
Alarm dari ponsel Gia berdering, Gia bangun dengan sangat
pelan agar suaminya tidak terganggu olehnya, Gia turun untuk menuju dapur.
***(di Dapur)
“Yah sayurnya habis,” ucap Gia sendiri sambil membuka
kulkas.
Bi Sarah datang dari arah belakang Gia.
“Kenapa Mbak?” tanya Bi Sarah.
“Sayurnya habis Bi,” jawab Gia.
“Ya Allah Mbak, Bibi lupa kemaren nggak belanja ke pasar,”
ucap Bibi sambil menepuk keningnya pelan.
“Nggak papa Bi, biar nanti Naufal sama Gia sarapan roti aja,”
tutur Gia.
“Maaf ya Mbak,Bibi bener-bener lupa,” kata Bi Sarah merasa bersalah dengan Gia.
“Iya Bi nggak papa,” ucap Gia sambil tersenyum pada Bi
Sarah.
“Oh iya Bi, kemaren Gia udah bilang sama Naufal,
Naufalsetuju kok Bi jika suami Bibi kerja disini,” kata Gia.
“Beneran Mbak?” tanya Bibi untuk meyakinkan kembali Gia.
“He,em Bi,” jawab Gia sambil menganggukkan kepalanya.
“Alhamdulillah Mbak, makasih ya Mbak, Mas Naufal sama Mbak
Gia udah baik banget sama saya,” ujar Bi Sarah.
“Bibi bisa aja,” ejek Gia malu-malu.
“Ya sudah Mbak, nanti Bibi segera kabari suami Bibi di
kampong supaya cepet-cepet kesini,” tutur Bi Sarah.
“Iya Bi, Ya udah Gia ke kamar dulu ya,” pamit Gia.
“Iya Mbak,” jawab Bibi.
Gia kembali ke kamarnya.
***(di Kamar)
Gia tidak bisa melanjutkan tidur kembali, karena sebentar lagi
pasti sudah adzan shubuh.
Gia menyalakan TV di kamarnya.
Beberapa menit kemudian, adzan shubuh berkumandang.
Gia membangunkan suaminya.
“Fal, bangun,” perintah Gia sambil mengelus-elus kening
Naufal.
Naufal membuka matanya pelan, Naufal melihat sinar dari TV
dan menoleh ke arah Gia yang duduk bersandar di ranang.
“Kok kamu nonton TV? Kamu semalam nggak tidur?” tanya
Naufal.
“Enggak, aku tadi kan bangun mau masakin kamu, eh ternyata
__ADS_1
sayurnya habis jadi nanti kita sarapan roti aja ya,” rengek Gia dengan manja.
“Oh iya nggak papa,” jawab Naufal.
“Maaf ya, Bi Sarah lupa nggak beli sayur kemaren, apa nanti
Gofood aja,” tutur Gia.
“Iya nggak papa, mana ada yang udah buka pagi-pagi,” ucap
naufal.
“Iya juga sih, Ya udah ayo cepetan kamu mandi, terus ganti
aku,” tutur Gia lagi.
“Kamu perhatian banget sih sama aku,” goda Naufal pada Gia agar Gia salting.
“Iiih apaan, orang biasanya aku juga gini ke kamu,” kata Gia
tersipu malu.
“Aku tuh ya meskipun kamu cinta aku atau nggak cinta sama
aku, aku bakalan tetep kayak gini, semua akan sama, tidak aka nada yang berubah,” tutur Gia.
Naufal meraih tangan kanan Gia, lalu menciumnya.
“Aaaah so sweet banget sih istriku ini,” ejek Naufal.
“Biasa aja kali,udah cepetan sana mandi,” ucap Gia sambil
menjorok pelan tubuh Naufal.
“Iya iya Ya Allah ampun deh,” kata Naufal sambil membuka
selimut dan turun dari ranjangnya.
Setengah jam an mereka selesai mandi dan sholat. Gia
menyiapkan kemeja kerja dan sepatu suamiya.
sambil memilih-milih jam tangan yang akan dikenakannya.
“Apa?” jawab Gia yang duduk di depan kaca riasnya sambil
membenahi kerudungnya.
“Apa Meira udah tau kalo wanita yang masih di cintai sama
Kevin itu kamu?” tanya Naufal.
Gia tertampar oleh pertanyaan dari Naufal, Gia terdiam dan
membalikkan badannya menghadap Naufal.
“Belum Fall, kemaren aku sempet nanya sama Mbak Meira, kalo misal dia ketemu sama wanita yang dicintai tunangannya bagaimana, terus dia jawab dia gak pernah berharap untuk bertemu, tapi jika bertemu pasti aku akan membencinya, gitu Fal kata Mbak Meira, aku takut,” ucap Gia dengan meremas-remas kain gamisnya.
Naufal yang tadi sibuk memakai jam tangan di tangannya
terdiam mendengar ucapan Gia, dan melangkah untuk menghampiri Gia.
Naufal duduk jongkok di depan Gia, dan memegang kedua pundak Gia.
“Loh loh loh, kenapa kamu harus takut Sayang?” tanya Naufal.
“Yang terpenting kamu sekarang sudah bersama aku Gi, kamu
nggak salah sama sekali, dan yang mencintai kamu kan Kevin, wajar dong seseorang mempunyai rasa cinta kan emang cinta gak bisa di paksain Gi kata kamu, yang terpenting kamu kan gak ada rasa sama sekali sama Kevin, jadi kamu gak usah takut ya, yang jatuh cnta kan Kevin, kenapa yang salah? Nggak ah,” tutur Naufal.
“Tapi Falaku nggak enak aja sama Mbak Meira, setiap kali aku
memeriksa keadaan Gia, aku semakin bersalah Fal, menutup-nutupi semua ini,” kata Gia sambil menangis.
Naufal meraih kepala Gia dan mendekap tubuh Gia.
“Hust hust hust, udah Sayang ya, kamu nggak usah takut, aku
yang pasti akan ngebela kamu jika kamu di maki-maki sama Meira, aku akan jelasin semua sama Meira jika Meira tau bahwa seseorang yang di cintai Kevin adalah kamu,” tutur Naufal lagi untuk menenangkan Gia.
__ADS_1
Naufal melepas pelukannya, dan mengusap air mata Gia yang
membahasi kedua pipinya.
“Kamu nggak usah takut ya, aku suami kamu, urusanmu juga
urusanku Gi, dan siapapun yang menyakiti kamu, aku akan selalu ada di samping kamu untuk membela kamu selagi kamu nggak bersalah Gi,” ucap Naufal.
“Ya udah sekarang kita turun ya, sarapan dulu,” perintah
Naufal.
Gia hanya menganggukkan kepalanya.
Mereka berjalan menuruni anak tangga, Bi Sarah yang tengah menyiapkan roti di meja makan heran melihat dua sejoli ini, Naufal memeluk pundak Gia sedangkan Gia melingkarkan tangan kanannya di pinggang Naufal.
Bi Sarah yang melihat itu menahan senyumnya.
“Bibi kenapa?” tanya Gia.
“Bibi heran aja Mbak, Mbak Gia sama Mas Naufal pagi-pagi
udah romantis-romantisan,” ejek Bi Sarah.
Gia langsung melepas tangannya dari pinggang Naufal, tetapi
tidak dengan Naufal yang masih memeluk pundak Gia.
“Fal lepas malu tau di lihat Bibi,” bisik Gia di telinga
Gia.
“Udah Mbak Gia, ndak usah malu ndak papa,” sahut Bibi sambil
tersenyum melihat tingkah Gia.
“Tuh Bibi aja ngerti kok, lagian nih ya Gia, kita ini udah mahram loh, jadi ya wajar-wajar aja ya Bi ya?” ucap Naufal semakin membuat malu Gia.
“Betul Mas Naufal,” jawab Bi Sarah.
Gia mencubit pinggang Naufal.
“Aaaww, sakit tau Gi,” keluh Naufal sambil menertawakan Gia.
“Monggo Mbak Gia, Mas Naufal sarapan dulu,” peintah Bi
Sarah.
“Iya Bi,” jawab Gia.
Naufal dan Gia duduk berdampingan dan menyantap roti.
“Bi nanti Pak Joko sama Bibi, Gia beliin makanan online aja
ya Bi,” tutur Gia.
“Nggak usah MBak, Bibi beli pecel di depan aja,” tolak Bibi.
“Bibi suka pecel yang di depan sana?” tanya Gia.
“Suka Mbak suka,” jawab Bibi.
“Ya udah habis ini Bibi beli langsung aja ya, jangan sampek
telat sarapan Bi,” tutur Gia.
“Iya Mbak,” jawab Bi Sarah.
Setelah mereka sarapan Naufal dan Gia langsung berangkat
bekerja.
Bersamvung.....
Tunggu episode selanjutnya readers😊
pasti akan ada Surprise lagi buat kalian 🖤
jangan lupa like, comment, dan vote yang banyak ya hehehe🙏😁
__ADS_1
See you....