
“Gi, saya gak bisa lupain kamu, jujur Gi! Saya terpaksa
tunangan dengan Meira waktu itu agar saya bisa lupain kamu, tapi nyatanya? Gak bisa Gi, gak bisa! aku masih sangat sangat mencintai kamu!” kata Pak Kevin dengan tegas.
Mata Gia mulai berkaca-kaca, Gia sangat bingung dengan
keadaannya saat ini.
“Tapi Pak? Bapak gak bisa egois kayak gini,” ucap Gia sambil
menangis.
“Coba kamu di posisi saya Gi! Saya gak bisa gantiin posisi
kamu dengan Meira di hati saya,” ucap Pak Kevin lagi.
Naufal yang mendengarkan obrolan mereka, hatinya memanas, Naufal terbakar api cemburu kali ini, Naufal benar-benar marah, Naufal tak sanggup mendengar apa yang dikatakan oleh Pak Kevin. Akhirnya dia kembali ke
kamarnya karena tak ingin mendengar ocehan mereka.
“Bapak bilang coba di posisi Bapak?! Saya sudah pernah
merasakan hal ini Pak, bagaimana kalo Meira tau bahwa wanita yang dicintai Bapak adalah saya! Saya mohon Bapak mengerti itu!” ucap Gia.
“Dan satu lagi Pak, saya sudah menikah dan saya sangat
mencintai suami saya!” tegur Gia sambil meninggalkan Pak Kevin yang terus memanggil-manggil namanya.
Gia mengusap air matanya dan kembali ke kamarnya.
***(di Kamar)
Gia melihat suaminya yang masih duduk-duduk santai di sofa,
Gia berusaha menunjukkan raut wajah yang biasa-biasa aja agar suaminya tidak curiga padanya.
Gia kembali duduk di samping suaminya yang sedang fokus
memainkan ponselnya.
“Sini aku suapin,” tutur Gia sambil membuka sekotak salad.
“Nggak usah! Tiba-tiba aku gak nafsu makan!” ucap Naufal
dengan memperlihatkan jelas kekesalannya pada Gia.
“Kok gitu? Aku salah apalagi?” tanya Gia dengan menutup
kembali saladnya.
Naufal berdiri dari sofa yang tadi telah di duduki nya.
“Kamu masih tanya salah kamu apalagi? Jelas-jelas tadi kamu
sama selingkuhan kamu di depan rumah!” ucap Naufal.
Gia langsung berfikir bahwa selingkuhan yang dimaksud Naufal
__ADS_1
adalah Pak Kevin.
“Astagfirullah Fal, aku gak pernah ya selingkuh dari kamu,”
bantah Gia.
“Udah lah Gi, selama ini kamu pura-pura kan kalo kamu cinta
sama aku, ya kan?” ucap Naufal.
“Aku sadar Gi, aku pernah buat kesalahan besar sama kamu,
tapi bukan begini Gi cara kamu balas kesalahan aku,” kata Naufal di depan muka Gia.
“Terserah kamu deh! Aku tuh bingung sama kamu, semua orang nyalahin aku, bahkan suamiku sendiri juga nyalahin aku, kamu itu salah paham Fal,” rayu Gia.
“Salah paham apa lagi Gi? Terlihat jelas di depan mata
kepala aku, Siapa? Si Kevin itu bilang kalo dia cinta sama kamu, emangnya aku gak tau, panas Gi telinga aku denger kalimat itu,” ucap Naufal.
“Kamu gak usah marah-marah dulu gitu dong, tanyain dulu ke
aku, jangan asal marah-marah gini,” ucap Gia.
“Ya wajarlah aku marah sama kamu! Aku berhak cemburu sama kamu! Aku kayak gini, karena aku cinta Gi sama kamu,” ceplos Naufal.
“Apa kamu bilang? Coba ucapkan kembali” tanya Gia lagi
karena tidak menyangka bahwa Naufal akhirnya mengatakan hal yang sudah di nanti-nanti oleh Gia.
Mata Gia berkaca-kaca saat itu, Gia berdiri mendekati
suaminya, Gia memeluk suaminya, Gia menangis di pundak Naufal.
“Aku seneng kamu bilang gini sama aku, ini yang selama ini
aku harapin dari kamu Fal,” ucap Gia sambil menangis bahagia.
“Kamu jangan marah, kamu salah paham,” tutur Gia
sambil melepas pelukannya.
“Pak Kevin itu dulu dosen aku, memang beliau pernah
mencintaiku sampai saat ini, dan pasienku adalah tunangan beliau, dulu kita sempet hanya sekedar deket gak lebih, aku gak pernah merasa jatuh cinta pada beliau, dulu aku hanya kagum saja dengan sikap beliau,” ucap Gia.
“Terus ngapain dia kesini lagi?” tanya Naufal yang masih
marah.
“Ya aku gak tau lah, aku aja kaget kemaren waktu kenal sama Meira, eh ternyata Meira itu tunangannya Pak Kevin, ini semua takdir loh Fal, kamu gak boleh sepihak nyalahin aku, Meira ataupun Pak Kevin,” tutur Gia.
“Kamu gak usah berfikir yang macem-macem sama aku, aku
bakalan tetep sama kamu, aku gak pernah dendam ataupun benci sama kamu, meskipun kamu pernah berlaku tak adil padaku, bagaimana pun kamu, kamu tetep
suamiku,” kata Gia yang sedikit meluluhkan hati Naufal.
__ADS_1
Naufal meraih kedua tangan Gia, Naufal menggenggam kedua
tangan Gia.
“Janji ya kamu bakalan terus sama aku? Kamu gak akan
ninggalin aku?” tanya Naufal.
Gia hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada suaminya.
“Maafin aku ya,” ucapan maaf Naufal.
“Nggak papa Fal,” jawab Gia.
“Makasih ya Gi, udah bisa buat aku jatuh cinta sama kamu,
pokoknya kita harus saling terbuka ya, jangan ada salah paham lagi diantara kita,” tutur Naufal sambil mengelus-elus kepala Gia.
“Kamu juga jangan ngambek-ngambek lagi sama aku, kalo ada
masalah kita omongin baik-baik, baik aku ataupun kamu,” tutur Naufal lagi.
“Aku harap kamu selalu sabar memahami sifatku Fal, aku hanya perempuan biasa yang hanya ingin di manja saja, memang kadang kala aku bawel sama kamu, tapi aku hanya ingin lebih diperhatikan olehmu,” ucap Gia sambil menangis di
depan tatapan manis Naufal.
“Maaf Gi, jika selama ini aku belum pernah sedikit pun peka terhadap apa yang kamu mau, tapi yang harus kamu ingat, aku akan selalu usahakan itu, demi kita,” kata Naufal.
Naufal menarik tubuh Gia dan memeluknya erat seperti benar-benar tak ingin kehilangan Gia.
"Makasih ya Sayang, aku mencintaimu," kata Naufal lirih di pundak Gia.
Gia semakin erat memeluk Naufal.
“Atas semua kesalahan aku sama kamu, aku janji, aku akan
kasih sesuatu buat kamu yang gak bakal bisa kamu lupain seumur hidup kamu,” ucap Naufal.
Gia melepaskan pelukannya tapi tangan Gia masih melingkar di pinggang Naufal.
“Sesuatu? Apa?” tanya Gia heran sambil mengernyitkan kedua alisnya.
“Ada lah, nanti lihat saja, mending sekarang kita tidur ya
Sayang,” tutur Naufal dengan senyum yang terlihat jelas lesung pipinya.
“Baiklah,” jawab Gia sambil tersenyum.
Bersambung..........
Buat memenuhi request dari beberapa readers hari ini up 2 episode sekaligus.🖤
Jangan lupa banyak-banyak comment dan vote nya ya.
undang temen kalian buat baca novel ini😁🙏
Terima kasih untuk kritik dan sarannya...
__ADS_1