Cinta dari GIA

Cinta dari GIA
Episode 250 (Tamat)


__ADS_3

Episode 248


*Di Rumah


Sepulang Mas Naufal dari Rumah Sakit Aku sudah tidak kuat


lagi menahan pertanyaan yang harus kutanyakan ke Mas Naufal.


“Mas, Aku mau tanya ke kamu?” tanyaku judes.


“Aku tadi ke Rumah Sakit mau kasih kamu Surprise, karena


beberapa hari ini kamu berubah, diemin aku, gak mau ngomong sama aku,


seakan-akan kita itu berjarak Mas, dan aku nggak tau kenapa kamu gitu sama aku,


aku rasain ini semenjak kamu pulang dari Singapura, dan tadi aku nggak sengaja


dengar kamu ngobrol sama Pak Bastian, kata-kata terakhir yang aku dengar adalah


“Kenapa harus Gia?” itu yang keluar dari mulut Pak Bastian Mas,” ucapku dengan


tegas dan menatap kedua mata Mas Naufal.


Mas Naufal terdiam melihat aku dengan raut wajahnya yang


khawatir.


“Aku tau Mas, aku udah merasa ada yang Mas sembunyiin dari


aku, tapi Mas gak bilang sama aku,” ucapku dengan bibir gemetar.


“Kenapa Mas? Bilang ke Aku Mas, supaya aku bisa perbaiki,


mungkin ada yang salah dari aku yang aku pun sendiri nggak tau Mas, bilang Mas


ke aku!!” tekanku pada suamiku itu.


“Aku capek kamu diemi aku capek Mas, dan aku gak bisa, aku


kangen kamu yang dulu yang hangat,” ucapku dengan tangisku.


“Oke aku cerita ke kamu,” ucap Mas Naufal dengan mata mulai


memerah.


“Aku akan cerita ke kamu apa yang aku alami dan aku juga


akan jawab pertanyaan-pertanyaan mu,” ucap Mas Naufal.


“Aku, Naufal suamimu telah melakukan kesalahan kepada Gia


istrinya, anak perempuan yang sangat Papa sayangi dan cintai serta sangat dia


banggakan dan bahagiakan,” ucapnya dengan mata berkaca”


“Aku nggak tau Gi harus mengawali cerita ini dari mana,


karena aku sendiri kenapa aku harus seperti ini, sebelumnya aku minta maaf ke


kamu Gi, aku udah nyiksa kamu akhir” ini, aku nggak mau Gi kita kayak gini Gi,


tapi aku merasa bersalah ke kamu, aku bingung harus gimana ke kamu,”


“Pada saat aku di Singapore aku ketemu sama temenku SMA, dan


dia cerita ke aku saat-saat kita di SMA dulu, akhirnya aku flashback dan semua


kenangan-kenangan SMA seakan-akan tampak di depan mataku Gi, dan pada saat itu


aku langsung teringat dengan dia yang sudah kubeci,”


“Dia? Maksud kamu dia siapa Mas?!!! Vela maksud kamu??”


tanyaku.


Mas Naufal menganggukkan kepalanya.


“Astagfirullah Massss, apalagi ini Mas?” ucapku.


“Aku nggak tau Gi selama di Singapura aku teringat terus


sama Vela, aku melawan dan melawan, bahkan aku sholat Gi, aku minta ke Allah


agar Vela hilang dari otakku ini, Aku sudah sangat membencinya Gi, tapi aku


nggak tau saat itu kenapa aku teringat dia dan aku ingin sekali tau keadaanya,”


“Akhirnya temanku yang masih punya kontak Vela menghubungi


Vela, dan di layar HP itu kita bercanda dan saling menimpal senyum satu sama


lain, aku salah Gi aku salah telah mengingatnya lagi, aku udah memaksa diriku


biar aku nggak kepikiran Vela lagi, apalagi kamu pasti juga tau keadaan Vela


yang sekarang, ada rasa kasihan ke Vela Gi, jadi selama 10 hari di Singapura


aku mengakui kalau aku mengkhianati kamu Gi, aku ingkar oleh janji-janjiku ke


kamu dan ke Papa Gi,” Mas Naufal berkata dengan tangisan penuh penyesalan.


Mendengar penjelasan Mas Naufal hatiku sangat sakit.

__ADS_1


“Dan saat pulang, aku merasa sangat menyesal dan bersalah ke


kamu Gi, aku nggak tau mau cerita ke kamu bagaimana, aku stress Gi aku takut


sama kamu, aku takut setelah kamu tau, pernikahan kita hancur dan kamu sedih,


aku terus kepikiran setiap detik, setiap jam aku mikir gimana cara menghapus


salahku saat aku di Singapura tanpa membuatmu bersedih Gi, aku diam bukan


karena aku sudah tidak lagi cinta sama kamu Gi, tapi aku merasa sangat berdosa


ke kamu Gi, huhuhuhu,”


“Hukum aku Gi, hukum aku,”


“Tampar aku Gi jika kau mau,” ucapnya sambil menangis dan


bersujud di depanku.


“Aku nggak tau Mas, apa yang harus ku katakan sama Mas,”


ucapku dengan tangisan rasa kecewa.


“Mas kenapa tega seperti itu sama aku,”


Aku langsung berlari meninggalkan Mas Naufal untuk menangkan


diriku di kamar Abay. Aku sangat terpukul mendengar ini.


*Di Kamar Abay


“Ya Allah, kenapa masa lalu ini tetap menjadi sumber


permasalahan kami berdua Ya Allah, tolong ajari aku untuk lebih tabah dan kuat


Ya Allah, Huhuhuhu,” ucapku dalam hati.


Aku terus hingga tertidur.


Dan tepat di sepertiga malam, ku ambil sajadah untuk sholat


memohon petunjuk kepada Tuhanku yang Esa.


“Ya Rab, Ya Rohman Ya Rohim, cobaan apa yang telah engkau


berikan ke kami Ya Allah, ku terima dengan ikhlas, Hamba mohon kokohkan hatiku


ini Ya Allah Huhuhu, jadikan Hamba istri yang lebih baik dan pandai


membahagiakan suami Hamba Ya allah, ampunilah suami Hamba Ya Allah, Hamba


sangat mencintainya melebihi diri Hamba sendiri, aku ikhlas memaafkannya Ya


tidak meninggalkan suami Hamba Ya Allah, Enkau yang Maha Esa Ya Allah,


berikanlah jalan keluar untuk masalah kami ini, kuatkan hati saling cinta


diantara kami berdua Ya Allah, Ammiin Ammin Aminn”


Keesokan harinya, aku menemui Mas Naufal di kamarnya.


“Pagi Mas,” ucapku dengan mata sembab.


Aku melihat Mas Naufal masih berbaring di ranjang kamarya.


Aku melihatnya tengah menangis dan sepertinya semalaman Mas Naufal


tidak tidur.


Ku buka gorden yang mengelilingi kamar kita itu.


Mas Naufal terus menangis dengan pandangan mata kosong, ku


elus kening dan kepala Mas Naufal untuk sedikit menenangkannya.


“Mas Naufal,” ucapku.


“Suamiku Sayang,” kataku dengan mata berkaca-kaca karena aku


sangat sedih melihatnya seperti ini.


“Aku memaafkanmu Mas, aku sangat mencintaimu,” kataku lalu


memeluknya.


“Dan sangat mencintaimu Mas, aku minta jawaban ke Allah Mas


untuk kita, tapi jawaban itu tetap aku tidak bisa meninggalkanmu, aku minta


maaf selama ini aku masih banyak kurangnya sebagai seorang istri, maaf jika aku


bukan istri yang kamu idamkan, ini bukan saja salahmu Mas, tapi aku juga akan


terus memperbaiki, aku akan tetap mencintaimu sampai akhir hayat hidupku Mas,


aku hanya punya cinta yang seluruh cinta ini sudah untukmu, aku hanya punya


itu.”


“Kamu sudah cukup sangat membahagiakan buat aku dan buat


hidupku yang sebenarnya tidak berwarna dulu, terimakasih Mas, kamu sudah mau

__ADS_1


mengakui dan mencintaiku hingga detik ini, terimakasih kamu sudah berusaha


untuk setia padaku, terimakasih kamu sudah mau melawan semua rasa mu kepada


dia,”


“Aku Gia Azimaika sangat mencintai Naufal, suamiku yang


selalu aku rindukan di setiap harinya,” kataku.


Mas Naufal langsung membalas pelukanku.


“Gia, maafkan Mas yang sudah membuatmu kecewa dan menggores


luka di hatimu lagi, yang sangatt jarang ada waktu untukmu, sering ninggalin


kamu demi kerjaan Mas, saking sayangnya Mas ke kamu, Mas selalu ingin buat kamu


bahagia Gi, karena Mas tidak mau kalah dengan Papa dulu yang selalu bisa buat


kamu bahagia, Mas yang gantiin Papa sekarang yang sudah pergi, Maafin Mas ya


Gi, Mas sangat cinta sama kamu, Mas cinta sama kamu Gi, maafkan Mas yang selalu


mementingkan kerjaan Mas,” ucapnya.


“Aku ikhlas memaafkan Mas, semua itu ada masanya Mas, semua


itu punya waktu, atas kejadian ini, aku tidak sepenuhnya menyalahkan Mas


Naufal, karena Mas Naufal juga sudah mencoba melawan itu semua, izinkan Gia


untuk selalu mencintai Mas Naufal dan untuk tidak meninggalkan Mas ya, Gia akan


selalu nemenin Mas Naufal apapun yang terjadi dan gimanapun keadaannya, Gia


kangen tiap kali Mas pergi kerja ninggalin Gia, Gia nggak bisa tanpa Mas,”


kataku dan semakin erat memeluknya.


“Ya Allah, aku tidak tau mengapa aku sangat mencintai pria


yang tengah ada di pelukanku ini Ya Allah, izinkan aku memberikan semua cinta


yang ada di hidupku untuknya Ya Allah, karena pria ini sangat baik kepadaku Ya


Allah, Ya Allah titip Mas Naufal untuk selalu Kau lindungi disetiap langkahnya,


aku sangat baagia jika melihatnya tersenyum, kapanpun dan dimanapun Hamba


sangat merindukannya,” kataku dalam hati.


Dari jendela Mentari telah mengintip dan ikut tersenyum atas


kebahagiaan kita Pagi ini.


Untuk Mas NAufal :


Hai Dr Naufal, aku sangat mencintaimu.


Terimakasih sudah pandai membuatku bahagia,


Terimakasih sudah mau membuat kisah dalam hidupku ini.


Aku sangat beruntung memilikimu, semoga kita berjodoh di


dunia maupun di akhirat.


Terimakasih sudah sekaligus bisa seperti Papa.


Hanya cinta ini yang bisa ku berikan kepadamu.


Cinta dari Gia, untukmu Naufal.


Sejauh apapun kamu pergi, Gia tetap untukmu untuk menunggu


dan merindukanmu.


Tamat……………….


Pasti banyak yang tau bagaimana Gia mencintai Naufal? Dan secinta


apa Gia ke Naufal?


Yang selalu baca dari episode 1 hingga episode terakhir ini


pasti tau.


Gia pamit dulu ya, Gia sudah hidup bahagia sekarang dengan


Dr Naufal.


Selalu doakan mereka ya Guys, agar mereka selalu diberkahi


dan dikabulkan semua apa yang mereka impi”kan. Salam hangat dari Dr Gia &


Dr Naufal untuk kalian. Love Youuuu much more..


Terimakasih banyak yang sudah sangat mendukung untuk Novel


ini.


Semoga Author bisa kasih cerita lain yang berbeda dan lebih

__ADS_1


menarik lagi.


__ADS_2