
"Gi, Bastian kesini mau jelasin sama kamu," tutur Naufal.
"Gi, maaf ya bukannya aku lancang ikut campur urusan kalian, tapi ini menyangkut aku Gi," kata Bastian merayu Gia.
Gia hanya menunduk saja. Naufal mengedipkan matanya pada Bastian.
"Jadi sebenernya apa yang di ceritain Naufal ke kamu itu nggak bohong Gi, semua fakta, aku yang minta maaf sama dia, jadi jika kamu ingin menyalahkan siapa yang salah, salah aku saja, aku yang salah disini, bukan Naufal," ucap Bastian.
Gia mengangkat wajahnya dan menatap Bastian.
"Benarkah?" tanya Gia pada dua laki-laki yang tengah menyerangnya.
"Iya Gi, aku berani sumpah sama kamu," janji Bastian.
"Jadi gak usah marah sama Naufal lagi, bukan nya aku ngebela Naufal, enggak Gi, gak sama sekali, kan kasian Gi ini bukan salah Naufal tapi Naufal yang dapat impasnya," penjelasan Bastian.
Tampaknya Gia tetap tidak bisa menerima penjelasan Bastian, karena kali ini Naufal sudah kelewatan batas.
"Kamu jangan marah lagi ya sama aku," rayu Naufal lirih di dekat telinga Gia.
"Baiklah," kata Gia singkat sambil menundukkan kepalanya.
Padahal Gia sama sekali masih tidak percaya dengan Naufal.
Suara adzan berkumandang.
"Sholat dulu," perintah Gia dengan wajah kesalnya.
Mereka menuruti apa kata Gia, mereka sholat bersama dengan Bi Sarah, Pak Rusdi, dan Pak Joko di mushola kecil dalam rumahnya.
Lagi-lagi Naufal yang memimpin sholat disini.
Setelah mereka sholat, Gia membiarkan suaminya bercengkrama dengan Bastian di ruang tamu. Sedangkan dia menikmati film kesukaannya di dalam kamar.
***(di Ruang Tamu)
"Ternyata Gia bisa sedingin itu ya Fal," keluh Bastian yang baru tau sifat murung Gia.
"Lo pikir," ucap Naufal.
"Ngeri juga Bro, takut Gue," keluh Bastian lagi.
__ADS_1
"Sebenernya dia gak kayak gitu Bas, cuman mungkin kali ini menurut dia Gue buat kesalahan yang keterlaluan banget gitu loh, jadinya dia kayak gini," tutur Naufal.
Beberapa jam mereka bercengkrama. Akhirnya Naufal pamit untuk pulang karena hari yang sudah semakin larut tengah malam.
Naufal menyusul istrinya di kamar.
***(di Kamar)
Naufal melihat Gia yang sedang memainkan laptop di sofa.
Naufal berjalan mendekatinya, tetapi Gia malah menutup laptopnya lalu beranjak dari sofa.
Naufal merasa bahwa Gia masih marah padanya.
Gia meletakkan laptopnya di bufet, lalu merebahkan tubuhnya.
Naufal mendekati Gia kembali, dia duduk di samping Gia, Gia mamaksakan memejamkan matanya. Naufal mencoba mencium kening Gia, tapi Gia mengelak.
Dan menggeserkan tubuhnya agak ke tengah. Naufal terus memepetnya.
"Gia kamu kok masih marah sama aku, aku udah jelasin semua ke kamu, bahkan Bastian juga bela-belain datang kesini buat jelasin ke kamu," kata Naufal.
"Gak, aku gak mau tidur sampek besok, sakit juga biarin, orang kamu gak peduli," kata Naufal sambil berjalan pergi duduk ke sofa.
Gia membiarkan aksi ngambek Naufal. Sampai beberapa menit Gia merasa kasian dengan Naufal. Gia membuka sebelah matanya dan melirik ke arah suaminya yang tampaknya tidak tidur tetapi malah memandanginya.
Gia memilih mengalah menjemput suaminya untuk tidur, Gia bangun dari ranjangnya dan berjalan ke sofa lalu menarik tangan Naufal.
"Ayo tidur," ucap Gia.
"Gak mau," kata Naufal singkat.
"Aku kurang gimana lagi sih biar kamu gak kayak gini sama aku, bingunga aku sama kamu, dikit-dikit ngambek salah paham, ini nggak satu dua kali ya kamu kayak gini sama aku," ujar Naufal sambil melihat ke arah Gia yang tengah berdiri menarik tangannya.
Mata Gia langsung berkaca-kaca dengan perkataan Naufal.
"Pokoknya aku gak mau tidur, kamu tidur sendiri aja sana," tutur Naufal.
Gia langsung membuang tangan Naufal lalu duduk di atas ranjangnya.
"Sekarang kamu pikir ya Mas, aku gak masalah kamu mau nolongin siapapun itu meskipun Vela atau cewek kamu lainnya,s siapapun aku nggak keberatan Mas, tapi kamu juga harus tau posisi kamu sekarang, status kamus sekarang, aku ngerti, bahkan ngerti banget kamu seorang dokter, tapi seenggaknya kamu pikir-pikir dulu, mungkin jika si wanita itu bukan Vela, aku bisa memaklumi Mas, tapi perempuan itu? Perempuan yang pernah kamu cintai, jelas pasti aku takut jika kamu mencintainya lagi Mas," kata Gia terbata-bata.
__ADS_1
"Apalagi dalam kamar itu hanya ada kamu sama dia, apa aku nggak mikir hal yang aneh-aneh Mas, ingat Mas iman itu bisa naik turun meskipun kamu sudah pasti menguatkannya, terus seumpama kamu sudah melakukan hal yang macam-macam sama Vela, apa kamu akan jujur? Apa kamu akan bilang padaku? Ha? Kamu pasti mikir-mikir kan," kata Gia yangs sangat kesal dengan Naufal.
"Aku marah sama kamu cuman karna hal itu, aku takut Mas, karena pernikahan kita ini dari perjodohan bukan karena kita sendiri, aku takut jika kamu menghianatiku diam-diam," ucap Gia semakin berontak.
Naufal memohon dengan berlutut di kaki Gia yang sedang duduk.
"Tapi kamu percaya sama aku, aku beneran nggak nglakuin apa-apa sama dia Gi, sudah hilang semua kenangan aku bersama dia Gi, yang aku fokus ke kamu," rayu Naufal.
"Kamu berdiri ! Kamu nggak pantes mohon-mohon kayak gitu ke aku," perintah Gia.
"Enggak Gi, aku mau kamu maafin aku, aku gak mau kamu giniin aku, aku nggak tahan Gi kamu cuekin, kamu diem in aku nggak tahan," keluh Naufal.
"Sumpah Gi, sumpah ! Demi apapun aku nggak nglakuin apapun sama Vela, aku berniat hanya menolongnya saja, setelah itu sudah Gi aku keluar," penjelasan Naufal.
"Andai sekarang, aku keluar dari kamar seorang pria, sakit nggak hati kamu?!" tanya Gia.
"Sayangnya aku nggak akan sebodoh itu Mas," ucap Gia sambil air mata terus berlinang di pipinya.
"Iya Gi, aku tau, aku memang bodoh, maafin aku Gi maafin aku, lain kali aku gak akan seceroboh ini Gi," rayu Naufal.
"Gitu terus aja Mas, kamu tuh selalu gitu, minta maaf di ulangin lagi, minta maaf lagi di ulangin lagi, gitu terus aja Mas, calek aku! Kesiksa batin aku Mas," rengek Gia.
Naufal memeluk Gia langsung.
Gia hanya diam dan duduk menangis. Gia berontak dari pelukan Naufal.
"Sudahlah, terserah kamu Mas, itu hidupmu," kata Gia yang langsung merebahkan tubuhnya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Kali ini Gia benar-benar muak dengan Naufal yang ceroboh.
Naufal terus merayu Gia tetapi Gia mengacuhkannya, karena hati Gia juga menangis, bahkan malah lebih sakit dari kesalahan yang terdahulu di buat oleh Naufal.
Bersambung.........
Maaf banget readers, Author telat up🙏
Terima kasih buat semuanya😁
jangan lupa like, komen dan vote yang banyak kak🖤😊🙏
See you
__ADS_1