
Saat Naufal akan memulai menjelaskan pada Gia, ternyata Bi Sarah memanggilnya.
Tok.....tok.....tok
"Iya Bi? Masuk aja," jawab Gia sambil menoleh ke arah Bi Sarah.
Bibi masuk ke kamar Gia.
"Maaf Mbak, Bibi ganggu waktunya sebentar," ucap Bi Sarah yang berdiri di dekat daun pintu.
"Enggak Bi, gak papa, ada apa Bi?" tanya Gia.
"Suami Bibi udah datang Mbak," kata Bi Sarah.
"Oh iya Bi, nanti Gia sama Mas Naufal segera turun ya," ucap Gia sambil tersenyum pada Bibi.
"Baik Mbak, Bibi turun dulu ya," pamit Bi Sarah.
"Iya Bi," sahut Naufal.
Lagi-lagi Naufal gagal menjelaskan pada Gia.
"Kita turun dulu menemui istri Bi Sarah," tutur Gia sambil berjalan meninggalkan Naufal.
Naufal langsung bergegas mengikuti Gia.
***(di Ruang Tamu)
Gia menyalami tangan suami Bi Sarah.
"Mari Pak, duduk," tutur Naufal sebagai kepala keluarga.
"Nanti Bapak kerja disini ya nemenin Bibi," tutur Gia pada suami Bi Sarah.
Suami Bi Sarah hanya tersenyum.
"Biar Bapak gak jauh-jauh sama Bibi, ya kan Bi?" kata Gia.
"Iya Mbak, meskipun kita tidak semudah Mbak Gia sama Mas Naufal tapi kita harus tetep saling menyenangkan satu sama lain Mbak, bukan begitu?" tanya Bi Sarah.
Hati kedua sejoli yang sedang tidak baik sangat tertampar saat itu.
"Emm...mm iya Bi," jawab Gia.
"Makanya Bibi tidak bisa jauh dari Bapak Mbak, meskipun Bibi kerja sama Mamanya Mbak Gia tapi Bibi tetep tiap hari vidio call sama Bapak," ucap Bi Sarah.
Kali ini Naufal benar-benar sangat kalah.
"Nanti kamar Bapak jadi satu sama Bibi ya Pak," tutur Naufal mengalihkan pembicaraan.
"Iya Mas," jawab Pak Rusdi.
"Jangan khawatir Pak, disini Bapak pasti punya temen namanya Pak Joko, biar besok Gia kenalkan," kata Gia dengan senang hati.
"Mari Bi, Bapak bisa istirahat dulu kasihan perjalanan jauh Bi," tutur Naufal.
"Ayo Pak ke kamarku," ajak Bi Sarah.
Rupanya Naufal melihat istrinya yang sedang senyum-senyum sendiri melihat Bibi yang tengah menggandeng tangan suaminya.
Naufal menjadi kasihan dengan Gia.
"Gi," panggilan Naufal membuyarkan khayalan Gia.
"Aku ke atas dulu," pamit Gia.
Gia langsung menaiki anak tangga dan langsung masuk ke dalam kamarnya karena terharu melihat keharmonisan Bibi dan Pak Rusdi.
__ADS_1
***(di Kamar)
Gia kembali membereskan pakaiannya sambil meneteskan air matanya, karena Gia iri dengan Bi Sarah dan suaminya.
Naufal melangkahkan kakinya pelan masuk ke kamar.
Gia yang mengetahui langkah Naufal langsung mengusap air mata di kedua pipinya.
Naufal duduk di hadapan Gia, sedangkan Gia mengacuhkan kedatangan Naufal di depannya.
"Gia," panggil Naufal lirih.
"Kalo kamu pengen jelasin sekarang, jelasin aja," ucap Gia singkat.
"Tapi kamu dengerin aku ya, kamu percaya ya sama aku," rayu Naufal.
"Selagi kamu masih bisa dipercaya, kenapa enggak," jawab Gia datar.
"Gi, kemaren ceritanya gini, Bastian lagi meet up sama temennya, terus aku di telfon sama dia, katanya Vela pingsan di kamar mandi soalnya demam tadi habis hujan-hujan, jadi dia minta tolong sama aku buat nolongin Vela," ucap Naufal.
Gia tidak memberi respon sepatah kata apapun.
"Terus Gi, pertama aku gak yakin Gi soalnya aku takut udah punya istri kamu malah masuk ke kamar cewek, aku juga bingung Gi mau bangunin kamu tapi aku gak tega, tapi aku gak macem-macem Gi," ujar Naufal memohon pada Gia.
"Iya gak papa," kata Gia yang tidak percaya dengan kata-kata Naufal.
"Aku udah jujur loh Gi ini, beneran," rayu Naufal lagi.
"Cepetan mandi, habis ini kita sholat," tutur Gia mengalihkan pembicaraan.
Gia berdiri dan berjalan menuju kamar mandi tapi Naufal terus menghadang jalan Gia.
"Gi, kamu pasti gak percaya kan sama aku, udah ketauan Gia kamu masih cuek sama aku," goda Naufal.
Naufal langsung memeluk Gia yang sangat acuh padanya.
"Gi, aku beneran gak ngapa-ngapain sama Vela, aku niatnya cuman nolong Gi, udah itu aja," kata Naufal di pundak Gia.
Gia menjorok tubuh Naufal agar terlepas dari pelukannya, tapi Naufal tetep memeluk erat Gia.
"Emmhh minggir aku mau mandi," perintah Gia dengan kesal.
"Gak, aku gak mau lepasin kamu," bantah Naufal.
"Terus gimana aku mau mandi kalo kamu kayak gini," kata Gi.
"Biarin, pokoknya aku gini terus," ucap Naufal.
"Aku nggak lagi becanda ya Mas," kata Gia dengan tegas.
Naufal yang mendengar kata Gia langsung melepas pelukannya.
Naufal tidak percaya jika istrinya semarah ini, Naufal meraih kedua pipi Gia, Naufal menatap kedua mata Gia dengan raut wajah Gia yang kesal.
"Kamu beneran masih marah ini Sayang?" tanya Naufal.
Gia menepis kedua tangan Naufal dari pipinya.
"Tau ah, mau mandi," ucap Gia langsung berjalan ke kamar mandi.
Ponsel Naufal berdering. Dan ternyata telfon dari Naufal.
"Assalamu'alaikum Fal," salam Bastian.
"Wa'alaikumsalam Bas, apa?" jawab Naufal.
"Masih marahan sama Gia?" tanya Bastian.
__ADS_1
"Ya gitu Bas, udah tenang aja," kata Naufal.
"Gue ke rumah Lo aja gimana sama Vela," ucap Bastian.
"Gak gak gak usah," cegah Naufal.
"Malah nambah masalah nih Bastian," gumam dalam hati Naufal.
"Kenapa? Kan ini masalahnya sama Vela," ujar Bastian.
"Kalo Lo mau kesini sendiri aja Bas saran Gue, takutnya Gia malah panas entar," tutur Naufal.
"Ya udah habis ini Gue langsung otw ke rumah Lo," kata Bastian.
"Yook, ya udah ya Gue mandi dulu, Assalamu'alaikum," kata Naufal yang melihat Gia keluar dari kamar mandi.
Gia menatap dingin Naufal yang baru saja menutup telfon dari Bastian.
Gia menyiapkan baju Naufal dan 2 sajadah serta sarung sambil menunggu Naufal yang sedang mandi.
Setelah beberapa menit, Naufal selesai mandi, Dia langsung menghampiri Gia yang sedang duduk di lantai sambil memainkan ponselnya.
"Setelah ini pasti kamu bakalan percaya sama aku Gi, dan kamu gak cuek-cuek lagi sama aku," ucap Naufal.
"Kita mau sholat, kamu jangan bahas-bahas itu dulu," tutur Gia.
Akhirnya Naufal langsung melaksanakan sholat bersama Gia.
Setelah selesai sholat, tiba-tiba Gia menangis sambil melipat sajadahnya. Naufal bingung kenapa Gia menangis, tapi Naufal belum berani bertanya pada istrinya itu.
Kebetulan Bi Sarah mengetuk pintu kamar mereka.
Tok....tok....tok
Naufal membukakan pintu untuk Bi Sarah.
"Iya Bi?" ucap Naufal sambil membuka sedikit pintunya agar Bi Sarah tidak mengetahui pipi Gia yang terbasahi oleh air matanya.
"Ada temen Mas Naufal di bawah," kata Bi Sarah.
"Oh iya Bi, suruh tunggu sebentar, habis ini saya turun," ujar Naufal sambil melepas kopyahnya.
"Baik Mas," ucap Bi Sarah yang langsung meninggalkan kamar Naufal.
Naufal kembali menutup pintunya.
"Gi, ikut aku turun," ajak Naufal.
"Kenapa?" jawab Gia singkat.
"Udah ayo, biar kamu gak dingin lagi ke aku gini," tutur Naufal.
Naufal menggandeng pergelangan tangan Gia, Gia yang masih memakai mukenahnya dan Naufal yang masih memakai sarung dan baju koko putihnya menuruni anak tangga untuk menemui Bastian.
***(di Ruang Tamu)
Gia duduk di samping Naufal sambil terus menundukkan kepalanya.
Naufal memberi kode pada Bastian lewat kontak mata mereka.
Bersambung......
Terima kasih kakak semua😁
Jangan lupa like, komen, dan vote yang banyak ya🖤🙏
Tetep stay temenin Author ya😊💪
__ADS_1
See you di episode selanjutnya hehehe