Cinta dari GIA

Cinta dari GIA
Episode 8 (Wanita dalam Foto)


__ADS_3

"Dia pacar saya," jawab Pak Kevin.


Susi sangat sangat kaget mendengar hal itu. Tapi Susi berusaha agar tidak terlihat panik.


"Tapi kamu jangan bilang ke Gia dulu ya, biar saya sendiri yang mejelaskan padanya," rayu Pak Kevin.


"Ii..iya Pak," jawab Susi.


Lalu Susi meninggalkan Pak Kevin, dan memutuskan untuk pulang saja, Susi juga meninggalkan Siska karena ingin memberi tahu soal ini padaku, sebagai sahabatnya Susi sangat kasihan denganku.


Di sepanjang perjalanan pulang Susi terus menelfonku yang juga tak kunjung diangkat, beberapa kali Susi terus mencoba menghubungiku, ternyata ponsel Susi lowbat dan mati. Susi tetap berusaha agar tetap bisa memberi tau padaku, tetapi saat Susi sampai di depan kosku ada pengajian, jadi Susi memutuskan untuk pulang saja dan memberi tau ku besok.


Pukul 21.22, aku terbangun dan melihat ponselnya yang banyak sekali missed call dari Susi. aku mencoba menghubungi Susi tapi aku mengurungkan karena jelas Susi jam segini sudah tertidur.


Ponsel ku berbunyi dan ternya pesan dari Pak Kevin.


DM Pak Kevin ke Gia


"Udah tidur?" Pak Kevin.


"Baru bangun" Gia.


"Brati drtd kamu tidur?" Pak Kevin.


"Ya Pak" Gia.


"Gi, besok kita bisa keluar berdua?" Pak Kevin.


"Saya gabisa Pak" Gia (Gia terpaksa berbohong karena tidak mungkin Gia mau keluar berdua dengan pak Kevin)


"Kenapa?" Pak Kevin.


"Saya belajar untuk mempersiapkan ujian" Gia.


"Gi ayolah, saya mau kasih tau kamu, saya mau cerita sama kamu" Pak Kevin.


"Memangnya chat disini gabisa ya Pak?" Gia.


"Nggak Gia, ini sangat penting, mau ya Gi" Pak Kevin.


"Maaf Pak, saya tetap tidak bisa" Gia.


"Yasuda saya tidak memaksa" Pak Kevin.


"Memangnya Bapak mau cerita apa pada saya" Gia.


"Lain kali aja Gi, kamu tidur aja, mumpung besok libur, puas-puasin tidurnya😁" Pak Kevin.


"Gimana sih Bapak ini" Gia.


"Tuh kan ngambek" Pak Kevin.


"Ih enggak ya, yasuda saya mau tidur" Gia.


"Iya Gia si tukang tidur🖤" Pak Kevin.


"Saya mencintai mu" Pak Kevin.


Hatiku semakin bergetar dengan pesan terakhir Pak Kevin, sampai-sampai Gia tidak bisa tidur dan melihati foto Pak Kevin di IG.


***(Di kos)


Keesokan harinya, aku mencoba menghubungi Susi. Tetapi Susi hanya mengirim pesan padaku agar nanti habis magrib aku ke rumah nenek Susi untuk menemuinya.


Aku yang baru bangun tidur, dan membuka roti dan selai lalu dia memakannya, karena jika di rumah, aku terbiasa sarapan pagi.


Aku merasa sepi, akhirnya aku video call Mamaku.

__ADS_1


Tut...tut..tut berdering.


"Assalamu'alaikum Ma," ucap salamku.


"Wa'allaikumsalam, baru bangun Nak?" tanya Mamaku.


"Iya Ma, Mama masak ya?" tanyaku balik.


"Iya ini Mama masak sayur koloke," jawab Mamaku dengan mengarahkan kamera pada wajan.


"Kamu sudah sarapan Nak?" tanya Mamaku lagi.


"Udah Ma, tadi Gia sarapan roti seperti biasa, Papa nggak pulang Ma?" tanyaku yang sepertinya rindu Papaku.


"Enggak Nak, Papa pulang 2 minggu lagi," jawab Mamaku.


"Adik masih tidur ya Ma," ucapku.


"Sudah bangun tapi tadi katanya mau main sama teman-temanya," kata Mamaku.


"Oh iya Ma, Gia besok ujian Ma, doa in Gia ya Ma," kataku.


"Iya Mama pasti doa in, kamu jangan lupa juga belajar rajin, sholat, jangan lupa kata Papa kamu," ucap Mamaku.


"Iya Ma pasti, ya udah Mama lanjutin masak ya, Gia mau bersih-bersih kamar dulu," kataku.


"Iya Nak, Assalamu'alaikum," salam Mamaku.


"Wa'allaikumsalam Ma," jawabku.


Aku menaruh ponselnya, dan mengganti sprei kamarnya. Lalu aku mandi dan menyicil belajar. Aku masih penasaran dengan sikap Susi dan juga cerita Pak Kevin. Akhirnya aku melihat-lihat galeri ponselnya, dia melihat fotonya bersama Susi. Aku mempunyai niat untuk mencetak foto mereka itu dan ditempelkan nya di tembok kamarku.


"Cetak nanti aja, sekalian ke Susi," gumamku dalam hati.


Ponselku berdering. Lagi-lagi DM dari Pak Kevin.


"Gia, semangat buat besok, jangan lupa belajar" Pak Kevin.


"Ya Pak" Gia.


"Nanti kalo ada matkul yang kurang paham coba tanyakan pada saya, siapa tau saya bisa membantu kamu" Lak Kevin.


"Memangnya nggapapa Pak?" Gia.


"Ya nggapapa lah Gia, apa sih ya ngga buat kamu" Pak Kevin.


"Bapak bisa aja" Gia.


"Sana mandi jangan rebahan aja" Pak Kevin.


"Bapak kok tau saya rebahan" Gia.


"Ya tau lah Gia, katanya kamu bilang saya harus mengerti kamu, memahami kamu" Pak Kevin.


Wajahku memerah dan tersipu malu.


"Tapi kan ngga gini juga Pak" Gia.


Aku menunggu balasan dari Pak Kevin tapi sudah lama aku menunggu, pak Kevin tidak membalasnya.


"Tumben Pak Kevin ngga balas pesan aku," gumamku dalam hatinya sambil memutar-mutar ponselnya di kasir.


Aku melanjutkan belajarnya dan menghiraukan suara ramai dari luar kamarku karena kakak kos masak di dapur depan kamarku.


Setelah Aku sudah selesai belajar rupanya aku sangat lelah dan merebahkan tubuhnya di kasur sambil membayangkan wajah Pak Kevin. Aku memasang earphone di telinganya dan mendengarkan lagu kesukaan nya, semakin siang aku semakin mengantuk, akhirnya aku tertidur.


Alarm ponselku berbunyi, tetapi aku tak kunjung bangun dari tidurnya, sampai-sampai aku sangat terkejut karena bangun sore menjelang malam.

__ADS_1


"Astagfirullah, aku kan mau menemui Susi," ucapku dengan melihat jam di ponselnya.


Aku menarik handuknya dan mandi.


Tepat adzan magrib berkumandang aku keluar dari kamar mandi, aku bersiap-siap untuk pergi ke pak ndut mencetak foto aku dan Susi untuk sekalian diberikan pada Susi.


Setelah aku selesai, aku mengunci kamarnya dan menuruni anak tangga lalu menuju ke Pak Ndut depan gang kosku.


Aku mengendarai mobilnya. Dan sampai di depan toko Pak Ndut.


"Pak Ndut," sapaku dengan senyumnya.


"Lo Mbak Gia, baru muncul, ada apa Mbak," tanya Pak Ndut, kebetulan disana hanya ada 3 pelanggan saja.


"Ini Pak saya mau cetak foto ini, kirim WA bisa ya Pak" tanyaku.


"Bisa Mbak, ukuran berapa Mbak?" tanya Pak Ndut lagi.


"4R aja Pak, cetak 2 kali ya Pak," kataku.


"Ditunggu ya Mbak," ucap Pak Ndut sambil mempersilahkanku duduk.


Kebetulan posisi komputer dan mesin cetaknya berada di depanku, saat Pak Ndut masuk untuk mencetak dan mengedit fotoku, aku melihat kertas foto yang keluar dari mesin nya, aku sangat terkejut karena foto tersebut adalah foto Pak Kevin dan seorang wanita, dalam foto tersebut Pak Kevin memeluk pundak wanita itu, begitu juga wanita itu melingkarkan satu tangannya pada pinggang Pak Kevin, seperti sepasang kekasih.


Beberapa menit aku menunggu dan tetap berfikir positif pada foto tersebut, Pak Ndut datang membawa foto ku tadi.


"Ini Mbak Gia," kata Pak Ndut dengan membungkus fotoku dengan plastik dan menyerahkan ke padaku.


"Berapa Pak?" tanyaku.


"7rb Mbak Gia," jawab Pak Ndut.


"Pak ini foto Pak Kevin sama siapa?" tanyaku dengan menyerahkan uangnya ke Pak Ndut dan melihat foto tersebut.


"Oh ini foto Pak Kevin sama pacarnya Mbak, itu orangnya di belakang Mbak Gia," kata Pak Ndut sambil menunjuk ke arah Pak Kevin.


Deegggg hatiku sangat sangat sakit pada saat itu, aku menoleh ke arah Pak Kevin yang sedang berjalan menuju ke toko Pak Ndut. Aku cepat cepat pergi dan pura-pura tidak mengetahui adanya Pak Kevin disana. Mataku udah mulai berkaca-kaca. Pak Kevin bingung dengan sikapku yang sepertinya lari darinya, dan beliau bertanya pada Pak Ndut.


"Anak tadi kenapa ya Pak?" tanya Pak Kevin.


"Oh Mbak Gia, tadi mbak Gia menanyakan foto Mas sama pacar Mas, terus saya jawab itu foto Mas Kevin sama pacarnya," jawab Pak Ndut.


Pak Kevin hanya melamun melihat mobilku yang melaju sangat kencang.


"Mas kevin, mau ambil fotonya ya?" tanya Pak Ndut.


"Ii...iya Pak" Pak Kevin mengambil fotonya dan langsung masuk ke dalam mobil mencoba untuk menghubungi Gia, tetapi tidak terbalas olehku dan tidak ku buka. Pak Kevin semakin panik dengan mobilnya yang melaju kencang. Sedangkan posisi Pak Kevin sekarang bersama pacarnya.


Flasback On.


Kemaren saat aku keluar dengan Susi ke kedai Pak Kumis, aku tidak mengendarai mobilnya, karena mobilku sudah terparkir sangat dalam di kosnya dan di tutupi oleh mobil kakak kosnya, sehingga aku sungkan untuk menyuruh Kakak kosnya memutar mobilnya agar mobilku bisa keluar, jadi aku memutuskan naik ojol saja dengan Susi.


Flashback Off.


Dalam mobil aku menangis sejadi-jadinya. Aku masih tidak menyangka, bahwa selama ini Pak Kevin telah membohonginya. Sebenarnya aku tau pesan yang dikirim Pak Kevin tetapi aku mengabaikannya.


Aku sampai di depan gerbang rumah enek Susi, dan Susi tampaknya sudah menungguku di halaman rumah, Susi membuka kan gerbang agar mobilku bisa masuk ke halaman rumah neneknya. Aku mematikan mesin mobilnya, dan mencoba untuk tenang dengan mengusap kedua pipinya yang dibasahi oleh air matanya. Aku keluar dari mobil dan langsung memeluk Susi, Aku sudah terlanjur sakit hati. Susi sangat bingung apa yang sebenarnya terjadi padaku.


"Si Pak Kevin bohong sama aku," kataku sambil tetap bersandar di pundak Susi.


"Pak Kevin jahat sama aku," kataku dengan pelukan nya yang semakin erat.


"Gi, tenang dulu tenang, kamu jangan nangis, ayo masuk dulu ke dalam dan nanti kamu cerita ya," ucap Susi agar aku lebih tenang.


Aku hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti Susi dari belakang menuju kamar Susi. Aku sempat menanyakan keberadaan nenek Susi, tetapi rupanya neneknya sudah tidur.


Bersambung...

__ADS_1


Tunggu episode selanjutnya😊


__ADS_2