Cinta dari GIA

Cinta dari GIA
Episode 39 (SWEET MOMMENT 2)


__ADS_3

Gia langsung melihat setiap sisi dan sudut kamar itu.


Gia sangat kaget dan syok benar-benar syok kali ini.


"MasyaAllah," ucap Gia sambil mulutnya melongo dan kedua tangannya menepuk pelan.


Gia mengelilingi kamar hotel yang sangat luas itu, di depan ruang TV Gia berjalan di atas taburan bunga mawar yang terbuang rapi di bawah telapak kakinya dan barisan lilin-lilin di pinggirnya.


Gia melihat ke atas langit-langit atap kamar telah mengambang berpuluh balon silver dan hitam berbentuk hati, Gia mengendus udara di dalam kamar hotel itu, Gia merasa tak asing dengan aroma ini, aroma ekstrak buah apel kesukaan Gia.


Gia melangkah mendekati kasurnya yang bernuansa putih, Gia takjub kali ini. Lilin yang di susun berbentuk hati yang ditengahnya di penuhi oleh bunga mawar, tepat di dinding atas ranjang mata Gia terbelalak melihat tulisan "SORRY" terpajang disana.


Gia meneteskan air matanya karena sangat terharu, sedangkan Naufal hanya mengikuti langkah Gia dari belakang.


Mata Gia tertuju dengan buket bunga mawar putih di meja sebelah ranjangnya, Gia meraih bunga kesukaannya itu.


Gia melangkah pelan kakinya untuk menghampiri Naufal yang tersenyum kepadanya.


Gia langsung memeluk Naufal sambil tetap membawa bunga mawar dari Naufal dengan mengangkat sedikit tumit kakinya, karena badan Naufal yang sangat tinggi.


Gia merasa nyaman memeluk Naufal, masih tetap dalam pelukan Naufal, Gia melihat tulisan yang berdiri di tengah-tengah segerombolan bunga yang dibawanya.


Gia membalik papan tulisan kecil itu, Gia bahagia membaca tulisan "AKU MENCINTAIMU" kala itu.


Gia semakin menangis bahagia.


Gia mendekatkan mulutnya pada telinga Naufal, sesekali Gia menarik nafasnya.


"Aku, sangat mencintaimu," bisik Gia pelan.


Gia beralih pada pipi Naufal, hampir 3 menit Gia menjatuhkan ciuman pertamanya untuk suaminya.


Naufal merasa sangat bahagia saat ini, Naufal semakin erat memeluk Gia. Air mata Gia membasahi kain kemeja di pundak Naufal.


Agak lama Gia melepas pelukannya.


Gia menatap wajah Naufal sambil tetap melingkarkan kedua tangannya pada leher Naufal.


"Kamu jangan tinggalin aku ya," kata Gia terbata-bata karena menangis terisak-isak.


Naufal menarik kembali memeluk Gia.


"Aku akan selalu dan selalu ada di samping kamu Gi, dan selamanya akan tetap seperti itu," kata Naufal.


"Makasih buat semua ini Mas, aku beruntung sekali berjodoh denganmu," ucap Gia di pundak Naufal.


"Kamu sangat berhak mendapatkan semua ini Gi, aku sangat takut kehilangan kamu," ucap Naufal semakin lirih.


"Maafin aku ya Gi, dulu aku selalu membuat hatimu terluka," kata Maaf Naufal.


Gia melepas pelukan mereka.


"He'em," jawab Gia sambil tersenyum pada Naufal.


Naufal meraih kedua pipi Gia, Naufal mencium kening Gia.


Mereka larut dalam suasana manis dan mellow ini.


"Disini, dan di momment ini, aku akan membuatmu semakin jatuh cinta sama aku Gi," goda Naufal.


Gia mencubit halus pinggang Naufal.


"Apa sih kamu," kata Gia yang wajahnya mulai memerah.


"Aku mau tanya sama kamu?" tanya Gia dengan manja.

__ADS_1


"Apa? ini hari termanis untuk kita Sayang," ucap Naufal.


"Ini semua kamu yang menyusun, dari bunga, balon, dan lilin-lilin itu," kata Gia sambil matanya terarah pada benda yang dia sebutkan.


"Pasti aku dong, siapa lagi? Aku udah niat banget mau kasih kamu semua ini, sampek kemaren waktu kamu buatin spaghetti buat Jihan aku calling sama tim sukses disini tau, demi siapa? demi kamu lah," terang Naufal.


"Kamu so sweet banget sih, tumben," ejek Gia.


"Tumben kata kamu? Astagfirullah Gia," ucap Naufal.


"Wkwkwk, iya iya kamu sering banget kasih hal-hal romantis buat aku," kata Gia sambil menertawakan Naufal.


"Aku nggak nyangka banget sama kamu, bisa semanis ini sama aku," kata Gia lagi.


"Iya lah, aku tuh nggak kalah romantisnya sama Kevin yang kasih kamu ice cream dan coffe latte tau," ceplos Naufal.


"Loh? Kok kamu tau?" tanya Gia curiga.


"Ya....ya tau lah cctv ku kan banyak di mana-mana," jawab Naufal.


"Tau dari mana kamu hayo loh?" tanya Gia memaksa.


"Ya tau pokoknya," jawab Naufal.


"Hmm kamu ini bawaannya cemburu terus, gini ya Mas Naufalnya Gia, ini momment kita, jadi nggak usah kamu bahas-bahas orang lain, begitu juga dengan aku, ya?" tutur Gia.


"Iya iya maaf," ucap Naufal.


"Ya udah kamu sekarang mandi dulu, habis ini kita makan terus...," kata Gia dipotong oleh Naufal.


"Terus tidur ya, kamu capek hari ini, jadi mulai besok kita jalan-jalan kemanapun kamu mau," tutur Naufal.


"Iiih kamu tau banget kalo aku capek," keluh Gia.


"Ya udah sana gih mandi, nanti gantian aku," perintah Naufal.


Setelah Gia mandi, Gia duduk di depan kaca riasnya, Gia mengeringkan rambutnya, Naufal semakin jatuh cinta melihat Gia saat itu yang berdiri di belakang Gia.


"Kamu ngapain lihatin aku?" tanya Gia.


"PD banget sih kamu, orang aku lagi ngaca," bantah Naufal.


"Cepetan kamu mandi," perintah Gia.


"Iya iya," jawab Naufal sambil masuk ke dalam kamar mandi.


Sesekali sambil menunggu rambut Gia kering, Gia menelfon Susi. Gia bercengkrama lumayan lama dengan Susi.


"Oh My God Giaaaaaa, beneran Naufal kasih gituan ke kamu?" tanya Susi di ponsel Gia.


"Iya Si beneran, nanti bakalan aku foto ya, aku kirim ke kamu," kata Gia.


"Oke oke siap, sumpah gak nyangka campur kaget aku Gi," kata Susi terkejut.


"Maaf banget ya Gi, aku tutup dulu telfonnya, pasien banyak Gi," ujar Susi.


"Iya Si, gak papa, Assalamu'alaikum," salam Gia.


"Wa'alaikumsalam," jawab Susi.


Tiba-tiba pintu kamar hotel sepertinya ada yang mengetuk.


Naufal yang baru saja keluar dari kamar mandi berniat membuka pintunya.


Selang beberapa menit makanan sudah tersaji di depan meja ruang TV.

__ADS_1


"Tadi siapa?" tanya Gia.


"Biasa, pramusaji Gi," jawab Naufal.


"Oh, terus mana makanannya?" tanya Gia lagi.


"Itu di depan TV, makan ayo, aku laper banget," keluh Naufal.


Naufal segera menarik tangan Gia dan mengajaknya makan malam.


Naufal mengajak Gia untuk menikmati makanannya di balkon saja, sambil melihat ke arah pantai yang terkenal disana.


***(di Balkon)


Naufal menyantap sepiring sandwich kesukaannya, Gia menikmati salad buah rasa caramel.


"Gi," panggil Naufal.


"Apa?" jawab Gia.


"Jihan lucu ya, kamu suka nggak anak kecil kayak Jihan?" tanya Gia balik.


Gia bingung dengan apa yang dikatakan Naufal ini.


"Aku heran deh, dari kemaren kamu bahas Jihan, kenapa? kamu pengen bawa Jihan ke rumah?" tanya Gia lagi.


"Ya enggak gitu Gi, kan kita bakalan punya sendiri," goda Naufal yang membuat pipi Gia memerah seperti habis tertumpahi oleh sekotak besar blush on.


"Kok kamu diam?" tanya Naufal.


"Kamu nggak suka anak kecil ya? Apa kamu belum siap? Atau gimana?" ucap Naufal semakin penasaran dengan diamnya Gia.


Gia semakin malu dengan pertanyaan Naufal.


"Eehhmm, aku...aku pasti suka lah sama anak kecil," jawab Gia grogi.


Naufal menyunggingkan kedua pipinya.


Naufal sengaja membuat Gia semakin grogi, akhirnya kejahilannya berhasil membuat malu dan diam Gia, wkwkwk.


"Ehmm..Mas, aku masuk dulu ya, dingin disini," keluh Gia pura-pura karena hatinya semakin berdebar dekat dengan Naufal malam itu.


Saat Gia berdiri dan mulai melangkahkan kakinya, Naufal menarik tangan Gia, dan Gia terjatuh di depan wajah Naufal, mereka saling menatap lama. Hati mereka berdebar-debar.


Tiba-tiba, ponsel Naufal berdering. Mereka memutus tatapannya dan sama-sama salting.


Gia langsung meraih ponsel Naufal untuk mengambilkan kepadanya, tetapi Gia terlanjur membaca pesan masuk dari layar ponsel Naufal.


Raut wajah Gia langsung berubah tak menyenangkan, Gia langsung memberikan ponselnya pada Naufal dan langsung meninggalkan Naufal pergi untuk cuci muka.


Naufal bingung tiba-tiba Gia marah padanya.


Naufal langsung menyusul Gia dari belakangnya.


"Loh loh kamu kenapa lagi Sayang?" tanya Naufal di depan pintu kamar mandi.


Gia sudah terlanjur menutup pintu kamar mandi.


Bersambung........


Ayooo vote yang banyak, comment dan like kakak😊🙏


Insya'Allah Author akan segera mengabulkan saran dari kakak"🖤


Pokoknya tetep di tunggu aja ya kak

__ADS_1


Terima Kasih sudah membuat Author semakin semangat💪😁


Nantikan episode selanjutnya hehehe see you....


__ADS_2