Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Kamu cantik


__ADS_3

Kalen tersenyum saat melihat sang istri menghabiskan makanannya.Ia bersyukur jika nafsu makan sang istri tak terganggu meski Dea mengalami mual di pagi hari.Sebagai dokter ia tahu betul jika nafsu makan wanita hamil itu pasti akan mengalami penurunan tapi tidak dengan Dea.Ia akan memakan makanan apapun kecuali seafood,Kalen melarang keras sang istri mengkonsumsi makanan itu selama Dea hamil.


"Kenyang?",tanya Kalen saat melihat piring kosong Dea.


"Alhamdulillah Kak...,Kakak belum makan bukannya?",jawab Dea.


"Belum,tapi nanti saja belum lapar juga",ujar Kalen mengelus rambut panjang Dea yang menjadi kebiasaannya saat ini jika duduk berdampingan dengan sang istri.


"Aku buatkan,Kakak mau makan apa?",tanya Dea.


"Gak usah sayang...aku belum lapar.Nanti jika lapar aku bilang ke kamu",jawab Kalen tersenyum tipis.


"Oh ya sudah.Aku letakkan piring ini ke belakang dulu ya Kak",ujar Dea meraih piring kosongnya.


"Ya...pelan pelan.Oke",jawab Kalen.


"Ya..."


"Kalen..."


"Hmmmm...ya Pa",jawab Kalen menatap sang ayah.


"Dea bisa masak?",tanya Rendra.


Kalen menyunggingkan senyumannya."Bisa Pa...jago malah",jawab Kalen.


"Dan kamu mengizinkan dia memasak?",tanya Rendra yang cukup tertarik dengan kepribadian menantunya itu.


"Ya...selagi membuatnya nyaman dan tetap aku batasi karena saat ini dia hamil agar tak kelelahan",jawab Kalen.


"Saat kalian tinggal di apartemen dia yang masak?",tanya Rendra.


"Terkadang Pa,kadang kita masak bareng dan jika malas kita akan pesan makanan dari luar",jawab Kalen.


Sementara itulah didapur Dea mencuci bekas makanannya meski sudah dilarang oleh pelayan disana.


"Aduh Non...kita bisa kena marah jika Tuan muda tau Non melakukan pekerjaan ini di dapur",ujar pelayan dengan wajah panik takut Tuannya memergoki Dea melakukan pekerjaan, apalagi Tuannya mewanti wanti agar Dea tak melakukan pekerjaan rumah karena Dea sedang hamil muda.

__ADS_1


"Gak apa apa kok Bik,hanya mencuci satu buah piring dan gelas",jawab Dea santai.


"Tapi Non lagi hamil,Tuan muda melarang Non untuk melakukan pekerjaan rumah",ujar pelayan itu.


"Selesai...dan lihat aku tidak apa apa kan?",jawab Dea tersenyum lebar.


"Non... mending Non temani Tuan muda di depan",ujar pelayan itu.


"Iya Bik... aku tinggal ya",jawab Dea.


"Ya Non",jawab pelayan itu.


"Sari...Nona muda kita baik ya, ramah serta sopan",ujar salah satunya dari pelayan disana.


"Iya Moi...gak hanya Nona muda tapi seluruh keluarga disini baik dan tak pernah merendahkan kita walau kita hanya pelayan disini",jawab wanita bernama Sari itu.


"Iya kamu benar...wajar jika Tuan Muda bucin dengan Nona muda Dea.Sifatnya baik gitu serta gak banyak tingkah gitu",jawab wanita bernama Amoi.


"Sssttt... jangan bergosip, pekerjaanmu sudah selesai belum?",tanya Sari.


***


Dea sedang menikmati waktu santainya di pinggir kolam renang karena hari ini hari libur.Sedangjan sang suami masih tertidur pulas di dalam kamar.Meski kolam renangnya tidaklah luas karena kolam renangnya terdapat didalam kamar.


Kalen memang memiliki kolam renang pribadi di dalam kamarnya.Ia begitu menjaga privasinya,ia tak ingin tubuhnya dipandangi oleh pelayan yang ada dirumah jika sedang berenang, karena hampir keseluruhan pelayan mereka wanita.


Dea memainkan air dengan kakinya seraya bermain ponsel.


Byur


Dea terlonjak kaget saat tiba tiba saja seseorang melompat ke kolam renang."Kak... kaget tau", sungut Dea saat Kalen menghampirinya.


"Hahahaha...kenapa malamun, mikirin apa,hum?",kekeh Kalen menatap sang istri dari dalam kolam.


"Siapa yang melamun Kak,aku main game",ujar Dea.


"OOO...berenang yuk!",ujar Kalen.

__ADS_1


"Gak...aku belum terlalu bisa berenang Kak",jawab Dea.


"Kan ada aku",ujar Kalen menarik kaki Dea hingga wanita hamil itu terpekik keras.


"Kak... aku takut...", pekik Dea.


"Bukankah aku bilang aku pegangi",ujar Kalen memeluk pinggang Dea dengan begitulah erat sembari menikmati wajah panik Dea yang terlihat menggemaskan baginya dan tentunya cantik.


"Dera...",ujar Kalen lirih menyibak rambut Dea yang menutupi wajah cantik wanita itu dengan sebelah tangannya.


"Hmmmm",jawab Dea yang mengalihkan pandangannya karena tak kuasa ditatap demikian oleh sang suami.Ia benar benar salah tingkah dengan tatapan memuja Kalen padanya.


"Kamu cantik...",puji Kalen menarik dagu Dea hingga kembali menatapnya.


Dea tertunduk dengan muka yang bersemu merah.Ia malu dipuji oleh sang suami sedemikian.Karena menurutnya ia tak secantik itu.


"Dea..."


Dea mengangkat kepalanya dan Kalen langsung m****** bibir Dea.Ia tak bisa lagi menahan diri untuk tidak menyentuh sang istri yang yang terlihat begitu menggoda.Apalagi gaun tidur tipis yang digunakan membuat tubuh Dea terlihat jelas karena gaun itu sudah basah.


"Kak...", lirih Dea.


"Mau coba didalam air?",goda Kalen membuat muka Dea makin merah padam karena malu dan mengangguk pelan.


Melihat anggukkan Dea Kalen langsung kembali melancarkan aksinya pagi ini melakukan aktivitas panas mereka di dalam kolam renang.


S


K


I


P


...****************...


Bayangin sendiri aja ya...

__ADS_1


__ADS_2