
Episode 248
*Di Rumah
Sepulang Mas Naufal dari Rumah Sakit Aku sudah tidak kuat
lagi menahan pertanyaan yang harus kutanyakan ke Mas Naufal.
“Mas, Aku mau tanya ke kamu?” tanyaku judes.
“Aku tadi ke Rumah Sakit mau kasih kamu Surprise, karena
beberapa hari ini kamu berubah, diemin aku, gak mau ngomong sama aku,
seakan-akan kita itu berjarak Mas, dan aku nggak tau kenapa kamu gitu sama aku,
aku rasain ini semenjak kamu pulang dari Singapura, dan tadi aku nggak sengaja
dengar kamu ngobrol sama Pak Bastian, kata-kata terakhir yang aku dengar adalah
“Kenapa harus Gia?” itu yang keluar dari mulut Pak Bastian Mas,” ucapku dengan
tegas dan menatap kedua mata Mas Naufal.
Mas Naufal terdiam melihat aku dengan raut wajahnya yang
khawatir.
“Aku tau Mas, aku udah merasa ada yang Mas sembunyiin dari
aku, tapi Mas gak bilang sama aku,” ucapku dengan bibir gemetar.
“Kenapa Mas? Bilang ke Aku Mas, supaya aku bisa perbaiki,
mungkin ada yang salah dari aku yang aku pun sendiri nggak tau Mas, bilang Mas
ke aku!!” tekanku pada suamiku itu.
“Aku capek kamu diemi aku capek Mas, dan aku gak bisa, aku
kangen kamu yang dulu yang hangat,” ucapku dengan tangisku.
“Oke aku cerita ke kamu,” ucap Mas Naufal dengan mata mulai
memerah.
“Aku akan cerita ke kamu apa yang aku alami dan aku juga
akan jawab pertanyaan-pertanyaan mu,” ucap Mas Naufal.
“Aku, Naufal suamimu telah melakukan kesalahan kepada Gia
istrinya, anak perempuan yang sangat Papa sayangi dan cintai serta sangat dia
banggakan dan bahagiakan,” ucapnya dengan mata berkaca”
“Aku nggak tau Gi harus mengawali cerita ini dari mana,
karena aku sendiri kenapa aku harus seperti ini, sebelumnya aku minta maaf ke
kamu Gi, aku udah nyiksa kamu akhir” ini, aku nggak mau Gi kita kayak gini Gi,
tapi aku merasa bersalah ke kamu, aku bingung harus gimana ke kamu,”
“Pada saat aku di Singapore aku ketemu sama temenku SMA, dan
dia cerita ke aku saat-saat kita di SMA dulu, akhirnya aku flashback dan semua
kenangan-kenangan SMA seakan-akan tampak di depan mataku Gi, dan pada saat itu
aku langsung teringat dengan dia yang sudah kubeci,”
“Dia? Maksud kamu dia siapa Mas?!!! Vela maksud kamu??”
tanyaku.
Mas Naufal menganggukkan kepalanya.
“Astagfirullah Massss, apalagi ini Mas?” ucapku.
“Aku nggak tau Gi selama di Singapura aku teringat terus
sama Vela, aku melawan dan melawan, bahkan aku sholat Gi, aku minta ke Allah
agar Vela hilang dari otakku ini, Aku sudah sangat membencinya Gi, tapi aku
nggak tau saat itu kenapa aku teringat dia dan aku ingin sekali tau keadaanya,”
“Akhirnya temanku yang masih punya kontak Vela menghubungi
Vela, dan di layar HP itu kita bercanda dan saling menimpal senyum satu sama
lain, aku salah Gi aku salah telah mengingatnya lagi, aku udah memaksa diriku
biar aku nggak kepikiran Vela lagi, apalagi kamu pasti juga tau keadaan Vela
yang sekarang, ada rasa kasihan ke Vela Gi, jadi selama 10 hari di Singapura
aku mengakui kalau aku mengkhianati kamu Gi, aku ingkar oleh janji-janjiku ke
kamu dan ke Papa Gi,” Mas Naufal berkata dengan tangisan penuh penyesalan.
Mendengar penjelasan Mas Naufal hatiku sangat sakit.
__ADS_1
“Dan saat pulang, aku merasa sangat menyesal dan bersalah ke
kamu Gi, aku nggak tau mau cerita ke kamu bagaimana, aku stress Gi aku takut
sama kamu, aku takut setelah kamu tau, pernikahan kita hancur dan kamu sedih,
aku terus kepikiran setiap detik, setiap jam aku mikir gimana cara menghapus
salahku saat aku di Singapura tanpa membuatmu bersedih Gi, aku diam bukan
karena aku sudah tidak lagi cinta sama kamu Gi, tapi aku merasa sangat berdosa
ke kamu Gi, huhuhuhu,”
“Hukum aku Gi, hukum aku,”
“Tampar aku Gi jika kau mau,” ucapnya sambil menangis dan
bersujud di depanku.
“Aku nggak tau Mas, apa yang harus ku katakan sama Mas,”
ucapku dengan tangisan rasa kecewa.
“Mas kenapa tega seperti itu sama aku,”
Aku langsung berlari meninggalkan Mas Naufal untuk menangkan
diriku di kamar Abay. Aku sangat terpukul mendengar ini.
*Di Kamar Abay
“Ya Allah, kenapa masa lalu ini tetap menjadi sumber
permasalahan kami berdua Ya Allah, tolong ajari aku untuk lebih tabah dan kuat
Ya Allah, Huhuhuhu,” ucapku dalam hati.
Aku terus hingga tertidur.
Dan tepat di sepertiga malam, ku ambil sajadah untuk sholat
memohon petunjuk kepada Tuhanku yang Esa.
“Ya Rab, Ya Rohman Ya Rohim, cobaan apa yang telah engkau
berikan ke kami Ya Allah, ku terima dengan ikhlas, Hamba mohon kokohkan hatiku
ini Ya Allah Huhuhu, jadikan Hamba istri yang lebih baik dan pandai
membahagiakan suami Hamba Ya allah, ampunilah suami Hamba Ya Allah, Hamba
sangat mencintainya melebihi diri Hamba sendiri, aku ikhlas memaafkannya Ya
tidak meninggalkan suami Hamba Ya Allah, Enkau yang Maha Esa Ya Allah,
berikanlah jalan keluar untuk masalah kami ini, kuatkan hati saling cinta
diantara kami berdua Ya Allah, Ammiin Ammin Aminn”
Keesokan harinya, aku menemui Mas Naufal di kamarnya.
“Pagi Mas,” ucapku dengan mata sembab.
Aku melihat Mas Naufal masih berbaring di ranjang kamarya.
Aku melihatnya tengah menangis dan sepertinya semalaman Mas Naufal
tidak tidur.
Ku buka gorden yang mengelilingi kamar kita itu.
Mas Naufal terus menangis dengan pandangan mata kosong, ku
elus kening dan kepala Mas Naufal untuk sedikit menenangkannya.
“Mas Naufal,” ucapku.
“Suamiku Sayang,” kataku dengan mata berkaca-kaca karena aku
sangat sedih melihatnya seperti ini.
“Aku memaafkanmu Mas, aku sangat mencintaimu,” kataku lalu
memeluknya.
“Dan sangat mencintaimu Mas, aku minta jawaban ke Allah Mas
untuk kita, tapi jawaban itu tetap aku tidak bisa meninggalkanmu, aku minta
maaf selama ini aku masih banyak kurangnya sebagai seorang istri, maaf jika aku
bukan istri yang kamu idamkan, ini bukan saja salahmu Mas, tapi aku juga akan
terus memperbaiki, aku akan tetap mencintaimu sampai akhir hayat hidupku Mas,
aku hanya punya cinta yang seluruh cinta ini sudah untukmu, aku hanya punya
itu.”
“Kamu sudah cukup sangat membahagiakan buat aku dan buat
hidupku yang sebenarnya tidak berwarna dulu, terimakasih Mas, kamu sudah mau
__ADS_1
mengakui dan mencintaiku hingga detik ini, terimakasih kamu sudah berusaha
untuk setia padaku, terimakasih kamu sudah mau melawan semua rasa mu kepada
dia,”
“Aku Gia Azimaika sangat mencintai Naufal, suamiku yang
selalu aku rindukan di setiap harinya,” kataku.
Mas Naufal langsung membalas pelukanku.
“Gia, maafkan Mas yang sudah membuatmu kecewa dan menggores
luka di hatimu lagi, yang sangatt jarang ada waktu untukmu, sering ninggalin
kamu demi kerjaan Mas, saking sayangnya Mas ke kamu, Mas selalu ingin buat kamu
bahagia Gi, karena Mas tidak mau kalah dengan Papa dulu yang selalu bisa buat
kamu bahagia, Mas yang gantiin Papa sekarang yang sudah pergi, Maafin Mas ya
Gi, Mas sangat cinta sama kamu, Mas cinta sama kamu Gi, maafkan Mas yang selalu
mementingkan kerjaan Mas,” ucapnya.
“Aku ikhlas memaafkan Mas, semua itu ada masanya Mas, semua
itu punya waktu, atas kejadian ini, aku tidak sepenuhnya menyalahkan Mas
Naufal, karena Mas Naufal juga sudah mencoba melawan itu semua, izinkan Gia
untuk selalu mencintai Mas Naufal dan untuk tidak meninggalkan Mas ya, Gia akan
selalu nemenin Mas Naufal apapun yang terjadi dan gimanapun keadaannya, Gia
kangen tiap kali Mas pergi kerja ninggalin Gia, Gia nggak bisa tanpa Mas,”
kataku dan semakin erat memeluknya.
“Ya Allah, aku tidak tau mengapa aku sangat mencintai pria
yang tengah ada di pelukanku ini Ya Allah, izinkan aku memberikan semua cinta
yang ada di hidupku untuknya Ya Allah, karena pria ini sangat baik kepadaku Ya
Allah, Ya Allah titip Mas Naufal untuk selalu Kau lindungi disetiap langkahnya,
aku sangat baagia jika melihatnya tersenyum, kapanpun dan dimanapun Hamba
sangat merindukannya,” kataku dalam hati.
Dari jendela Mentari telah mengintip dan ikut tersenyum atas
kebahagiaan kita Pagi ini.
Untuk Mas NAufal :
Hai Dr Naufal, aku sangat mencintaimu.
Terimakasih sudah pandai membuatku bahagia,
Terimakasih sudah mau membuat kisah dalam hidupku ini.
Aku sangat beruntung memilikimu, semoga kita berjodoh di
dunia maupun di akhirat.
Terimakasih sudah sekaligus bisa seperti Papa.
Hanya cinta ini yang bisa ku berikan kepadamu.
Cinta dari Gia, untukmu Naufal.
Sejauh apapun kamu pergi, Gia tetap untukmu untuk menunggu
dan merindukanmu.
Tamat……………….
Pasti banyak yang tau bagaimana Gia mencintai Naufal? Dan secinta
apa Gia ke Naufal?
Yang selalu baca dari episode 1 hingga episode terakhir ini
pasti tau.
Gia pamit dulu ya, Gia sudah hidup bahagia sekarang dengan
Dr Naufal.
Selalu doakan mereka ya Guys, agar mereka selalu diberkahi
dan dikabulkan semua apa yang mereka impi”kan. Salam hangat dari Dr Gia &
Dr Naufal untuk kalian. Love Youuuu much more..
Terimakasih banyak yang sudah sangat mendukung untuk Novel
ini.
Semoga Author bisa kasih cerita lain yang berbeda dan lebih
__ADS_1
menarik lagi.