
Gia memberanikan diri untuk ganti menatap Dokter Naufal.
"Ada yang bisa saya bantu Dok? atau Ada perlu apa ya Dok? apakah saya melakukan kesalahan?" tanya Gia gugup karena Dokter Naufal yang berdiri di depan mejanya terus menatapnya sambil memasukkan kedua tangan di dalam saku celana.
Gia sangat sangat salah tingkah. Dokter Naufal mendekaktkan wajahnya pada Gia, namun Gia menarik mundur wajahnya agar tidak berdekatan.
"Nanti sore ikut saya, disuruh Mama," ucap Dokter Naufal.
"Ke..kemana?" tanya Gia.
"Udah nanti ikut aja," jawab Dokter Naufal dengan menarik mundur wajahnya.
Dokter Naufal melangkah pergi meninggalkan meja Gia, Gia melongo mendengarkan apa yang telah dibicarakan oleh Dokter Naufal, tapi langkah Dokter Naufal terhenti dan membalikkan badannya ke arah Gia.
"Oo iya satu lagi, jangan grogi-grogi sama calon suami," ucap Dokter Naufal datar, lalu beliau pergi meninggalkan ruangan Gia.
Gia yang kegirangan mendengarkan keusilan Dokter Naufal, tiba-tiba tawanya terhenti karena adanya Riana.
"Gi kok Dokter Naufal keluar dari ruangan kita, ada apa emangnya?" tanya Riana sambil duduk di kursinya.
"Eee..eemm oo Dokter Naufal tadi biasa bahas soal kerjaan kita," jawab Gia gugup.
"Ooww terus kenapa ini tadi kamu senyum-senyum sendiri?" tanya Riana lagi.
"Aku? aku ya? enggak, aku cuman keingetan aja sama film yang aku tonton kemaren sore," jawab Gia.
"Haduh Gi, udah tua masih aja pikirannya bocah," ejek Riana.
"Ih apa sih, biarin dari pada udah tua pikirannya sok dewasa, weeekk," ejek Gia ganti.
"Eh Na kenapa kamu datangnya agak telat?" tanya Gia.
"Iya Gi, tiba-tiba ban mobilku bocor," jawab Riana.
"Ya udah ayo sekarang siap-siap kerja, pasiennya udah nunggu tuh," ajak Gia.
"Iya Dokter Gia Azimaika," ejek Riana.
Mereka berdua berjalan menuju ruangan yang sudah terpenuhi oleh para pasien mereka.
Gia, Riana dan Rama memeriksa satu per satu pasiennya. Tiba-tiba Dokter Naufal datang, beliau juga ikut memeriksa sekalian mengawasi para koas.
Gia grogi untuk yang kedua kalinya, Gia berusaha cuek pada Dokter Naufal agar tidak di curigai temen-temennya, tapi satu pasien yang seumuran dengan Gia membuyarkan suasana hati Gia. Dia memanggil-manggil nama Dokter Naufal.
"Dokter, Dokter Naufal," panggil Pasien itu.
Dokter Naufal langsung menghampirinya.
"Saya maunya di periksa sama Dokter Naufal aja, bukan wanita-wanita ini," ucap Pasien itu dengan sangat manja.
Dokter Naufal menoleh ke arah Gia yang ada disampingnya, tapi Gia hanya menundukkan kepalanya dan acuh pada beliau.
"Silahkan Dok," perintah Gia.
Dokter Naufal langsung melaksanakan tugasnya.
Pasien demi pasien Gia periksa, ruangan demi ruangan sudah mereka masuki, tak terasa sudah siang, waktunya mereka untuk pulang.
Setelah Gia membereskan meja kerja, Gia berjalan melangkah keluar ruangannya menuju tempat parkiran.
***(di Parkiran Rumah Sakit)
Gia merasa ada yang mengikutinya dari arah belakang, tapi Gia menghiraukan hal itu, dan terus berjalan menuju mobilnya, saat Gia membuka pintu mobilnya, tiba-tiba terhenti karena ada yang memanggilnya.
"Gi," panggil Dokter Naufal.
Gia menutup kembali mobilnya dan membalikkan badannya.
"Nomor Wa kamu?" ucap Dokter Naufal sambil menyodorkan ponselnya ke arah Gia.
"Buat apa ya Dok?" tanya Gia dengan polosnya.
"Biar memudahkan saya menghubungi kamu nanti, kamu lupa?" tanaya Dokter Naufal.
"Oh Iya Dok," jawab Gia sambil mengetik nomornya di ponsel Dokter Naufal, dan memberikannya kembali.
"Makasih," ucap Dokter Naufal langsung meninggalkan Gia.
__ADS_1
"Ya Dok sama-sama," jawab Gia.
Gia tersenyum dan langsung masuk ke dalam mobilnya. Gia langsung menancap gas mobilnya untuk pulang.
Dalam mobil Gia senyum-senyum sendiri, berkali-kali Gia melihat ponselnya barangkali Dokter Naufal menghubunginya, tapi Gia salah.
***(di Kos Gia)
Gia langsung membuka almarinya, dan ingin memilih gamis yang akan ia pakai nanti.
"Yang mana ya,inikan pertama kali aku keluar sama Naufal," gumam hati Gia.
Gia menarik satu set gamisnya berwarna mint.
"Ini bagus deh kayaknya," ucap Gia sendiri.
Gia memeluk gamis tersebut sambil tersenyum-senyum dan membanting tubuhnya di kasur.
"Gak sabar, pengen cepet-cepet sore," gumam dalam hati Gia.
"Tidur dulu ah, biar nanti bangun-bangun udah sore aja," gumamnya lagi.
Beberapa jam kemudian, Adzan ashar berkumandang. Tapi Gia tak kunjung bangun.
Ponsel Gia berdering. Seperempat jam Gia terbangun dan langsung melihat ponselnya.
"Astagfirullah, udah jam segini," ucap Gia yang syok campur bingung karena membaca pesan yang ada di ponselnya.
WA Naufal ke Gia.
"Aku otw kos kamu, Naufal," Naufal 15 menit yang lalu.
Gia langsung mandi cepat-cepat, setelah mandi ponsel Gia berdering kembali.
WA Naufal.
"Aku udah di luar, kamu cepet keluar," Naufal.
"Iya," Gia.
Tampak disana mobil putih Naufal, Gia langsung menghampiri dan langsung masuk ke dalam mobilnya dikursi depan.
Nafas Gia terengah-engah. Naufal langsung menancap gas mobilnya.
Di dalam mobil Gia dan Naufal hanya diam tanpa kata.
"Sabuk pengaman jangan lupa," sahut Naufal.
Gia langsung memakainya.
"Kita mau kemana?" tanya Gia.
"Ke butik, buat beli baju pernikahan kita," jawab Naufal.
"Kok kamu tau alamat kos saya?" tanya Gia lagi.
"Dari Mama," jawab Dokter Naufal datar.
Kebetulan lokasi Butik dari Kos Gia tidak jauh, hanya butuh waktu 20 menit saja untuk mereka sampai disana.
Gia dan Naufal masuk ke dalam Butik dan langsung di sambut oleh pegawainya. Mata Para Pegawai Butik langsung tertuju pada Naufal, setiap gerak Naufal mereka melihatnya.
"Ada yang bisa saya bantu Mbak dan Mas," ucap Pegawai Butik.
Gia hanya diam dan menoleh ke arah Naufal.
"Gaun putih panjang tapi yang tertutup ya Mbak," sahut Naufal.
Mereka diantarkan ke ruangan dimana disana terdapat banyak gaun putih yang terpajang di manekin.
"Kamu suka yang mana?" tanya Naufal.
"Saya nggak tau, terserah kamu aja," jawab Gialugu.
"Haduh Gi, ini yang pake kamu loh bukan saya," ucap Naufal.
Pegawai Butik menahan tawanya.
__ADS_1
"Saya nurut aja," jawab Gia yang malu-malu.
"Hufftttt," suara nafas Naufal.
Mata Naufal tertarik oleh gaun putih polos namun tetap kelihatan elegant itu.
"Mbak, yang itu aja coba," ucap Naufal sambil jarinya menunjuk ke arah gaun tersebut.
Pegawai Butik langsung mengambilnya dan menghampiri Gia.
"Silahkan bisa di coba Mbak," ucap Pegawai Butik pada Gia.
Gia masuk ke ruang ganti untuk mencoba gaun tersebut. Setelah beberapa menit, Gia keluar dari ruang ganti.
Mata Naufal langsung tertuju pada Gia.
"Subhanallah," gumam Naufal dalam hati yang salah fokus memandang Gia.
"Gimana?" tanya Gia pada Naufal sambil agak malu-malu.
"Kamu suka nggak?" tanya Naufal balik.
"Terserah kamu," jawab Gia.
"Kamu nyaman nggak pakenya?" tanya Naufal lagi.
"Nyaman," jawab Gia singkat.
"Ya udah Mbak, ambil ini aja," ucap Naufal.
"Mbak jas hitam nya mana ya yang senada sama gaun tadi," kata Naufal.
"Mari Mas disini," jawab Pegawai Butik sambil menggiring mereka ke ruangan lainnya.
"Yang simple tinggal satu ini sih Ma," ucap Pegawai Butik sambil membawakan jasnya.
"Ya udah ambil ini aja Mbak," jawab Naufal yang sebenarnya tidak ingin ribet orangnya.
"Terus sama sepatu cowok sdan hills cewek sekalian ya Mbak," kata Naufal.
"Bentar Mas saya ambilkan, mau ukuran berapa?"
"Saya 42 kalo kamu berapa Gi?" tanya Naufal.
"Saya 39," jawab Gia datar.
Pegawai Butik mengambilkan barang yang diminta oleh mereka. Lalu menghampiri mereka lagi.
"Ini Mas silahkan dicoba," ucap Pegawai Butik yang ingin memasangkan sepatu untuk Naufal.
Gia yang melihat hal itu rasanya ingin marah.
"Maaf Mbak saya bisa memakainya sendiri," jawab Naufal.
Lalu Pegawai Butik itu memasangkan pada kaki Gia.
"Gimana Gi? nyaman nggak?" tanya Naufal.
"Iya," jawab Gia singkat.
"Ya udah Mbak ambil ini dua-duanya," ucap Naufal.
"Baik Mas, ditunggu di depan ya," perintah Pegawai Butik.
Gia dan Naufal berjalan menuju ruang tunggu. Setelah Naufal membayar semua barang yang dibelinya, dan Para Pegawai Butik meletakkan pada mobil Naufal. Mereka langsung melanjutkan kencan pertamanya.
Di dalam mobil ponsel Naufal berdering.
"Jangan-jangan itu telfon dari sahabatnya dulu," gumam Gia dalam hatinya.
Gia berusaha tetap terlihat acuh dan membuang pandangannya ke arah luar kaca jendela mobil.
Bersambung....
jangan lupa like, comment, dan vote kakak🙏😁
see you and thank you😁
__ADS_1