
Setelah Gia turun dari mobil, Gia dan Naufal langsung masuk karena penasaran siapa tamu mereka.
"Assalamu'alaikum," salam Gia dan Naufal.
"Wa'alaikumsalam, Uncle, Aunty," jawab Jihan.
Jihan langsung berlari memeluk Naufal. Naufal mengelus-elus rambut Jihan.
"Kirain tadi siapa Non, itu mobil di depan mobil siapa Non?" tanya Naufal.
"Mobil Mama Uncle," jawab Jihan.
"Mobil Mama kamu baru Non?" tanya Naufal lagi.
"Iya Uncle," ucap Jihan.
"Mama kamu kemana Jihan?" sahut Gia.
"Masih ke kamar mandi tadi Aunty," kata Jihan.
"Aunty malam ini Jihan menginap disini ya, semalam aja Aunty, kan Jihan besok libur," rayu Jihan.
"Boleh ya Aunty," rayu Jihan lagi.
Gia menghampiri Jihan. Dan jongkok di samping Jihan.
"Boleh Jihan, meskipun seminggu, sebulan, pasti boleh," kata Gia.
Jihan menoleh ke arah Mamanya yang berjalan menuju arah mereka.
"Itu Mama," tunjuk Jihan.
Gia dan Naufal langsung menyalami Mama Jihan.
"Maaf ya, Jihan akan merepotkan kalian untuk semalam, karena dia sangat ingin tidur bersama Unclenya," ucap Mama Jihan.
"Iya Mbak, nggak papa, kita nggak keberatan sama sekali, ya kan Gi?" ujar Naufal.
Gia hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada mereka.
Mereka bercengkrama dan saling bercerita satu sama lain.
Sampai tak terasa adzan berkumandang, Gia dan Naufal berpamitan untuk ke atas dan mandi.
Setelah mereka mandi, mereka melaksanakan sholat bersama di mushola kecil dalam rumahnya.
Beberapa menit mereka selesai sholat, Mama Jihan berpamitan untuk pulang.
"Titip anak ku ya, aku mau pulang dulu, ini ada meeting di rumah," pamit Mama Jihan.
"Jihan kamu jangan nakal sama Aunty dan Uncle ya, Mama pamit dulu," tutur Mama Jihan pada anaknya.
"Iya Mama," kata Jihan.
Naufal dan Gia mengantarkan Mama Jihan ke depan halaman rumah mereka.
"Pulang dulu ya, Assalamu'alaikum," salam Mama Jihan dalam mobilnya.
"Wa'alaikumsalam," jawab Naufal, Gia dan Jihan bersamaan.
Mobil Mama Jihan keluar dari halaman rumah mereka.
"Asyik malam ini bisa tidur sama Uncle sama Aunty," ucap Jihan yang kegirangan.
"Masuk dulu yuk, di luar dingin, ini juga sepertinya mau hujan Mas," tutur Gia sambil melihat langit malam.
Naufal dan Gia menggandeng tangan kanan dan kiri Jihan.
Mereka berjalan menaiki anak tangga menuju kamar mereka.
***(di Kamar)
Jihan langsung mengajak Naufal dan Gia untuk nonton TV kartun kesukaan Jihan.
"Jihan tadi udah makan?" tanya Gia.
"Udah Aunty," jawab Jihan.
"Habis ini kita makan lagi ya Non," tutur Naufal.
Jihan hanya menganggukkan kepalanya sambil fokus melihat acara TV.
Naufal menyentil lengan Gia dari belakang Jihan.
Gia mengangkat dagunya memberi kode pada Naufal. Dan mendekatkan telinganya pada Naufal.
"Serasa lengkap banget ya," bisik Naufal.
Gia yang mendengar bisikan Naufal mengedipkan matanya dan membulatkan bibirnya.
__ADS_1
"Emm...mm iya," kata Gia.
Naufal memeluk Jihan dari belakangnya.
Mereka menikmati kebersamaan di dalam kamarnya.
Beberapa jam kemudian.
"Mas, makan dulu," ajak Gia.
"Non, kita ke bawah dulu ya, kita makan dulu Non," perintah Naufal.
Jihan langsung turun dari ranjang kasur mereka begitu juga Gia dan Naufal.
Mereka bertiga berjalan menuruni anak tangga menuju ruang makan.
***(di Ruang Makan)
"Kok sepi Mas," ucap Gia.
"Udah tidur semua mungkin Gi," kata Naufal.
Gia berjalan ke arah dapur untuk mengambil makanan yang akan di santapnya malam ini, dan Gia membawanya ke meja Makan, ada 3 menu makan malam.
Gia berjalan ke kamar Bi Sarah.
Tok...tok.....tok.
Gia mengetuk pintu kamar Bi Sarah, dan malah Pak Rusdi yang membuka nya.
"Ada apa Mbak Gia?" tanya Pak Rusdi.
"Bapak sama Bi Sarah makan malam dulu, ayo," ajak Gia.
"Sebentar Mbak, Saya bangunin Bibi dulu," kata Pak Rusdi.
"Iya Pak, jangan sampe gak makan loh," ucap Gia yang sangat perhatian pada mereka.
Pak Rusdi membuka lebar kamarnya dan Gia melihat Bi Sarah yang tengah tidur pulas.
Pak Rusdi membangunkan Bi Sarah, dan Bi Sarah kaget melihat Gia yang berdiri di depan kamarnya.
"Astagfirullah, maaf Mbak, Bibi ketiduran," kata Bi Sarah yang langsung menyahut kerudungnya dan menghampiri Gia.
"Mbak maafin Bibi ya belum menyiapkan makan malam di meja," kata Bi Sarah.
Akhirnya mereka berjalan menuju ruang makan.
Disana sudah terlihat Pak Joko, Naufal dan juga Jihan.
"Mari makan semuanya," ucap Naufal.
Mereka langsung menyantap makan malamnya.
Setelah mereka selesai makan, Gia dan Naufal pamit untuk ke atas.
"Bi, Gia ke atas ya," pamit Gia.
"Iya Mbak," jawab Bi Sarah.
Gia dan Naufal dengan menggandeng Jihan berjalan menuju kamarnya.
****(di Kamar)
"Mas, kita sholat dulu ya," ucap Gia.
"Non, sana kamu wudhu dulu sama Aunty," perintah Naufal.
"Nggak mau Uncle, kita wudhunya bertiga aja biar sama-sama," ucap manja Jihan.
"Ya udah baiklah Non," kata Naufal yang menuruti keponakannya.
Setelah mereka mengambil air wudhu, Gia langsung memakaikan mukenah pada Jihan dan menyiapkan 3 sajadah untuk mereka.
Setelah mereka sholat, Gia langsung mengajak Jihan untuk tidur bersamanya.
"Jihan, kamu ganti baju tidur dulu ya Nak kayak Aunty," tutur Gia.
"Iya Aunty," ucap Jihan yang langsung mengganti bajunya.
Gia mengajak Jihan untuk membersihkan kakinya sebelum tidur dan mencuci mukanya.
"Jihan sayang banget ya sama Uncle?" tanya Gia.
"Jihan sayang banget sama Uncle Aunty," jawab Jihan.
"Pantesan Naufal sangat sayang juga sama Jihan," gumam dalam hati Gia.
"Uncle baik ya sama Jihan?" tanya Gia lagi sambil mencucikan tangan Jihan.
__ADS_1
"Uncle baik banget sama Jihan, dulu Uncle sering sekali bermain-main sama Jihan dan Mama," rengek Jihan.
"Kasihan kamu Jihan, gara-gara aku, kamu terjarak dengan Naufal," gumam dalam hati Gia lagi.
Gia menggandeng tangan Jihan lalu berjalan menuju kasur yang sepertinya disana sudah tampak Naufal yang merebahkan tubuhnya.
"Sini Non," perintah Naufal sambil menepuk-nepuk kasurnya.
Jihan langsung menuruti kata Naufal.
"Sebelum tidur kita do'a dulu Non," tutur Naufal.
Gia senang sekali melihat kebahagiaan mereka.
Gia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka, karena seperti yang diperkirakan Gia, bahwa diluar sedang hujan lebat disertai petir.
Duaaaaarrr.......
"Astagfirullah," ucap spontan Gia yang takut dengan suara petir.
Naufal langsung melihat ke arah Gia, Naufal tau bahwa Gia sedang sangat takut saat ini.
"Uncle," panggil Jihan.
"Iya Non? Kenapa?" tanya Naufal.
"Kapan Uncle jadi Papa Noni," ceplos Jihan.
Deeeeeggg....
Gia dan Naufal langsung saling menatap. Gia kaget mendengar celoteh Jihan.
"Emmmm.....mmm gini Non, Uncle sama Aunty kan sudah menikah seperti Papa dan Mama Noni dulu, jadi sekarang Uncle sudah menjadi Papa Noni dan Aunty Gia sudah menjadi Mama Noni," tutur Naufal dengan sangat halus pada Gia.
Naufal menyenggol kaki Gia dalam selimut mereka.
"Iii.....iya Jihan, jadi Jihan bisa menganggap kita sebagai orang tua Jihan juga," tutur Gia.
Jihan tersenyum pada mereka, dan mencium pipi Naufal lalu mencium pipi Gia.
"Sekarang, Noni tidur ya," tutur Naufal lagi.
Naufal membujuk Jihan agar segera tidur, sementara Gia sangat ketakutan dengan petir yang sedari tadi bergemuruh.
"Kasihan Gia, pasti dia takut, tapi sengaja sok kuat karena ada Jihan, dasar kamu Gi, hehehe," gumam dalam hati Naufal.
Setelah beberapa menit akhirnya Naufal berhasil membuat Jihan tertidur.
Naufal menyentil lengan Gia yang tidur membelakanginya.
Gia langsung membalikkan tubuhnya.
"Apa?" ucap Gia lirih.
"Geser sana," perintah Naufal.
"Kamu mau ngapain?" tanya Gia lirih.
"Tidur di samping kamu lah, ya kali aku tidur jauh-jauh dari kamu," ucap Naufal yang tak ingin istrinya ketakutan.
"Udah gak papa disitu aja," ucap Gia yang sok gak takut.
"Gak mau, aku harus di samping kamu Gi, titik," kata Naufal.
Gia langsung menggeser tubuhnya, pelan-pelan Naufal berpindah tempat di samping Gia, jadi sekarang Gia yang ada di tengah-tengah mereka.
Duaaaarrrr.......
Gia menutup telinganya.
Naufal langsung memeluk Gia.
"Sini, kamu nggak usah takut lagi, aku ada di samping kamu," tutur Naufal yang pelan-pelan meraih tangan Gia yang menutupi telinganya.
Gia merasa aman sekarang. Karena Naufal yang mendekap tubuhnya, dan Gia memeluk Jihan.
"Aku tau Gi, sebenarnya kamu takut," gumam Naufal.
Akhirnya mereka tidur sangat pulas.
Bersambung......
Terima kasih untuk Kakak semuanya yang sudah sangat setia menemani Author.๐ค
Terima kasih sudah memberi masukan untuk Author.๐ค
Jangan lupa like, komen dan vote nya yang banyak banyak banyak ya๐๐
Tunggu episode selanjutnya readers yang dibuat baper. Heheheh๐
__ADS_1