Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Rencana pernikahan


__ADS_3

"Selamat ya Mik...",ujar Dea memeluk mantan asisten pribadinya itu.


"Ya Non Dea--


"No... panggil aku Dea,oke",ujar ibu satu anak itu.


"Iya Dea... terimakasih ya", jawab Mika.


"Rania mana?", tanya Mika.


"Tuh sama Auntynya",jawab Dea menunjuk Kaira yang sedang menggendong dikecil Rania.


"Kenalkan ini ibuku Dea...",ujar Mika saat sang ibu menghampirinya.


"Dea...Bu",ujar Dea menyalami punggung tangan dari ibunya Mika.


"Sari...ibunya Mika",jawab wanita paruh baya bernama Sari itu.


"Bu ...Dea ini istri dari Kakaknya Kaisan",ujar Mika memperkenalkan Dea pada sang Ibu.


"Oalah...jadi ini istri dari pak Dokter Kalen.Cantik ya Mik",jawab Sari.


"Terimakasih Bu", balas Dea tersenyum tipis.


"Mika...Dea,jeng Sari ayo kita foto bersama",ujar Marisa.


"Ayo...",jawab ketiganya serempak.


Mereka melakukan sesi foto bersama keluarga besar masing masing.Kaisan dan Mika tampak saling melempar senyuman saat dimintai foto berdua.


Keduanya tampak malu-malu karena ini kali pertama Kaisan berdekatan dengan perempuan yang notabenenya adalah orang yang ia cintai sekaligus tunangannya.Mika adalah cinta pertama sekaligus cinta terakhirnya.


"I love you", bisik Kaisan


Deg


Mika membeku mendengar bisian Kaisan dari belakang saat mereka melakukan foto berdua dimana Kaisan berada dibelakangnya.Gadis itu tersipu malu dengan dada yang berdebar kencang.


"Aku tunggu dibelakang", bisik Kaisan saat selesai bersua foto.


Kaisan langsung melangkah meninggalkan keramaian menuju belakang rumah Mika yang terdapat kolam ikan.Pria itu duduk disebuah kursi yang menghadap langsung ke kolam.


"Kai..."


Kaisan menoleh pada gadis yang baru beberapa menit yang lalu ia kamar.Pria itu tersenyum tipis melihat betapa cantiknya gadisnya malam ini.


"Duduklah...!",ujar Kaisan.

__ADS_1


"Ya..."


"Terimakasih...",ujar Kaisan.


"Untuk?",tanya Mika.


"Sudah mau menerimaku menjadi calon pendampingmu",jawab Kaisan menatap intens Mika yang begitu sangat cantik menurutnya.


"I-iya...",balas Mika membuang muka karena malu ditatap sedemikian oleh Kaisan.


"Cantik...",bisik Kaisan.


Blush


Mika makin berdebar dengan muka yang terasa begitu panas kayaknya kepiting rebus menahan rasa malunya.


"K-Kai...aku ke depan dulu,nanti ada yang mencari",ujar Mika yang tampak salah tingkah.


Kaisan menahan pergelangan tangan Mika membuat gadis itu mengehentikan langkahnya.


"Kai--


"I love you...", bisik Kaisan.


Mika berdebar kencang dengan nafas naik turun menahan debaran didadanya.


Mika memejamkan matanya mengumpulkan keberanian menjawab pernyataan cinta Kaisan.


"I love you to",balas Mika lalu segera melepas genggaman tangan Kaisan dipergelangan tangannya dan pergi meninggalkan pria yang tersenyum mendengar jawaban cintanya.


Kaisan tersenyum lebar dan kemudian kembali masuk menyusul Mika.Pria itu tersenyum saat melihat Mika tengah berbincang dengan sang adik Kaira.


"Kak Kai sini!",panggil Kaira.


Kaisan menghampiri sang adik yang memanggilnya.Sedangkan Mika membuang muka ke arah lain karena masih merasa malu pada calon suaminya itu.


"Ada apa Ra?", tanya Kaisan duduk disebelah Mika.


"Aku udah minta Kak Mika nanti untuk tinggal dirumah kita setelah kalian menikah",ujar Kaira.


"Lalu?",tanya Kaisan menatap gadisnya yang masih membuang muka kearah lain.


"Kak Mika setuju",jawab Kaira.


"Ra...sini sebentar Nak!",ujar Marisa.


"Ya Ma..."

__ADS_1


"Kak...aku ke Mama dulu ya",ujar Kaira diangguki oleh Kaisan.


"Benar kamu mau tinggal dengan kedua orangtuaku setelah kita menikah?", gumam Kaisan saat sang adik sudah beranjak pergi.


Mika menoleh pada Kaisan hingga pandangan mata mereka bertemu."I-iya...memangnya kita akan tinggal di mana nanti jika bukan dirumah kedua orangtuamu Kai",jawab Mika.


"Di rumah kita",jawab Kaisan.


"Hah?"


"Lihat saja nanti",ujar Kaisan.


"Ehemmm..."


"Kak..."


"Belum halal Kai",sindir Dea.


Kaisan tampak salah tingkah karena kepergok berduaan dengan sang pujaan hati."Iya...Kak,tau kok",jawab Kaisan yang sudah terbiasa memanggil Dea dengan sebutan Kakak.


"Ayo ke depan",ujar Dea menarik pergelangan tangan Mika.


"Kai...kamu juga", sambung Kaisan.


"Ya kak..."


***


"Jadi setuju kan pernikahan akan diadakan dua minggu lagi dari sekarang.Dan akad diadakan disini.Sementara resepsinya diadakan di kota",ujar Tuan Wiliam.


"Ya...",jawab Sari.


"Alhamdulillah... baiklah kami akan mengirimkan pihak EO nantinya kesini untuk menghias tempat akad nikahnya",ujar Tuan Wiliam.


"Tak perlu Pak, kami--


"Itu tanggungjawab putra kami sebagai mempelai prianya Buk,jadi mohon diterima",ujar Rendra buka suara.


"Baiklah...Pak",jawab Sari.


"Dan untuk Bapak,besok pagi akan ada ambulans yang akan menjemput untuk melakukan pengobatan dirumah sakit kami.Mudah mudahan Bapaknya Mika sembuh sebelum hari H dan bisa menikahkan Mika dengan Kaisan",ujar Rendra.


"Terimakasih banyak Pak,Buk",jawab Sari menatap sang suami yang duduk dikursi roda.Suaminya sudah satu tahun ini menderita penyakit stroke ringan.


"Sama sama jeng",jawab Marisa.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2