi kan mustahil Mas, kita kan kerja," jawab Gia.
"Rsanya kalo di rumah tuh sepi banget, tapi beda kalo misal kita udah punya anak mungkin Gi," kata Naufal.
"Eemm...iya mungkin Mas," jawab Gia dengan polosnya.
Naufal semakin mendekatkan tubuhnya pada Gia, sepertinya Naufal ingin memberikan malam termanis kembali pada Gia.
Lagi-lagi Gia tidak bisa menolaknya, Gia hanya bisa pasrah.
Dan ternyata benar dugaan Gia bahwa Naufal memberikan kembali malam termanis yang tak akan pernah Gia lupakan.
Mereka hanyut bersama angin malam.
Tepat tengah malam ponsel Naufal berdering dan ternyata telepon dari Bastian.
Naufal yang masih setengah sadar mendengarkan suara Bastian.
__ADS_1
"Halo Fal, pliiiss tolongin Gue, tolong Lo ke kamar gebetan Gue soalnya tadi Gue video call sama dia, dia lagi sakit Fal gara-gara hujan hujan tadi, dan dia pingsan di kamar mandi, ini Gue lagi perjalanan pulang soalnya gue habis meet up sama temen-temen Gue di sini," kata Bastian.
"Iya iya iya habis ini Gue bakal ke kamar gebetan Lo, ganggu aja sih Lo tengah malam nih," jawab Naufal.
"Ya udah Fal makasih, habis ini pasti Gue nyampe kok," kata Bastian.
Naufal langsung menutup telepon dari Bastian dan langsung mengambil pakaiannya dan bangun dengan keadaan setengah sadar berjalan ke kamar Vela.
Naufal baru sadar tepat di depan pintu kamar Vela.
"Loh apaan sih, kok aku ke sini," gumam dalam hati Naufal.
Naufal langsung menelpon kembali Bastian.
"Halo Bas, Lo gila ya? Secara Gue nggak berani lah masuk kamar cewek, Gue udah beristri Men, Gue beda sama Lo," kata Naufal sambil mengernyitkan kedua alisnya.
"Udahlah Fal, pliiss kali ini aja soalnya ini darurat Fal, Gue nggak mau dia kenapa napa," jawab Bastian.
"Enggak ah, Gue enggak mau, Gue tuh udah beristri Bas, jadi Gue nggak bisa masuk sembarangan kamar orang gila apa ya Lo, dosa Men," tutur Naufal.
"Plissslah Fal, Lo tolongin Gue, sekali ini aja, gini deh Lo sekarang berperan bukan sebagai Naufal tapi sekarang Lo berperan sebagai dokter yang sedang menolong pasiennya yang lagi darurat," kata Bastian.
"Ya elah Bas, Lo ada-ada aja," bantah Naufal.
"Lagian ini udah malem, nanti dikira aku ngapa-ngapain lagi sama Vela," ucap Naufal.
"Pliisss Fal kali ini Gue butuh banget bantuan Lo bentar lagi Gue nyampe kok pliiiss lah," rayu Bastian.
Tiba-tiba ponsel Bastian mati dan Naufal bingung harus melakukan apa.
"Aduh gimana nih? Aku harus ngapain? Bastian juga sering banget bantuin aku," gumam dalam hati Naufal.
"Ya Allah disini aku sebagai dokter bukan apa-apa Ya Allah, aku cuman bermaksud buat nolongin pasien Ya Allah Bismillah," ucap Naufal sambil membuka pintu Vela yang tidak terkunci.
Saat Naufal memasuki kamar Vela, semuanya gelap. Naufal menyalakan lampu dan melihat tubuh Vela terlentang di kamar mandi, Naufal langsung cekatan menolong Vela dan menggendong Vela lalu direbahkannya di kasur.
Naufal tidak memikirkan hal yang lain karena sekarang Naufal berperan sebagai dokter yang sedang menolong pasiennya, Naufal benar-benar berniat akan hal itu.
Naufal menyelimuti tubuh Vela dengan selimut.
Sedangkan Gia yang merasakan dingin kulitnya karena tidak ada lagi yang mendekapnya di sampingnya, Gia pelan-pelan membuka mata dan melihat kea arah sampinnya, Gia kahet tidak melihat suaminya.
Gia mencari ke setiap sisi kamarnya termasuk kamar mandi.
"Kemana sih Naufal tengah malam gini," gumam dalam hati Gia.
Gia khawatir karena tidak ada Naufal disampingnya Gia meraih kerudungnya lalu pergi keluar kamar untuk mencari Naufal.
Saat Gia melangkahkan kakinya dan berjalan di lorong Hotel tepat di depan kamar Vela, dia kaget melihat suaminya baru saja keluar dari kamar Vela.
bersambung.....
terima kasih kepada readers yang telah setia menemani Author🖤
__ADS_1
jangan lupa like, comment dan vote yang banyak ya🙏😁 Tunggu episode selanjutnya see you.....