
Faris berjalan menuju pos security dengan rahang yang mengetat."Mana pria brengsek itu?",tanya Faris dengan raut wajah datarnya menahan emosi yang siap meledak.
"Maaf Pak,kita selesaikan ini secara baik baik,kita--
"Jika adikmu atau kekasihmu diperlakukan dengan hal yang sama apakah kau akan bisa menyelesaikannya secara baik baik",ujar Faris dengan tatapan menusuk.
Faris menatap nyalang pria yang sudah tak berdaya itu.
"Aku sendiri yang akan menjebloskan dia ke penjara",ujar Faris.
"Pak...saya mohon ampuni saya,saya--
"Jelaskan nanti dikantor polisi",ujar Faris lalu menghubungi salah satu orang kepercayaan Kalen untuk mengurus semuanya karena ia harus memastikan keadaan Kaira baik baik saja.
"Pak...saya minta maaf atas tindakan tidak menyenangkan ini",ujar Manager restoran pada Faris.
"Ya...",jawab Faris.
Setelah menunggu setengah jam dua orang pria yang merupakan orang orang Kalen langsung membawa pergi pria itu.
Faris tak peduli mau mereka apakan pria itu ,saat ini ia akan mamastikan keadaan Kaira lebih dahulu.
Saat memasuki mobil Faris melihat Kaira yang tampak meringkuk di jok mobil.Terdengar suara isakan kecil dari gadis itu.
"Kai...kamu--
"Kak...maafkan aku yang tak mendengarkan ucapanmu",isak Kaira memeluk Faris secara tiba tiba.
"Aku takut...", lirih Kaira yang terisak dalam pelukan Faris.
Dengan ragu Faris membalas pelukan gadis itu."Ada aku",jawab Faris begitu saja lalu mengusap lembut punggung gadis itu.
"Kita pulang",ujar Faris.
"Gak Kak", geleng Kaira cepat.
"Kamu gak mungkin balik ke kantor dengan keadaan seperti ini Kai",ujar Faris mengurai pelukannya.
"Aku takut Kak Kalen memarahiku jika pulang dalam keadaan seperti ini", jawab Kaira.
"Lalu kamu mau kemana?", tanya Faris.
"Rumahmu Kak,ada Tante Arita kan dirumah",jawab Kaira.
"Rumah ku jauh dari sini Kai",ujar Faris.
"Apartemenmu Kak",ujar Kaira.
Faris menghembuskan nafas panjang karena selama ini hanya Mamanya wanita yang memasuki unitnya itu.Dan kini ia akan membawa seorang gadis kesana.
__ADS_1
"Kak..."
"Huffhhh... baiklah", jawab Faris melajukan kendaraannya meninggalkan area restoran.
Sesampainya di unit apartemen Faris,Kaira duduk di sofa ruang tamu dengan mengeratkan jas milik Faris pada tubuhnya.Rok span nya yang pendek tertarik keatas karena ia duduk memperlihatkan pahanya mulusnya.
"Masuklah ke kamar itu, lalu bersihkan tubuhmu.Aku akan memesan pakaian gantimu,oh ya kamu tulis disini ukuran pakaian dalammu",ujar Faris menyodorkan ponselnya pada Kaira.
Kaira menulis merk dan ukuran pakaian dalam yang biasa ia gunakan.Lalu mengembalikan ponsel itu pada Faris.Setelahnya Kaira masuk kedalam kamar yang ditunjukkan Faris.
Faris mengusap kasar wajahnya, bohong jika ia tak panas dingin melihat penampilan Kaira.Ia pria yang juga memiliki nafsu, namun ia berusaha untuk tidak melakukan tindakan yang membuat Kaira takut padanya.
Faris menghempaskan bokongnya diatas sofa lalu memejamkan kedua matanya.Bayangan Kaira yang ketakutan saat pria brengsek itu akan menyentuhnya membuatnya kembali mengeras rahangnya.
"Huffhhh...andai gadis itu mendengarkan apa yang aku katakan semuanya tak akan seperti ini", gumam Faris.
"Kak...",ujar Kaira menongolkan kepalanya di balik pintu.
"Aku pinjam baju kemejamu, boleh.Pakaianku belum datang kan?",ujar Kaira.
"Sebentar",ujar Faris bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam kamarnya.
Tak lama Faris keluar dari kamarnya dan memberikan sebuah kemeja pada Kaira.
"Terimakasih Kak",jawab Kaira.
"Hmmmm"
Tak taukah pria itu jika Kaira tidak mandi melainkan berniat mengganti pakaiannya saja.
Kaira menatap penampilannya didepan cermin, tubuhnya hilang oleh kemeja milik Faris.
Kaira keluar dari kamar bersamaan dengan Faris yang menatapnya.
Pria itu menelan ludah kasar saat melihat penampilan Kaira yang menurutnya begitu sangat sexy dengan memakai kemeja miliknya.
Kaira melangkah menuju Faris dan sialnya kakinya tersandung karpet bulu hingga tubuhnya menimpa Faris.
Posisi keduanya begitu dekat, Faris memegang pinggul Kaira agar gadis itu tak terjatuh.Faris menelan ludah kasar karena wajah berada tepat di depan wajah gadis itu.
Faris mendekatkan wajahnya pada Kaira dan mengecup bibir tipis gadis itu.Melihat tak ada penolakan dari Kaira pria itu m******* pelan bibir gadis itu.
Melihat Kaira memejamkan matanya Faris mendudukkan Kaira diatas pengakuannya.Faris menekan tengkuk Kaira untuk memperdalam ciumannya.
Tak hanya sampai disitu ciuman pria itu berpindah ke leher jenjang gadis itu dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikannya disana.Tangan pria itu tak tinggal diam dan mulai merambat mengusap paha mulus Kaira yang terekspos sehingga membuat Kaira melenguh tertahan.
Ting tong
Faris tersadar dengan apa yang ia lakukan saat terdengar suara bel dari luar.Sedangkan Kaira menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu karena malu.
__ADS_1
"Maafkan aku",ujar Faris.
Kaira berdiri dari duduknya dan mengangguk pelan dengan kepala tertunduk.
Ting tong
"Sebentar aku buka pintu dulu",ujar Faris berjalan menuju pintu setelah merapikan kemejanya yang sendikit berantakan.
Ceklek
"Pesanannya Tuan",ujar seseorang memberikan dua buah paper bag.
"Ya... terimakasih",ujar Faris lalu menutup kembali pintu dan menguncinya.
"Ini pakaianmu",ujar Faris memberikan paper bag itu pada Kaira.
"Terimakasih Kak",jawab Kaira.
"Ya... gantilah setelah ini aku akan kembali ke kantor",ujar Faris.
"Ya..."
"Kaira..."
" Ya kak... ada apa?", tanya Kiara menghentikan langkahnya.
"Maafkan aku untuk yang tadi",ujar Faris penuh sesal karena tak seharusnya ia melakukan itu pada Kaira.
"Ya Kak..."jawab Kaira dengan wajah bersemu merah.
Setelah Kaira menghilang dibalik pintu pria itu mengambil air dingin didalam kulkas lalu menegaknya hingga tandas.
"Sial", umpat pria itu lalu memasuki kamar untuk menuntaskan sesuatu dibawah sana yang sudah terbangun sedari tadi.
Terpaksa pria itu bermain solo ditemani Miss Lux untuk menidurkan sang anaconda yang terbangun.
Setengah jam berlalu Faris keluar dari kamar mandi dengan handuk membalut pinggangnya ke bawah.Pria itu langsung berpakaian kembali.Ia harus kembali ke kantor karena pekerjaannya sangat banyak.
"Kak Faris ganti baju?",tanya Kaira saat Faris keluar dari kamarnya.
"Iya, kemeja tadi kusut", jawab Faris tak sepenuhnya berbohong.
"Oh...,Kak aku ikut kembali ke kantor",ujar Kaira.
"Kamu yakin, sebaiknya kamu istirahat disini.Sore aku antar pulang", jawab Faris.
"Gak Kak,aku ikut", ujar Kaira kekeuh.
"Baiklah,ayo?", jawab Faris
__ADS_1
...****************...