Cinta dari GIA

Cinta dari GIA
Episode 207 (Pamit)


__ADS_3

Aku menghampiri Mas Naufal ke ruangannya.


***(Di Ruangan Mas Naufal)


"Mas, aku mau pamitan dulu ya sama yang lain," ucapku.


"Iya, kamu juga pamitan dulu sama temen-temen kamu, mau aku antar??" tanya Mas Naufal.


"Boleh Mas," jawabku.


"Ya udah ayo," kata Naufal.


"Jangan lupa pamit Bastian sama Dokter Anton," kata Naufal.


"Kamu anterin ke ruangan nya dong Mas," ucapku.


"Iya iya Sayang," jawab Naufal.


Naufal membukakan pintu untukku dan dia mengantarkan ku ke ruangan Dokter Anton dan Pak Bastian.


Di ruangan Pak Bastian, beliau kaget karena untuk pertama kalinyaa aku datang ke ruangannya.


Gleekkk, Naufal membuka pintu ruangan Pak Bastian.


"Eh Lo Fal," kata Pak Bastian yang manteng di depan laptop.


"Pak," panggilku.


"Loh, Gia???" ucap Pak Bastian yang kaget melihatku datang menemuinya.


"Tumben banget loh, Ibu Ditektur kesini, ada apa ini?? Mau ada acara apa ini???" tanya Pak Bastian yang beranjak berdiri dari kursinya.


"Tumben Lo Fal ajak Gia kesini?? Ada apa??" tanya Pak Bastian lagi.


"Duduk duduk," perintak Pak Bastian.


"Emmmm saya kesini........mau......mau pamit," kataku.


"Ha?? Pamit?? Memangnya kamu mau kemana??" tanya Pak Bastian sambil membulatkan kedua matanya.


"Saya mau.......mau resign Pak," jawabku.


"Resign Gi??? Kenapa resign?? Ada apa?? Apa yang buat kamu resign?? Keluhin Gi??" ucap Pak Bastian bertubi-tubi.


"Hehem, nggak papa kok Pak, sebenarnya nggak ada masalah, cuman memang saya nya aja yang pengen resign Pak," jawabku.


"Wah nggak mungkin nggak ada apa-apanya ini Gi?? Kalo ada keluh kesah omongin ke suami kamu, kan suami kamu Direktur nya, nggak perlu takut-takut," ucap Pak Bastian.


"Hehhee, enggak kok Pak," jawabku singkat.


"Fal Lo apain Gia Fal?? Sampe istri Lo sendiri aja mau resign loh," kata Pak Bastian.


"Apaan sih Lo?? Gue mulu, memang orangnya sendiri kok yang mau resign," jawab Naufal.


"Apanya Gi yang berat disini, hm?? Kenapa harus resign?? Kamu nggak mikir-mikir dulu??" tanya Pak Bastian lagi yang sangat heran dan kaget mendengar keputusan yang aku ambil.


"Ini keputusan yang terbaik menurut saya Pak, jadi memang ini keputusan saya dan sudah sangat bulat," jawabku.


"Mmmckk, Giiii, nggak bisa di cancel aja??" tanya Pak Bastian.


"Enggak Pak, hehehm," jawabku sambil tersenyum padanya.


"Saya mau pamit ya Pak, terima kasih selama saya disini Bapak membantu saya sejak koas dulu," kataku.


"Yaaah Gi, saya jadi sedih beneran loh, Susi tau ini nggak?" tanya Pak Bastian lagi-lagi.


"Susi tau Pak," jawabku.


"Beneran kaget loh saya kamu ngomong resign gini," ucap Pak Bastian.


"Heheh, sekali lagi saya minta maaf ya Pak atas kurang nya saya disini baik yang saya sengaja ataupun enggak, dan terima kasih banyak Pak," kataku.


"Iya Gi, sama-sama, santai aja sama saya," ujar Pak Bastian.


"Ya sudah kalo gitu saya pamit ya Pak," kataku.


"Iya Gi, iya iya," jawabnya.


Untuk berikutnya Naufal mengantarku ke ruangan Dokter Anton.


Di ruangan Dokter Anton, banyak pertanyaan yang dilontarkan padaku.


Terutama alasan kenapa aku memutuskan untuk resign.


Aku menjelaskan pada mereka, bahwa aku resign bukan karena apapun, tapi memang keputusan ku sendiri.


Setelah aku berpamitan dengan semuanya, mulai dari teman dekat Naufal dan teman dekatku jika berada disini, Mas Naufal, Suster Andini, Dokter Irene, dan Pak Bastian mengantarkanku ke depan Lobi.


"Jangan sungkan main-main ke rumah ya Sus, Dok," ucapku pada Suster Andini dan Dokter Irene.


"Iya Dok, pasti Insya'Allah," jawab Suster Andini.


"Udah jangan sedih," kataku sambil memegang tangan Suster Andini yang matanya sudah berkaca-kaca.


"Hehehem, sedih pasti Dok, apalagi di tinggal Dokter," keluhnya.

__ADS_1


"Kan nanti bisa main-main bareng, makan bareng," ucapku.


"Iya sih Dok, Dokter harus bisa ya," ujar Suster Andini.


"Iya Insya'Allah Sus," jawabku.


Tiba-tiba semua tenaga kesehatan di Rumah Sakit ini datang menyaksikan kepergianku.


Mereka menyalami ku satu per satu, ada yang tidak terima karena belum sempat ku pamiti.


"Dokter kok nggak pamitan sama saya," ucap salah satu petugas admin padaku.


"Tadi Mbak sibuk, jadi saya nggak berani ganggu," kataku.


"Ini saya kaget banget loh Dok, dapet informasi terus saya langsung nyusul ke Lobi," kata petugas Admin.


"Memang saya sengaja sih Mbak nggak bilang-bilang semuanya, karena kan saya nanti malah susah lupa kalo bilang-bilang pasti ada acara perpisahan apa segala macam kan Mbak, jadi ya saya diem-diem aja, tapi nyatanya malah ketahuan," kataku sambil tersenyum padanya.


"Iya lah Dok, nggak mungkin nggak ketahuan, apalagi Dokter ini istrinya Dokter Naufal, jelas satu Rumah Sakit ini tau semuanya," kata Petugas Admin.


Semua sudah ku pamiti satu pers satua akhirnya, hari ini aku sangat sedih, apalagi mereka ada yang tidak rela jika aku resign.


"Terima kasih ya buat semua nya, atas kerja sama dan bantuan nya selama saya kerja disini," kataku.


"Sama-sama Dok," jawab mereka serentak.


Ada yang menangis, ada juga yang sok tegar, dan bahkan ada juga yang datang hanya ingin melihat atau merasa sungkan pada Naufal.


Naufal membuka kan pintu mobil untuk ku, dan aku pun melangkah masuk ke dalam mobil.


Pak Joko langsung menancap gas mobil milikku dan mobil melaju ke luar lingkup Rumah Sakit.


Air mataku menetes dengan sendiri, hatiku bergelut dengan rasa sedih.


"Maaf Buk, kenapa Ibu resign ya?? Maaf kalo saya lancang Buk," kata Pak Jokos sedikit sungkan dan takut.


"Nggak kok Pak, nggak papa Bapak tanya aja," jawabku.


"Saya kasihan sama Abay Pak, kurang perhatian dari saya dan Mas Naufal, jadi saya mengalah, dan sebenarnya saya sudah mikir ini jauh sebelum Papa saya meminta sama saya Pak, Mas Naufal juga menginginkan hal ini sebenarnya, tapi hati saya belum bergerak buat pengen resign Pak, hehehem, akhirnya yaaa jadi gini Pak, hehem, yaaah meskipun berat tapi kalo buat bahagia orang banyak, saya bisa apa," sambungku.


"Yang sabar ya Buk, semua pasti jika di lakukan dengan ikhlas pasti akan berbuah manis juga kok Buk," sanggah Pak Joko.


"Iya Pak, mungkin memang Allah nyuruh saya istirahat dulu mungkin Pak, hehe," ucapku sambil tersenyum namun dengan air mata yang menetes kembali.


"Pak, jalan nya pelan aja ya, soalnya biar mata saya juga kering, nggak basah terus, nanti gimana saya jelasin nya ke Abay, saya nggak mau Pak, Abay sering lihats saya sedih, soalnya dia selalu nggak terima jika Mamanya merasa kesiksa," ucapku.


"Iya Buk, Ibuk tidak mampir dulu kemana gitu??" tanya Pak Joko.


"Oh iya Pak, boleh, saya mau ke Supermarket dulu bentar, terus nanti ke toko Kue biasanya juga ya Pak, mau beliin orang rumah juga," jawabku.


"Baik Buk," jawab Pak Joko.


.


.


.


.


.


.


.


Beberapa menit kemudian.


***(Di Supermarket)


Aku berjalan sendiri masuk kesana.


Mengambil trolly dan menjinjung tasku.


Aku memilih-milih barang yang ku butuhkan nanti di Rumah, apalagi dengan statusku sekarang yang sudah berubah menjadi ibu rumah tangga, jadi yaaaa harus stok banyak-banyak di rumah.


Lagi-lagi aku kembali bertemu pada orang yang sama, orang yang sebelumnya pernah ku tolong, ku temui, menjadi temanku, dan dia juga pernah menamparkan.


Yaaaaa dia Meira, ibu dari Revina.


Aku melihat Revina yang sedang mengambil sekotak es krim namun tidak kunjung bisa, dan aku membantunya,


Untung saja Meira berada agak jauh dari ku dan Revina.


"Tante Gia," sapa Revina.


"Hai, Re.....vina," ucapku.


"Makasih Tante," kata Revina setelah ku bantu mengambilkan es krim untuknya.


"Sama-sama," jawabku sambil tersenyum padanya.


"Tante sama siapa?" tanya Revina.


"Tante sendiri, Abay di rumah," jawabku.

__ADS_1


"Eemmmm...Revina sekarang sekolah dimana?? Katanya Abay Revina udah nggak satu sekolah sama Abay," tanyaku.


Tiba-tiba, Meira datang dari belakangku memanggil anaknya.


"Re...," Panggil nya pada Revina.


Aku langsung menoleh padanya.


Dia kaget karena Revina bersama denganku.


"Mama, ini Tante Gia," ucap Revina.


"Re, kamu nggak boleh jalan kesana kesini sendirian nanti kalo kamu ilang gimana," ucap Meira yang agak marah.


Revina langsung menundukkan kepalanya.


"Maaf Mei, aku tadi cuman bantu dia ambil es krim nya kok," kataku.


"Udah, kamu harus sama Mama terus, jangan kayak gini, ya," kata Meira pada Revina.


"Iya Ma, maafin Re ya Ma," kata Revina dengan lembut.


Meira langsung menggandeng tangan Revina.


"Daaaa Tante Gia," kata Revina sambil melambaikan tangannya.


Ku balas lambaian tangannya sambil tersenyum padanya.


"Mama kenal sama Tante Gia Mamanya Abay??" tanya Revina yang tak sengaja ku dengar.


"Enggak, Mama nggak kenal, dan kamu Re, jangan sembarang bicara sama orang yang nggak dikenal," tutur Meira.


"Revina kenal sama Tante tadi Ma, tadi itu Mama nya Abay, teman sekelas Revina dulu," kata Revina.


"Sudah Re, Mama nggak suka kalo kamu tadi kayak gitu, Tante tadi belum tentu baik sama kamu, lain kali jangan di ulangi lagi ya," perintah Meira.


"Tapi Tante tadi baik Ma," tepis Revina yang terus ngeyel pada Mamanya.


"Ree.....nggak boleh bawel kalo di bilangin Mama," ucap Meira sambil mengernyitkan kedua alisnya karena marah.


"Jangan bicara sama Tante tadi lagi, kalo Papa kamu tau pasti Papa kamu marah," sambung Meira.


"Iya Ma," jawab Revina.


"Ya Allah segitunya mereka sama aku," ucapku dalam hati.


"Kasihan Revina, seharusnya mereka nggak gitu juga sama Revina, kan ini bukan salahnya dia," kataku dalam hati.


"Belum aja tadi Revina jawab sekolah dimana, hmmm, kalo aku cerita ke Abay pasti seneng dia nih, karena aku barusan ketemu sama Revina," kataku.


Aku melanjutkan berbelanja dan melupakan kelakuan Meira pada Revina anaknya tadi yang meburutku sebaiknya tidak di lakukan ke anaknya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hay readers semua,


Author kembali...... How are you All? I miss


Btw.....Jangan khawatir, Cinta dari GIA akan hadir dan up tiap hari lagi hehehhee....


Maaf buat yang sudah menunggu lama dan yang selalu bertanya....🙏🙏


Dan terimakasih untuk yang selalu setia menunggu kelanjutan novel ini.....Terima kasih banyak untuk supportnya🖤


Dr. Gia dan Dr. Naufal akan kembali lagi dengan ceritanya....hehheehe


Pastinya dengan kisah mereka yang penuh misteri dan keromantisan yang selalu dan selalu kalian tunggu.

__ADS_1


Welcome back.....


Selamat membaca🖤😁


__ADS_2